
“Bagaimana pendapat mu manusia es, apakah kamu berfikir bisa membinasakan kami semua” tanya sabeni kepada tokiya.
“Hahahaha" tokiya tertawa lalu dia duduk bersila, "semenjak kamu berjalan kehadapan ku, aku sudah tahu bahwa aku tidak mungkin menang dari mu, aku mengakui kekalahan ku ucap tokiya.” Sontak hal itu membuat pasukan hutan dan pasukan distrik 3 bersorak gembira. Semua prajurit hutan berteriak sabeni...sabeni...sabeni dan pasukan distrik 3 pun mengikutinya.
“ambilah kepala ku sebagai tropi kemenangan mu panglima atau jika kamu mengizinkan, izinkan aku dan seluruh pasukan ku melakukan sepuku” ucap tokiya kepada sabeni sambil memegangi pinggangnya yang terkena sabetan pedang sabeni.
Sabeni tidak memberikan jawaban apapun kepada tokiya, tiba-tiba tyson sang cylops maju kedepan dan mengdatangi sabeni dan berkata “maaf panglima, Tetua Kong telah meninggal.” Setelah mendengar ucapan tyson tangan sabeni yang mengacungkan golok ke leher tokiya gemetar. Sabeni tertunduk dia berteriak histeris ;tidaaaaaakkkk," lalu dia menatap dengan penuh kebencian terhadap tokiya yang duduk bersila, tokiya balas menatapnya. Tatapan tokiya bukan tatapan orang yang memohon ampunan tetapi tatapan seorang prajurit yang senang sudah bertemu malaikat maut.
Sikap tokiya sangat tenang dan tidak meminta apapun terhadap sabeni setelah mendegar perkataan yang di bisikan oleh cylops setinggi 2 meter tersebut. di saat sabeni hendak menebas kepala tokiya, skull berteriak “hentikan! Apakah kamu tidak menghormati wasiat ayah kepada mu, apakah kamu tidak mengakui bahwa kong sang tetua hutan sudah merawat dan mengasuh mu seperti anaknya sendiri, apakah kamu tidak mau mengakui ku sebagai adik mu sabeni?” tanya skull kepada sabeni.
__ADS_1
Dengan tatapan yang nanar sabeni melihat wajah tokiya mikagami sang pembunuh Tetua Kong raja bangsa primata. “Alex, lohar jaga manusia ini ujar sabeni. Sony, Rangga frederik ringkus semua pasukan dari distrik 10 yang tersisa penggal kepala mereka yang masih memegang senjata. Gunju teman ku tolong panggil bangsa mu untuk mengobati orang ini dan semua yang terluka parah baik musuh ataupun kawan.”
Perintah sabeni di laksanakan oleh semua pasukan hutan dan pasukan distrik 3 ikut menjalankan perintah sabeni, semua pasukan dari distrik 10 langsung membuang senjata mereka ke tanah. Tokiya kaget mendengar perkataan sabeni, “kau menyuruh orang mengobati luka ku dan anak buah ku” tanya tokiya kepada sabeni.
sabeni berhenti dari langkahnya dan berkata “bukan aku yang menyuruh mereka mengobati luka mu dan pasukan mu tapi dia” sabeni menunjuk jasad kong lalu dia pergi meninggal tokiya begitu saja. Reptil yang baru sadar dari kondisi trans nya turun dari pohon dan menghampiri ocha,
“Apasss yangsss terjadisss” tanya reptil kepada ocha, “huh kamu memilih makan di tempat dan waktu yang salah reptil” jawab ocha. “Maafsss akusss sangatssss laparsss sekalissss ochasss”, “kita sudah menang dan kamu kehilangan tontonan yang sangat menarik, nanti kita harus bicara kepada sabeni, kawan” jawab ocha. Sabeni berjalan menghampiri skull yang sedang duduk di samping jasad kong.
“Kenapa begitu? Bukan kah itu menyalahi aturan ?” ucap sabeni, “yah aku juga berkata begitu kepada ayah tapi ayah berkata dengan dia mengasuh mu dan mengangkat mu sebagai anaknya dia sudah menyalahi aturan hutan karena itulah banyak kepala suku dari primata lain yang menantang ayah dan ayah berhasil mengalahkan mereka. Ayah hidup dengan aturannya sendiri dan dia ingin di makamkan dengan caranya sendiri, apa kau keberatan sabeni” tanya skull.
__ADS_1
“Tentu tidak sama sekali tidak skull, aku..aku merasa sangat terhormat” jawab sabeni. lalu dia mencium dahi skull dan turun dari tubuhnya.
Sesampainya dia di bawah sabeni memandangi wajah sang King Kong ayah angkatnya. Untuk kedua kalinya sabeni harus kehilangan sosok ayah, tanpa sadar dia meneteskan air mata dia maju kedepan dan mengecup pipi kong.
Nana beserta ocha dan petinggi distrik 3 menghampiri sabeni yang sedang berduka, “maaf mengganggu waktu berkabung mu panglima”, sabeni berbalik kearah nana “tidak, sekarang belum waktunya aku berkabung ada apa Nana” tanya sabeni.
“aku dan rakyat ku berserta seluruh pasukan distrik 3 bergabung membantu kalian karena hal yang ditawarkan oleh king kong sang tetua hutan, kini king kong telah meninggal, maka kami meminta kepastian dari mu selaku pemimpin pasukan hutan" jawab nana. "Apa yang dikatakan dan dijanjikan oleh Ayah ku sang tetua hutan tetap berlaku dan aku sebagai penjaminnya” jawab sabeni. “kamu bahkan tidak bertanya apa yang dikatakan oleh kong kepada ku” ucap Nana, “aku yakin yang dikatakan oleh tetua kong hal yang baik dan tidak akan merugikan roh-roh alam yang ada di hutan dan aku bisa meminta keterangan tersebut dari dony.” “Ok baiklah klo begitu” jawab nana.
Para roh alam dan penghuni hutan lainnya menggiring sisa-sisa pasukan distrik 10 memasuki kota maharaja seluruh pasukan yang tadinya berjalan gagah berani sekarang tertunduk lesu. Sedangkan seluruh pasukan dan rakyat distrik 3 masuk yang ikut berperang dengan penuh kegembiraan karena telah memenangkan peperangan, sabeni dan roh alam berserta prajurit-prajurit hutan berjalan di barisan belakang, skull dan para pengawalnya membawa jasad Kong kedalam kota maharaja, sontak sorak sorai rakyat berubah menjadi kesedihan.
__ADS_1
Sosok primata raksasa yang menggerakan hati prajurit dan rakyat distrik 3 khususnya kota maharaja bersatu padu melawan pasukan distrik 10 dan kong yang menjanjikan bahwa para penghuni hutan akan menjadi teman yang setia untuk distrik 3 kini telah tewas di medan peperangan. Rakyat yang tadi bergembira kini menunduk sedih melihat kondisi mayat kong yang penuh luka beku dan telah kehilangan kedua tangannya, mereka beramai-ramai hendak menyentuh tubuh kong sebagai rasa duka dan cinta mereka kepada sang King Kong. semua manusia di sana menangisi kematian primata raksasa yang baru saja mereka lihat dan mereka kenal sekitar 6 jam yang lalu. Betapa kagetnya mereka bahwa mahluk yang mereka anggap akan membawa zaman baru untuk distrik 3 telah pergi meninggalkan mereka begitu cepat dan dengan kondisi yang sangat tragis.
Jasad Kong sengaja di taruh di depan kantor Gubernur Kota Maharaja atas permintaan sabeni, sabeni melihat ayahnya sangat dicintai oleh rakyat distrik 3. Semua rakyat yang tidak ikut berperang mendatangi jasad kong banyak diantara mereka yang menangis secara histeris melihat jasad kong, prajurit yang telah sembuh dari luka-lukanya menghampiri jasad kong dan tertunduk lemas. Sabeni dan skull sebagai perwakilan hutan menerima para pelayat yang datang, sabeni kaget melihat begitu banyak pelayat yang hadir, mereka tidak takut lagi melihat skull dan pasukannya. Penghuni hutan yang ditakuti oleh distrik 3 selama ratusan tahun berubah menjadi sosok yang sangat dicintai oleh rakyat dan pasukan distrik 3 hanya karena ayahnya. Sabeni bisa melihat Era baru yang akan terjadi antara Distrik 3 dan penghuni hutan