Distrik The Guardian Angel

Distrik The Guardian Angel
Pelindung Kota Maharaja


__ADS_3

Gubernur wibowo mengumpulkan rakyatnya di aula kota maharaja berkata kepada rakyatnya “saudara-saudara ku hari ini kita telah berhasil mengalahkan para penyerang kita, berkat bersatunya rakyat dan prajurit untuk mempertahankan kehormatan kota maharaja. Besarnya jumlah pasukan distrik 10 tidak membuat kalian takut dan gentar, semoga kita bisa mempertahankan kehormatan kota maharaja dan distrik 3 yang kita cintai sampai ke anak cucu kita. Kita yang selalu di pandang sebagai distrik terlemah berhasil memukul serangan dari distrik 10 yang merupakan 5 distrik terkuat. Kemenangan ini kita bayar dengan sangat mahal, banyak dari teman-teman kita yang merenggang nyawa di medan perang dan banyak dari saudara-saudara kita para manusia Hu...maksud saya para roh alam yang berasal dari lembah kesunyian merenggang nyawa untuk membantu kita memenangkan pertempuran ini, dan salah satunya King Kong atau yang merupakan salah satu Dewan Tetua Hutan. Dia berkorban untuk mempertahankan pasukan kita yang sedang di gempur oleh pasukan utama distrik 10, dia rela mengorbankan nyawa untuk kita para manusia yang tidak di kenalnya, dia rela mengorbankan nyawa demi kita para perusak hutan. Saya berharap kita bisa melakukan kerjasama dan saling membantu layaknya kakak membantu adiknya.”


Rakyat dan prajurit distrik 3 bersorak setuju, setelah suasana menjadi lebih tenang wibowo melanjutkan pidatonya “dan Ratu kita tercinta Ratu Nana mengundurkan diri dari jabatannya dia akan mengikuti saudara roh alam kita ke lembah kesunyian dan aku tidak tahu untuk apa. Oleh karena itu banyak sekali perkerjaan yang harus kita lakukan saya mengharapkan kita tetap bersatu siapapun pemimpin distrik 3 dan kapanpun saudara-saudara kita dari lembah ke sunyian membutuhkan bantuan kita, kita harus membantu mereka. Tanpa kehadiran mereka tidak akan kemenangan di hari ini.” Semua rakyat dan prajurit mengulangi perkataan terakhir wibowo "tanpa kehadiran roh alam tidak akan ada kemenangan di hari ini.”


“Saya harap semoga panglima sabeni berkenan maju dan menyampaikan sesuatu untuk kita semua.” ucap Gubernur Wibowo. Kini semua mata tertuju kepada sabeni yang penampilan luarnya seperti pemuda berusia 25 tahun dengan rambut panjang ikal di kuncir. Dengan enggan sabeni naik ke podium.


sebelum sabeni mengeluarkan satu katapun, para pasukan hutan beramai-ramai berteriak “hidup panglima darah, hidup panglima darah.” Sabeni mengangkat tangannya meminta mereka untuk tenang.


Setelah mereka tenang sabeni berkata “ayah ku Kong hari ini telah gugur di medan perang dengan gagah berani, ingatlah dia di hari-hari sulit kalian, ingatlah kami semua yang menjadi debu dan kerangka di luar tembok ini untuk melindungi kalian. Hari ini aku sangat berduka atas kepergian ayah ku dan seluruh hutan menangis atas gugurnya Tetua kong, aku sabeni sebagai penjamin atas kalian dan distrik kalian bahwa apa yang telah di janjikan dan di katakan oleh ayah ku tidak akan berubah dan tetap akan di laksanakan.”


Sabeni mengambil 4 bibit pohon Ek (OAK) dan di berikan kepada wibowo, “tanamlah ini di sana di tempat Ayah ku berdiri membuat kalian bersatu untuk melawan pasukan distrik 10. Lalu gubernur wibowo meminta staffnya menggali tanah yang di tunjuk sabeni dan menanam pohon tersebut. setelah bibit pohon di tanam sabeni melanjutkan pidatonya. “Itu adalah empat pelindung suku betawe yang merupakan roh alam yang sangat tua yaitu bangsa melia rawatlah pohon itu agar tumbuh subur dan kalian semua ulangi perkataan ku, bangsa melia yang gagah bangkitalah dan bantulah kami mempertahankan kota kami atas nama sabeni suku betawe sang panglima darah kami memanggil kalian.”

__ADS_1


Lalu munculah 4 prajurit pohon dari bibit yang di tanam, mereka memukul-mukulkan senjata mereka ke tameng lalu melihat sabeni. mereka memberi salam sambil menunduk, “valar mogares panglima”


“valar mogures" jawab sabeni.


“prajurit pemberani kalian akan tinggal di kota ini sebagai penjaga kota ini dari ancaman apapun yang akan menghancurkan kota, bantu aku untuk mewujudkan impian Tetua kong yang gugur di medan peperangan.” Ucap sabeni sambil menahan kesedihannya ketia melihat jasad kong.


Bangsa melia yang mempunyai tinggi badan tiga meter bersujud dan menangis, “kami terima tugas kami sebagai tanda hormat kami kepada tetua kong, lantas siapa wakil mu di sini panglima yang bisa memanggil kami.”


Para rakyat dan prajurit distrik 3 kaget dan mereka berteriak terimakasih atas kebaikan panglima darah, setelah penduduk dan prajurit distrik 3 tenang kembali sambeni melanjutkan pidatonya.


“jika kalian ingin menjadi kuat kirimkanlah 100 orang pilihan ke lembah kesunyian, mereka akan di latih supaya menjadi kuat seperti yang kalian lihat orang-orang yang dulu terusir dan sekarang menjadi suku ku, jauh lebih kuat dari 3 orang jendral kalian, Nana akan kami bawa ke hutan dan kami akan mengembalikan manusia yang tersesat di lembah kesunyian sepanjang dia tidak merukasak hutan.”

__ADS_1


Semua orang mulai berbisik-bisik ingin mengikuti latihan di hutan, mereka mengetahui sewaktu-waktu bukan tidak mungkin Distrik 3 akan mendapatkan serang dari distrik lain.


Setelah selesai berpidato sabeni menemui nana dan berkata “sudah waktunya kita pergi,” “ iya aku akan ikut dengan mu tapi,” “tapi apa” tanya sabeni, “miya ingin tetap mengikuti ku dan tak mau terpisah dari ku.” “Sabeni menatap miya, dia wanita hebat ku rasa dia tidak akan menjadi beban.” Miya maju kedapan dan memeluk sabeni, pasukan hutan sontak memandangi wanita tersebut. “maaf panglima aku..aku terlalu senang karena kamu mengijinkan ku ikut dengan ratu nana” ucap miya. “oh ok, aku tidak keberatan dengan pelukan mu barusan atau mendapatkan pelukan mu di hari-hari yang akan datang. tapi jika kau ingin mengikuti nana ke lembah kesunyian hal pertama yang harus kamu lakukan berhenti memanggilnya ratu” jawab sabeni. “baiklah panglima sabeni” jawab miya, “satu lagi cukup pangil aku sabeni, kamu hanya boleh memanggil ku panglima ketika di medan perang, nah sekarang waktunya kita berangkat” jawab sabeni.


sabeni melihat kearah ocha dan reptil “ocha dan reptil aku tahu kalian ingin ikut dengan ku,”


“masa sih ?” kata ocha, “iyasss kamisss inginsss ikutsss” jawab reptil. “Sudah kuduga” jawab sabeni sambil tersenyum.


Dony lalu membuka portal dan masuklah seluruh pasukan hutan sambil membawa jasad kong ke dalam portal dan tokiya serta kinosita di paksa mengikuti mereka ke dalam portal, lalu ada anak kecil yang berlari mengejar sabeni dan meraih tangannya sambil membawa sebuah kertas dan memberikannya kepada sabeni. sabeni menepuk kepala anak itu, “siapa nama mu adik kecil ?"


"Nama ku ririn, suatu hari nanti aku akan menjadi gadis terkuat di distrik 3 ini.”

__ADS_1


Sabeni mencium kepala anak tersebut “baiklah kakak akan senang melihatnya, temui kakak di hutan lima tahun lagi setelah kau sudah cukup dewasa” lalu sabeni pergi sambil membawa kertas yang diberikan oleh anak tersebut.


__ADS_2