
Tetua Key melihat Nana dan Mia lalu berkata “Nana aku berhutang banyak kepada leluhur mu yang telah menyelamatkan ku dari perang saudara bangsa madagaskar dan mgnirim ku ke master wance. aku akan mengajari mu segala yang aku tahu dan mempersiapkan mu sebagai penyihir hutan yang akan melindungi hutan dan distrik 3.”
“ah benarkah itu tetua kamu mau mengajari ku sihir.” Jawab Nana penuh semangat
“Iya begitulah dan untuk mu Mia apa yang kau inginkan” tanya Tetua Key.
“Aku ingin belajar ilmu bela diri tangan kosong dan pengobatan” jawab Mia.
“Kenapa begitu ?"
"Teknik bela diri dan pengobatan sangat bertolak belakang” tanya Tetua Key heran.
“Karena ku rasa perang akan terus terjadi di sisa-sisa bumi ini sementara ahli pengobatan banyak yang mati terbunuh karena mereka tidak mampu melindungi diri mereka. Aku ingin mempunyai kekuatan dan ilmu untuk mengobati mereka yang sedang sakit dan sekarat” jawab Mia.
“Aku bisa mengajari mu kedua-duanya, tapi aku tidak mungkin mengangkat mu menjadi anggota suku ku karena itu menyalahi aturan” jawab Tetua Blawong.
Tetua Blawong dan Tetua Key menengok ke arah Sabeni.
“hah? oh ok baiklah aku bisa mengangkat Mia sebagai anggota suku betawe dan setelah itu Mia bisa belajar kepada tetua blawong bukan begitu.” jawab Sabeni sambil mengambil jeruk di depannya
Mia kesal melihat ekspresi sabeni, “panglima apakah aku sangat tidak berguna di mata mu sehingga ada nada keberetan di suara mu untuk mengangkat ku menjadi anggota suku mu.”
“Oh tidak juga, yah walaupun aku tahu ilmu bela diri mu cukup bagus tapi setelah kamu ku angkat menjadi anggota suku ku berarti kamu harus meninggalkan suku lama mu, itu saja yang mengganjal dipikiran ku” jawab sabeni.
“jika itu yang menjadi perhatian mu panglima aku menjamin Mia atas nama ku bahwa dia tidak akan mengkhinati mu dan suku mu” ucap Nana.
“Baiklah aku percaya” jawab Sabeni sambil terus memakan jeruknya .
Mia di berikan darah oleh sabeni sehingga sekarang dia resmi menjadi suku betawe.
“Hasian ingatkah kamu tentang 3 misi yang akan kuberikan kepada mu sebagai panglima darah” tanya tetua key.
__ADS_1
“Ya Tetua dua dari tiga misi itu telah aku jalani dan...” Sabeni tidak melanjutkan perkataannya.
“iya aku tahu hasian tapi untuk misi yang ketiga ini kamu hanya boleh di dampingi 3 orang tidak lebih dan tidak kurang.”
“akan ku cari ketiga pendamping ku itu” jawab sabeni.
“Tidak perlu mencarinya ketiganya hasian karena dua dari tiga itu sudah ada di dekat mu sekarang.”
“Maksud Tetua Reptil dan Ocha adalah dua orang dari tiga orang yang akan mendapingi ku.”
"Benar sekali hasian. Misi ini mungkin membutuhkan waktu lama dan misi ini cukup berbahaya.”
Lalu tetua key mentransmisikan ke seleruh penghuni hutan. “Aku Tetua Key akan mengutus Sabeni untuk menjalani misi untuk mencari asal usul dirinya yang akan menambah kekuatan kita tapi misi ini akan sangat berbahaya dan sabeni hanya di ijinkan untuk di temani oleh tiga orang dari penghuni hutan. Dua dari tiga orang tersebut sudah di tentukan mereka adalah anggota baru suku betawe, sisa satu orang yang harus di cari. Misi sabeni dan kelompoknya adalah mencari serigala di atas tanah yang berminyak dan di bawah sengatan matahari. sang serigala akan menuntun panglimanya sampai ke negeri tetangga dan membebaskan alfa dari kutukan.”
selesai Tetua Key berkata sebuah suara langsung menjawabnya.
“Panglima aku harap kehormatan ini akan diberikan kepada kami selaku pengawal suku Betawe. Kami suku manusia harimau siap mendampingi panglima sampai ke Neraka” ucap Sony
“hey gendut jangan membual, kalian tidak bisa berlari mendampingi kecepatan suku betawe dan panglima darah. Kalian hanya akan menjadi beban dalam misi ini, panglima biarkan aku bangsa goblin yang akan mendampingi panglima. Aku dan saudara Reptil sangat akrab walaupun dia sudah berubah kuyakin kami akan cocok di dalam perjalanan dan memastikan setiap hidangan yang panglima makan tidak mengandung racun, bukankah itu benar saudara ku reptil” ucap Azam pemimpin bangsa goblin
“diam kau penjilat cebol, apa kamu meminta panglima berjalan kaki selama melakukan misi ini. Panglima pilih saja aku atau salah satu bangsa orc, kami akan membawa panglima dan dua anggota suku betawe di atas punggung kami. Tidak akan ada satu musuh yang berani menghampiri panglima terutama jika memilih ku dalam misi ini, kami memiliki otot yang kuat dan bisa diandalkan” ucap Boncel pemimpin bangsa Orc
“hey otak udang, kalian memang memiliki otot yang kuat tapi sayangnya ketika dewa membagi-bagikan otak kalian tidak hadir sehingga isi kepala kalian hanya urat dan otot tanpa otak. Panglima jangan gunakan bangsa orc untuk menemani perjalanan panglima. Ijinkan kami kaum peri bertelinga lancip mendampingi panglima dengan keceradasan dan kemahiran kami menggunakan senjata kami akan sangat berguna dalam dalam perjalan panglima” ucap Frederik pemimpin suku peri bertelinga lancip
“eh maaf mengganggu para senior, bolehkah kami sebagai kaum muda mengikuti misi ini. Kami ingin melihat dunia yang luas dan mencari pengalaman baru” ucap Tyson sang Cylop
“kalian berisik sekali membuat panglima sakit kepala, sudah cukup biarkan panglima memilih walaupun aku tahu pasti panglima akan memilih bangsa drawt karena kami bisa membuat apa saja dengan cepat. Hahahahahaha” ucap Luky pemimpin bangsa drawt
“apakah ada yang bisa berpergian kesuatu tempat melebih kecepatan jurus ku dan mengusai sihir sehebat Tetua Key selain diri ku” tanya Dony
Suasana menjadi hening dan sabeni yang dari tadi mendengarkan pendapat para tetua Suku sedang memijat keningnya. Sabeni sepertinya terserang sakit kepala yang hebat mendengar ocehan para tetua suku.
__ADS_1
“kak sebaiknya kau memilih Dony untuk menemani mu menjalankan misi ini, karena dia adalah penyihir hebat kedua yang hutan ini miliki” ucap skull
“hahahaha terima kasih pangeran skull atas pujiannya, tapi aku tidak pernah menyatakan diri ku adalah penyihir terkuat nomor dua” ucap dony
“menurut ku memang pilihan yang bijak bagi panglima untuk mengajak Dony karena selain kami hanya dony yang mampu berpindah ke lokasi lain secara cepat dan efisien” ucap junior
“hohohoho, satu lagi dukangan buat ku dari suku centaurus” ucap dony
Sabeni terus memijat keningnya dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Dia merasa bisa menimbulkan perang saudara jika dia salah mengambil keputusan. Para Ketua suku saling mencela dan mematahkan pendapat Ketua suku yang lainnya dan mereka saling mengancam membuat suasana rapat tidak kondusif.
Ternyata para penghuni hutan hanya bersatu jika mendengar nama Sabeni dan mereka menjadi fanatik. Penghuni hutan memang menghormati Dewan Tetua Hutan tapi akhir-akhir ini akibat kekuatan yang dia miliki sepertinyna mereka akan menunjuk sabeni untuk mengantikan posisi kong. hal ini membuat sabeni semakin sakit kepala, sementara Tokiya dan yang lainnya sangat terkejut karena mereka baru mengikuti rapat Dewan Tetua Hutan.
Suara-suara yang mereka dengar sangat jelas seolah-olah orang bicara ada di samping mereka.
Tetua Blawong dan Tetua Key saling berpandangan lalu mereka melihat kearah Sabeni, secara serempak kedua Tetua tertawa bersamaan. Sabeni yang melihat kedua mahluk tersebut jarang tertawa langsung mengerutkan keningnya.
Sabeni bertanya di dalam hati apakah ini beban yang harus ditanggung oleh seorang pemimpin. “baiklah aku sudah memutuskan aku akan menjalani misi ini ditemani oleh Ocha, Reptil dari suku ku dan juga Dony sang iblis kegelapan jika ada yang ingin terus mengancam dan menimbulkan keributan, atas izin Tetua Hutan akan aku perangi kalian. Apakah ada yang keberatan?” tanya sabeni sambil memancarkan tenaga dalam yang luar biasa tanpa dia sadari.
Semua ketua suku hanya menjawab “kami dengar dan kami patuh”
Seketika itu munculah dony di samping sabeni sambil tersenyum lebar penuh kemenangan.
“sobat jika penampilan mu seperti ini aku takut kita akan menarik perhatian yang tidak perlu bisakah kamu berubah lebih kemanusia-manusian” tanya sabeni
“permintaan yang sangat sederhana aku akan memakai wujud manusia normal jika bertemu dengan manusia dan jika tidak ada manusia aku cukup menggunakan pakaian ini” jawab dony
Dony merubah pakaiannya menjadi serba hitam dan dia menggunakan topi yang memiliki cadar disekililingnya. Tangan tengkoraknya ditutupi oleh sarung tangan dan sepatu penyihirnya berganti menjadi sepatu kets untuk joging.
Sabeni hanya menggelengkan kepalanya tapi tidak memprotes tindakan dony. Tetua Key dan Tetua Blawong saling berpandangan lagi dan kali ini mereka menganggukan kepala mereka sambil tersenyum.
**
__ADS_1
Mohon maaf kepada para pembaca setia Distrik Chapter The Guardian Angel, kerjaan sangat menyita perhatian saya. Oleh karena itu saya baru bisa menyelesaikan tulisan saya. Semoga kedepannya saya bisa lebih meluangkan waktu untuk menulis Novel Distrik dan semoga ide-ide besar yang sudah saya tulis bisa saya kembangkan. Mohon untuk teman-teman yang suka dengan novel Distrik memberikan dukungan berupa like dan Vote nya, karena itu akan meng-up karya penulis sehingga Novel ini bisa dapat lebih banyak pembaca.