
Diluar tembok pertahanan Tokiya melihat dari kejauhan jumlah pasukan yang bertahan dikota ini sangat sedikit tapi dia merasakan aura para prajurit tersebut rela mati demi mempertahankan kota mereka dan para prajurit memiliki semangat tempur yang luar biasa. Dia berdiri dan bertanya kepada para letnannya siapakah di antara kalian yang berani menantang pertahan kota ini, aku meguri kiyoza akan membawa 10 ribu pasukan robotik samurai ku jendral dan akan ku taklukan mereka dalam waktu 6 jam.
Wah optimis sekali kamu Meguri, aku hanya ingin mengetahui pertahanan apa yang telah mereka siapkan tapi kamu menawarkan kemenangan kepada ku dengan 10.000 pasukan robotik? Siap jendral jawab meguri. Baiklah jawab tokiya aku tidak suka orang yang mengucapkan omong kosong. Meguri pun pergi dan membawa 10.000 pasukan.
Saudara ku mari kita hancurkan tembok pertahanan mereka dengan laser kita, distrik primitif ini harus kita kuasai dalam waktu 5 jam, maju lah bersama ku saudara-saudara ku. Sontak pasukan samurai robotik berlari ke arah tembok sambil berteriak-teriak seperti orang kesurupan. Sementara itu tokiya dan yang lainnya mengamati dari kejauhan. Tokiya meminta pasukannya menuangkan arak dan membawakannya rokok. Dia tertawa dan mengulangi perkataan meguri kiyoza aku akan menaklukan benteng itu dalam waktu 6 jam, Tokiya pun tersenyum sinis.
Pasukan meguri berlari tanpa henti sampai salah satu pasukannya menyentuh tali jebakan yang di persiapkan oleh wibowo, setelah prajurit tersebut memutuskan tali tersebut sontak ledakan bom menyusul dan menghancurkan semua prajurit dalam radius 2 meter.
Tapi para prajurit yang lain tidak menghiraukan kejadian tersebut mereka terus berlari sehingga terjadi ledakan di sana sini, jebakan tersebut telah mebinasakan 2000 lebih pasukan meguri, sang jendral tidak menghiraukan para pasukannya yang mati atau sedang sekarat dia berteriak maju terus saudara ku maju terus.
Setelah pasukan meguri berjarak 600 meter dari tembok pertahanan dia merasa ada yang aneh dengan tanah yang di injaknya, sedangkan dari dalam benteng terdengar bunyi terompet di tiupakan lalu meluncurlah bola-bola api sebanyak 50 buah. Meguri yang melihat itu menyadari bahwa tanah yang dia injak adalah tanah yang sudah di lumuri minyak. Dia dan pasukannya terus berlari kedepan menyongsong maut, ketika bola-bola api tersebut mendarat di tanah terdengarlah suara letupan dan jeritan para manusia robotik yang terpanggang, kobaran api memblok jalan meguri dan sisa sisa pasukannya untuk mundur, pasukan yang berhasil selamat dari jebakan tersebut hanya berjumalah 5.000 orang dan dari dalam tembok bola api kedua kembali di luncurkan tapi kali ini meguri melihat jarak terbangnya jauh lebih pendek. Dalam hati dia berkata sial seluruh tanah ini adalah jebakan.
__ADS_1
Dia mengetahui bahwa dia dan pasukannya akan mati sebelum sampai ketembok. Lalu dia memerintahakan pasukannya untuk terus maju. Maju terus saudara-saudara ku, jangan pernah berhenti maju. Mereka yang tadi sempat terdiam kini melanjutkannya dengan berlari ledakan kedua kembali menyusul dan membakar pasukan meguri kini pasukannya hanya berjumlah 3000 orang dan jarak mereka dengan tembok pertahanan sekitar 500meter, meguri terus berlari sambil melihat ke atas tanpa di sadari dia telah menginjak tali jebakan dan keluarlah papan berukuran 2 X 4 yang meremukan dia dan pasukannya. Sementara itu sisa sisa pasukannya berlarian mundur kebelakang yang di sambut dengan hujan bola-bola api dari dalam tembok. Dalam waktu 3 jam seluruh pasukan meguri habis tak tersisa.
Setelah melihat seluruh pasukan meguri habis tak tersisa, Tokiya tertawa sinis, 6 jam ya?? dasar pembual, jendral saya menyarankan untuk membombardir kota tersebut dengan alterari kita untuk menghancurkan tembok dan kota. Jadi sekarang seorang takeya genji sang ahli strategi no 2 kepercayaan kaisar memutuskan untuk menggunakan alat terbaik kita untuk menghancurkan kota penyanggah ibu kota distrik 3? Tanya tokiya. Benar sekali jendral jika di lihat dari pertahanan pasukan yang bertahan di sana tidak lebih dari 10.000 atau 20.000 pasukan tapi mereka mereka telah memiliki persiapan yang bagus,ketika kita berhasil menghanguskan seluruh jebakan darat tentunya pasukan kita masih harus menghadapi tembok pertahanan mereka dan itu sangat tidak bagus untuk moral pasukan kita jika kita terlalu lama untuk menguasai kota kecil ini.
ketika tembok pertahanan kota tersebut hancur kita bisa membanjiri kota dengan pasukan kita, memang pasti akan mengakibatkan luka dan kematian buat prajurit penyerbu kita tapi moral pasukan lawan pasti akan hancur ketika berhadapan dengan pasukan kita. Kita mempunyai keunggulan di jumlah pasukan dan peralatan perang. Tokiya hanya berkata hmm, begitu.
Lalu tokiya melanjutkan Aku rasa stategi mu kali ini akan gagal, distrik 3 memang ketinggalan mengenai soal teknologi tapi apakah kamu tidak sadar genji kenapa kaisar mengirim ku untuk menaklukan distrik 3 bukan mengirim jendral Oda sang ahli teknologi perang? Mohon maaf Saya tidak ada informasi sedikit pun tentang itu jendral. Baiklah Genji tidak etis juga jika aku menolak saran mu dan lagi pula tidak akan ada prajurit yang akan mati jika aku melakukan saran mu.
Kazamatsu lancarkan serang arteleri ke kota tersebut dan targetkan tembok serta radius 10 meter dari tembok pertahanan tidak lebih dan tidak kurang. Siap laksanakan jendral sahut sang letnan Kazamatsu.
Iya seperti itu kurang lebih jendral, wah hahahahahaha, seorang yang sangat baik hati seperti kamu bisa mengumpat juga rupanya, lalu jendral Roy melihat pasukan musuh dengan teropong dan dia pun mengumpat, ******** tengik !! semuanya segera cari tempat berlindung cepat, cepat, cepat. Pasukan yang ada di dalam benteng dibuat kebingungan mendengar seruan sang jendral. Sementara itu kazumatsu telah menembakan arteleri dan api yunani ke arah benteng pertahanan.
__ADS_1
Pasuka jendral roy langsung merespon seruan sang jendral dan mereka segera mencari tempat berlindung, ketika peluru-peluru tersebut berjarak 5 meter dari tembok pertahanan peluru arteleri dan vial yang berisikan api yunani tersebut meledak di udara dengan bunyi yang sangat memekakan telingan dan disertai hawa panas yang menyebar ke arah prajurit yang berada di tembok pertahanan. Semua prajurit jendral Roy dan tokiya kaget dan bengong melihat kejadian tersebut. Hanya tokiya yang masih tersenyum.
Wah wah wah, coba lihat aku fikir aku akan melewati keseruan perang yang berdarah-darah ternyata aku hanya melewati keseruan prajurit yang sedang bermain petak umpet, setelah mendengar suara tersebut sontak semua pasukan jendral Roy dan sukerelawan gubernur wibowo menoleh ke arah suara tersebut. Alangkah kagetnya mereka ternyata sang Ratu turun kemedan pertempuran. Nana..maaf maksud saya Ratu? Ku maafkan kau adik ku tercinta wibowo. Sedang apa yang mulai Ratu disini, Nana mencibir kamu sendiri sedang apa di sini Gubernur? Tentu saja saya sedang mempertahankan kota saya sahut gubernur. Begitupun aku gubernur, aku kesini untuk membantu prajurit ku mempertahankan kota ini. Tapi..tapi anda, tapi aku seorang ratu celetuk Nana? Aku memang ratu kalian oleh karena itu tugas ku berdiri di garis depan, sudah cukup nyawa yang hilang hari ini, mari kita musnahkan sang penjajah.
Kata-kata Nana di sambut dengan sorakan suka cita oleh para prajurit. Mereka melihat sendiri kesaktian Ratu mereka yang menghalau senjata-senjata tersebut yang meluncur untuk menghancurkan kota. Semenatara itu Takeya Genji tidak senang melihat amunisi mereka meledak di luar kota. Hey Kazamatsu apakah kamu ini pandir atau seorang idiot, kenapa kamu membidik seperti itu. Maaf kan saya penasihat militer, saya sudah menargetkan persis seperti yang jendral Tokiya sampaikan kepada saya. Tidak mungkin jika memang kau benar-benar menargetkan sesuai arahan jendral tokiya, apa yang tidak mungkin penasihat sahut sang letnan kesal. Tidak mungkin peluru-peluru tersebut meledak sebelum sampai di target dasar bodoh, apa? (dengan expresi kesal kazumatsu ingin mencabut pedangnya), hey Kazumatsu panggil Tokiya buatkan aku Teh, baik jendral segera saya laksanakan.
Kazumatsu meninggalkan ruangan dan berjalan kedapur. Nah Genji kamu mengatakan bahwa anak buah ku tidak cakap dalam mengkalibrasi target, iya tentu saja jendral jika memang.... baik potong Tokiya silahkan kamu kalibrasikan sendiri alat-alat tersebut. Dengan senang hati jendral silahkan anda duduk manis dan meminum teh yang di buat si Bodoh itu. Tokiya tidak membalas dia hanya tersenyum.
Setelah Genji mengkalibrasi ulang semua alat-alat tempur, genji memerintahkan pasukan untuk menembakan arteleri dan balista, tembak serunya. Sementara itu Kazamatsu membawakan teh kepada tokiya. Minumlah teh itu Kazamatsu untuk meredakan emosi mu. Terima kasih jendral serunya. Genji adalah seorang akademis yang masih sangat sedikit pengetahuannya di medan pertempuran. Dia tidak mengetahui bahwa di dunia ini sihir itu nyata, sihir adalah sesuatu di luar Nalar Genji sehingga dia menyalahkan mu Kazamatsu. Aku percaya kamu adalah letnan terbaik ku dalam urusan peralatan perang tapi jangan lupa kazamatsu, Genji adalah penasihat militer yang ditunjuk langsung oleh sang kaisar jika kamu membunuhnya keluarga mu pasti mati, mengerti.
Saya mengerti jendral maafkan saya jendral. Lihat potong tokiya lagi-lagi peluru tersebut meledak di luar gerbang hahahahaha. Genji memerintahkan pasukan arteleri menembak untuk ketiga kalinya dan lagi-lagi peluru arteleri dan balista hancur di luar kota. Tokiya pun menghampiri Genji, bagaimana Genji apakah Kazamatsu ini bodoh atau ada sesuatu di luar logika mu yang bisa meledakan peluru-peluru kita tanya tokiya. Genji tertunduk, mohon maaf jendral sepertinya saya kurang berpengelaman dan terlalu tempramen. Hahahahaah baikalh genji sudah cukup penyerangan hari ini. Kinosita perintahkan pasukan untuk beristirahat dan melakukan penjagaan secara bergantian. Siap jendral, kinosita pun bergerak memanggil para letnan yang lain dan memberikan instruksi.
__ADS_1
Sementara jendral komar baru saja sampai di kota maharaja bersama 20.000 pasukan berkudanya, alangkah terkejutnya dia melihat ratu Nana sudah sampai lebih dulu dia melihat sekeliling kota tidak ada tanda-tanda kota di serang oleh pasukan distrik 10, dia berkata di dalam hati semoga Ratu Nana tidak marah kepadanya setidaknya perang belum dimulai. Dia pun berlari ke dinding pertahanan untuk melapor dan ketika jendral komar telah sampai di tembok pertahanan sang jendral sangat terkejut. Apa..aaaa...apa yang terjadi Roy, kenapa banyak mayat prajurit terbakar di luar sana? Mereka pasukan pendahulu dari distrik 10, di lihat dari jumlahnya kemungkinan sekitar 10.000 orang kurang lebih, dan semuanya mati sebelum menyentuh tembok pertahanan berkat ke piayawaian gubernur Wibowo.
Wow benarkah itu Roy, iya jendral sepertinya gubernur wibowo lebih cocok sebagai perwira militer dari pada hanya menjadi gubernur, lihat balista cantik tersebut, hasil karya gubernur wibowo. Woooow ucap jendral komar takjub, oh iy dimana Ratu Nana tanya jendral komar. tempat dibelakang mu jendral Sahut sang Ratu. Maaf Ratu hamba terlambat sampai di... sebelum sempat sang jendral menyelesaikan perkataannya Ratu Nana memotongnya, baiklah tidak apa, istirahatkan pasukan mu jendral, hari ini Distrik 10 hanya menguji kemampuan dan pertahanan kita, aku rasa besok akan menjadi perang yang panjang. Siap Ratu. Mia ikuti aku ucap sang Ratu.