
Setelah selesai meminum kopinya Mia dan kawan-kawannya pamit kepada Alex dan pasukannya, lalu seperti janjinya dia menunggu rombongan berikutnya di gerbang. Ke esokan harinya bagas dan rombongan tak kunjung datang, Alex mulai Resah, sementara itu informan yang bertugas memantau gerbang melaporkan kepada Alex bahwa tidak ada tanda-tanda bagas dan rombongannya. Pengintai tersebut mengatakan hanya ada 3 orang yang berkuda sedang menuju ke sini dan sepertinya dia salah seorang anggota pasukan garuda hitam yang membawa keluarganya, setelah itu datang lagi kepada alex laporan yang sama tapi bukan bagas yang hadir.
Lalu alex memerintahkan 10 orang pasukannya untuk bersembunyi dan menunggu bagas serta rombongan yang lain, ketika aku dan pasukan inti berangkat ketitik pertemuan tunggulah dan kumpulkan sisa-sisa pasukan dan anggota keluarga yang tertinggal. Tunggulah 2 hari lebih lama supaya kalian tidak bertemu dengan pasukan pengejar. Lalu ambil rute memutar ke titik pertemuan apa kalian mengerti tugas kalian. Siap kami mengerti jawab kesepuluh orang tersebut dan mereka pun pergi. Ketika rombongan terakhir sampai Alex melanjutkan perjalanan ke dalam hutan.
Sementara itu Jendral Ryan ternyata tiba lebih cepat dari perkiraan Miya ke gerbang perbatasan. Jendral Ryan dan pasukannya terus berjalan mengejar Alex dan kawan-kawan. 6 jam setelah jendral riyan melewati gerbang perbatasan bagas dan 30 orang anggota pasukan garuda hitam tiba di gerbang tapi di larang melewati gerbang oleh penjaga. Mia pun menemui penjaga dan memperlihatkan segel sang Ratu. Lalu mia menghampiri Bagas, Bagas kamu membawa kakek dan neneknya Alex? Siap Letnan saya membawa mereka di dalam rombongan ini jawab bagas sambil menggendong anaknya.
Mia melihat anak tersebut lalu tersenyum, pergilah saudara ku semoga kalian dapat mengejar Alex dan kawan-kawan. Aku hanya bisa membantu kalian sampai di sini. Bagas dan Rombongan pun melewati gerbang perbatasan tanpa hambatan.
Di sebelah utara distrik 3 ada hutan yang di sebut dengan sebutan lembah kesunyian, hutan tersebut adalah hutan hasil rekayasa genetik yang dibuat oleh orang-orang terdahulu untuk pertahanan ketika perang pecah di wilayah tersebut. penampilan hutan tersebut sebagaiamana hutan pada umumnya tidak ada yang berbeda, akan tetapi ada tumbuhan hidup yang dapat bergerak dan memakan semua mahluk hidup yang ada dan di lembah tersebut hidup binatang-binatang yang tingginya bisa mencapai 3-4 meter yang akan menerkam semua makhluk yang bergerak.
Ryan sangat kesal di perintahkan oleh Nana untuk mengejar para pemberontak (alex dan kawan-kawan) kedalam lembah kesunyian karena dia tahu, tidak pernah ada satu orang pun yang bisa kembali hidup-hidup dari lembah tersebut sejak 800 tahun yang lalu. Namun karena dia takut oleh pemimpinnya yang mampu merubah manusia menjadi kelinci dengan sangat terpaksa dia dan pasukannya memasuki lembah tersebut. sementara itu pasukan Ryan sudah mengeluarkan keringat dingin dan saling berbisik satu sama lain mana mungkin ada manusia yang bisa hidup di dalam lembah ini.
Melihat kondisi moral anak buahnya yang mulai menurun ryan pun memerintahkan pasukannya untuk beristirahat di depan lembah. Sambil berteriak dia memerintahkan anak buahnya untuk mendirikan tenda. Ryan berkata ah betapa sialnya saya harus melakukan pengejaran sampai ke lembah terkutuk ini.
__ADS_1
Keesokan harinya setelah sang mentari terbit ryan memerintahkan pasukannya untuk bergerak menyusuri lembah, setelah berjalan selama 2 jam mereka tidak menemukan jejak apapun, lembah kesunyian dipenuhi oleh pohon-pohon yang rimbun dan sangat lebat sehingga membuat cahaya matahari tidak bisa menembus kedalam lembah tersebut dan orang yang di dalamnya bingung menentukan arah karena semua kompas menjadi tidak berfungsi di dalam hutan tersebut.
ketika riyan dan pasukannya di landa kebingungan tiba-tiba seorang prajurit yang berada di barisan belakang tertarik ke dalam hutan. Sambil berusaha untuk melepaskan diri prajurit tersebut berteriak meminta tolong, komandan regu baris belakang sontak memerintahkan pasukannya untuk mengejar prajurit tersebut. seperti di telan oleh bumi, seketika jejak dan suara prajurit yang hilang tersebut tidak lagi dapat terditeksi. Akhirnya ryan memutuskan untuk menghentikan pencarian terhadap prajurit tersebut.
moral pasukan ryan semakin menurun setelah kejadian tersebut. ketika ryan dan pasukannya sedang berjalan mereka di hadapkan oleh 2 pilihan jalan dan masing-masing jalan tersebut memiliki jejak yang samar-samar. Ryan berfikir keras untuk mengambil keputusan, sambil termenung dia melihat kearah pasukannya. Lalu dia berkata hey pasukan siapa itu yang datang menyusul, dia melihat sesuatu yang berkelompok berjalan mendekati pasukannya.
Ketika kelompok itu mendekat barulah dia sadar bahwa kawanan itu adalah kawanan kera raksasa setinggi 2meter. Kera kera tersebut sontak langsung menyerang pasukan ryan yang ada di belakang. Hal ini menimbulkan kepanikan secara masal, sekumpulan kera mencabik-cabik pasukan riyan dan memakan anggota tubuh pasukannya.
10 ekor kera naik ke atas pohon dan 5ekor kera mencoba membongkar formasi pasukan ryan. Komandan pleton tersenyum puas mereka mengira 10 ekor kera tersebut takut oleh tindakan mereka. Sementara 5 kera yang berada di bawah telah mendapatkan luka tusuk di sekujur tubuh mereka dan mengeluarkan banyak darah. Tiba-tiba saja dari arah tengah-tengah pasukan berjatuhan dahan-dahan pohon yang sangat besar. Banyak pasukan ryan yang tertindih oleh dahan-dahan pohon tersebut. pasukan ryan yang tadi berada di atas angin kembali menjadi panik.
Sementara 5 ekor kera yang berada di baris belakang mulai berhasil memecahkan formasi bertahan pasukannya. Para komandan pleton mulai meneriaki anggotanya untuk tetap mempertahankan formasi sedangkan pasukan tengah masih dihujani dengan batang-batang pohon sehingga membuat pasukan tengah sulit untuk menggantikan pasukan belakang yang mulai berguguran terkena pukulan oleh kera-kera raksasa.
Melihat hal ini ryan berdecak kesal, cih dasar monyet gunung. Lalu ryan berlari kearah belakang pasukannya sambil didampingi oleh pasukan elitenya yang berjumlah 10 orang. Ketika ryan sampai di pasukan garis tengah tiba-tiba kera raksasa yang memiliki bulu berwarna hitam pekat datang menghadang. Sambil berteriak hahahaha, kera itu menunjuk ryan yang menggunakan jubah berwarna hitam yang berjumbai emas. pasukan pengawal ryan langsung bergerak menghalangi kera tersebut.
__ADS_1
2 orang pengawal ryan dan pasukan yang lain berusaha mengepung kera hitam tersebut sambil mencoba melukai kera tersebut. tapi kera hitam tersebut menepis semua tombak yang diarahkan kepadanya seperti menepis sebuah lidi. Lalu 2 orang pengawal ryan berhasil masuk kedalam daerah pertahanan dari kera tersebut dan tanpa pikir panjang mereka menyabetkan pedang mereka ke tubuh kera tersebut. kera tersebut pun terluka dan berteriak kesakitan. Pasukan ryan akhirnya mengepung kera tersebut dan hendak membunuhnya.
Tapi tiba-tiba saja 3 ekor kera melompat kearah 2 orang pengawal ryan dan memukulnya dengan batang pohon. Tak ayal serangan itu membuat 2 pengawal ryan terpelanting keatas lalu jatuh ke tanah di sertai bunyi tulang patah “kraaaak” yang sangat menyakitkan. 2 pengawal ryan pun seketika merenggang nyawa. 1 ekor kera menarik temannya yang terluka keatas pohon dan 2 ekor kera yang lain memukuli prajurit yang berusaha mengepung mereka. Meski terbilang ukuran mereka besar tapi gerakan kera-kera tersebut sangat lincah seolah-olah mereka menguasai teknik bela diri.
Dalam sekejap banyak pasukan riyan yang merenggang nyawa menghadapi serangan 2 ekor kera tersebut dan mereka tidak berhasil melukai kera-kera itu. sementara itu di barisan belakang 5 ekor kera tersebut telah berhasil di tumbangkan dan pasukan garis belakang mencoba untuk melaju ke bagian tengah yang masih di serang oleh bongkahan batang pohon. Dalam situasi tersebut 3 orang pengawal ryan berlari menghampiri 3 kera yang mengacaukan formasi pasukan. Mereka mencoba menusuk dengan pedang berbentuk lengkung ke kaki kera-kera tersebut. tetapi di luar dugaan kera-kera tersebut sangat lincah dan agresif.
Melihat hal itu ryan semakin emosi karena melihat banyak pasukannya yang tumbang, seketika itu juga ryan mengambil tombak panjang dari pasukannya dan melemparkan kearah kera yang sedang menarik kera hitam kearah pohon. Serangan tombak tersebut tempat mengenai punggung kera dan menembus badannya sehingga kera tersebut mati seketika dan terjatuh dari atas pohon. Ryan berteriak tangkap kera hitam yang teluka itu dan masukan kedalam kurungan. 3 ekor kera yang berada di bawah melihat temannya mati mengaung dan memamerkan gigi taring mereka yang sangat lancip dan tajam.
Mereka langsung menyerang kearah ryan dan menghiraukan 3 orang pengawal ryan yang menghalangi mereka. Hal tersebut membuat 3 orang pengawal ryan memiliki keuntungan untuk menyerang titik vital kera-kera tersebut dari belakang. Ketika pedang-pedang pengawal ryan sudah sangat dekat dengan tubuh kera yang mencoba menyerang ryan, munculah se-ekor kera yang lebih tinggi dari kera-kera yang lainnya, kera tersebut memiliki bulu kemasan, kera emas itu menghalangi 3 serangan pengawal riyan secara sekaligus dan berhasil mematahkan leher seorang pengawal ryan yang berada didekatnya. kaki kanan kera tersebut menginjak kepala 2 orang prajurit ryan. Seketika itu pula 3 ekor kera yang menyerang ryan sudah berada di depan ryan.
Ryan hanya tersenyum ketika menghadapi serang brutal dari ketiga ekor kera tersebut, ryan mengejek 3 ekor kera tersebut, hey apa yang kalian pukul moyet gunung……dasar lambat. Seketika itu juga ryan berhasil menancapkan pedangnya kepada kera yang berada disebelah kirinya. Kera itu pun jatuh tersungkur. Melihat itu kawanan kera yang berada di atas pohon sontak turun ke bawah dan menghabisi pasukan ryan. Ryan berkata wah…wah…ternyata monyet gunung ini memiliki tingkat kesetia kawanan yang sangat tinggi, hal yang sangat langka bahkan untuk seorang manusia sekalipun.
Pasukan ryan yang berada di sekitar kera-kera yang turun tersebut sontak menjadi korban keganasan para kera-kera tersebut, dan entah dari mana datangnya kera-kera raksasa semakin banyak berdatangan kearah pasukan ryan, hal ini membuat pasukan ryan sangat kerepotan dalam menghalau serang-serangan brutal dari kera-kera raksasa tersebut. ketika 2 ekor kera raksasa yang berada di dekat ryan akan menyerang seketika itu pula kera raksasa berbulu emas sudah melompat kedekat ryan dan berkata seolah-olah seperti anak kecil yang sedang belajar berbicara kaaauuuuu….maaatttiiiii dan langsung melancarkan pukulan kearah wajah ryan.
__ADS_1