
Dony hanya terdiam setelah mendengar cerita Hasan, dia tidak pernah menyangka kemaharan dan kebenciannya kepada manusia ribuan tahun lalu menyebabkan para manusia menjadi pasukan Arwah seperti Hasan.
Dony membayangkan ribuan tahun hidup menjadi hantu dengan ingatan yang utuh dan tak terhapus dan mereka kini harus mengabdi pada Dony yang telah membunuh mereka. Menjadi arwah yang terikat pada satu tempat dan tidak bisa bergerak bebas sama saja seperti burung dalam sangkar yang hanya bisa memandangi keindahan dunia dari dalam sangkarnya.
Lama sekali Dony memejamkan matanya, tampak jelas raut penyesalan di wajahnya. Dony membuka matanya dan mencoba menghitung Arwah di sekitarnya, karena dia lelah menghitung dia berasumsi arwah di rumah tua ini mencapai ratusan dan berkumpulnya arwah sebanyak itu membuat suasana rumah tua ini begitu angker dan mempunyai suhu yang sangat dingin.
“raja ku, kami tidak masalah dengan wujud ini. Awalnya kami sangat marah dan kesal setelah menjadi seperti ini. Setelah kami terbunuh di lembah kesunyian arwah kami kembali ketempat rumah kami masing-masing.” Hasan berkata karena melihat penyesalan Dony.
“Saudara ku sabeni boleh aku meminta rokok mu” dony berucap dengan suara yang bergetar dia tidak menyangka aura dan nafsu iblisnya masih tersisa setelah sekian lama mengikuti gurunya.
Dony mengambil rokok yang diberikan oleh sabeni lalu duduk di samping Hasan, ketika dia hendak membakar rokok tersebut dia lupa tidak meminjam korek sabeni. Dony menjentikan jarinya lalu timbul api berwarna ungu, walaupun apinya sangat kecil tapi hawa panas yang dikeluarkan sungguh luar biasa.
__ADS_1
“hey iblis tua, apakah kau harus menggunakan Api Neraka untuk membakar sebatang rokok” Ocha mencoba menghibur Dony dengan mulut tajamnya.
“hmm tadinya aku ingin kamu membuatkan api untuk ku, tapi setelah ku pikir nanti api mu akan lari ketakutan ketika kudekatkan dengan rokok ku ini” jawab Dony santai sambil menghembuskan asap rokoknya kearah Ocha.
“dasar Iblis tua yang tidak memiliki hati”
“hahahaha dasar perawan tua yang tidak laku-laku”
“kau...!” ocha melotot mendengar ejekan dony.
“awalnya kami sangat sedih dan marah ketika mengetahui bahwa keluarga kami semua harus kehilangan kepala keluarga. Kami mencoba berkomunikasi dengan mereka namun yang ada mereka menjadi ketakutan karena mereka tidak bisa melihat kami. Kami hanya menimbulkan suara-suara aneh dan kemaharan kami membuat benda-benda di sekitar kami pecah atau terjatuh” hasan memejamkan matanya ketika dia bercerita, dia mengingat betapa sulitnya menerima kenyataan bahwa dirinya telah meninggal.
__ADS_1
Seluruh pasukan Arwah di sekitarnya juga terdiam ketika hasan bercerita mereka semua teringat pertama kali menjadi arwah penasaran dan tidak bisa menerima kenyataan bahwa mereka telah gugur di lembah kesunyian. Mereka hanya bisa menatap dan menyaksikan orang-orang yang mereka cintai menjalankan kehidupan sehari-hari.
“akhirnya kami hanya menatap dan menemani orang tua atau istri dan anak kami dengan cara memandangnya tanpa bisa menyentuh ataupun memeluknya. Sampai beberapa tahun kemudian tersebar kabar bahwa seluruh pasukan yang menyerang lembah kesunyian telah binasa tidak ada satupun yang selamat. Orang tua, saudara, istri dan anak kami menangis mendengar kabar tersebut. termasuk anak ku yang waktu itu berumur tiga belas tahun. Dia menghimpun dan mengajak para keluarga yang ditinggalkan untuk bersatu dan menyerang lembah kesunyian” hasan berhenti bercerita wajahnya terlihat sangat murung ketika menceritakan kembali masa lalunya.
Ocha dan Reptil mendengarkan cerita hasan dengan ekspresi sedih, mereka membayangkan menjadi arwah seperti mereka yang hanya bisa melihat orang-orang yang mereka cintai tanpa bisa menyentuh dan melindungi mereka ketika orang-orang yang mereka cintai dalam keadaan susah ataupun dalam keadaan bahaya. Rasanya tidak ada kutukan yang lebih kejam dari pada menjadi arwah yang memiliki ingatan penuh dan kembali kepada keluarga yang mereka tinggalkan.
Dony yang mendengarkan cerita hasan hanya bisa menggelengkan kepalanya, ternyata memang umat manusia tidak pernah belajar dari kesalahan para pendahulunya.
Bagaimana mungkin anak-anak mereka bisa membalaskan dendam sendagkan ratusan ribu pasukan gabungan dari seluruh distrik saja dapat di hancurkan oleh dony dan key dalam satu hari.
“yah memang benar apa yang raja ku pikirkan, kami para manusia tidak pernah belajar dari kesalahan para leluhur kami. Setelah kami terbiasa dengan wujud ini kami menyadari bahwa kutukan yang kami terima ini adalah akibat keegoisan diri kami. Jika kami tidak memutuskan untuk menyerang lembah kesunyian tentunya kami tidak akan seperti ini, lagi pula raja ku sudah tidak pernah mengganggu umat manusia setelah menjadi murid petapa sakti. Mulai dari sinilah kami mengerti akan artinya hidup berdampingan dengan mahluk selain manusia.” Hasan menghela nafas panjang dan sesekali arwah di sekitarnya membawakan bolah roh kedalam tubuh hasan membuat wujud Abstralnya semakin stabil.
__ADS_1
“lalu bagaimana akhirnya dari pergerakan anak mu itu” tanya dony sambil menghisap habis rokok ditangannya.
“tiga hari setelah pengumuman perang tersebut entah kekuatan dari mana yang kami dapatkan, kami bisa masuk kedalam mimpi orang-orang yang kami cintai. Kami menceritakan tentang kesalahan kami menyerang lembah kesunyian yang tidak pernah mengusik kedamaian kami. Kami meminta kepada orang-orang yang kami cintai untuk tidak mengulangi kesalah kami dan belajar hidup berdampingan dengan mahluk selain manusia. Komunikasi pertama kami hanya di anggap sebagai bunga tidur, kami terus mencoba berkomunikasi lewat mimpi selama tiga hari berturut-turut sampai akhirnya orang-orang yang kami cintai mengerti pesan yang ingin kami sampaikan dan akhirnya anak ku membatalkan seruan perangnya” hasan menarik nafas panjang setelah menyelesaikan ceritanya