
Sabeni, Ocha, Reptil dan Dony mendarat di tempat yang sepi, mereka tidak mau menarik perhatian penduduk sekitar. Mereka berempat berjalan menuju pintu keluar pelabuhan Jeddah, di sekitar mereka banyak masyarakat sekitar yang melakukan aktifitasnya.
“hey kalian berempat berhenti”
Sabeni dan kawan-kawan segera menoleh ke arah suara tersebut, tampak seorang pria dengan kumis tipis dan kepalanya menggunakan ikat kepala berwarna putih yang menutupi semua kepalanya.
Sabeni menaikan alisnya sambil berkata “huh?”
Orang yang berkumis tebal tersebut tidak mengerti apa yang di katakan oleh sabeni.
lalu dia berkata “bisakah kalian berbicara menggunakan bahasa Inggris ?”
Dari 20 distrik yang ada, mereka memiliki bahasa sendiri-sendiri akan tetapi jika mereka berinteraksi dengan orang yang berbeda distrik mereka menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa yang universal.
“oh maafkan aku, aku masih menggunakan bahasa asal aku” ucap sabeni
__ADS_1
“nah begini lebih baik, aku lihat kalian bukan penduduk jeddah. Oleh karena itu aku memanggil kalian, perkenalkan nama ku Hasan”
Hasan menyodorkan tangannya mengajak bersalaman dengan sabeni, sabeni menyambutnya dan mereka berjabat tangan.
“saya Sabeni, gadis ini bernama Ocha, yang menggunakan pakaian serba hijau itu bernama reptile dan yang kawan ku yang menggunakan jaket bertudung itu bernama Dony” sabeni memperkenalkan mereka semua.
“halo semua” ucap hasan sambil melambaikan tangannya dan mendapatkan balasan yang sama dari ke tiga teman sabeni.
“begini karena kalian bukan orang sini para penjaga gerbang di sana akan merepotkan kalian jika kalian berjalan melewati pintu keluar pelabuhan ini,biasa urusan admisistrasi dan dokumen. mengapa kalian tidak meneruskan dengan terbang saja sampai keluar pintu itu” ucap Hasan sambil melihat keempat orang yang baru di kenalnya itu.
“apa maksud mu kawan aku sungguh tidak mengerti ucap sabeni” dia berusaha menutupi bahwa dirinya dan kawan-kawannya mencapai pelabuhan ini lewat udara.
“tenanglah saudara Reptil, aku tidak bermasud melukai Panglima Darah dan ku rasa aku tidak memiliki keinginan untuk itu. Aku sudah melihat kalian ketika kalian meninggalkan sebuah kapal perang milik distrik 10” ucap Hasan santai sambil merangkul Sabeni.
“apa kamu bisa melihat sejauh itu” ocha bertanya sambil memandangi Hasan dari atas sampai bawah.
__ADS_1
“ya bisa dikatakan seperti itu, tapi jika kalian memang ingin melakukannya tanpa terbang di udara baiklah aku ada solusinya tapi aku minta kamu jangan memandangiku dari atas sampai kebawah seperti tadi karena kita buka Mukhrim” ucap hasan sambil berlalu menuju ke sebuah lorong yang sempit.
“bukan mukhrim” ucap Reptile sambil menahan tawa.
“diam kau cacing besar” Ocha berucap dengan menjejakan kakinya ketanah
***
mohon maaf baru update, karena kesibukan author di dunia real untuk mencari sesuap nasi.
terimakasih untuk para pembaca yang setia dan mohon maaf sekali lagi klo novel ini tidak sesuai dengan harapan pembaca.
author nulis novel ini untuk mengisi waktu senggang, saya harap para pembaca yang budiman bisa memakluminya ya dan klo mau komen yang pedes juga ga apa.
semoga karya author bisa membantu para pembaca menghabiskan waktu luangnya.
__ADS_1
awalnya author download aplikasi ini untuk membaca novel yang bagus dan memang banyak yang author temukan disini.
terimakasih buat kawan-kawan yang menyemangati author untuk tetal menulis karya ini.