
Ketika rokok yang dihisap Sabeni telah habis sabeni bangun dari tempat duduknya, kini semua mata memperhatikan dirinya.
“apa ? “ tanya Sabeni
“bukankah Ketua telah mendapatkan pencerahan tentang misi ini, sehingga Ketua berdiri” tanya Alex
“oh aku hanya ingin merenggangkan persendian ku karena sudah terlalu lama kita duduk disini seperti sebuah patung” jawab Sabeni enteng sambil kembali membakar sebuah rokok
Reaksi Sabeni membuat suasana sedikit cair dan mereka yang ada di tempat tersebut tersenyum kecil. Di saat suasana sedang terasa begitu cair tiba-tiba Gubernur Wibowo mengacungkan tangannya ke atas, hal itu membuat tawa semua orang berhenti tersenyum dan kembali menjadi serius.
“apakah kamu mengetahui sesuatu yang berguna tentang misi ini” tanya Ocha
“entahlah apakah informasi yang akan kusampaikan ini akan berguna atau tidak, tapi aku teringat pernah membaca sebuah buku di perpustakaan di kota maharaja. Bahwa distrik 17 memiliki sumber daya minyak yang sangat besar di dalam bumi, hal itu membuat perekonomian distrik 17 sangat berkembang pesat. Karena mereka mampu mengolah minyak mentah tersebut menjadi bahan bakar mobil dan kendaraan militer, sekaligus membuat militer dan alustista milik distrik 17 menjadi sangat hebat karena di topang dengan sumber dana yang tidak terbatas. Dengan kata lain hanya distrik 17 yang sesuai dengan bait pertama Ramalan tersebut” Gubernur Wibowo menutup penjelasannya dan melihat reaksi orang-orang disekitarnya.
“mencari serigala di atas tanah yang berminyak dan di bawah sengatan matahari dan sang serigala akan menuntun panglimanya sampai kenegeri tetangga dan membebaskan alfa dari kutukan” Ocha mengulangi ramalan tersebut.
“eh jika memang yang dikatakan Wibowo ini benar, ku rasa memang kita harus memulai misi kita dari Distrik 17 karena bisa jadi yang dimaksud ramalan dengan tanah yang berminyak bukan tanah yang berminyak secara harfiah” ucap sabeni
__ADS_1
Penjelasan sabeni seolah-olah bagaikan sebuah cahaya yang bersinar dikegelapan.
Mereka tidak menyangka bahwa bisa saja tempat yang ada di Ramalan tersebut adalah Distrik 17. Akhirnya mereka semua sepakat dan memutuskan untuk berangkat besok pagi, karena sekarang sudah sangat larut.
***
Tokiya meminta sabeni dan teamnya untuk berada di kapal induk bersama dengan dirinya, mereka bisa mengantarkan Sabeni dan team ke pelabuhan yang ada di Distrik 17.
Karena di bandingkan menempuh jalur darat, perjalanan laut lebih efisien dan cepat. Dari dua puluh distrik yang ada, terdapat dua Distrik yang di pisahkan oleh lautan dengan kedelapan belas distrik yang lainnya, kedua Distrik tersebut adalah Distrik 10 dan Distrik 2, sehingga kedua Distrik ini merakit dan merancang kapal-kapal cepat untuk berdagang dan juga kapal cepat untuk militer mereka.
Jika Sabeni dan kawan-kawan menempuh jalur darat maka Sabeni dan team akan membuang waktu yang tidak perlu di pos perbatasan setiap distrik yang mereka lewati. Atas pertimbangan tersebut Sabeni setuju dengan saran Tokiya Mikagami.
Tapi mereka semua sepakat mereka membutuhkan tempat tidur seperti yang ada di ruangan mereka. Setelah kapal berlayar sabeni dan yang lainnya tertidur di kamarnya masing-masing, setelah empat jam kemudian mereka terbangun karena mendengar suara keributan di atas kapal. Sabeni dan Reptil yang pertama kali sampai di ruangan atas kapal, Sabeni dan Reptil melihat pusaran air yang sangat besar yang menarik kapal mereka kearah pusaran air tersebut.
Tokiya memerintahkan seratus armada kapalnya untuk membentuk formasi tempur, Sabeni dan Reptil bergegas menghampiri Tokiya. Tokiya menjelaskan bahwa pusaran air tersebut bukan pusaran air biasa kemungkinan besar pusar air tersebut berniat menyerang kapal distrik 10. Karena memang banyak monster laut di Samudera Pasifik yang sering menenggelamkan kapal yang melintas di atasnya.
Belum selesai Tokiya menjelaskan dari dalam pusaran air muncul seekor gurita Raksasa yang yang tingginya melebihi 4 meter. Ocha dan Dony yang baru tiba setelah Gurita tersbut muncul hanya bisa membuka tutup mulutnya tanpa ada suara yang keluar.
__ADS_1
Setelah Gurita muncul di permukaan air, pusaran air semakin cepat menarik armada kapal Tokiya. Tokiya memerintahkan pasukannya untuk keluar dari jangkauan pusaran air tersebut, pusaran air yang memutar dari kiri ke kanan membuat beberapa kapal tempur milik distrik 10 saling bertabrakan dan karam. Para prajurit yang berjatuhan ke air menjadi sasaran gurita raksasa tersebut.
Dengan cepat Gurita raksasa tersebut menangkap satu persatu prajurit yang berada di air dan memakannya, Tokiya yang menyaksikan hal tersebut sangat geram dia memerintahkan kapal yang tersisa untuk menyerang Gurita tersebut dengan torpedo.
Enam puluh kapal yang tersisa berusaha untuk keluar dari pusaran air yang diciptakan oleh gurita raksasa tersebut sambil menembakan torpedo dari kapal mereka. Semua letnan yang ada di dalam kapal memerintahkan anak buah mereka untuk terus menembaki gurita raksasa. Setiap kapal menembakan peluru torpedo mereka kepada Gurita raksasa, secara total gurita raksasa tersebut mendapatkan enam ratus torpedo secara bersamaan. Ledakan besar terjadi saat enam ratus torpedo menghantam tubuh gurita raksasa, tapi pusaran air masih terus berputar walaupun tidak secepat sebelumnya.
“ah betapa sialnya hari ini, kenapa aku yang berencana mengantar panglima malah bertemu satu dari sepuluh monster laut yang mematikan ini” tokiya medengus kesal dan menarik pedang ensui yang di berikan oleh Bela.
“hey bukankah seharusnya dia sudah hancur terkena serangan sebesar itu, kenapa kamu masih ingin bertempur” tanya Reptil kebingungan.
“saudara ku, tembakan torpedo kami memang akan menghancurkan gurita yang ukurannya dua kali lebih besar dari dia, tapi dia bukan gurita raksasa biasa. Dia adalah sepuluh monster laut yang tidak terkalahkan. Sudah lebih dari dua puluh tahun mereka tidak muncul, entah kenapa sekarang mereka kembali bermunculan” jawab tokiya sambil memperhatikan kepulan asap tempat gurita tersebut berada.
Beberapa kapal berhasil keluar dari pusaran air, dan ketika asap mulai menghilang tampaklah sosok Gurita raksasa masih berada di tempatnya. Dia sedang sibuk memakan tubuh prajurit tokiya yang sekarang naik kepermukaan dan gurita tersebut mengacuhkan sisa kapal yang ada. Perlahan tapi pasti akhirnya semua kapal berhasil keluar dari pusaran air tersebut. sementara Gurita raksasa tersebut masih sibuk menyantap para prajurit distrik 10 yang berada di laut.
Tokiya memperhatikan kapal-kapal yang selamat dan betapa terkejutnya dia ketika dia tidak menemukan kapal Kinosita diantara kapal yang selamat. Tanpa pikir panjang tokiya segera menarik pedangnya dan melompat ke laut. Sementara itu Ocha mulai merasakan mabuk laut karena kini kondisi kapal tidak stabil akibat pertempuran singkat dengan gurita.
Tokiya menggunakan jurus Naga Air, sehingga dia bisa berjalan di air seperti berjalan di tanah. Reptil, Ocha dan Dony berdecak kagum melihat Tokiya bisa berlari di atas air seperti berlari di permukaan tanah. Pertempuran di atas air sangat menguntungkan Tokiya karena dia adalah penguasa elemen air, sehingga bisa dikatakan jika bertempur di air kekuatan Tokiya akan meningkat dua kali lipat dan dia bisa bergerak leluasa di atas air.
__ADS_1
Hanya Sabeni yang tampak tenang dan tidak ada ekspresi terkejut di wajahnya, dia melihat kearah Gurita raksasa yang bergerak maju ke arah Tokiya. Tiba-tiba pandangan sabeni terhenti dan Sabeni terbang ke udara menuju kearah gurita raksasa.
“apa-apaan mereka berdua, yang satu berlari diatas air dan yang satunya terbang di udara. Sementara kita hanya bisa menonton di sini...” belum sempat Ocha menyelesaikan perkataannya dia segera berlari dan memuntahkan isi perutnya.