
Setelah enam jam melawan arus sungai Mahakam Alex dan kawan-kawannya tidak juga dapat bergerak sedikit pun, sementara Alfonso dan sabeni tetap asik mengobrol di tepi batu besar yang ada di sungai tersebut. alfonso mempertanyakan apakah benar mereka ini pengawal terkuat di balik tembok sana, mungkin kriteria kuat didalam tembok sangat berbeda dengan kriteria kuat disini kawan, jawab sabeni. Aku sudah mengantuk, ah sepertinya sudah waktunya makan siang lalu alfonso melompat ke sungai dan menghampiri alex dan kawan-kawan. Baiklah cukup untuk latihan hari ini segeralah menepi dan pakai lagi pakaian kalian.
Entah dari mana jenifer telah kembali dan membawa kan pakaian untuk alex dan kawan-kawannya. Pakailah seragam ini selama kalian mengikuti pelatihan, jenifer memberikan pakaian dan celana berwarna merah dengan logo daun di pojok kiri atas. Apakah ini seragam kita tanya alex, ya bisa dikatakan seperti itu, dan jangan lupa mengambil posisi ketika kalian..belum sempat jenifer menyelesaikan pembicaraannya tiba-tiba wajah bagas mencium tanah begitu selesai memakai pakain tersebut.
Baju apa ini kenapa berat sekali ketika semuanya sudah ku kenakan. Itu adalah baju yang dijahit oleh bangsa kami, umumnya digunakan oleh anak-anak remaja kami baju ini elastis bisa menyesuaikan ukurannya dengan pemakainya, bobot awal baju ini 5 kg dan akan terus bertambah setiap sepuluh hari menjadi kelipatan dua, alex dan yang lainnya langsung menggunakan seragam tersebut dan bertahan untuk tidak jatuh ketanah.
Bagas yang berusaha bangkit melihat sabeni lalu berkata ku rasa bobot seragam ini bukan 5 kg, sabeni tersenyum baju mu bobotnya 5 kg, celana mu bobotnya 5 kg, kain yang mengikat celana mu bobotnya 5 kg jadi kalian masing-masing menanggung beban 15 kg dan akan dikalikan 2 setiap sepuluh hari. Bagaimana hebat kan jawab sabeni sambil terseyum jahil.
Jenifer apakah tidak ada yang bisa kita makan aku sudah lapar sekali dan kuyakin alex dan kawan-kawan juga sudah ingin makan siang, benarkan teman-teman, menurut mu apakah kami bisa makan sambil mengenakan seragam ini jawab Alex. Oh, berarti kalian tidak lapar ya baiklah aku dan alfon bisa menghabiskan jatah makan siang kalian, bukan begitu kawan? Dengan senang hati sabeni sahut alfon dan mereka berdua tertawa melihat alex dan kawan-kawan harus bersusah payah untuk tetap dalam posisi berdiri.
Baiklah ucap jenifer karena kalian masih beradaptasi makanlah kacang ini, kacang ini akan memulihkan stamina dan luka-luka kalian secara instan. Bagas yang telah berhasil berdiri berteriak wow ini diet yang sangat praktis. Jenifer memberikan kacang kepada alex dan kawan-kawan. Mereka berhasil memakan kacang tersebut dan benar apa yang diucapkan jenifer stamina mereka pulih seketika dan rasa lapar mereka hilang. Wow kacang ini keren ucap alex. Jenifer, alfon dan sabeni saling bertatapan dan mereka pun kembali tertawa.
Baiklah alex latihan kali ini silahkan kalian lanjutkan sendiri di luar pulau ini dan jangan berusaha untuk melepaskan baju yang kalian kenakan karena itu adalah hal yang mustahil. Alex dan kawan-kawan mengangguk. Bagas bertanya maaf bukannya saya ingin beralasan bagaimana kami bisa menyebrangi sungai ini sementara untuk mempertahan posisi berdiri kami saja sudah sulit, iya betul sekali alex memberikan konfirmasi. Mengenai masalah itu kalian tidak usah khawatir sabeni dan alfonso akan mengantar kalian ke seberang pulau ujar jenifer.
Sabeni dan Alfonso saling berpandangan dan mereka tersenyum, hati ku tidak enak melihat senyum kalian ucap alex, tenang kawan intinya kalian akan sampai di seberang pulau ini dengan selamat dan cepat jawab sabeni, aku menyebrang duluan, sabeni langsung melompat ke sebrang sungai dan berkata ayo alfon kita main lempar tulang.
Seketika itu juga alfon sang peri buaya menarik bagas dan melemparkannya ke seberang pulau dengan tangan satu, bagas hanya bisa berteriak siaaaalllll sabeni pun melompat menangkap tubuh bagas diudara lalu meletakannya ke tanah begitu saja. Hanya itu lemparan terbaik mu alfon ejek sabeni. Mendengar ejekan tersebut alfon langsung melemparkan 2 kawan alex secara bersamaan sabeni pun lagi-lagi melompat keudara dan menangkap keduanya dengan mudah. Sepertinya kamu kurang makan alfon lemparan mu sangat tidak bertenaga.
Mendengar itu alex dan kawan-kawannya yang tersisa berkata oh tidak, jangan lakukan itu ku mohon jang…alfon langsung melempar alex dan teman-temannya ke tempat yang berbeda, mereka berteriak tolooonggg saya…sabeni melompat kesana-sini untuk menangkap kawannya alex dan setelah itu dengan satu kali hentakan dia melompat tetapi tangkapannya meleset, sabeni hanya berhasil memegang kaki sebelah kanan alex.
Akibatnya hampir saja alex mencium tanah dengan mulutnya secara langsung, dari seberang pulau terdengar suara teriakan alfon mana suara mu sabeni hahahahahaha. Sabeni tidak menanggapinya dan berkata kepada alex kenapa kamu menjerit seperti wanita memalukan dan sabeni melepaskan kaki alex, akibatnya alex mencium tanah dengan mulutnya terima kasih kembali jawab alex. Dari kejauhan jenifer meneriaki Sabeni, sabeni dewan Tetua hutan ingin bertemu dengan mu dan gunju sore ini, datanglah ke sana kawan. Ok baiklah jawab sabeni.
Setelah Gunju pulang dan membawa hasil buruannya dan skull juga pulang setelah mengajari kelompoknya tentang buah-buahan dan bercocok tanam, sabeni berkata kepada gunju, gunju kamu dan aku diminta menemui dewan tetua hutan sore ini, gunju menjawab dengan riang gunjuu. Ok baiklah kita berangkat setelah makan siang, oh iy skull bisa kah kamu perhatikan alex dan kawan-kawan mereka sedang kesulitan untuk bergerak karena menggunakan baju latihan.
Tenanglah sabeni serahkan urusan itu padaku, sementara itu Astrid menemui koki dan memberikan hasil buruannya untuk di masak. setelah makan sianf Sabeni dan gunju menyebrangi sungai dan berjalan ke dalam pulau tersebut berdua. Saat menyebrangi sungai sabeni duduk dibahu Gunju yang sudah merubah dirinya kedalam bentuk aslinya yaitu pohon ek dengan tinggi 2 meter 50cm, Gunju akan terus tumbuh membesar sesuai dengan usia hidupnya. Jika di tarik kedalam umur manusia, Gunju baru berumur 15 tahun. Sesampainya diseberang sungai Alfonso dan Jenifer mengikuti mereka menuju tempat Dewan Tetua Hutan.
Mereka berempat semakin masuk kedalam pulau tersebut suasan sekitar semakin sunyi dan dingin karena di sekitar mereka dipenuhi pohon-pohon besar dan semak belukar, tapi seolah-olah semak-semak tersebut memberikan jalan pada mereka, semak-semak yang berada disekitar membuka jalan menuju ketempat dewa tetua hutan. Udara semakin sejuk dan dingin, semakin jauh mereka memasuki hutan terdapatlah binatang-binatang langkah disekitar hutan ada burung Elang jawa yang bertenger di sarang sedang menyuapi anak-anaknya, mereka juga melihat orang utan yang sedang berkerumun memakan buah-buahan, mereka juga melewati dua ekor burung merak yang sedang berjalan anggung di sekitar mereka.
__ADS_1
Akhirnya sampailah mereka di tempat pertemuan Dewan Tetua Hutan dimana tempat itu dikelilingi oleh pohon-pohon rindang dan terdapat batu besar berbentuk bulat dan 7 bangku yang berkeliling disekitarnya. Jika kita memandang lurus kearah selatan maka terdapat air terjun yang airnya sangat jernih dan bersih, suara gemericik air tersebut mengingatkan siapa saja akan keindahan bumi sebelum para manusia menghancurkannya.
Sesampainya mereka di tempat pertemuan tersebut sabeni turun dari punggung gunju dan berkata Valaar Morgures dan dewan tetua hutan menjawab Valaar Regrares. Dewan tetua hutan terdiri dari 3 dewan yaitu Key sang penyihir hutan dari suku pariyangan, suku ini menyerupai manusia pada umumnya hanya saja kuping mereka sangat lancip dan mereka memiliki gigi yang sangat tajam seperti binatang buas pada umumnya. Mereka tinggal di atas pohon-pohon besar, kemampuan mereka yang sebenarnya adalah memanah. Mereka bisa memanah targetnya dari jarak 500 meter dan tidak akan meleset. Panah mereka sangat beracun, racun itu sendiri dibuat dari darah mereka yang berwarna hijau seperti klorofil pada pohon. Pada umunya sifat mereka tidak bersahabat dengan mahluk dari luar hutan tapi key adalah pemimpin mereka saat ini dan entah dari mana key mendapatkan kemampuan menyihirnya.
Key adalah seorang perempuan berwajah rupawan hanya saja jika tersenyum wajahnya akan sangat menyeramkan karena giginya sangat tajam.pemimpin tetua kedua bernama Blawong dia dari suku majapahit yaitu suku pohon yang hidup dan bicara seperti manusia. Bentuk asli Blawong adalah pohon beringin dia telah berumur 200 tahun dan dia adalah ahli strategi perang di hutan ini.Blawong lah yang membawa Gunju dan mengenalkan Gunju dengan sabeni. Tetua dewan hutan yang terakhir adalah kong dia mewakili para binatang buas yang hidup dihutan dalam dewa tetua hutan kong berperan sebagai panglima perang dan jika terjadi peperangan kong akan berdiri di garis depan memimpin seluruh pasukan hutan.
Dibalik ukuran tubuhnya yang sangat besar dan penampilannya yang gagah kong berhati lembut dan cinta damai.
Key menyapa sabeni dengan sebutan Hasian yang berarti kesayangan, apa kabar mu hasian. Saya dalam keadaan baik tetua ucap sabeni sambil mencium tangan kanan Key, oh kamu tidak bertambah tinggi sama sekali hasian apakah King Kong memberikan tugas yang berlebihan sehingga kamu kekurangan gizi hasian? Tidak tetua key, King Kong sangat memerhatikan saya dan Gunju tapi entah kenapa hanya Gunju yang bertambah besar sedangkan saya hanya seperti ini tidak ada perubahan sama sekali dari dulu sampai sekarang. Key hanya tersenyum dan mengecup kening sabeni.
Gunju tanya Key, gunju menjawab Gunjuu, baiklah karena semuanya sudah datang kita akan mulai pertemuan ini ucap Key. Ada beberapa hal yang menjadi perdebatan kami selama 3 hari ini dan kami tidak menemukan titik temu dalam mencari kata sepakat. Gunju bertanya Gunjjuu kepada Blawong, Blawong mengambil nafas dalam. Dan menjawab ya salah satu permasalahan kita yaitu teman-teman baru kalian yang datang dari ballik tembok tersebut. kong berpendapat mereka harus mendapatkan swaka perlindungan di hutan ini, sedangkan aku memilih untuk mengusir mereka atau jika terpaksa memusnahkan mereka dari hutan ini.
Gunjuu protes Gunju sang pohon Ek. Oh Gunju ku sayang jawab Blawong tahukah kamu yang menyebabkan suku mu punah adalah mereka, Gunju memiringkan kepalanya tanda dia tidak mengerti apa yang dimaksud Blawong.
Gunju suku mu Hidup di hutan dekat perbatasan distrik 1 dan tempat tinggal suku mu masih dalam teritorial kami, 150 tahun yang lalu, para manusia dari balik tembok yang berada di Distrik 1 menebangi pohon Ek (Oak) secara besar-besaran dan mereka memburu kaum mu karena kayu,ranting dan tubuh kalian dianggap mereka akan bisa membuat suatu senjata menjadi senjata yang sangat mematikan. Terjadi perang besar-besaran antara suku mu dan manusia dari distrik 1, tidak ada yang megetahui kejadian tersebut sampai utusan dari suku mu datang dan membawa mu untuk di asuh oleh kami.
Tetapi permintaan ku selalu di tolak oleh ayah mu Faqih. Dan ketika kami datang membawa bala bantuan untuk suku mu, suku mu sudah hancur lebur menjadi arang dan beberapa suku mu yang selamat ditarik paksa oleh manusia-manusia dari distrik 1. Aku, Key dan Kong menyerang balik mereka dan merubah kemenangan para manusia menjadi pemusnahan total manusia di distrik 1. Hanya beberapa saja yang selamat dari suku mu Gunju dan setelah kejadian itu suku mu menyalahkan kami.
Gunjuuu tanya Gunju, kami juga tidak tahu mengapa mereka melakukan itu, pada intinya mereka marah karena kami terlambat memberikan bantuan dan paman mu Jabulani yang frustasi karena tidak menemukan ayah dan ibu mu dia berjalan sendirian ke castel para manusia dan dia melepaskan hawa murninya kepada manusia-manusia yang ada di dalam kastil tersebut. tentu saja hal itu membuat paman mu mati dan para manusia yang tinggal di sana menjadi gila dan saling memakan kawannya sendiri. Sejak itu di distrik 1 menjadi distrik pemakan manusia.
Gunjjjuuuu, ya gunju aku sepakat perbuatan paman mu tidak dibenarkan tapi aku juga tidak bisa menyalahkannya, karena pada hakikatnya itulah sifat dasar manusia, paman mu hanya membuat sifat alami manusia keluar dan menguasai diri mereka. Sabeni cemberut mendengar ucapan Blawong, maaf Tetua saya Sabeni Juga manusia sama seperti manusia yang tadi kamu sebutkan tapi saya tidak memiliki sifat alamiah seperti itu.
Blawong tersenyum kita akan menceritakan asal muasal mu nanti Sabeni aku berjanji tapi tidak sekarang yang jelas ada darah roh alam yang mengalir di nadi mu. Sabeni hendak protes tapi Key menengahi, sudahlah Hasian semua ada waktunya. Baiklah tetua Key sabeni Menurut.
Karena dewa menemui jalan buntu dalam memutuskan sendangkan Tetua Key memilih abstain dan meminta pendapat Gunju serta sabeni sebagai penentu keputusan dewan tetua hutan, maka kami akan mengadakan pemilihan sekarang untuk nasib manusia dari tembok distrik 3. Menolong mereka hanya akan membawa petaka kepada kita dikemudian hari maka aku memilih mengusir mereka dari hutan ini seru Blawong. Kong yang dari tadi berdiam diri kini membuka suara aku memilih memberikan suaka dan melindungi mereka, Key berkata suara ku diwakilkan oleh Hasian dan Gunju, silahkan utarakan pendapat kalian.
Gunju berdiri dan berkata Gunjuuu..Gunjuuu ! apa tanya Blawong kamu ingin melindungi mereka? Gunju menganggukan kepalanya, sabeni tersenyum. Lalu bagaimana pendapat kau Hasian tanya Key kepada Sabeni. Sabeni ternyata dari tadi sendang melakukan bahasa isyarat dengan matanya kepada Jenifer dan alfonso dan tidak mendengarkan panggilan Key sampai membuat tetua key kesal dan akhirnya Tetua key melemparkan percikan api ke kaki sabeni yang membuat sabeni menjerit kesakitan. Hasian sekarang kamu bisa mendengar suara ku, i…iiiya Tetua Key aku memilih membiarkan mereka tinggal di hutan dan aku menjadi penjamin mereka. Apakah kamu yakin Hasian dengan keputusan mu, entahlah tetua, eh anu maksud saya…saya yakin Tetua.
__ADS_1
Saya Sabeni Akan menjadi Penjamin mereka dan mempertaruhkan kehormatan saya bahwa mereka adalah manusia yang sama dengan saya dan akan menjadi suku saya. Kong menepuk-nepuk pundak sabeni. Baiklah jika memang demikian maka persoalan pertama sudah terpecahkan dan 2 hari lagi kita akan berkunjung ke tempat mereka memberi ucapan selamat Karena mereka telah menjadi bagian dari kita dan menjadi suku sabeni, apa nama suku baru mu Hasian tanya tetua key eh..anu…namanya sabeni menengok kearah dua temannya tapi keduanya sibuk melihat sesuatu yang ada dibawah kakinya, Hasian tanya Tetua Key. Nama suku saya Beta (saya) we (kita), para Dewan Tetua Hutan, sang penjaga pulau serta Gunju terbengong-bengong mendengar nama suku yang baru disebutkan oleh Sabeni. Kong berkata nama suku mu saya kita? Ya Kong nama suku ku Betawe. Baiklah Hasian itu nama yang bagus walaupun tidak familiar di hutan ini.
Permasalahan yang kedua adalah aku secara tidak sengaja telah menerawang mengenai pemimpin mereka yang berada dibalik tembok itu yang bernama Nana, menurut pengelihatan ku Nana adalah Roh Alam dari suku Madagaskar yang jauh dari luar hutan ini mereka seperti manusia tapi kuping mereka seperti kuping seekor rubah, mereka sudah hampir punah dan kemampuan sihir yang dimiliki olehnya sangat hebat sayang dia belum menyadarinya dan aku pernah berhutang budi kepada leluhur mereka.
pada intinya dia adalah mahluk yang baik tapi dia dalam kondisi yang terjepit, aku ingin membawa Nana kesini untuk ku bimbing sendiri dan kami bertiga sepakat untuk membawa Nana ke pulau ini, sabeni menjawab serahkan itu kepada ku Tetua Key aku akan…belum sempat Sabeni menyelesaikan omongannya Tetua Key memotong omongan sabeni, tetapi permasalahannya adalah belum saatnya kita bergerak sekarang Hasian dan memang kami sepakat bahwa kau dan Gunju yang akan kami tugaskan membawa Nana kesini. Gunju berdiri dan menepuk-nepuk dadanya sambil berkata Gunjuuu., tenanglah kawan kita tidak dalam situasi perang seru Sabeni kepada Gunju.
Hasian dalam waktu dekat kita akan menghadapi perang dan aku minta kepada kau dan Gunju untuk membawa Nana dalam keadaan hidup dan sehat. Apakah kalian bersumpah akan melakukan permintaan Dewan Tetua Hutan? Sabeni menganggukan kepala begitu pula dengan Gunju. Baiklah permasalahan kedua sudah selesai. Sekarang tinggal 1 permasalahan ya ini tentang diri mu dan asal usul mu. Sabeni bingung menghadapi ini, asal usul ku Tetua Key? Bukankah aku berasal dari suku Navi Gayo, benar Hasian ayah mu memang berasal dari suku itu dan pedang panjang berkepala harimau itu adalah simbol ayah mu yang berarti dialah orang terkuat di suku Navi Gayo dan setelahnya tidak ada orang terkuat di suku navi gayo seperti ayah mu oleh karena itu pedang tersebut terus mengikuti mu kemana pun kamu pergi Hasian.
Tetua Key membuka tangannya dan kemudian Golok berkepala serigala milik sabeni keluar dan melesat ketangan Tetua Key, oh senjata yang sangat indah dan mematikan. Hasian tahukah kau wujud asli senjata ini terbuat dari apa? Bukankah itu terbuat dari besi dan kayu jawab Sabeni, Tetua Key tertawa tidak ada besi dan kayu yang tidak terbakar jika ku bakar seperti ini. Tetua key membakar golok milik sabeni akan tetapi golok sabeni tidak berubah menjadi arang akan tetapi bilahnya semakin menghitam dan menjadi lebih tajam, ini adalah peninggalan ibu mu Hasian, ada darah roh alam dari suku manusia serigala di darah mu dan itulah mengapa kamu tidak bertambah tua Hasian karena suku wirewolf bisa hidup selama 1.000 tahun lebih. Hah? jawab sabeni tidak percaya.
Setelah kita melewati peperangan aku akan memberikan misi kepada mu tapi untuk saat ini, aku minta kau harus fokus kepada suku Betawe mu, bangunlah suku mu dan besarkanlah suku mu. 2 hari lagi kami semua akan mengunjungi suku mu. Baiklah Tetua. Valaar Morgures dan Tetua menjawab Valaar Regrares, Sabeni dan Gunju pun pergi meninggalkan tempat itu bersama Jenifer dan Alfonso.
Sepanjang jalan Gunju sangat bawel dia terus saja berkata gunju…gunju..gunju, tenang lah kawan, suku betawe bukan suku yang terdiri atas 1 golongan tentu saja kau bisa bergabung menjadi suku betawe dan yang kupikirkan belum tentu mereka juga kerasan tinggal di hutan ini, tapi aku tidak pilihan lain jika mereka tidak ku angkat menjadi suku ku maka mereka harus di usir dari hutan ini.
Good job sabeni ucap jenifer sambil mengancungkan jempolnya, hmm berarti aku sudah tidak bisa memakan mereka lagi keluh alfonso. Ya begitulah kawan maaf soal hilangnya menu makanan mu alfonso.
Sesampainya mereka di perkemahan sabeni dan gunju mengumpulkan semua orang, alex, Astrid dan bagas duduk di paling depan. Sementara gunju sibuk membagi-bagikan buah-buahan segar dari tubuhnya kepada semua yang hadir. Alfonson dan jenifer pun hadir dalam bentuk manusia dan mereka berdiri di tepi sungai.Sabeni memulai pidatonya dengan menggunakan kata-kata, oke baiklah teman-teman semua, tadi saya dipanggil oleh Dewan Tetua Hutan dan pada intinya dalam pertemuan itu aku diberikan 2 pilihan mengenai nasib kalian pilihan pertama kalian tetap berstatus sebagai pengungsi di Lembah kesunyian ini dan kalian hanya boleh menetap di lembah ini dalam perlindungan ku paling lama 1 bulan, setelah itu kalian harus keluar hutan dan bukan lagi menjadi tanggungan ku, aku tidak diperkenankan untuk melindungi kalian lagi.
Sabeni diam sejenanak menatap mata bagas,alex dan astrid.suasana mulai ricuh. Mereka mempertanyakan nasib mereka karena tanpa bantuan dari king kong dan sabeni, tentunya mereka akan mati di dalam hutan ini dalam hitungan menit.
Astrid menatap Gunju dan berkata untuk apa buah ini gunju jika berita buruk yang diberikan oleh sabeni, gunju membalasnya dengan berkata Gunju lalu dia memakan buah apel. Wow, ok baiklah ucap Astrid. Alex bertanya apakah kau mengerti apa yang dia katakana Astrid? Tidak juga aku hanya menerka-nerka saja, setidaknya buah ini tidak beracun. Astrid pun memakan buah yang diberikan Gunju.
Ketika suasana mulai ricuh Bagas Bertanya apa Pilihan kedua Sabeni. Kalian Menjadi Suku ku yaitu suku Betawe konsekuansinya kalian dilarang meninggalkan hutan ini tanpa seijin ku, kalian berada di bawah pengakuan ku dan tidak ada mahluk hutan yang akan menyerang kalian dan kalian harus membela hutan ini dari para aggressor dari luar hutan. Tidak boleh membunuh tanpa alasan, tidak boleh menebang pohon berlebihan, dilarang merusak hutan, memburu hewan hutan hanya untuk bertahan hidup dan tidak boleh membunuh manusia yang datang dari luar hutan jika mereka tidak membahayakan. Batas wilayah suku kita dibelakang ku adalah sungai ini, sebelah kanan berbatasan dengan goa King Kong, di depan kita berbatasan dengan luar tembok distrik 3 sebelah kiri berbatasan dengan sungai Mahakam.Kalian bebas tinggal dimana saja tapi tempat pertemuan harus di sini.
Aku bersedia jawab Astrid orang-orang menoleh ke Astrid, ku rasa di hutan ini lebih baik dari pada hidup di kastil borneo dan udara di sini masih sangat sejuk. Jika kalian masih memimpikan tinggal di kastl borneo silahkan jawab Astrid santai. Baiklah Astrid silahkan pergi kearah dua kawan ku Alfonso dan Jenifer mereka akan sedikit menggigit mu. Setelah itu kamu akan menjadi bagian dari hutan ini. Alfonso menancapkan giginya ke tangan kiri Astrid sedangkan jenifer menancapkan giginya ke tangan kanan Astrid. Gunju lalu berkata Gunju kepada Astrid, seketika itu pula Astrid mengerti arti apa yang dikatakan Gunju. Lalu dia berkata terima kasih Gunju. Sekarang kau mengerti apa yang dia bicarakan pada mu Astrid tanya Alex. Astrid mengangguk.
Lalu Nenek Halimah dan Kakek Kahar yang merupakan Nenek dan kakeknya alex berdiri, kami bersedia menjadi bagian dari suku betawe mereka pun melalui proses sama seperti Astrid. Akhirnya hampir semua orang mengambil pilihan bergabung dengan suku betawe. Hanya Alex, bagas dan 17 orang lainnya yang tidak mengambilnya. Baiklah jika itu pilihan mu kawan ucap sabeni.
__ADS_1
Hey sabeni bukan aku tidak mau beranjak tapi pakaian ini sepertinya mulai bertambah berat, oh ya ampun sabeni tersenyum, jenifer bisakah kau memperbaiki situasi ini. Jenifer pun menjentikan jarinya maka baju tersebut kembali keberat semula. Alex dan kawan-kawannya mampu berjalan walaupun sangat pelan. Dan kini 300 orang pengungsi telah menjadi suku Betawe dari lembah kesunyian.