Ditakdirkan Bersama

Ditakdirkan Bersama
Sebuah kertas masalah.


__ADS_3

"Aku pulang ma..." sapa Lia kepada mamanya saat pulang sekolah.


"Ah.. anak mama sudah pulang" sambut mama Lia kepada Lia.


"Lohh, kenapa wajahnya lesu sayang? kamu nggak enak badan ya? mama bawa ke dokter ya malam ini?" tanya mama Lia dengan penuh perhatian.


"Ahh, nggak ma... hanya saja Lia mengalami sedikit kesulitan saat di sekolah." jelas Lia.


"Sini duduk dulu, coba ceritakan kepada mama apa yang terjadi di sekolah..." kata mama Lia sambil mengajak Lia duduk di sofa.


Detik demi detik dan menit demi menit berlalu. Akhirnya Lia menceritakan apa yang terjadi padanya sedari SD hingga SMK. Dia juga menceritakan tentang sikap Fransiska yang selalu menyinggungnya setiap saat.


"Aduhh..du..du... ternyata anak mama sedang jatuh cinta nihhh?" tanya mama Lia sambil mengolok.


"Ahh mamaa, jangan gitu dong. Lia jadi malu nii..." kata Lia kepada mama tersipu malu.


"Nggak apa apa sayang... kamu itu remaja... jadi wajar kalau kamu sedang jatuh cintaa... mama nggak ngelarang kok, malahan mama dukung. Tapi... asalkan Andra membawa pengaruh positif dan tidak menyakiti perasaan kamu... okeyy?" jelas mama Lia sekaligus nasehatnya.


"Iyaa maa..." jawab Lia sambil tersenyum melihat mamanya.


"Ya sudah, kamu naik ke atas mandi lalu turun makan malam." seru mama kepada Lia.


"Oke ma." jawab Lia singkat.


Saat hendak berada di dalam kamar, Lia merasa cukup senang dengan apa yang diucapkan oleh mamanya.


Selama ini Lia selalu merahasiakan itu kepada mamanya dan akhirnya pada malam hari ini ia berhasil menceritakan semuanya kepada Mamanya.


Tapi, Lia sedih dengan satu hal. Lia masih mengingat jelas apa yang di katakan oleh Fransiska yang setiap saat menyinggungnya.


Lia teringat suatu ide yang pernah di ajarkan oleh papanya kepada dia di kala ia sedang menghadapi kesulitan.


"Liaa kalau kamu sedang memiliki masalah... ingat ini. Ambil kertas, kemudian tuliskan apa yang sedang kamu permasalahkan. Kemudian kamu remas kertas itu dan buang sejauh mungkin. Yakinlah bahwa sebesar apapun masalah yang kamu hadapi, kamu pasti akan bisa membuang masalah itu dalam kehidupanmu."


Itulah yang di ingat oleh Lia. Akhirnya karena tak ingin terus menerus merasakan sedih, Lia mengambilkan selembar kertas dan menuliskan apa masalah yang selalu ia ingat.


Selesai menulis inti dari masalah yang ia hadapi hari ini di sebuah kertas, tidak lama ie mengambil sebuah logam kecil dan mengisinya di dalam kertas itu dan meremasnya kuat kuat.


Lalu, Lia membuang kertas itu lewat jendela kamarnya.



"Fiuhhhh...." nafas legah Lia setelah membuang kertas itu.


"Ting..." dering notif ponsel Lia.


Lia mengambil ponselnya dan melihat ia mendapat sebuah pesan dari DM Instagramnya.

__ADS_1


Siapa sangka, itu adalah DM dari Andra.


Seketika, Lia berpikir untuk membalasnya atau tidak.


Lia takut akan digosipkan oleh wanita cerewet yang selalu dekat dengan Andra.


Ya siapa lagi kalau bukan Fransiska dan teman temannya.


*andra99 send u massage


"Balas nggak ya?" pikir Lia.


"Kamu nggak boleh takut Liaa.. harus di balas pokoknya." tegas Lia dalam hatinya.


Lia melihat pesan yang dikirimkan Andra dan segera membalasnya.



Ternyata Andra meminta maaf tentang Fransiska. Aneh saja.


Dari pesan yang di kirim oleh Andra, Lia merasa seakan akan Andra mengetahui apa yang sedang ia rasakan hari ini.


"Ada ada saja anak ini." pikir Lia kebingungan.


"Sudahlah, lebih baik aku istirahat. Ahh lelah sekali sekolah..." keluh Lia sambil merebahkan diri di kasurnya.


Sementara di depan pagar rumah Lia, ada Andra yang memegang kertas sambil memandang ke arah jendela kamar Lia.


Karena penasaran, ia membaca isi dari kertas itu.


Andra memahami dan menelaah setiap perkataan yang tertulis di kertas itu. Di tambah lagi dengan sebuah nama di bawahnya yaitu Lia.


Hal itu mendorong Andra untuk mengirimkan pesan permintaan maafnya melalui pesan DM di Instagram Lia Karena mengerti akan apa yang di rasakan oleh Lia melalui sebuah kalimat yang tertulis di kertas itu.


Andra tidak membuang kertas itu. Melainkan ia simpan di dalam kantong sweaternya dan tidak tahu untuk di apakan kelak


Andra memang anak yang aneh dan penuh dengan kemisteriusan terhadap Lia.


Sikapnya mungkin dingin ketika bertemu dengan Lia di sekolah.


Tapi sesekali ia juga menunjukkan perhatiannya kepada Lia walau tidak banyak.


"Lia... maafkan aku." ucap Andra secara perlahan saat di tengah jalan menuju pulang.


*****


"Liaa bangun nakk..." teriak mama dari luar memanggil mama.

__ADS_1


"Iya maa... aku sudah bangun dan sudah mandi." jawab Lia.


"Ayo turun, sarapan." teriak mama lagi.


"Iya ma..." jawab Lia.


Lia segera turun ke dapur untuk sarapan seperti biasanya sebelum ia berangkat sekolah. Tidak lupa ia juga mengambil bekal yang sudah di siapkan mamanya.


"Pagi ma... Pagi pa..." sapa Lia kepada mama dan papanya seperti biasa di pagi hari.


"Pagi nakk..." jawab mama dan papa Lia seperti biasa.


Setelah sarapan, Lia langsung bergegas pergi sekolah dan tidak lupa berpamitan dengan mama dan papanya.


"Liaa... biar papa antar." kata papa Lia


"Hah? nggak usah pa..." Tolak Lia


"Sudahlah, papa sudah izin dengan kepala kantor untuk mengantar kamu lebih dulu sebelum berangkat ke kantor." jelas papanya.


"Oh, kalau begitu baiklah." jawab Lia.


Lia berangkat ke sekolah dengan di antar papanya dengan mobil.


Saat di persimpangan Lia bertemu dengan Leah dan meminta papa untuk berhenti.


"Pa.. berhenti dulu..." kata Lia kepada papanya di mobil.


"Ah, kenapa?" tanya papa sambil memberhentikan mobilnya.


"Pa... Leah ikut kita ya..." tanya Lia kepada papanya.


"Oh, Iya silahkan..." jawab papanya dengan senang.


Saat di persimpangan, Lia membuka jendela mobil dan menyapa Leah.


Lia juga meminta Leah untuk masuk ke dalam mobil.


Leah masuk ke dalam mobil dan mereka berangkat ke sekolah bersama.


Hari hari terus berjalan seperti biasanya.


Pergi hingga pulang sekolah, itulah yang terus menerus dilakukan oleh siswa di sekolah begitu juga dengan Lia.


Anehnya, selama bersekolah Lia selalu merasa bahwa ia selalu di takdirkan untuk satu kelas dengan Andra.


Selain menyimpan rasa dengan Andra, Lia juga semakin penasaran untuk kedepannya apakah ia memang ditakdirkan tetap bersama Andra.

__ADS_1


Apakah hal itu benar?


*****


__ADS_2