
Gunju menunjuk ke arah sungai, sabeni yang melihat itu sangat marah. “Bagas bukankah kamu ku perintahkan untuk menjaganya baik-baik,” "benar panglima dan di sini tempat terbaik menurut saya sehingga tidak ada satupun saudara hutan kita yang bisa menyerang 2 orang ini tanpa sepengetahuan saya.” mendengar jawaban yang masuk akal emosi sabeni reda karena di belakang kurungan itu hanya terdapat sungai dan di samping kurungan bagas dan anggun berjaga. “Baiklah lepaskan mereka Bela ingin bicara dengan mikagami,” “aku harus ikut kemanapun panglima ku pergi” ucap kinosita.
“jika aku ingin membunuh kalian berdua sudah ku lakukan sebelum kalian tiba di sini” ucap sabeni kesal, “sudahlah kamu boleh ikut tapi tetap berada di samping ku jika kamu berada selangkah saja di depan ku akan ku tebas leher mu.” Lalu sabeni membawa ke dua orang tawanan tersebut menemui bela, sesampainya mereka di tempat tinggal sabeni yang merupakan rumah pohon, mereka disuruh naik ke atas di sana mereka bertemu dengan bela yang sedang duduk tepat di sebelah rumah pohon sabeni dan kini tokiya serta kinosita tidak perlu melihat ke atas untuk berbicara dengan bela.
Tokiya dan kinosita kaget melihat ekspresi sang primata betina itu, bela tidak menunjukan ekpresi emosi ataupun marah. “Siapa diantara kalian berdua yang bernama mikagami,” aku jawab tokiya dia pun maju satu langkah sedang sabeni dan kinosita tetap di belakang. “Mendekatlah kepada ku mikagami demi suami ku yang sangat ku cintai, aku tidak akan melakukan hal-hal yang akan menyakiti mu.”
Melihat mata sang primata tokiya mikagami maju sampai ke kayu terluar rumah phon tersebut. kemudian bela mencium kepala tokiya, tokiya yang mendapatkan ciuman tersebut kaget, “untuk apa tanya tokiya.”
“Aku mewakili suami ku dan seluruh bangsa primata yang ada di hutan ini mengucapkan terima kasih atas pengorbanan Leluhur mu yang bernama takeda mikagami dan kyo mikagami. Tanpa mereka berdua kami tidak akan merasakan kemerdekaan ini dan aku atas nama suami ku meminta maaf karena kami bangsa priamata telah gagal menemukan anak takeda yang menyebrangi ruang dan waktu bersama kami, kami hanya menemukan benda ini, ambil ini milik keluarga mikagami.” Bela menyerahkan pedang ensui, pedang ensui yang asli milik keluarga mikagami.
Bela menceritakan semuanya kepada tokiya dan kinosita pun mendengarkan cerita tersebut, setelah bela selesai bercerita tokiya duduk. Dia kaget mendegar risalah keluarganya dan pedang ensui yang digunakan olehnya adalah pedang tiruan dia pun sudah mengetahui hal tersebut dari kakeknya. Kakek bercerita bahwa pedang ensui yang asli bilahnya tidak bisa di patahkan dan bisa membuat apapun yang di sentuhnya mejadi membeku walaupun teknik tersebut sangat sulit dilakukan tapi kekuatan pedang ensui yang di pegang tokiya sangat jauh di bawah pedang ensui yang dibuat oleh leluhurnya pada zaman kekacauan di era nobunaga oda.
“Pedang ini anda berikan kepada ku walaupun kamu tahu kekuatan pedang ini” tanya tokiya.
“Iya aku mengetahui kekuatan pedang tersebut dan oleh karena itu sudah banyak bangsa primata generasi pertama yang mati untuk melindungi harta keluarga mikagami. Kini hanya tersisa aku sebagai satu-satunya bangsa primata generasi pertama yang masih hidup, banyak pemburu harta karun yang mencoba mengambilnya tapi kami tidak akan menyerahkan benda ini kepada orang yang bukan berasal dari keluarga mikagami.”
__ADS_1
“Walaupun aku sudah membunuh suami mu kong, kamu tetap menyerahkannya kepada ku tanya tokiya mikagami.” “Justru ini adalah permintaan suami ku yang di sampaikan kepada anak ku sabeni dan jika memang kamu berniat menyerang distrik 3 ataupun hutan ini kami siap melawan mu dan pasukan mu. Aku punya anak ku sabeni dan skull yang akan melindungi hutan ini.”
Kinosita tak sadar berucap betapa mulianya hati para penghuni hutan ini, tokiya tertunduk dan menangis, “maaf kan aku bela membuat mu menjadi yang terakhir dari kaum mu, leluhur ku membantu kalian dan meciptakan kalian bahkan kong yang menyelamatkan leluhur ku tapi justru tangan ku yang membunuh sang penyelamat leluhur ku. Aku sungguh tidak tahu harus berbuat apa, aku sangat malu menghadap leluhur ku dengan kondisi ku yang seperti ini. Dulu kakek selalu menceritakan kisah itu kepada ku, aku berfikir kisah primata yang dirawat oleh leluhur ku hanya dongeng untuk anak kecil, oh ya ampun aku sungguh malu sekali. Sabeni ku mohon bunuh lah aku supaya aku dapat bertemu kong dan meminta maaf kepada kong serta leluhur ku.”
“Ayah ku tidak mengingkan kau mati, jika itu kenginannya sudah ku lakukan di luar kota maharaja, hiduplah tokiya mikagami dan jika kamu mulai kehilangan arah tujuan mu ingatlah luka yang ada pinggang mu dan ingatlah aku yang telah mengalahkan mu dan ingatlah kong yang telah memaafkan mu.” Ucap sabeni sambi menatap tajam kearah tokiya.
“Sekarang karena kamu adalah keluarga mikagami sudikah diri mu menjadi tamu kehormataan bangsa primata untuk menghadiri pemakaman suami ku” tanya bela. “Pantaskah aku menjadi tamu kehormataan kalian” jawab tokiya, “tanpa leluhur mu kami tidak mungkin berada di sini. Sabeni berikanlah darah mu untuk kedua orang ini.” “Ibu itu artinya mereka akan hidup abadi dan hanya mati jika terbunuh dan mereka tidak akan menua” protes sabeni. “bukankah itu yang diberikan oleh keluarga mikagami kepada aku ayah mu dan seluruh bangsa primata” jawab bela.
Sabeni menunduk, “maafkan aku ibu ya aku akan mengikuti permintaan mu.” Lalu sabeni meminta bagas mengambil dua gelas kosong dan sabeni menggores tangannya darah pun mengalir mengisi gelas tersebut. “minumlah ini adalah hadiah dari ibu ku kepada kalian” ucap sabeni lalu bela memelototi sabeni. “dan juga hadiah dari ku untuk kalian” lanjut sabeni.
“maafkan aku Panglima” lalu kinosita sambil memencet hidungnya dia meminum darah yang ada di gelas tersebut dan betapa kagetnya dia begitu darah tersebut masuk ke mulutnya rasanya tidak seperti yang dibayangkan. Rasa darah tersebut justru seperti sake kesukaanyna.
“Bodohnya” ucap sabeni, “iy maaf” ucap kinosita..”hmm maaf ibu bangsa primata apakah darah sabeni bisa membuat manusia panjang umur dan awet muda bahkan tidak mati jika tidak terbunuh.” “Iya dan darah anak ku akan menaikan kekuatan fisik maupun tenaga dalam kalian sebanyak 100 kali lipat, apakah ada masalah dengan itu” tanya bela bingung. “hmm bukankah jika sabeni terluka dan darahnya mengenai musuhnya berarti musuhnya akan mendapatkan hal tersbut” tanya kinosita.
“Bodohnya kamu kinosita jika panglima sabeni tidak memberikannya sebagai hadiah atau atas kenginannya maka darahnya sama seperti darah biasa, oleh karena itu tadi ibu bangsa primata memelototi panglima sabeni” ujar tokiya.
__ADS_1
“Sudahlah mari mikagami dan pengawal pribadinya yang pandir ikuti aku ke pemakaman suami ku.”
“Baik kami akan mengikuti mu ibu bangsa primata” jawab tokiya, sedangkan kinosita bertanya “pandir? Hey nyonya aku tidak pandir aku hanya...”
“bisakah kamu diam kinosita dan jangan membuat ku malu.” Ucap tokiya kesal
“Baiklah maaf panglima,” lalu mereka menuju ke tempat jasad kong, seluruh bangsa primata yang hadir segera menghalangi tokiya dan kinosita untuk mendekat lalu bela berkata kepada semua yang hadir “dia tamu kehormatan ku dan kehormataan bangsa primata, dia adalah keluarga mikagami sang penyelamat dan pemberi kebebasan bangsa primata.”
Bangsa primata yang mendengar nama mikagami segera melihat ke arah tokiya ada yang berubah menjadi lebih bersahabat ada juga yang tetap tidak memaafkannya karena telah membunuh raja mereka. Tetua key dan tetua blawong hadir dan mendegarkan perkataan bela lalu di tatapnya kedua orang tersebut, “aku sebagai salah satu dewan tetua hutan mengakui mikagami dan pengawalnya sebagai tamu kehormatan bangsa primata.”“Aku juga” jawab blawong, maka mereka berdua sah menjadi tamu
kehormatan bagi seluruh penghuni hutan.
Frederik dan istrinya serta bangsa peri bertelinga lancip melihat jasad kong untuk terakhir kali, lalu dia berkata kepada anaknya “Azar lihatlah jasad ini dialah Tetua hutan yang rela mengorbankan nyawanya untuk melindungi seribu nyawa orang yang lemah, dialah Tetua hutan yang melambangkan kekuatan para penghuni hutan dan dia juga telah mengajarkan ayah mu tentang balas budi. Jika kamu besar nanti dan menjadi penerus ku ingatlah dia azar ayah berkali-kali diselamatkan oleh Tetua kong tapi sampai sekarang ayah belum bisa membalas budi baiknya. Semoga kamu bisa melunasi hutang ayah kepada keluarga Tetua kong suatu hari nanti”
“ayah azar akan selalu mengingatnya” lalu azar memberikan hormat kepada kong dengan meletakan bunga abadi di dada kong.
__ADS_1