
"Liaa bangun, nanti kamu terlambat ke acara perpisahan muu, cepatt bangunn..."
Teriak mama lia di depan pintu kamar Lia.
"Huaaahh, oke mah." jawab Lia sambil menguap
*****
Lia bergegas ke kamar mandi dan mengenakan seragam perpisahan yang telah di persiapkan sekolah khusus untuk acara kelulusan SMP.
Lia membuka pintu kamar dan menunjukkan diri kepada mamanya.
"Maa, liat dong Lia cantikkan?" tanya Lia dengan bergaya
"Iyaa sayangg, kamu cantikk kok gih sana sarapan, cepat nanti kamu terlambatt"
ujar mama sambil mengelus kepala Lia
Lia pergi ke dapur dan langsung sarapan.
setelah sarapan lia langsung bergeras berangkat sekolah pergi ke persimpangan depan untuk menunggu bus sekolah.
Tak lama kemudian bus sekolah datang dan supir bus menyapa Lia dengan ramah.
"Pagii non, wahh non Lia cantik banget hari ini" puji supir bus kepada Lia.
"Pagi juga pakk, iya dongg kan hari ini hari perpisahan lia di SMP" jawab Lia sambil naik ke dalam bus.
Lia selalu duduk di tempat duduk biasa yang ia pilih. Anehnya, tempat duduk sebelahnya masih kosong. biasanya ada Leah, sahabatnya yang duduk di sebelahnya.
Lia sempat bingung, kenapa Leah tidak ada. biasanya Leah selalu lebih pagi dari pada Lia.
"Pakk, Leah di mana? tumben gak ikut bus hari ini?" tanya lia kepada supir bus.
"Ohh non Leah, hari ini kebetulan non Leah kesiangan. Mamanya bilang dia ikut papanya saja, jadi bapak lanjutkan langsung jemput yang lainnya." jelas pak supir
"Ohh begitu, baiklah pak kalau begitu." ujar Lia.
Lia mengeluarkan Ponsel dan mencolokan headset di telinganya sambil menengarkan lagu.
saat sedang di bus, Lia suka mendengarkan lagu agar perjalanan ke sekolah tidak terasa berlangsung lama.
Tidak lama, bus berhenti di persimpangan selanjutnya untuk menjemput anak lainnya.
Sejenak, Lia sempat tidak memperhatikan pemberhentian bus. Namun tidak lama kemudian ia terkejut karena seorang lelaki yang menghampirinya dan duduk di bangku sebelahnya.
Awalnya Lia menyangka itu adalah teman kelas lain. Ternyata itu adalah teman kelasnya yang sekian lama ia sukai.
Namanya adalah Andra seorang lelaki tinggi, gagah, berkulit putih, cuek, dingin, dan menjadi idaman para wanita di kelas.
"Kenapa hari ini dia bisa duduk di sampingku, padahal dia kan selalu duduk di belakang selama ini. Anehh!" kata Lia dalam hati.
Supir bus melanjutkan perjalanan menuju sekolah.
__ADS_1
Hari sudah pukul 06.30 am.
Lia sangat tidak sabar ingin bertemu dengan teman teman dan segera merayakan perpisahan mereka.
Sambil mendengarkan lagu, ia melihat ke arah jendela sambil menikmati pemandangan di kota Bangka pada pagi hari.
"BRAAKKKKK!" Bus berhenti tiba tiba.
Kepala lia sempat mengenai kursi depan karna bus yang berhenti mendadak.
"Ada apa ini pakkk, kenapa berhenti tiba tiba"
ujar anak lain dengan nada marah.
"Iya nih, kepala gue jadi sakitt kena kursi depan" sambung yang lainnya.
"Maaf anak-anak, bapak melihat tadi ada kucing di depan jadi bapak berhenti mendadak." kata pak supir.
"Ya sudah, lanjut saja pak tidak perlu di permasalahkan." Ujar Lia menenangkan keadaan.
Tiba tiba, Andra menanyakan kepala Lia setelah kejadian tadi.
"Kepalamu tidak sakit?" tanya Andra.
Lia sempat bingung apakah ini nyata atau tidak karena pertama kalinya Andra mengucapkan kalimat kepada Lia selama tiga tahun satu kelas dengannya.
"**..ti..dak" jawab Lia sambil gugup karena agak terkejut.
Lia semakin bingung dan terkejut dengan pertanyaan Andra.
Anehnya, anak yang terkenal cuek itu pagi hari ini mengucapkan kalimat percakapan kepada Lia.
"Ha, kalo aku masuk SMK. kalau kamu?"
tanya Lia kembali.
"Oh, kalo aku masuk SMK juga, nanti Daftar di mana?" Tanya Andra
"Rencananya aku akan daftar si SMK Favorite."
jawab Lia agak gugup.
"Oh ya? Kalau begitu kita sama." Kata Andra
Lia hanya tersenyum dan sedikit terkejut karena tujuan sekolah selanjut mereka sama.
Pagi hari itu, Lia sudah berkeringat karena gugup berada di dekat Andra. Apalagi sempat berbincang bincang dengannya. Jantung Lia berdebar dengan kencang. Lia mencoba untuk menenangkan dirinya dengan lebih fokus mendengar lagu dan mengabaikan Andra yang berada di sampingnya.
"Sudah sampai, ayo semuanya turun."
kata pak supir dan meberhentikan bus.
semua murid rebutan untuk turun begitu juga dengan Lia. Ketika turun dari bus Lia di senggol oleh anak lainnya sehingga ia mengenai Andra dengan tidak sengaja.
__ADS_1
Lia tetap berusaha untuk tenang agar tidak terjadi salah tingkah di hadapan Andra. Lia mencoba untuk menghindari Andra.
Dengan cepat Lia pun segera pergi ke kelas.
"Liaaaa..." jerit Leah memanggil sambil menghampiri Lia.
"Ahh, Leaah kamu ini kenapa bisa kesiangan, ga ada kamu di bus aku kesepian tau:(("
Jawab Lia agak ngambek.
"Hahahha, kamu ini. semalam aku ga sengaja begadang jadi bangunnya agak siang. heheh maaf yaa :)" Jelas Leah.
"Ya sudah deh, ayo pergi ke kelas" ajak Lia
"Ayo" balas Leah
*****
Lia dan Leah pergi ke kelas dan menyapa teman teman lainnya.
Tidak terasa hari sudah tepat pukul 08.30 am.
Tiba saatnya untuk mereka merayakan acara perpisahan sekolah bersama guru guru mereka.
Setiap kelas 9 mengadakan persembahan sebagai kenangan untuk sekolah. Sedangkan kelas 7 dan 8 sebagian sibuk mempersiapkan acara sebagai panitia, dan sebagiannya lagi sebagai penonton acara.
Mereka menyaksikan persembahan setiap kelas.
Kelas Lia mempersembahkan sebuah lagu perpisahan yang di wakilkan satu orang yaitu Leondra teman kelas Lia yang di kenal sebagai sosok murid dengan suara yang bagus saat bernyanyi.
Leondra cukup populer di SMP.
Ia pernah memenangkan lomba menyanyi dengan membawa nama sekolah.
Setelah menyaksikan berbagai persembahan acara, mereka di panggil satu persatu oleh wali kelas masing masing dan menyerahkan kalung perpisahan sebagai Cendramata atau kenangan dari SMP.
Kemudian, mereka makan bersama dan bersalaman dengan guru dan teman masing masing.
Setelah itu mereka akan pulang dan menunggu bus lagi.
Selanjutnya mereka akan melanjutkan sekolah lagi dengan pilihan masing masing.
Setelah ini mereka akan menjadi siswa di sekolah lain dan menjadi reuni sekolah ini.
Guru guru sempat terharu ketika meluluskan murid murid mereka. Ada banyak cerita dan kenangan selama 3 tahun yang mereka lalui bersama.
Tidak lupa mereka juga mengambil foto bersama dengan wali kelas masing masing.
Lia menempelkan foto itu di dinding kamarnya.
"Selamanya ini akan menjadi momen yang paling menyenangkan selama masa SMP ku." Ujar Lia dalam hati ketika menempelkan foto itu di dinding sambil tersenyum.
*****
__ADS_1