
Sementara itu di dalam kastil borneo ada tiga orang prajurit yang berhasil kembali dari hutan. Mereka segera diminta untuk menghadap ke ratu Nana. Dengan keadaan yang kelelahan mereka menemui sang ratu. Melihat itu Nana memerintahkan Mia memberikan air kepada ketiga orang tersebut. setelah selesai mereka meminum air dengan sangat rakus mereka bersujud rendah.
Mohon maaf Ratu kami gagal melakukan misi yang ratu perintahkan. Kemana prajurit yang lainnya, Tanya Nana. Sepertinya hanya kami bertiga yang berhasil keluar hidup-hidup dari lembah tersebut. ternyata…ternyata dongeng yang sering dicerikan oleh orang tua kita tentang lembah tersebut benar jawab prajurit sambil ketakutan. Apa maksud mu prajurit, bagaimana mungkin 1.000 prajurit yang kukirim hanya tersisa 3 orang. Sedangkan kalian hanya mengejar 300 orang yang mayoritas berisi orang tua dan anak-anak.
Bukan..bukan Alex yang membunuh pasukan kita ratu tapi, tapi, prajurit kedua membantu temannya yang kehabisan kata-kata, tapi seluruh isi hutan tersebut yang membunuh pasukan kita ratu. Apa ? jelaskan kepada ku secara terperinci apa saja yang kalian lihat didalam hutan. Baik ratu jawab prajurit pertama. Ketika kami memasuki bagian awal hutan, tidak ada yang aneh dari hutan tersebut, hanya terdapat pepohonan yang sangat rimbun dan udaranya sangat segar dan jernih, kami seperti bertamasya disana.
Tetapi ketika kami berjalan lebih dalam kurang lebih selama 2 jam kami mulai merasa ada yang mengawasi kami dan kompas yang kami bawa sudah tidak berfungsi, banyak dari pasukan yang berada di belakang perlahan mulai menghilang entah kenapa, entah mereka ditelan bumi atau mereka ditelan pohon-pohon yang berada di hutan tersebut.
akhirnya kami mulai mengambil inisiatif untuk saling mengikat diri agar kami tidak tersesat. Setelah berjalan agak lama kami mulai menemukan jejak Alex dan kawan-kawannya akan tetapi jejak tersebut tebagi dua arah di persimpangan ada yang berbelok ke kiri danada yang berbelok kekanan. Kami bertiga diperintahkan jendral Ryan untuk mengikutinya berbelok ke kiri dan yang lain berbelok ke kanan. Pasukan dibagi menjadi dua kelompok, setelah pasukan terpisah secara utuh mulai terdengar teriakan minta tolong dari pasukan yang berbelok kesebelah kanan. Kami pun berbalik arah kesana. Kami menemukan pasukan tersebut sedang melawan kawanan serigala setinggi 2 meter, baju zirah kami seakan-akan kertas bagi kuku mereka. Kawanan serigala itu menghancurkan formasi dengan mudah. Kami pun melawan mereka dengan cara memanah. Tapi…tapi panah-panah kami seakan seperti sebuah jarum kecil buat mereka. Panah kami tidak dapat memberikan luka yang serius kepada mereka. Lalu jendral ryan memerintahkan kami untuk mengincar mata seriga tersebut, walaupun sangat sulit tetapi kami berhasil melukai mereka dan setelah pertarungan lebih dari satu jam. Kawanan serigala tersebut mulai mundur dengan membawa mayat-mayat pasukan kami.
Dalam serangan tersebut kami kehilangan hampir setengah batalion. Apa setengah batalion gugur oleh sekelompok serigala Tanya Mia tidak percaya. Benar letnan jawab prajurit ketiga serigala tersebut seakan-akan bisa membaca taktik kita dan…dan. Dan apa Tanya Nana. Dan mereka seolah-olah bisa berfikir, tidak mungkin serigala hutan bisa berfikir jawab nana tidak percaya, lantas apa yang terjadi selanjutnya.
Setelah kami berhasil membersihkan area medan tempur saya diminta oleh jendral ryan untuk menguliti serigala yang mati dan membawa kulitnya kepada anda Ratu sebagai hadiah ulang tahun ratu. Lalu prajurit tersebut mengeluarkan kulit serigala yang telah dia kuliti. Nana dan Mia Kaget melihat ukuran kulit serigala tersebut. ada mahluk seperti ini di hutan tersebut Tanya nana tidak percaya.
Prajurit pertama melanjutkan cerita setelah saya selesai menguliti serigala tersebut kami melanjutkan perjalanan kearah sebelah kiri karena jendral ryan tidak menemukan jejak lanjutan dari kawanan alex di jalur sebelah kanan. Lalu setelah kami berjalan hampir 3 jam kami di serang sekelompok kera raksasa yang bisa berbicara, Nana dan Mia saling berpandangan, berapa banyak kawanan kera tersebut. awalnya hanya 15 ekor kera, tapi ketika mereka terdesak munculah seekor kera berwarna keemasan yang menantang jendral Ryan berduel.
__ADS_1
Kera berbulu emas tersebut sangat lincah dan memiliki pukulan yang sangat kuat. Lalu kami melihat pengawal pribadi jendral ryan membantu sang jendral untuk mengalahkan kera berbulu emas tersebut. cih jendral ryan tidak memiliki sikap seorang ksatria cibir Mia. Lanjutkan perintah nana kepada prajurit tersebut.
Kera raksasa tersebut berhasil membunuh 3 orang pengawal pribadi jendral ryan tapi jendral ryan berhasil memotong ekor kera tersebut dan kawanan kera yang lain ketika melihat kera berbulu emas itu kalah karena dikeroyok kembali melancarkan serangan dan kali ini fokus serangan mereka hanya kepada jendral ryan dan menyelematkan kera berbulu emas tersebut.
Jendral ryan berhasil membunuh 3 ekor kera yang menyerangnya ketika jendral ryan sudah sangat dekat dengan kera berbulu emas tersebut. ada sebuah benda tajam menyerupai golok yang mempunyai gagang menyerupai kepala serigala menghentikan pedang jendral ryan yang akan menebas kera berbulu emas tersebut.
tiba-tiba 2 orang yang menggunakan topeng putih keluar entah dari mana, golok berkepala serigala kata mu? Kehadiran dua mahluk tersebut memancing reaksi siaga semua prajurit tersebut termasuk 3 orang prajurit yang baru kembali dari hutan. Tenang prajurit mereka adalah pengawal pribadi ratu ucap Mia.
Prajurit yang ada di sana saling berpandangan dan akhirnya menyarungkan pedang mereka. Mahluk bertopeng yang satu lagi berkata ochasssss sabenissssssss masihsss hidupssss. Tenangkan diri mu Reptil pinta orang yang di panggil ocha tersebut. Nana semakin bingung lalu dia berkata kepada 3 prajuritnya lanjutkan cerita kalian. Iya memang benar orang melempar golok tersebut bernama sabeni dan dia juga memiliki pedang panjang berkepala Naga.
Setelah itu sabeni mengambil ekor yang berhasil di potong dari kera berbulu emas dan tangan kanan jendrak Riyan, lalu dia pergi begitu saja. Kera-kera yang berada di sana setelah pria itu pergi menjadi beringas dan memakan prajurit yang tersisa. Kami berlarian untuk menyelamatkan diri. Awalnya kami ada lima puluh orang tapi hanya kami bertiga yang bisa kembali ke istana ini.
Baiklah, terima kasih atas kesetian kalian, kalian akan diberikan hadiah. Sekarang silahkan kalian beristirahat, kalian semua boleh pergi ucap sang Ratu. Setelah ketiga prajurit itu pergi ratu nana berserta mia dan pengawalnya ocha dan reptile pergi ke ruang rapat. Ratu Nana bertanya kepada ocha, kenapa kalian sangat kaget mendengar pria pemegang golok berkepala serigala itu.
Semua itu berawal dari legenda seorang petarung tingkat silver (kelas pemula) dapat mengalahkan petarung titanium yang akan menjadi seorang panglima perang di suku Navi Gayo. Dalam suku kami, kami hidup bersama berdasarkan kelompok. Kelompok pertama disebut Air mereka masyarakat biasa yang memiliki kemampuan seperti dia Ocha menunjuk Mia dengan dagunya, apa kata Mia orang setingkat aku hanya….iyassss sautss Reptil.
__ADS_1
Tingkat kedua disebut kelas silver mereka adalah golongan petarung yang biasa digunakan menjadi pembunuh bayaran dan orang yang disebut Sabeni itu pada saat itu ada di tingkat Silver, tingkat ketiga disebut kelas perunggu mereka memiliki kemampuan bela diri yang sangat hebat serts kecepatan serangan yang luar biasa ,dan juga ada beberapa yang fokusnya ke ilmu sihir.
Seorang penyihir di kelas ini sangat luar biasa, 10 orang kelas perunggu dapat mengalahkan 1 batalion tempur. mereka biasa digunakan untuk membunuh orang-orang penting, tingkat keempat disebut kelas gold seperti aku dan reptile, kami biasanya ditugaskan untuk mengawal seseorang seperti sekarang dan ketika kami ditugaskan hanya ada 2 pilihan untuk kami bisa kembali ke suku kami, pertama kontrak kami selesai dan kedua mayat kami yang kembali kepada suku kami.
Tingkat kelima disebut Platinum mereka terdiri dari master ilmu sihir, master ilmu bela diri. Mereka bertugas melakukan riset untuk perkembangan suku navi gayo dan calon pemimpin atau panglima perang dan kakek buyut ku Kojiro pada saat di bunuh oleh sabeni berada di dalam kelas Platinum. Kelas keenam disebut Sesepuh mereka bertugas memberikan saran dan arahan kepada ketua suku, mereka terdiri dari mantan-mantan ketua suku atau panglima perang yang telah mengundurkan diri.
Karena di suku kami kekuatan adalah segalanya maka siapa saja boleh menantang ketua dan panglima perang. Lalu bagaimana orang yang berada di kelas kedua bisa membunuh orang yang berada ditingkat kelima tanya Nana bingung. Itulah keajaiban yang tidak terpecahkan sampai sekarang, Sabeni adalah anak dari panglima tempur partner ketua suku saat itu yang bernama hasan. Hasan adalah ayah dari kakek buyutku kojiro, kakek buyut ku merasa Sabeni adalah ancaman untuk karirnya dia maka, kakek ku mengajak sabeni berduel, karena perbedaan tingkat yang sangat jauh duel tersebut butuh persetujuan dari ketua suku.
Karena para sesepuh cendrung setuju dengan pendapat kakek buyut ku maka para sesepuh mendesak ketua suku untuk mengizinkannya. Untuk mengalahkan seseorang yang berada di tingkat Platinum kami orang-orang yang berada di tingkat gold butuh 100 orang untuk membunuh 1 anggota platinum. Apa teriak nana? Bagaimana mungkin orang sekuat itu ada di hutan dekat kastil ku. Ratu Nana tidak perlu Khawatir, pada dasarnya sabeni adalah orang yang cinta damai tapi entah apa yang membuat sabeni begitu kuat sehingga bisa mengalahkan kakek buyut ku yang menggunakan pedang Api.
Aku sendiri sampai hari ini belum bisa menggunakan pedang Api yang asli. Dan yang paling mengherankan bagaimana mungkin sabeni yang dahulu menghilang 2 hari setelah duel tersebut masih hidup sampai dengan hari ini. Dan kejadian itu sudah 100 tahun lebih dan sampai sekarang sabeni menjadi Legenda Pedang Kembar.
Sempat terjadi kerusuhan di suku kami karena sabeni menghilang, sebahagian menyangka ketua Hasan membunuh sabeni untuk membalaskan dendam putranya yang terbunuh, karena di suku kami tidak boleh membunuh sesama suku diluar tugas atau misi yang diberikan. Kaum pembela sabeni meminta ketua hasan untuk mundur dan ada dua orang dari kelas Platinum menantang ketua hasan untuk berduel, walaupun mereka berdua berhasil dikalahkan dan mati tanpa kepala.
Sebagian golongan membela ketua hasan dan percaya bahwa ketua suku kami tidak mungkin melakukan hal-hal yang bertentangan dengan aturan suku. Dua kelompok itu terus hidup sampai saat ini. Dan dimana kalian berdiri tanya Ratu Nana kepada ohca dan Reptil, kamisss berdirisss diatassss sumpahss misisss kamisss untukssss melindungisss Ratusss jawab reptil. Ya Ratu kami adalah kelompok yang hanya setia dengan misi kami, tapi jika sabeni menyerang kesini kami akan sangat merasa terhormat bisa bertarung dengan legenda hidup seperti sabeni dan jika sabeni kalah oleh kami, kami akan menjadi legenda hidup di suku kami sambung Ocha.
__ADS_1