Distrik The Guardian Angel

Distrik The Guardian Angel
Raja Samudra Pasifik


__ADS_3

Ketika Sabeni melihat dari jarak sepuluh meter, ternyata Gurita raksasa itu memiliki warna dasar merah pada tubuhnya dan simbol menyerupai bintang di kepalanya.


Tokiya yang berhasil menemukan Kinosita langsung berlari ingin menyelamatkan kinosita, Gurita raksasa yang menyadari keberadaan Tokiya segera menyerang Tokiya dengan gelombang air.


Tokiya terkejut mendapatkan serangan tersebut dia tidak menyangka gurita raksasa tersebut bisa menyadari kehadirannya dan yang membuatnya lebih terkejut lagi gelombang air yang dikirimkan oleh gurita raksasa tersebut merupakan gelombang air yang dialiri tenaga dalam.


Tokiya berhasil memecahkan gelombang air tersebut dengan pedangnya, sepertinya Gurita raksasa tidak senang karena serangan pertamanya gagal. Kali ini Gurita raksasa tersebut menyerang Tokiya dengan menggunakan tentaculnya, Tokiya berhasil menghindari serangan pertama tapi secara tiba-tiba muncul tentacul dari bawah air mengincar dada Tokiya. Tokiya yang bisa merasakan segala pergerakan yang ada di sekitarnya baik di pergerakan di permukaan air atau di dalam permukaan air sejauh dan sedalam sepuluh meter segera menghindari serangan tersebut. tapi kali ini Tokiya menyabetkan pedangnya tentacul gurita tersebut.


Ketika pedang Ensui Tokiya bertemu dengan Tentacul Gurita raksasa terdengar bunyi benturan yang sangat keras sekali. Tokiya sangat terkejut karena pedang Ensui yang asli tidak bisa memotong tentacul Gurita tersebut, Sabeni yang baru saja sampai di dekat Kinosita segera mengangkat Kinositadan beberapa orang di sekitarnya kembali ke kapal perang. Tokiya yang melihat kejadian itu kini fokus menyerang Gurita raksasa untuk memberikan waktu kepada sabeni meninggalkan Zona pertempuran.


Ketika Sabeni menarik satu orang di sebelah kinosita, secara tiba-tiba sabeni merasakan ada sesuatu yang bergerak kearahnya dari permukaan air. Tanpa pikir panjang sabeni melempar kinosita dan temannya ke arah dony dan ocha yang berada di atas kapal. Jarak sabeni dan kapal sejauh dua puluh meter, Kinosita hanya dapat berteriak “sial....” ketika sabeni melemparkan dirinya dan kawannya kearah ocha dan Dony. Satu detik setelah sabeni berhasil melemparkan kinosita dan kawannya sebuah tentacul datang menusuk sabeni.


Sabeni menahan serangan tersebut dengan telapak tangannya “menarik kamu ingin membunuh ku dengan serangan semacam ini” tentacul yang bertemu dengan telapak tangan sabeni menimbulkan ledakan dasyat yang membuat air berhamburan dan menimbulkan gelombang besar. Tentancul yang bertemu dengan tapak tangan sabeni kini terbakar dan gurita raksasa tersebut segera memasukan tentaculnya kembali kedalam air.


Tokiya yang berada lima meter dari sabeni mengeluarkan tenaga dalam untuk menstabilkan pijakannya dan melindungi diri dari ledakan tersebut. dia terkejut ketika melihat sabeni bisa membakar tentacul gurita raksasa.

__ADS_1


“apa..apa aku tidak salah lihat” ucap tokiya sambil mengusap matanya berulang kali


Kinosita dan satu orang prajurit berhasil di tangkap oleh Ocha dan Dony, wajah Kinosita dan temannya masih pucat pasi meskipun Ocha dan Dony berhasil menangkap mereka. Melayang di udara selama beberapa detik dengan kecepatan tinggi membuat nafas Kinosita dan temannya menjadi tidak beraturan dan jantung mereka berdetak dengan sangat cepat. Bahkan prajurit yang dilempar oleh sabeni bersama dengan Kinosita sempat buang air kecil dicelananya ketika dia berada di udara.


“apakah panglima Sabeni tidak bisa melakukannya dengan cara yang lebih manusiawi” Kinosita berkata sambil menahan kakinya yang terus menerus gemetar.


“hey kamu itu laki-laki macam apa, sudah di selamatkan oleh ketua ku, kamu masih saja mengeluh. Apakah kamu lebii3h suka mat...” belum sempat Ocha menyelesaikan ucapannya perutnya sudah terasa mual, dia segera berlari ke toilet untuk memuntahkan isi perutnya.


“hahahahaha, Ocha tidak takut menghadapi kematian tapi dia takut laut” ucap reptil sambil tertawa terbahak-bahak.


Sabeni bisa menghindari semua itu dengan mudah tapi nasib malang bagi para prajurit yang berenang menuju kapal. Banyak dari mereka yang tertusuk tentacul gurita raksasa atau terhantam bongkahan kapal, Tokiya yang melihat semua itu menjadi geram. Dia segera berlari kearah Gurita raksasa untuk menyerangnya.


Setelah serangan tapak tangan Sabeni dan tentacul gurita bertemu, pusaran air di sekitar gurita raksasa menghilang. Sepertinya gurita raksasa menggunakan banyak tenaga dalam untuk mengendalikan pusaran air tersebut.


Dalam beberapa tarikan nafas Sabeni sudah berada di dekat Gurita raksasa tersebut, Sabeni memperhatikan Gurita tersebut seperti memperhatikan benda berharga.

__ADS_1


Ketika sabeni masih memandangi gurita raksasa tersebut secara tiba-tiba Gurita raksasa menyemburkan sesuatu yang berwarna hitam ke arah Sabeni. Sabeni dengan sigap menghidari cairan berwarna hitam tersebut, dan cairan berwarna hitam tersebut jatuh di permukaan air tepat tiga langkah di belakang tokiya yang sedang berlari menuju ke arah Gurita raksasa.


Semburan cairan berwarna hitam membuat air yang terkena cairan tersebut menguap dan menjadi panas. Tokiya segera mempercepat larinya menuju ke arah Gurita raksasa tersebut karena uap air yang berada di belakangnya terasa sangat panas bagi dirinya. Dia tidak membayangkan jika secara langsung dirinya terkena cairan hitam tersebut, mungkin secara instan dia akan menjadi manusia rebus.


Sabeni yang masih mematung mencoba mengingat sesuatu mengenai Gurita raksasa tersebut. Sementara Tokiya yang sudah berjarak tiga meter dari tempat Gurita raksasa langsung menyerang gurita tersebut menggunakan pedang Ensui miliknya. Gurita raksasa menangkis serangan Tokiya dengan satu tentaculnya sedangkan tentacul yang lain menyerang Tokiya, kecepatan serangan Gurita raksasa itu sangat diluar nalar bahkan sedikit lebih cepat dari gerakan Tokiya. Dalam beberapa tarikan nafas Tokiya sudah mengalami luka di kaki dan lengannya, walaupun luka yang dialaminya tidak serius tapi luka itu terasa sangat menyakitkan karena terkena air laut.


Tebasan pedang Tokiya hanya mampu menggores kulit Gurita raksasa tersebut, tidak ada satu serangan Tokiya yang mampu melukai Gurita raksasa tersebut. ditengah-tengah pertempuran yang berlangsung Sabeni melesat terbang menuju kearah kepala Gurita raksasa. Tindakan Sabeni membuat perhatian Gurita tersebut terpusat kepada Sabeni.


Tokiya yang merasakan ada celah untuk menyerang Gurita raksasa berlari diatas air menuju ke arah Gurita raksasa, baru beberapa langkah Tokiya berlari, Gurita raksasa tersebut menghantam pinggang Tokiya dengan tentaculnya, beruntung Tokiya segera mengalirkan tenaga dalam yang banyak ketubuhnya sehingga dia hanya terpental sejauh lima meter dari tempatnya berdiri.


“ikan teri seperti mu jangan menganggu pertarungan ku dengan panglima darah” Guirita raksasa itu berbicara dengan suara yang lantang.


Sabeni dan Tokiya terkejut mendengar seekor Gurita raksasa bisa bicara, sementara itu semua prajurit yang ada di kapal juga mendengar suara Gurita Raksasa tersebut walaupun samar. Hanya kapal perang induk yang mendengar cukup jelas, Dony yang mendengar hal tersebut langsung melayang ke udara dan terbang menuju kearah Sabeni.


Di dalam perjalanannya dia melihat banyak prajurit yang berusaha berenang ke arah kapal tempat Ocha dan Reptil. Ketika melihat prajurit tersebut sedang berjuang sekuat tenaga hati dony jadi iba, dia berhenti sejenak lalu Dony merapalkan sebuah matra. Dalam beberapa tarikan nafas semua prajurit yang masih berada di air melayang ke udara dan mereka menuju kapal terdekat. Setelah Dony memastikan semua Prajurit sudah selamat dia melanjutkan terbang ke arah Sabeni dan Gurita Raksasa.

__ADS_1


__ADS_2