
Pagi seperti biasanya Lia berangkat ke sekolah ikut dengan Andra. Mama dan papanya sudah tau dan memberikan izin untuk mereka pergi sekolah bersama.
Saat di parkiran sekolah ada seorang anak kelas X yang mengikuti mereka. Anak perempuan dengan wajah lugu itu mengikuti Andra dan Lia dari belakang. Lia menyadari hal itu dan memberi tahu kepada Andra.
"Andra, kayaknya ada yang ngikutin kita dari belakang..." kata Lia secara perlahan.
"Oh ya?" kata Andra.
"Iyaa..." balas Lia.
Andra berbalik dan melihat anak kelas X itu. Kemudian ia bertanya dengan anak itu. Lia ikut berhenti melihat anak baru itu.
"Hey, siapa namamu?" tanya Andra dengan senyum manis.
"Eeh, kak Andra." jawab anak itu dengan gugup.
"Kamu siapa? Kenapa mengikuti kami? Kan kelas kamu di sana?" tanya Andra.
"Ehm, eh iya aku salah kelas." jawab anak itu kemudian berbalik dan kembali menuju kelasnya.
"Aneh." kata Lia.
"Iya, aneh. Yuk lanjut ke kelas..." balas Andra.
Mereka melanjutkan perjalanan menuju kelas.
Saat sampai di kelas Lia memikirkan anak baru yang tadi diam diam mengikuti dia dan Andra. Lia merasa curiga dan takut bahwa anak baru itu memiliki sesuatu dengan Andra.
Bisa di bilang kalau Lia sedang Cemburu.
Walau begitu, Lia tetap memilih diam dan tidak memberitahukan hal ini dengan Andra.
"Lia... kenapa bengong?" tanya Andra tiba tiba saat di kelas.
"Eeh, enggak kok." balas Lia agak terkejut.
"Beneran gak apa apa?" tanya Andra
"Eenggak kok." jawab Lia.
"Hm, yasudah kalau begitu." balas Andra singkat.
Lia mencoba menyembunyikan rasa cemburunya kepada anak baru yang tadi. Tapi, raut wajahnya tidak mendukung kemauan untuk menyembunyikan rasa itu. Terus saja wajahnya menunjukkan wajah kusut dan masam.
Tentu saja Andra menyadari hal itu. Maka dari itu ia mencoba untuk menanyakan hal itu dengan Lia tapi, Lia tetap saja untuk menyembunyikan itu dari Andra.
"Riiinggg...." bel masuk berbunyi.
Saatnya semua siswa kembali belajar seperti biasanya. Hari ini kelas Lia belajar di Lab Multimedia. Lia dan Leah bergegas menuju Lab dan juga Andra. Saat menuju lab, lagi lagi anak baru muncul tiba tiba dan melihat Andra dari ujung ke ujung.
__ADS_1
Tentu saja Lia merasa cemburu lagi. Andra tidak menyadari kalau anak itu sedang melihatnya dari ujung ke ujung.
Dengan tatapan mata yang penuh kekaguman anak itu melihat Andra bersamaan dengan teman teman di sampingnya.
"Aku harus berpikir positif! Harus bisa! Jangan cemburu! Gak boleh cemburu!" kata Lia dalam hati.
"Riiinggg ...." bel istirahat berbunyi.
Saatnya siswa siswi pergi ke kantin atau memakan bekal yang sudah di siapkan dari rumahnya.
Seperti biasa, Lia membawa bekal dari rumah yang telah di siapkan oleh mamanya. Dan Andra hari ini kebetulan juga tidak pergi ke kantin dan membawa bekal. Andra menarik kursinya di dekat meja Clara.
"Boleh makan bersama?" tanya Andra.
"Memangnya kamu bawa bekal?" tanya Lia
"Iya." jawab Andra.
"Oh boleh.." balas Lia.
Saat Andra selesai makan, Lia melihat ada nasi yang menyangkut di dagunya.
"Andra...." panggil Lia.
"Iya?" tanya Andra.
"Ada nasi di dagumu." kata Lia
"Andra kok bengong?" tanya Lia
"Ehh, enggak." balas Andra sambil tersenyum.
Saat hendak berduaan lagi dan lagi anak baru itu menghampiri kelas mereka dan mendatangi Andra.
"Eh kamu lagi..." kata Andra
"Iya kak. Ini buat kakak." jawab anak itu seraya menyerahkan sebuah minuman kepada Andra.
"Eh, buat apa?" tanya Andra.
Belum sempat lagi menjawab anak itu pergi keluar kelas bersama teman temannya.
"Lia..." panggil Andra.
"Hmm?" jawab Lia lesu.
"Kamu kenapa cemberut?" tanya Andra.
"Enggak kok..." jawab Lia.
__ADS_1
"Ini buat kamu..." kata Andra seraya menyerahkan minuman yang tadinya di beri oleh anak baru itu.
"Andra, kamu gak boleh gitu. Itu pemberian orang dan kamu harus meminumnya. Jangan di kasih lagi sama orang lain." balas Lia sambil menatap Andra.
"Ehm, iya. Kamu bener juga." jawab Andra.
Pelajaran kembali berlangsung sampai sore. Ketika waktu pulang sudah tiba, seperti biasa siswa di sekolah akan kembali ke rumah mereka masing masing. Lia dan Andra pulang bersama. Sebelum pulang, Andra mengajak Lia di taman biasa.
"Loh, kenapa di sini Andra?" tanya Lia kebingungan.
"Aku hanya ingin kita punya waktu sebentar saja berduaan." kata Andra.
"Ya sudah kalau begitu." balas Lia.
Mereka duduk di kursi panjang yang biasa mereka duduki di taman itu. Senja nampak jelas dari taman itu.
"Lia..." kata Andra sambil memegang tangan Lia.
"Ehm?" tanya Lia.
"Katakan padaku apa masalah mu." kata Andra.
"Tidak ada Andra." balas Lia gugup.
"Jangan mencoba untuk berbohong. Aku mohon." kata Andra seraya menatap mata Lia.
Seketika Lia terdiam dan gugup. Ia tidak tahu apakah harus mengatakan rasa cemburunya itu atau memilih untuk tetap diam.
"Apa kamu cemburu?" tanya Andra.
"Iya, eh enggak!" Lia keceplosan.
"Kamu cemburu?" tanya Andra sambil memegang pipi Lia.
"Iya Andra." jawab Lia menundukkan kepala.
Andra mencubit pipi Lia.
"Aww..." kata Lia.
"Kamu lucu deh..." kata Andra sambil tersenyum manis.
"Iiih, Andra..." kata Lia tersipu malu.
"Mending kita pulang, hari udah mulai sore. Nanti mama sama papa kamu nyariin." kata Andra.
"Ehm, iya." jawab Lia.
Andra mengantarkan Lia kemudian pamit pulang. Setelah itu, mereka kembali ke rumah masing masing. Perlahan, Lia mulai menggambarkan rasa sayangnya kepada Andra. Perlahan juga, Andra mulai memahami sikap Lia.
__ADS_1