Ditakdirkan Bersama

Ditakdirkan Bersama
Mulai terlihat suatu perasaan.


__ADS_3

"Riiiinggggg...." bel pulang sekolah berbunyi.


"Anak anak, sampai di sini pembelajaran hari ini. Jangan lupa untuk mempersiapkan diri minggu depan untuk UTS." tegas bu guru kepada siswa.


"Baikkk buu..." jawab murid serentak.


Seperti biasa, Lia dan Leah menunggu papa Lia untuk mengantar mereka pulang.


Tidak terasa, hari demi hari berlalu. Siswa sekolah akan kembali menghadapi ujian di sekolah.


"Ah, itu papa." kata Lia kepada Leah.


Lia dan Leah segera menghampiri mobil papa Lia kemudian segera masuk.


Selesai mengantarkan Leah, Lia dan papanya kembali pulang ke Rumah.


"Aku pulangg ma..." sapa Lia kepada mamanya.


"Ahh, kalian sudah pulang rupanya..." sambut mama Lia.


"Ma, besok hari sabtu." kata Lia kepada mama nya.


"Iya.. terus kenapa?" tanya mamanya kebingungan.


"Lia dan Leah akan pergi ke perpustakaan umum yang ada di dekat komplek ini... boleh kan ma?" tanya Lia


"Oh, boleh saja. Tapi selain pergi ke situ, kalian tidak pergi kemana lagi kan?" tanya mama Lia.


"Nggak kok ma, aku dan Leah ingin pergi ke perpustakaan umum karena senin ini akan ada Ujian Tengah Semester." jelas Lia meyakinkan mama.


"Ohh, kalau begitu baiklah. Nanti hati hati yaa..." kata mama Lia


"Oke maa.. sekarang Lia mau ke kamar dulu ya." kata Lia kepada mama


"Baiklah, jangan lupa untuk makan malam." tegur mama Lia.


"Oke maa..." jawab Lia.


Selesai mandi, Lia mengambil ponselnya untuk menelpon Leah.


"Tutttt ....." "Tuutttt...." bunyi ponsel Lia saat menelepon Leah.


"Haloo Liaa...." jawab Leah mengangkat telepon.


"Ah, Leah... begini besok kita akan pergi ke perpustakaan umum jam berapa?" tanya Lia kepada Leah.


"Hmmm... mungkin sekitaran jam satu siang Lia..." balas Leah.


"Ohh, okelah. Hanya itu saja si..." kata Lia kepada Leah.


"Ohh, kalau begitu ku tutup telponnya ya. Soalnya aku lagi makan ni.." jelas Leah.


"Oke." jawab Lia singkat.


Leah mematikan teleponnya. Sedangkan Lia langsung bergegas ke dapur untuk makan malam.


Usai makan malam, Lia menulis daftar buku apa saja yang akan di pinjamkannya untuk dipelajari nanti.


"Okee... siappp." kata Lia setelah selesai menuliskan daftar bukunya.


"Akhir akhir ini hubungan ku renggang dengan Andra." pikir Lia sepintas.


"Ahh, sudahlah. Lebih baik sekarang aku fokus ke Ulangan Tengah Semester dulu. Kalau Andra bisa dipikirkan nanti saja." kata Lia dalam hati.


saat sedang berbaring di kasur, Lia menjadi ingat akan rasa penasarannya. Tiap detik ia selalu memikirkan kenapa setiap kali dia selalu sekelas dengan Andra.


Apalagi sikap Andra yang semakin tidak jelas dengannya. Kadang perduli, Kadang cuek dengan dirinya. Hal ini semakin membuat Lia penasaran dengan perjalanan sekolahnya dengan Andra.


Karena terlalu banyak berpikir, Lia terlelap dan tidur.


"Liaa..." panggilan seorang lelaki yang terdengar di telinga Lia.


"Liaa.. ini aku." sekali lagi terdengar di telinga Lia.


"Liaaa.... bangun nakk sudah siangg." teriak mama memanggil Lia.

__ADS_1


Lia terkejut dan membuka matanya. Ia pikir bahwa itu adalah suara lelaki itu. Ternyata itu teriakan mamanya memanggilnya.


"Ahh, iya maaa..." jawab Lia.


Lia bangun dan pergi ke kamar mandi untuk menggosok gigi. Saat menggosok gigi, Lia teringat dengan suara lelaki yang memanggilnya saat ia tidur.


"Ahhh... ternyata aku mimpi lagi." pikir Lia.


Setelah selesai menggosok gigi dan mengganti baju. Kemudian Lia melanjutkan kegiatannya pergi ke dapur untuk sarapan.


"Pagi maa... pagi paa..." sapa Lia di pagi hari dengan mama dan papanya seperti biasa.


"Pagi sayang..." sambut mamanya.


Setelah sarapan, Lia mengambil ponsel dan headset. Jam menunjukkan tepat pukul enam pagi. Lia memakai sepatu olahraganya dan mengenakan headset di telingannya sambil mendengarkan lagu.


Pagi akhir pekan, Lia selalu rutin jogging mengelilingi komplek sekitar.


Berbeda dengan pagi akhir pekan biasanya, Lia mendapat kejutan hari ini.


Tak di sangka, Lia kembali bertemu dengan Andra di komplek rumahnya.


"Pagi yang cerahh ya..." sapa Andra sambil berlari kecil di samping Lia


"Ehhh...Aa...andraa..." jawab Lia kaget.


"Kenapa bisa di sini?" tanya Lia memberanikan diri.


"Oh, hari ini aku lagi kepengen aja jalan jalan di komplek sini." jelan Andra kepada Lia.


"Oh." balas Lia singkat.


"Mau ke taman?" tanya Andra singkat.


"Hm, iya nih." jawab Lia


"Ayo pergi sama sama." ajak Andra kepada Lia.


Ketika mendengar ajakan Andra, Lia melihat Andra dan berhenti lari.


"Ah, nggak apa apa. Ayo lanjut." balas Lia tersipu malu dan melanjutkan larinya.


Andra dan Lia jogging bersama di pagi akhir pekan hari ini. Lia merasa semua ini seperti di rencanakan. Ketika mereka tiba di taman Andra tersenyum saat melihat Lia sedang melakukan sedikit pemanasan di taman.


"Loh, kenapa tersenyum? ada yang lucu?" tanya Lia kepada Andra.


"Ah tidak. Aku hanya suka melihatmu." balas Andra.


"Kamu bisa saja." kata Lia tersipu malu.


Selesai berolahraga di taman pagi hari, Lia dan Andra pulang ke rumah masing masing.


Saat sedang di jalan Lia masih tak percaya bahwa lelaki yang menemani dia tadi di taman adalah Andra.


"Aku pulang maa.." sapa Lia kepada mamanya.


"Ehh anak mama pulang. Sudah selesai joggingnya?" tanya mama kepada Lia.


"Sudah ma..." jawab Lia.


Lia membuka sepatunya kemudian meletakkannya di rak sepatu. Lalu pergi ke dapur mengambil segelas air untuk di minum.


Selesai minum, Lia pergi mandi untuk membersihkan dirinya.


Tidak lama kemudian, ia mengambil tas untuk bersiap siap pergi ke perpustakaan umum bersama Leah.


Hari menunjukkan pukul satu siang. Tiba waktunya untuk Lia pergi bersama Leah di perpustakaan umum.


"Liaaa...." jerit Leah di depan pintu rumah Lia.


"Maa... Lia pergi dulu ya sama Leah..." pamit Lia kepada mamanya.


"Iyaa sayang, hati hati yaa..." balas mamanya.


"Oke maa..." jawab Lia.

__ADS_1


Lia bergegegas menuju pintu dan segere menemui Leah. Setelah itu mereka berjalan bersama menuju perpustakaan yang tidak terlalu jauh dari rumah Lia.


Sesampainya di perpustakaan umum, Lia dan Leah langsung masuk dan mengisi buku kunjungan.


"Liaa aku mau cari novel dulu ya... kamu carilah buku apa yang ingin kamu pinjam." kata Leah kepada Lia.


"Oh oke." balas Lia singkat.


Untuk di pelajari, Lia tertarik untuk mengambil buku bagian perhitungan dan buku jurusannya.


Tidak lupa ia juga akan mengambil buku bagian sejarah untuk di pelajari sebagai persiapan Ulangan Tengah Semester.


Saat hendak mengambil buku jurusannya, ia kesulitan karena letaknya yang agak tinggi.


Ini hal yang seling di alami Lia ketika di perpustakaan.


Tingginya yang hanya 145 cm membuat ia sulit untuk mengambil buku yang letaknya agak tinggi.


Karna merasa terganggu dengan tas nya, Lia meletakkan tas nya di meja perpustakaan.


"Aduhh kok susah banget sihh." kata Lia ketika mencoba untuk menggapai buku itu.


"Dasar pendek." kata seorang lelaki di belakangnya sambil mengambil buku itu untuk Lia.


Saat berbalik arah, Lia kaget melihat Andra di depannya. Lia tak bisa bergerak seperti dikutuk menjadi batu.


"Kamu kenapa di sini lagi?" tanya Lia kepada Andra dengan agak marah.


"Ya cari buku lah." jawab Andra dengan singkat sambil memberikan buku itu kepadanya.


Lia mengambil buku itu dan langsung menyingkir dari hadapan Andra karena gugup.


"Tunggu dulu Lia..." kata Andra yang membuat Lia berhenti berjalan.


"Apa lagii?" tanya Lia agak kesal.


"Tas mu ketinggalan di meja." kata Andra.


"Oh iyaa... bodoh banget aku... haduh kok bisa gini siihh... kan jadi malu. Tau gini mending gak usah pergi." kata Lia dalam hati.


Lia kembali dan mengambil tasnya di meja perpustakaan itu. Tiba tiba Leah dan agak terkejut melihat Andra yang ada di dekat Lia.


"Waduhh, jadi curiga nih. kalian pacaran yaaa???" kata Leah sambil mengejek Lia dan Andra.


"Aduhh, ini kerdil pakai acara muncul lagi." kata Lia dalam hatinya.


"Ahh, Leah... kayaknya ini sudah waktunya pulang dehh... ayo pulang mama ku udah nyariin ni." kata Lia sambil menarik tangan Leah untuk pulang.


"Eh...ehh... pulang dulu ya Andra." pamit Leah


kepada Andra sambil mengikuti Lia.


"Liaa liaaa... kamu ini lucu. Wajar jika aku selalu menyukaimu." kata Andra dengan perlahan sambil tersenyum manis.


Sementara Lia dan Leah bergegas pulang karena hari sudah mulai sore.


"Dahh Leahh..." kata Lia saat ia hendak sampai ke depan rumah.


"Dahh Liaa..." balas Leah.


"Maa... Lia pulang." sapa Lia kepada mamanya.


"Udah selesai pinjem bukunya?" tanya mama Lia


"Sudah ma." balas Lia singkat.


Lia naik ke atas dan masuk ke kamarnya.


Karena sangat senang, ia sampai tidak bisa berbicara lagi.


Walaupun agak malu tapi sepertinya benih benih cinta mulai tumbuh antara Lia dan Andra.


Walau sempat ingin menyerah, kini Lia kembali semangat untuk mendekati Andra secara perlahan.


Satu hal yang selalu menjadi prinsip Lia.

__ADS_1


Perlahan namun Pasti.


__ADS_2