
"Liaa bangun nakk...." jerit mama Lia di depan pintu.
"Iya ma... Lia udah bangun ni..." jawab Lia.
Lia bangun dengan semangat pagi yang tidak seperti biasanya. Karena hari adalah hari pertama masuk sekolah setelah liburan yang cukup panjang. Seperti biasa, ia turun lantai bawah untuk sarapan sebelum berangkat sekolah.
"Pagi maa pagi paa..." sapa Lia dengan wajah manisnya.
"Pagi sayang..." jawab mamanya dengan senang.
"Aduh, anak papa kok cantik banget hari ini..." puji papanya di meja makan.
"Ah papa bisa aja, gak kok Lia biasa aja ni." jawab Lia tersipu malu.
"Hahahaha..." tawa mama melihat ekspresi lucu di wajah Lia.
"Paa... hari ini papa gak usah antar aku ya ke sekolah." kata Lia kepada papanya.
"Lho, kenapa sayang?" tanya papanya.
"Ehmm, hari ini Lia ikut temen Lia ke sekolah." jelas Lia agak gugup.
"Siapa yang antar kamu?" tanya mama Lia.
"Andra maa..." balas Lia dengan gugup.
"Aduh, anak papa udah punya pacar ni..." kata papa Lia seraya mengejek anaknya.
"Enggak kok pa.." jawab Lia tersenyum malu.
"Aduh, pipinya merah tu..." sambung mamanya.
"Mama ihh... Lia jadi malu ni..." kata Lia dengan wajah malunya.
Tiba tiba di depan rumah Lia terdengar sebuah klakson motor.
"Eh, ma pa... Lia berangkat sekolah dulu ya ..." pamit Lia kepada mama dan papanya.
"Iya sayang kamu hati hati ya ..." jawab mamanya.
"Awas loh kalo pergi ke tempat lain..." kata papanya sambil tertawa.
"Enggak kok paa..." jawab Lia.
__ADS_1
Lia menghampiri Andra yang menunggu di depan pagar rumahnya.
"Ayuk berangkat..." kata Lia
"Yukk..." jawab Andra.
Lia naik ke motor dan memegang bahu Andra. Saat memegang bahu Andra, ia sedikit merasa gugup dan jantungnya berdebar debar. Begitu juga dengan Andra. Jantungnya berdegup kencang saat bahunya hendak di pegang oleh Lia.
Sesampainya di sekolah, semua murid kelas terkejut melihat mereka berdua pergi sekolah bersamaan. Apalagi Fransiska yang menyukai Andra.
"Ciee... Ada yang barengan nih..." kata Leah mengagetkan Lia.
"Ehh, Leah... kamu ngagetin aja..." balas Lia
"Ekhm... nanti kalo udah jadian bilang ya..." kata Leah.
"Apaan sih kamu..." balas Lia tersipu malu.
Jam pelajaran di mulai dan murid belajar seperti biasanya. Lia sangat senang dan semakin bersemangat saja untuk pergi ke sekolah. Tidak di sangka bahwa ia kan sedekat ini dengan Andra. Lelaki tampan, putih, idaman semua wanita dan merupakan cinta pertamanya hingga kini.
Lia masih sangat terkejut dengan hal yang terjadi begitu singkat. Walau begitu, ia juga sedih karena mereka tak punya hubungan apa apa selain teman dekat saja. Ini sedikit membuat Lia terjebak dalam istilah yang di kenal oleh banyak orang yaitu, Friendzone.
Friendzone adalah keadaan di mana sebuah hubungan pertemanan yang dekat antara dua lawan jenis dan tidak memiliki rasa antara satu sama lain. Namun banyak yang terjebak dalam Friendzone karena salah satu dari pihak tidak bisa menahan rasa dengan pihak yang lainnya.
"Ring....." bel Istirahat berbunyi.
"Hmm, boleh. Tapi Leah ikut juga ya..." jawab Lia.
"Iya boleh..." balas Andra.
Lia, Andra, dan Leah pergi ke kanti bersama sama. Tiba tiba saja Fransiska dengan sekumpulan teman temannya yang suka gosip itu melihat Lia dan Andra yang bersamaan. Tentu saja Fransiska tidak suka karena dia suka dengan Andra. Fransiska mencoba untuk sengaja menumpahkan kuah bakso yang panas di baju Lia.
Saat hendak menuju meja makan di kantin, Fransiska dengan sengaja menyenggol Lia sehingga kuah bakso yang panas mengenai baju Lia dan membuat tangannya melepuh dalam sekejap.
"Aduhh ..." jerit Lia kesakitan.
"Oops, maaf...." kata Fransiska sambil memasang ekspresi yang disengajakan.
"Kamu itu kalo jalan liat liat dong ..." kata Leah membentak Fransiska.
"Aduh, gak sengaja gimana sih." kata Fransiska sambil tersenyum jahat kemudian meninggal mereka.
"Udah Leah, aku gak apa apa." ujar Lia menenangkan Leah.
__ADS_1
"Tangan kamu melepuh?" tanya Andra.
"Gak kok, Gak apa apa." jawab Lia.
"Sini biar aku liat dulu..." kata Andra seraya menarik lengan Lia yang melepuh.
Lia memandang Andra yang mengelus elus tangannya yang terkena air panas. Lia semakin jatuh cinta saja dengan Andra.
"Ini tuh udah melepuh. Nanti pulang aku obatin." kata Andra
"Oke.." jawab Lia perlahan.
Tidak lama semua siswa dipulangkan lebih awal karena ini baru hari pertama masuk sekolah. Andra mengantar Lia pulang, tapi ia tidak mengantarkan langsung pulang melainkan dia mengajak Lia untuk ke taman dulu dan membeli obat luka untuk mengobati tangan Lia.
"Sini biar aku oles pakai salep dulu." kata Andra sambil menarik tangan Lia dan meletakkan di pahanya.
Sementara Lia terdiam melihat Andra yang sangat perhatian dengannya. Ternyata di balik sikap dingin selama ini yang ia lihat, Andra memiliki sisi perhatian yang membuat ia lemah.
"Lia...." panggil Andra sambil mengibaskan telapak tangannya di depan wajah Lia.
"Ehh, iya ..." jawab Lia terkejut.
"Kita pulang yuk, udah siang ni.." kata Andra
"Oh, oke..." jawab Lia.
Andra mengantar Lia pulang dan bertemu dengan mama Lia saat hendak sampai ke rumah Lia.
"Ehh tante ..." sapa Andra dengan akrab.
"Eh, kamu yang namanya Andra ya?" tanya mama Lia yang sedang menyiram bunga di halaman.
"Iya tan..." jawab Andra dengan senyum manis.
"Ohh, makasih ya udah anter Lia." kata mamanya sambil tersenyum.
"Iya tan ga jadi masalah kok. Nanti kalau mau di jemput lagi tinggal bilang aja ya tan..." kata Andra dengan akrab.
"Iyaa Andra... makasih ya..." jawab mama Lia.
"Kalo gitu, Andra pulang dulu ya tan ..." pamit Andra.
"Eh, iya kamu hati hati ya ..." balas mama Lia.
__ADS_1
Melihat keakraban antara mamanya dan Andra Lia sangat senang. Ada banyak hal yang melukiskan kegembiraan di wajahnya saat ini. Ia senang dengan mamanya yang begitu akrab dengan Andra, dan ia juga senang dengan Andra yang menunjukkan perhatian kepadanya.
Bahagia akan kamu temukan ketika kamu mensyukuri apa yang kamu miliki. Ingatlah, hidup tidak selalu berbicara tentang senang dan pastilah tidak semuanya berjalan dengan lancar. Jadi, tetaplah bersyukur dalam keadaan apapun seperti menemukan Pelangi setelah Hujan yang deras.