
Pemakaman di lakukan dengan khidmat, roh-roh pohon (dryad) datang menghadiri pemakan kong, mereka semua menangisi sosok yang begitu baik dan lembut serta murah hati.
Di atas pusaranya di buatlah batu yang memahat nama kong tanpa gelar raja dan tetua hutan sesuai permintaan kong.Tokiya yang melihat bahwa dia telah membuat seluruh hutan menangis dan alampun ikut menangis setelah pemakaman selesai hujan mengguyur seluruh hutan dan distrik 3 tapi tokiya terus berdiri di samping pusara kong.
Dia sangat menyesali tindakannya, Tetua Key yang melihat Tokiya berdiri di samping pusara meminta Sabeni membawa orang tersebut kepadanya. Tokiya segera menghadap Tetua Key dan Tetua Blawong, di samping Tokiya ada Nana,Mia,Ocha dan Reptil. “Mikagami dan pengawalnya majulah kedapan minumlah ini, aku khawatir iklim di sini akan melemahkan mu” ucap tetua key.
Tokiya meminum minuman yang menghangatkan tenggorokan dan perut mereka, “maaf Tetua boleh aku tahu apa nama minuman yang enak ini dan menghangatkan badan ku.” Ekspresi Tokiya seperti seorang anak kecil yang baru mengetahui hal baru.
“Ini adalah wedang jahe minuman ini di buat oleh juru masak suku betawe silahkan kau tanyakan nanti cara membuatnya kepada juru masak yang sering di panggil chief itu.”
‘Terima kasih tetua key” jawab tokiya, “tokiya mikagami aku memanggil mu ke sini karena kami ingin meluruskan beberapa hal.” Wajah Tetua Key yang cantik dan bersahabat kini berubah menjadi serius dan tanpa expresi.
“apakah itu tetua” tanya tokiya dengan wajah bingung.
“Pertama kami tidak membunuh mu dan kawan-kawan mu karena kami menghormati permintaan terakhir Tetua Kong, karena memang begitulah suratan takdir Tetua Kong yang memang akan menemui ajalnya di tangan mu. Begitu juga dengan kami berdua kelak akan menemui ajal kami, semua sudah kami ketahui. Tapi sebagai ganti kebaikanTetua Kong aku meminta seluruh pasukan mu meninggalkan distrik 3 tanpa peralatan perang dan jika pasukan mu yang masih bertahan yang menjaga pelabuhan hendak melawan distrik 3 akan ku kirim 3 suku hutan terkuat untuk memisahkan kepala pasukan mu dari tubuh mereka.” Setelah mengucapkan hal tersebut Tetua Key kembali memasang Wajah yang bersahabat.
“baik tetua saya akan menyuruh mereka untuk kembali ke distrik 10 dan jika mereka menolak saya sendiri yang akan membunuh mereka.” Kinosita kaget mendegar tokiya berkata seperti itu karena bukan rahasia umum Tokiya lebih mencintai Pasukannya daripada nyawanya sendiri.
“Kedua, aku tahu atas permintaan Bela kamu telah diberikan sesuatu yang sangat di cari-cari dan didambakan oleh manusia yaitu hidup yang tidak menua dan tidak terkena penyakit apapun. Tapi hal ini akan menjadikan mu sebagai manusia yang selalu di cari oleh manusia lain untuk di bedah dan diteliti oleh mereka, mereka ingin mengetahui keistimewaan mu dan mereka tidak peduli jika penelitian yang mereka harus mengambil nyawa mu.” Tetua Key menatap Tokiya tanpa berkedip sedikit dan menunggu jawaban dari mulut Tokiya..
“Tetua tidak perlu khawatir aku mengerti harus melakukan apa, setelah ini aku akan tetap mengabdi kepada kaisar sebagai pelindung kaisar di istana dan lima tahun dari sekarang aku dan sahabat ku kinosita akan meninggalkan istana dan menyepi di gunung Fuji sebagai petapa.” Jawab tokiya dengan tatapan penuh keyakinan di matanya
__ADS_1
“hmm baguslah jika kamu mengerti dan yang terakhir karena leluhur mu satu kali telah menyelamatkan bangsa primata maka jika kamu dan kami bertemu lagi di medan perang maka kami tidak akan mengmpuni mu karena hutang bangsa primata telah di bayar lunas pada hari ini.” Kali ini Tetua Key berbicara sambil mengeluarkan Aura Hitam yang pekat di sekitar tubuhnya.
Tokiya dan Kinosita sampai terkejut dan mengeluarkan keringat dingin, karena hawa yang dilepaskan oleh ketua Key membuat Tokiya dan Kinosita sangat dekat dengan kematian mereka. “sa..saya mengerti tetua dan sebisa mungkin saya tidak akan melakukan ekspedisi keluar distrik 10 dan seluruh keturunan mikagami tidak akan ada yang memusuhi atau memerangi roh alam manapun”ucap tokiya.
“anu...aku hanya ingin menambahkan begitupun dengan keturunan ku Tetua Key, tidak akan ada seorang hasiba yang akan memerangi roh alam” ucap kinosita sambil berusaha menenangkan dirinya.
“Baiklah jika begitu aku memegang janji kalian dan kapanpun kalian mau berkunjung ke lembah kesunyian pintu kami selalu terbuka karena kalian sudah menjadi keluarga besar kami.”
“Terima kasih tetua”jawab tokiya dan kinosita sambil mengelap keringat diwajah mereka.
“Hasian putuskanlah nasib mengenai ocha dan reptil mereka berasal dari suku navi gayo ucap” tetua key.
“mereka bisa menjadi anggota suku ku jika mereka mau” jawab sabeni enteng.
“ya selama kalian bersumpah setia kepada hutan dan para tetua hutan dan juga tidak membunuh mahluk yang tidak bersalah aku bersedia mengangkat kalian menjadi anggota suku ku dan kamu reptil akan kehilangan semua kata sss di belakang kalimat mu.” Sabeni lalu menaik turunkan kedua alisnya dan tersenyum.
Reptil langsung berseri-seri “akusss bersediasss mengikutiss aturanss panglimass danss membelass hutanss” jawab reptil.
“Bagaimana dengan mu ocha apakah kau masih dendam kepada ku atau kamu ingin pulang ke suku navi gayo dan jangan kira aku tidak mendegar kau mengatakan bahwa kau adalah suku betawe di saat kamu berduel dengan hanzo hatori pengawal tokiya mikagami.” Sabeni mengucapkan perkataan tersebut sambil memaikan golok berkepala serigalanya.
“Masa sih aku mengatakan seperti itu” jawab ocha. Reptil meyikut ocha, ocha mendengus ke reptil “huh, iya aku bersedia dan aku juga sudah lelah hidup sebagai pengawal orang lain jika disini aku bisa menjadi diri ku sendiri kenapa tidak.”
__ADS_1
“Baiklah klo begitu” ucap sabeni. lalu sabeni memberikan darahnya untuk di minum oleh Ocha dan Reptil.
Ocha dan Reptil meminum darah yang di berikan oleh sabeni, setelah keduanya meminum darah sabeni reptil terjatuh ketanah dan dia menjerit kesakitan. Ocha hendak menolongnya tapi dicegah oleh Sabeni, reptil terus berguling di tanah sambil memegangi wajahnya. Tokiya dan Kinosita yang melihat reaksi reptil saling berpandangan heran.
Setelah beberapa menit reptil tidak kesakitan lagi dan bisa bernafas dengan lega. Tiba-tiba Reptil memuntahkan darah berwarna Hitam pekat. hal pertama yang dilakukan Reptil adalah meraba wajahnya lalu dia membuka tutup kepalanya. Semua orang yang ada di dalam ruangan terkejut melihat wajah reptil hanya sabeni, Tetua Key dan Tetua Blawong yang terlihat biasa saja tanpa expresi.
“ba..bagaimana mungkin” tanya reptil sambil meraba wajahnya
Sabeni memberikan goloknya untuk digunakan repltil untuk melihat pantulan wajahnya. Reptil tersenyum malu melihat pantulan wajahnya sendiri. Reptil hendak bersujud kepada sabeni tapi sabeni segera menahannya.
“tenanglah kawan tidak perlu medramatisir keadaan” sabeni tertawa kecil sambil menepuk pundah reptil.
“Panglima aku yang selalu dikenal dengan manusia berwajah ular kini bisa memiliki wajah seperti manusia normal, eh tidak wajah ku sekarang diatas rata-rata wajah lelaki normal. Hanya dewa yang bisa melakukan hal ini” repltil terus menerus memandangi wajahnya di golok sabeni
Sabeni menjelaskan secara singkat kepada reptil bahwa pada dasarnya dia adalah rekayasa genetika yang dibuat oleh suku Navi Gayo dari perpaduan manusia dan berbagai jenis ular. Darah sabeni yang diminum oleh reptil telah menguatkan genetik manusia yang ada pada dirinya dan sekaligus membuang nafsu binatang repltil yang hanya bisa memakan mahluk hidup secara utuh.
“cobalah buah ini kawan” sabeni memberikan reptil sebuah jeruk hutan yang ada di dekatnya. Reptil awalnya ragu karena dia selalu muntah dan jatuh sakit ketika memakan selain mahluk hidup. Sabeni menaik turunkan alisnya sambil tersenyum, akhirnya reptil mengambil jeruk tersebut dan memasukannya kedalam mulut.
“wah ternyata aku benar-benar sembuh dan rasa jeruk ini sangat masam” reptil memakan jeruk tersebut dengan lahap sambil sesekali dia memejamkan matanya. Semua yang hadir tertawa melihat ekspresi reptil, sabeni jelas sedang mengerjainya karena sengaja memberikan jeruk yang masam kepada reptil. Tapi reptil tidak peduli sama sekali dia terus memakan jeruk tersebut dan tidak peduli dengan rasa asamnya.
“bagaimana kawan sekarang kau tidak perlu memakan mahluk hidup lagi dan tidak ada kata sss lagi di belakang kalimat mu tapi ludah mu masih sangat beracun dan tubuh mu masih kebal terhadap segala jenis racun. Maaf kawan, aku rasa kamu akan sulit mendapatkan pasangan hidup karena racun ada di ludah mu” sabeni berkata sambil menarik goloknya dan memasukan kedalam jubahnya
__ADS_1
Reptil berhenti memakan jeruknya dan memandangi sabeni “terima kasih Panglima, kondisi ku yang sekarang sudah lebih dari cukup untuk ku. Aku tidak pernah bermimpi bisa hidup normal seperti ini” reptil membungkuk memberikan hormat kepada sabeni