
Dari pihak distrik 10 terjadi pergantian
pemimpin sang jendral baru bernama tokiya mikagami, dia adalah jendral yang
bertumbuh ramping dan berkulit putih serta berambut panjang sebahu.
Pembawaannya tenang dan matanya biru tujuan dia ke distrik 3 untuk menguasai
distrik tiga sepenuhnya. Dia di sertai 200.000 prajurit. Setelah kota Mahakam
dikuasai dengan sempurna, tokiya memerintahkan pasukannya untuk bergerak ke kota maharaja dan meninggalkan 20.000 pasukan untuk menjaga tambang logam
Krustat dan kota Mahakam. Tokiya di dampingi oleh 2 orang letnan kepercayaannya
bernama hatori hanzo yang membawa 100 orang pasukan ninja untuk melaksanakan
tugas sebagai assasin dan sekaligus pengawal pribadi tokiya dan satu lagi
letnan yang selalu menemani tokiya adalah kinosita sang ahli pedang.
200.000 pasukannya sendiri di bawahi oleh 9 letnan. Kinosita bertugas mempimpin pasukan elite samurai yang berjumlah 500 orang. Sedangkan 8 orang lainnya memimpin
prajurit-prajurit robotik, peralatan perang dan pasukan infantri. Akan tetapi tokiya mikagami memandang remeh semua prajurit-prajurit robotik tersebut dia beranggapan robot tidak mungkin bisa melebihi manusia dalam seni perang.
Barisan pasukan mereka berjalan berbaris dengan gagah berani, tokiya adalah jendral yang berhati lembut dia tidak mengusik rakyat jika tidak di perlukan tetapi dia sangat sadis kepada tentara musuh. Di dalam perjalanan dia bertemu seorang anak yang ketakutan dan menangis ketika berpapasan di jalan dengan pasukannya, ibu anak tersebut berlari mendekap sang anak. Tapi 2 orang pasukan cavalary robotik mengejarnya dan menghunuskan tombak.
Seketika itu juga tokiya berkata hanzo tolong tertibkan mereka. Tepat sebelum tombak tersebut menyula ibu dan anak tersebut, 2 orang prajurit robotik ambruk dan mengeluarkan darah segar ketika kepala mereka terpisah dari tubuhnya. Tokiya mengangkat tangannya dan direspon dengan berhentinya seluruh pasukan. Lalu tokiya menghampiri ibu dan anak tersebut. Tokiya
memberikan sekuntum bunga mawar es untuk mereka. Sang anak mengambilnya dan
__ADS_1
berkata terima kasih paman.
Tokiya mengelus-ngelus kepala anak tersebut. Siapa nama mu nak. Nama ku sari dan ini ibu ku muendah, paman sedang apa di sini dan kenapa banyak sekali orang berbaris. Sementara itu sang ibu hanya diam dan
gemetar ketakutan. Paman hanya melaksanakan tugas untuk berkunjung ke sini, nah sekarang ayo bawa ibu mu pulang sari. Terima kasih paman lalu sang anak kecil
berusia 6 tahun tersebut mencium tangan tokiya dan berkata ayo bu kita pulang
karena paman berambut putih itu ingin jalan-jalan sore bersama teman-temannya,
mereka pun berlalu begitu saja.
Nana dan miya sedang menuju ke tembok pertahanan, dia memutuskan akan ikut berperang di garis depan melawan serbuan mahluk-mahluk hutan. Setelah dia sampai alangkah terkejutnya sang ratu karena perang telah usai dan dia banyak kehilangan jendral serta pasukannya di tembok pertahanan
terluar, jendral fahrudin dan jendral komar menghadap nana dan memberikan
detail korban jiwa dan betapa terkejutnya sang ratu ketika dia mengetahui korban jiwa dari para mahluk hutan hanya 10 orang berdasarkan mayat yang mereka
Apakah kau tidak salah hitung jendral, hanya 10 mayat dan kita kehilangan hampir 30.000 pasukan? Mohon maaf ratu memang benar para mahluk legenda yang hidup di hutan sana sangat kuat dan sakti, pada saat perang mereka dipimpin oleh seorang manusia yang menggunakan baju berwarna serba merah dan dia menggunakan pedang panjang. Dia sendiri melawan jendral coky dan ketika dia
melawan jendral coky dia..dia.. dia kenapa bentak sang ratu kesal. Dia hanya mempermaikan jendral coky seperti sedang bermain dengan anak kecil, dia bisa
saja membunuh jendral coky dengan mudah tapi orang tersebut hanya menyayat-nyayat jendral coky dengan luka yang tidak serius sampai jendral coky tidak bisa berdiri lagi. Mendengar hal itu miya mengepalkan tangan.
Lalu bagaimana nasib jendral yanto tanya Nana. Jendral yanto melirik jendral komar seakan minta bantuan, mohon maaf ratu jendral yanto gugur mempertahankan tembok
pertahanan, ketika para mahluk hutan tersebut membombardir tembok jendral yanto
memerintahkan anak buahnya untuk membalas serangan dengan panah dan pelontar batu.
__ADS_1
Sampai tembok pertahanan kita hancur jendral yanto tidak meninggalkan
posnya. Seketika itu pula Nana tertunduk dia mengingat betapa keras kedua jendral tersebut menolak usulan sang ratu untuk menyerang hutan dan kini kedua jendral itu juga yang mati-matian bertahan di garis terdepan. Di tengah-tengah keheningan tersebut seorang prajurit garuda hitam menerobos masuk dan berbisik kepada miya. Betapa kagetnya miya mendengar berita tersebut.
Mohon maaf ratu anggota saya baru saja mempunyai informasi penting untuk di sampaikan. Ya silahkan di ucapkan di sini pinta nana. Saya ucok, saya adalah mata-mata yang di tempatkan di kota Mahakam oleh ketua Alex dan dua hari yang lalu kota Mahakam telah di jatuhkan oleh tentara distrik 10, setelah saya mencermati keadaan lebih jauh ada pergantian pemimpin
dan pemimpin baru membawa pasukan yang lebih banyak kemungkinan pasukan tersebut sekarang sedang berjalan menuju kota maharaja.
Nana tersenyum getir dia mengingat saran kedua jendral tersebut yang mengkhawatirkan serangan dari
distrik 10. Dan ternyata benar. Nana berkata andai saja aku punya Alex sebagai penasihat pribadi ku batinnya dalam hati. Baiklah kita hadapi terlebih dahulu tentara dari distrik 10. Jendral fahrudin ku perintahkan kamu untuk bertahan di sini jangan biarkan para penghuni hutan itu menerobos masuk, ingat kau hanya bertahan tidak boleh menyerang sebelum aku datang. Baik yang mulia sahut sang jendral. Jendral komar bawa seluruh pasukan mu untuk mempertahankan kota maharaja, aku dan pasukan garuda hitam akan menyusul mu. Kita akan hancurkan mereka bersama-sama. Siap yang mulia jawab jendra komar. Lalu Nana menuju castel borneo.
Sesampainya di castel borneo nana membagi-bagikan jubah garuda hitam yang terbuat dari logam krustat kepada seluruh pasukan garuda hitam, nana mengambil ramuan sihirnya. Ayo kita berangkat miya mungkin ini akan jadi pertempuran terakhir ku, saya senang menemani yang mulia ratu sampai akhir sahut miya. Reptil dan Ocha datang ke tempat miya dan Nana. Ratu Nana tugas kami melindungi kamu dari marabahaya pembunuhan bukan bertempur seperti prajurit ujar ocha, ya ku tahu dan aku tidak meminta mu ikut bertempur bersama
ku.
Bagaimana mungkin kami tidak ikut bertempur jika kamu memimpin langsung
pasukan di medan perang. Reptil apakah kau siap bergerak dan mungkin ini akan menjadi akhir kita atau akhir tugas kita jika dia terbunuh. Siapsss sahut
reptil. Baiklah Ratu kami akan terus berada di samping mu sebisa mungkin tapi
kami tidak berkewajiban melindungi dia ocha menunjuk ke arah miya. Oh tenang
saja aku tidak butuh perlendingunan dari mu sahut miya. Baiklah mari kita lihat
seberapa hebat pasukan dari distrik 10. Nana berjalan dengan rombongan kecil
berjumlah 50 orang sedangkan jendral komar sudah mendahului nana dan akan
__ADS_1
sampai di perbatasan benteng kota maharaja.