Distrik The Guardian Angel

Distrik The Guardian Angel
Persiapan Perang Sang Gubernur


__ADS_3

Gubernur kota maharaja sendiri telah menempatkan pasukan yang dia miliki dan militan di tembok-tembok pertahanan. Di tambah oleh jendral Roy yang bertugas sebagai penjaga kota tersebut. Total pasukan dan militan yang mempertahankan kota tersebut hanya berjumal 18.000. wibowo sang gubernur kota maharaja telah mengevakuasi warganya, dia membagi-bagikan persedian makanan kepada semua warganya. Ada yang memilih bersembunyi di Bungker yang terdapat di istana gubernur ada yang memilih mengungsi ke ibu kota borneo. Terlihat jelas sang gubernur tidak mementingkan dirinya sendiri anak dan istri gubernur mengungsi di bungker bersama warga kota maharaja. di tembok pertahanan jendral Roy bertemu dengan gubernur. Bagaiamana menurut mu pertahanan kita jendral roy tanya wibowo, sejujurnya kita tidak mungkin bertahan lebih dari 3 hari jika bantuan tidak di berikan, hmm aku sudah mendapat kabar bahwa resimen 4 yang dipimpin langsung oleh jendral komar sendang menuju ke sini untuk mempertahankan kota. Wah itu kabar yang menggembirakan gubernur. Tapi yang agak aneh buat ku, Ratu nana bersama sisa-sisa pasukan garuda hitam bergerak ke arah sini padalah di ibu kota sudah terancam oleh serangan mahluk hutan, Ratu hanya meninggalkan resimen 1 milik jendral fahrudin untuk bertahan perbatasan.


Yah gubernur, lebih baik Ratu Nana meninggalkan resimen 1 di sana karena jika resimen 1 yang dikirim ke sini sudah tentu teknologi kita kalah hebat di bandingkan milik distrik 10, oy saya belum sempat meminta maaf dan berterima kasih atas bantuan mu terhadap adik ku Uki, Gubernur sengaja tidak melaporkan tingkah laku adik ku yang menjengkelkan dan membuat susah rakyat ke Ratu Nana. Ah tidak usah di ungkit jendral, uki hanya anak muda yang tidak bisa mengontrol dirinya. Tetap saja aku merasa malu terhadap diri ku sendiri jendral dan semua letnan yang mengintimidasi para petani telah aku berikan hukuman, tugas ku untuk membantu mu gubernur bukan membebankan mu. Dan bila aku mati hari ini setidaknya aku mati untuk membela wilayah gubernur yang sangat baik di distrik ini dan aku tidak akan menyesal karenanya. Aku juga bangga pada mu jendral Roy dan aku harap kita bisa berbincang-bincang lagi di lain hari dan tentunya bukan di atas tembok pertahanan seperti ini. Mereka berdua pun tertawa.

__ADS_1


Lapor jendral dan gubernur pasukan musuh sudah menyebrangi sungai mahakam, kemungkianan 4 atau 5 jam lagi mereka akan sampai di perbatasan. Terima kasih atas laporan mu prajurit silahkan beristirahat ucap jendral roy. Baiklah jendral ku rasa aku dan para militan harus mulai mempersiapkan catapul kita, terima kasih gubernur anda bersedia membantu mempertahankan kota kita dan merancang sendiri catapul tersebut. Hehehe awalnya aku merasa gila jendral karena ingin sekali merancang catapul karena kita sudah lama tidak bertempur dan ternyata apa yang kubuat sangat berguna, sampai nanti jendral roy jika aku meninggal duluan aku akan menunggu mu dengan senyum di alam sana. Sampai jumpa gubernur sahut sang jendral.


Sementara itu pasukan jedral komar masih dalam perjalanan membawa ransum dan peralatan tempur mereka bergerak secapat mungkin karena jika kota maharaja jatuh ibu kota akan sangat mudah di serang oleh musuh.di tengah perjalanan mereka bertemu dengan penduduk yang mengungsi ke ibu kota. Di tengah hiruk pikuk tersebut sang jendral hanya bisa memacu kudanya dan bertekad dia tidak boleh gagal melindungi kota maharaja setidaknya jika dia harus mati dia ingin kematian yang cemerlang seperti jendral yanto dan jendral coky. Akan kubuat mundur pasukan distrik 10 aku tidak boleh gagal lagi di sini. Ucap sang jendral di dalam hatinya. Hey panggilkan aku letnan Dias, sang letnan pun menghadap jendral sambil berkuda. Dias kau pimpin 1.500 orang pasukan berkuda melajulah secepat mungkin ke kota maharaja dan pertahankan kota sampai aku datang, aku khawatir dengan kecepatan berjalan pasukan yang seperti ini kita akan telat sampai di sana, siap laksanakan jendral ucap sang letnan. Pembawa panji pasukan berkuda bergerak kesamping dan di ikuti 1.500 pasukan berkuda yang lainnya mereka segera memacu kuda mereka ke kota maharaja dan meninggalkan pasukan jendral komar yang berjumlah 17.500 prajurit dan alat tempur.

__ADS_1


Nana memutuskan untuk melalui jalan pintas untuk memotong waktu agar lebih cepat sampai di kota maharaja.sementara itu di tembok pertahanan jendral Roy sudah bisa melihat pasukan musuh yang berbaris menuju ke arahnya. Dia segera turun dari tembok dan menemui pasukannya sementara lonceng di bunyikan tanda pasukan musuh telah terlihat. Seluruh pasukan dan militan berbaris rapih. Jendral roy pun berdiri di podium yang terbuat dari kayu dan berkata


“Teman-teman ku, orang tua kita telah membesarkan kita dengan cukup baik di kota ini di zaman yang damai tersebut kita sebagai anak yang akan menguburkan jenazah orang tua kita tapi sekarang kita kedatangan tamu yang tidak kita undang untuk merebut dan menghancurkan kota tercinta kita. Kita tahu semua bahwa teknologi mereka lebih canggih dari milik kita tapi itu bukan alasan kita untuk takut. Kita tahu bahwa jumlah mereka 10 kali lipat dari jumlah kita tapi itu bukan alasan kita untuk lari meninggalkan kota tercinta kita. lihatlah sekeliling kalian, lihatlah orang-orang yang berdiri di samping kalian itulah saudara kalian itulah alasan kalian untuk mempertahankan kota ini. Aku tahu di antara kalian ada yang berfikir untuk apa kita berperang, untuk ratu yang belum pernah kalian lihat. Tapi tentunya kalian semua yang ada di sini sudah melihat gubernur kita, lihatlah sang gubernur yang berkeringat dan mebagi-bagikan kas kota untuk para pengungsi, lihatlah sang gubernur yang turun langsung membuat benda pelontar batu dan bola api itu, lihat lah dia yang tidak ketakutan sama sekali ketika ada musuh yang datang ke kotanya. Lihatlah dia kawan-kawan, lihatlah gubernur wibowo yang tidak mengerti teknik bertempur tapi dia memilih untuk menjadi militan dalam mengoprasikan alat pelotar itu. Aku rela mati untuk membela kota ku tercinta, aku roy rela mati dan berjuang bersama gubernur terbaik yang dimiliki oleh distrik 3. Apakah kalian akan mengikuti ku dan membela gubernur wibowo sampai nafas terakhir kalian”

__ADS_1


Para prajuritmenghentakan kaki ke tanah dan meukul-mukul dadanya, gerakan tersebut menghasilkan bunyi drep drep drep. Mari kita berikan perlawanan sampai titik darah penghabisan aku Roy lebih baik pulang nama dari pada gagal mempertahankan kota, mari teman-teman kita tunjukan kepada para tamu tak diundang itu kehebatan kota maharaja, terikan jendral Roy di sambut dengan teriakan para prajuri HU RA, dan mereka pun bergerak ke pos nya masing-masing.


__ADS_2