Distrik The Guardian Angel

Distrik The Guardian Angel
Raja Samudra Pasifik VI


__ADS_3

Glacio memandangi Ricard, dan Ricard menganggukan kepalanya. Suasana menjadi hening dan canggung ketika seorang raja samudra pasifik yang terkenal menguasai semua monster laut yang sering meneror manusia kini tidak bisa berbuat apa-apa di hadapan seorang pemuda hutan. Semua prajurit distrik 10 yang berada di kapal utama sangat menunggu kelanjutan dari cerita ini.


Mereka tidak sabar apakah akan terjadi pertarungan yang melegenda yang melebihi kehebat dari petarungan panglima mereka dengan sabeni.


“aku menyerah dan menyatakan seluruh mahluk yang berada di Samudra Pasifik tunduk dan patuh kepada Dewan Tetua Hutan. Aku mengakui bahwa Dewan Tetua Hutan adalah Dewan seluruh roh Alam dan mahluk Mutan di bumi ini dan Panglima Darah adalah panutan kami.” Ucap Glacio


“Bangkitlah Glacio pengusa Samudra Pasifik, kami telah menerima mu sebagai saudara kami” ucap Tetua Key .


“mulai sekarang kalian menjadi bagian dari kami dan kami adalah kalian” ucap Tetua Blawong.


“Terima kasih Dewan Tetua Hutan” ucap Glacio.


Suara Tetua Key dan Blawong terdengar oleh seluruh mahluk yang ada di atas kapal, mereka berdua bicara di dalam kepala semua mahluk yang ada di atas kapal armada distrik 10. Para prajurit yang tidak sempat berperang dengan distrik 3 dan bertemu dengan Tetua Key dan Tetua Blawong kaget mendengarkan suara tersebut. mereka membuka dan menutup kuping mereka tapi suara tersebut masih terdengar jelas.


“Hasian sekarang silahkan berikan semua mahluk laut yang berada di atas kapal bersama mu sebuah hadiah dari panglima darah dan silahkan tentukan nasib Edward dan Putrinya oleh diri mu sendiri serta kebijakan yang menurut mu penting untuk dilakukan oleh Glacio. Kami semua menunggu kalian di lembah kesunyian setelah berhasil menjalankan misi yang kuberikan” setelah mengatakan hal tersebut suara Tetua Key dan Tetua Blawong tidak terdengar lagi.


Sabeni memijat keningnya dia tidak terbiasa menjadi penentu keputusan, dia hanya suka bertarung dengan musuh yang hebat. Kini semua mata tertuju padanya, Sabeni mengajak semua mahluk laut dan manusia kembali ke ruang pertemuan. Kondisi ruang pertemuan sangat berantakan akibat pertarungan Ocha dan Karin.


Diruangan tersebut Edward dan Maryam masih duduk di tempatnya semula, sabeni yang melihat hal tersebut segera mengambil sumpit yang menusuk tangan Edward. Dia memperhatikan wajah Edward dan Maryam secara bergantian. Tanpa disuruh oleh seorangpun Reptil telah meletakan 5 gelas di depan Sabeni.

__ADS_1


“untuk apa ini” tanya sabeni heran.


“bukankah tadi Dewan Tetua Hutan meminta ketua Sabeni memberikan hadiah kepada mereka, hadiah yang diberikan pasti darah sang panglima, seperti yang ketua berikan kepada ku dan Ocha serta Cowo berambut putih itu” ucap Reptil santai.


“iya tapi kenapa harus secepat ini...ah sudahlah”


Sabeni menyayat kelima jarinya, darah yang keluar dari ibu jari sabeni diberikan kepada Glacio, darah yang keluar dari jari telunjuk sabeni diberikan kepada Ricard, darah yang keluar dari jari tengah diberikan kepada Edward, darah yang keluar dari jari manis sabeni diberikan kepada Maryam dan darah yang keluar dari jari kelingking sabeni diberikan kepada Karin.


Keempatnya meminum darah yang diberikan oleh Sabeni, dan mereka merasakan sensasi yang sangat luar biasa. Mereka bisa merasakan bahwa tenaga dan kekuatan mereka meningkat secara Drastis, hanya Karin yang belum meminum darah dari sabeni karena kondisinya masih tidak sadarkan diri. Sabeni lalu meminta kepada Glacio untuk membiarkan para moster laut mengamuk di permukaan laut untuk melindungi para mahluk laut yang ada di dalam samudra pasifik. Glacio memejamkan matanya dan dia membebaskan semua monster laut yang dia kurung di dasar Samudra. Sabeni meminta wilayah Edward di perluas sampai ke dekat pelabuhan kota Mahakam distrik 3, dia meminta Maryam yang bertugas langsung di sana untuk memastikan keamanan daerah tersebut.


Maryam dengan senang hati menjalankan perintah Sabeni karena dia memang senang sekali menolong dan berintreaksi dengan manusia.


Sabeni meminta Glacio menghukum Edward dengan cara mencari dan membebaskan semua mahluk laut yang di tawan oleh manusia darat dan Edward di larang kembali memegang jabatanya yang dulu sebelum tugasnya selesai. Edward sangat senang diberikan tugas seperti ini untuk menebus kesalahannya dan Glacio menyetujui usul Sabeni.


Sabeni melihat kearah Karin dia mengatakan kepada Glacio bahwa kemungkinan Karin akan tetap menginginkan Edward dan Maryam mati, karena Karin secara Harfiah memiliki hati seperti Iblis, dia hanya tunduk kepada yang lebih kuat darinya. Glacio dan Ricard tidak membatahnya, karena memang itu kekurangan Karin sehingga dia di juluki iblis samudra pasifik. Reptil memberikan sebuah botol kepada Sabeni.


“apa ini saudara ku” tanya sabeni


“sebelum berangkat aku bersama lucky mencoba mengextrasi darah dan racun ku serta ditambahkan beberapa ramuan oleh Luky. Dia mengatakan hal ini dapat menghilangkan sifat buruk seseorang dan menjadikanya orang tersebut menjadi orang yang berbeda seutuhya. Jika memang ratu samudra memiliki kekurangan seperti yang disebutkan tadi. Aku yakin cairan ini akan membantunya” ucap Reptil dengan nada bangga.

__ADS_1


“be..benarkah itu panglima” tanya Glacio dengan raut wajah yang penuh harap.


“yah, ditempat ku memang ada seorang jenius yang bisa membuat segalanya termasuk membuat benda ini, jika kamu tidak keberatan maka ramuan ini bisa dicampur ke dalam minuman untuk Karin dan aku akan memulihkan kondisi Karin sehingga dia bisa meminum cairan dan hadiah dari ku” ucap sabeni.


“Tentu saja aku tidak keberatan panglima, karin akan benar-benar menjadi ratu yang sangat baik jika ramuan itu memang benar” ucap Glacio.


Sabeni hanya menganggukan kepala lalu dia mendudukan tubuh Karin dan menyalurkan tenaga dalamnya. Setelah beberapa menit karin mulai membuka matanya lalu Glacio meminumkan darah sabeni yang di campur oleh ramuan yang diberikan oleh reptil ke mulut karin. Karin meminum cairan tersebut dengan rakus seperti orang yang kehausan.


Sabeni masih menyalurkan tenaga dalamnya untuk membantu karin menyerap minuman tersebut, setelah beberapa tarikan nafas Karin sadar sepenuhnya dan dia terlihat sangat segar dan bertenaga seperti orang yang baru terbangun dari tidur.


Sabeni menghentikan menyalurkan tenaga dalam kepada karin dan dia melihat ekspresi karin. Karin yang mengingat kejadian sebelumnya segera bersujud dihadapan sabeni dan meminta maaf atas kelancangannya.


Sabeni segera mengangkat tubuh karin dan mengatakan yang terpenting sekarang seluruh mahluk laut harus seiya sekata dengan lembah kesunyian. Karin menganggukan kepalanya.


Glacio sangat senang melihat perubahan yang terjadi pada karin, dia berniat untuk mengantar panglima darah dan rombongannya dengan menggunakan mahluk tercepat yang berada di laut, tapi sabeni menolaknya karena dia ingin menghabiskan waktu yang ada bersama keluarga barunya sebelum memulai misi yang diberikan oleh Tetua Dewan Hutan.


***


Setelah tiga hari bersama menghabiskan waktu di kapal induk Distrik 10 akhirnya Sabeni dan rombonganya tiba di pelabuhan kota Jeddah Distrik 17. Tokiya, Ricard, Glacio dan Karin memeluk rombongan Sabeni. Tokiya yang mendapatkan banyak ilmu dan pencerahan mengenai teknik pedang selama berada di atas kapal menjadi sangat antusias sekali untuk memperdalam ilmu pedangnya.

__ADS_1


Sementara Glacio dan Ricard tertarik dengan ilmu racun dan dia banyak belajar kepada Reptil. Sedangkan Karin dia sangat tertarik kepada Ocha yang mempunyai kemampuan ilmu silat yang hebat tapi tetap bisa tampil cantik dan menawan ditengah-tengah medan pertempuran.


Setelah armada kapal cukup dekat dari pelabuhan Glacio, Ricard dan Karin segera menceburkan diri mereka kedalam laut, sementara Tokiya meminta beberapa krunya untuk mengambil sekoci dan mengantarkan sabeni ke pelabuhan tapi sabeni menolaknya. Maka Tokiya berpisah dengan rombongan Sabeni di dekat pelabuhan kota jeddah Distrik 17.


__ADS_2