
“Panglima darah memang mempunyai kekuatan yang luar biasa, bisa menghancurkan gate keeper mahluk terkuat nomor sepuluh di samudera pasifik ini dengan sekali serang. Tapi kami para kesatria duyung...”
Belum sempat manusia duyung yang mengepung Sabeni itu menyelesaikan perkataannya, tangan Sabeni telah menembus tubuh kesatria duyung tersebut. teman-teman kesatria duyung di sekitarnya kaget melihat kecepatan Sabeni yang diluar jangkauan mata mereka, sebelum mereka bisa mengendalikan keterkejutan mereka.
Sabeni berhasil menangkap seorang kesatria duyung, Sabeni mencengkram leher manusia duyung dengan menggunakan sebelah tangannya.
“kenapa mahluk lemah seperti kalian selalu banyak bicara, berikan aku mahluk yang di sebut raja samudra atau akan kuhancurkan seluruh mahluk rendahan kalian ” ucap sabeni dan tubuhnya kembali berubah di selimuti api berwarna biru.
Kesatria duyung yang di tangkap oleh sabeni berusaha melepaskan lehernya dari cengkraman sabeni tapi usahanya tidak membuahkan hasil apapun. Leher kesatria duyung mulai mengeluarkan asap dan wangi daging terbakar, sabeni yang tidak mendapatkan jawaban segera mematahkan leher kesatria duyung tersebut.
Empat kesatria duyung lainnya tersulut amarahnya dan menyerang Sabeni, tapi kempatnya di hentikan oleh Dony.
“mahluk rendahan seperti kalian yang baru menginjakan kaki di tingkat pendekar bumi sangat lancang berani menyerang panglima darah, akan ku kirim kalian semua ke alam kematian” ucap dony.
Dengan cepat dony menghilang dan meledakan kepala kesatria duyung satu persatu dengan kilatan lisrik. Ledakan empat kepala kesatria Duyung tersebut terdengar sampai ke tempat armada Tokiya, para prajurit bersorak dan terbakar semangat tempurnya.
“hey lihat mereka semua ternyata hanya badut pecundang yang bertingkah aneh”
“ternyata monster yang sebenarnya adalah mereka yang berasal dari lembah kesunyian”
“waktunya membalas kematian para saudara kita”
Semua prajurit yang berada di atas kapal segera menyerang para mahluk laut yang berada di atas kapal dan di laut. Pertempuran berkecamuk di semua tempat. Kini prajurit distrik 10 tidak lagi gentar melihat wajah-wajah seram penghuni samudra pasifik. Reptil sendiri membunuh separuh mahluk laut yang mencoba menguasai kapal perang utama distrik 10. Repltil memberikan serangan tapaknya, mahluk laut yang terkena serangan tapak Reptil mengandung racun yang sangat mematikan. Semua mahluk laut yang terkena serangan tapaknya segera memuntahkan darah berwarna hitam dan mati seketika.
Kinosita sibuk memenggal kepala para mahluk laut yang ada di atas kapal, dia terus berpindah dari kapal satu ke kapal yang lain. Hanya Ocha yang terjun kelaut dan menari dengan ratusan jasad mahluk laut yang mengambang di sekitarnya. Ocha berdiri sendiri di tengah samudra pasifik bagaikan dewi kematian, pedang apinya menjadi momok menakutkan bagi semua mahluk laut yang mencoba menyerang armada distrik 10.
Ocha menstabilkan pijakannya dengan menggunakan tenaga dalam, Ocha sangat menikmati suasana ini karena dia berhasil menaklukan ketakutannya sendiri untuk bertempur di laut. Ocha yang menggunakan jubah tempur berwarna merah yang diberikan oleh Luky menjadi sosok yang sangat cantik dan mematikan yang pernah dilihat oleh penghuni laut.
__ADS_1
Wajah Ocha yang Oriental dengan rambut panjang terurai sebahu dan tubuh bagaikan super model. Membuat semua mahluk laut ingin memiliki Ocha dan melupakan rencana mereka untuk menaklukan armada distrik 10. Kecantikan dan keindahan tubuh Ocha hilang seketika dimata mahluk laut dalam beberapa tarikan nafas, begitu melihat Ocha bergerak seperti dewi perang di atas air.
Ocha sendiri terkejut dengan meningkatnya kemampuan dirinya yang sangat drastis, lalu dia teringat bahwa dirinya telah meminum darah Sabeni. seketika itu pula wajah Ocha berubah menjadi merona dan bibir Ocha menorehkan senyum di wajah cantiknya.
Penampilan Ocha yang membunuh sambil tersenyum membuat para mahluk laut bergidik ketakutan dan menjauh darinya.
Reptil yang sudah kehabisan musuh di atas kapal menoleh kebawah dan melihat Ocha berada di atas permukaan air sambil tersenyum membantai mahluk laut di sekitarnya dan ratusan jasad mengambang di permukaan air di sekitar Ocha menjadikan air berwarna merah darah. Reptil segera meloncat ke laut dan ikut dalam pembataian tersebut.
Reptil yang dulu memiliki wajah seperti ular dan sangat menyeramkan, semenjak meminum darah Sabeni dia memiliki wajah keturunan orang Eropa dengan rambut cepak berwarna pirang. Reptil menghampiri Ocha lalu berkata “aku tidak akan kalah dari mu Ocha”
Pertempuran di sekitar armada distrik 10 berubah menjadi pembantaian mahluk laut, hanya kinosita yang tetap berada di atas kapal dan memastikan seluruh kapal aman. Dia tidak hentinya-hentinya melompat dari kapal ke kapal yang lainnya untuk membantu pasukanya dalam menghadapi mahluk laut yang sudah semakin berkurang.
***
Sabeni, Tokiya dan Dony yang melihat jalannya pertempuran dari jauh tersenyum karena melihat kondisi armada sekarang sudah aman. Lalu sabeni menembakan bola energi ke dalam samudra dan kekuatan bola energi tersebut sangat hebat dari sebelumnya, ratusan hewan dan mahluk laut mengambang di permukaan laut.
Melihat serangannya tidak mendapatkan reaksi seperti yang dinginkan Sabeni segera melesat diatas permukaan air sambil melemparkan bola-bola energi lebih banyak secara acak ke dalam lautan.
“oh akhirnya muncul juga kalian, sayang sekali aku hanya merusak setengah istana kalian” ejek sabeni
“kurang ajar sekali kau manusia darat” hardik seorang gadis duyung
“tenanglah Maryam kau bukan tandingan Panglima darah” seorang lelaki berwajah ramah dan berjangut putih lengkap dengan sepasang kaki dan sepasang lengan menghentikan gadis duyung yang bernama Maryam.
“Valar Mogares panglima darah Sabeni Putra dari King Kong yang perkasa, aku Edward Raja Samudra Pasifik” Edward memperkenalkan dirinya sambil menaruh tangan kanannya di dada sebelah kiri sebagai bentuk penghormatan kepada lawan bicaranya.
“Valar Regrares Edward Penguasa Samudra Pasifik” ucap Sabeni
__ADS_1
“lancang sekali kau manusia darat tidak menghormati raja Edward, akan kubinasakan kalian” ucap seorang pengawal Edwards.
Sabeni membuang ludahnya ke kepurkaan air dan menghilang dari pandangan mata, dalam satu tarikan nafas Sabeni telah menancapkan pedangnya ke tenggorokan pengawal Edward.
Maryam dan yang lainnya kaget melihat kecepatan dan sifat Sabeni yang haus darah. Hanya Edward yang tampak santai dan tidak terkejut melihat tindakan Sabeni.
“kenapa mahluk lemah seperti kalian selalu banyak bicara” setelah mengatakan hal tersebut Sabeni menghilang dari padangan rombongan tersebut.
dia muncul di sekitar Ocha dan Reptil tepat ketika dua mahluk laut mencoba menangkap mereka dari bawah permukaan air. Ocha dan Reptil yang kaget segera membalikan badan mereka, dan mereka terlihat lebih terkejut ketika dari tubuh dua mahluk laut tersebut ditembus oleh tangan Sabeni.
“pegang tubuh ku sekarang” ucap sabeni kepada Ocha dan Reptil
Setelah Ocha dan Reptil Memegang tubuh Sabeni, mereka segera menghilang dan muncul di depan rombongan Raja Edward.
Kali ini Edward menunjukan ekspresi terkejut ketika Sabeni menjatuhkan dua tubuh pengawalnya yang di perintahkan untuk menculik Ocha dan Reptil sebagai bahan negosiasi.
“ingin mencoba menculik kaum ku hah, dasar mahluk lemah” ucap Sabeni sambil membakar kedua pengawal Edward di depan Edward dan rombongannya.
Tindakan sabeni memprovokasi Edward dan rombongannya, semua anggota rombongan Edward melihat ke arah Edward sambil menunggu perintahnya. Edward tersenyum sinis kearah Sabeni dan berkata “apakah Panglima darah menginginkan perang dengan seluruh penghuni Samudra Pasifik”
“kau tidak memiliki kapasitas bertanya kepada ku seperti itu Edward, kau hanya penguasa di Teritori ini dan kamu hanya ada di peringkat empat terkuat di Samudra Pasifik. Panggil Raja kalian yang bernama Glacio kesini sekarang juga sebelum aku kehilangan kesabaran, kalian bahkan tidak mampu melawan keempat rekan ku” jawab sabeni kesal.
Edward dan keempat rekannya terkejut medengar perkataan Sabeni, Sabeni mengetahui bahwa dirinya bukanlah Raja samudra pasifik melainkan hanya panglima tempur. Yang lebih mengejutkan mereka adalah pernyataan Sabeni yang mengatakan bahwa mereka tidak mampu mengalahkan keempat rekannya.
“Jangan banyak membual kau manusia darat, keempat teman mu hanya berada di tingkat pendekar kelas bumi akan kubinasakan kalian semua” seorang pengawal Edward maju dan menyerang Sabeni.
Tokiya langsung menyambut serangan pengawal Edward dan mereka bertukar puluhan jurus dalam waktu singkat. Di saat pengawal Edward berhasil mendaratkan sebuah pukulan di tubuh Tokiya, seketika itu juga tubuh Tokiya berubah menjadi es dan membekukan tangan pengawal Edward dari arah yang tidak di ketahui oleh pengawal tersebut. Tokiya menusukan pedangnya dan membelah tubuh pengawal tersebut.
__ADS_1
Kedua pengawal Edward yang melihat kejadian tersebut segera menyerang Tokiya namun mereka di hadang oleh Reptil dan Ocha. Mereka bertarung dengan menimbulkan ledakan di sana sini, salah satu pengawal Edward berhasil mendaratkan pukulan ke arah perut Ocha, Ocha segera membakar tangan pengawal tersebut dengan tenaga dalamnya.
Pengawal tersebut segera menarik tangannya yang terbakar, diluar dugaan Reptil sudah berada di belakang pengawal tersebut dan mematahkan leher pengawal yang tangannya terbakar. Pengawal yang tadi bertarung dengan Reptil terkejut melihat kecepatan Reptil berpindah tempat, ketika pengawal tersebut ingin mengejar Reptil Ocha sudah berada di depan pengawal tersebut dan menusukan pedangnya ke perut sang pengawal. Dalam waktu kurang dari lima menit pengawal Edward telah kehilangan nyawanya.