Ditakdirkan Bersama

Ditakdirkan Bersama
Sebuah Amplop.


__ADS_3

Hari demi hari berlalu saat liburan di Bali.


Lia dan mama papanya akan kembali ke bangka besok sore.


Hari ini adalah 2 hari sebelum masuk sekolah. Setelah itu, Lia akan masuk sekolah dengan kelas yang baru lagi namun tetap di sekolah yang sama.


Lia mengemasi barangnya dan memasukkan baju bajunya di koper.


Tidak lupa, ia juga mengabari Andra bahwa dia akan pulang besok. Dia juga mengabari sahabatnya yaitu Leah.


Setelah selesai mengemasi barang barang, Lia keluar dari kamarnya dan melihat kamar nenek dengan pintu yang terbuka.


"Nenek kayaknya sudah pikun." kata Lia dalam hatinya sambil menutup pintu kamar neneknya. Saat ingin menutup, Lia juga melihat lemari baju neneknya terbuka lebar.


"Sepertinya nenek memang sudah benar benar tua." kata Lia dalam hatinya lagi.


Lia masuk ke kamar neneknya untuk menutup lemari baju neneknya. Saat ingin menutup lemari itu, sebuah amplop putih jatuh di lantai. Lia melihat dan penasaran apa yang ada di dalam amplop putih itu.


Saat hendak meraihnya, tiba tiba bibi Anie memanggil.


"Non..." panggil bibi Anie kepada Lia.


Panggilan bibi Anie membuat tangan Lia berhenti untuk meraih amplop putih itu.


"Iya ada apa bik?" tanya Lia.


"Nyonya muda memanggil non." kata bibi Anie.


"Oh baiklah." jawab Lia.


Karena mamanya memanggil Lia segera menuju ke ruang keluarga untuk menemui mamanya.

__ADS_1


"Ada apa ma?" tanya Lia menghampiri mamanya.


"Kamu sudah selesai berkemas?" tanya mamanya.


"Oh, sudah ma..." balas Lia.


"Kalau begitu sini duduk nonton TV bareng mama..." kata mamanya.


"Iya ma..." jawab Lia.


Lia dan mamanya duduk di ruang keluarga dan menonton beberapa film drama di TV.


Tidak sengaja, Lia penasaran dengan amplop putih tadi yang terjatuh dari lemari neneknya.


Lia ingin sekali melihat isi dari amplop itu. Tidak tahu kenapa, rasa penasarannya semakin menggebu gebu. Lia mencoba untuk masuk lagi ke kamar neneknya dan meninggalkan mamanya di ruang keluarga.


"Loh, mau kemana sayang?" tanya mamanya.


"Ehh, Lia mau ke toilet sebentar ma." kata Lia.


"Ohh, baiklah." jawab mamanya.


Kebetulan, jalan ke toilet satu arah dengan jalan ke arah kamar neneknya. Itu menjadi alasan yang kuat untuk meyakinkan mamanya.


Lia sampai di depan pintu kamar neneknya dan membuka pintu. Ia terkejut karena tiba tiba saja neneknya sedang berbaring di kasur.


"Ada apa sayang?" tanya neneknya yang sedang berbaring.


"Eeh, nenek. Gak kok hmm..." jawab Lia gugup.


"Kenapa sayang?" tanya neneknya sambil angkat dari kasur.

__ADS_1


"Enggak, Lia cuma mau lihat nenek saja." kata Lia.


"Ohh. Besok kamu akan pulang. Ingat apa yang nenek bilang kemarin. Jaga liontin yang kamu pakai itu." kata neneknya sambil tersenyum.


Lagi lagi Lia di buat bingung dengan perkataan neneknya.


"Nek, coba jelaskan mengapa nenek terus menerus mengatakan itu. Padahal ini hanya liontin biasa." tegas Lia karena agak cemas.


"Sini duduk dulu di samping nenek ***." kata neneknya.


Lia duduk di samping neneknya di kasur.


"Biar nenek ceritakan sesuatu. Mungkin bagimu liontin ini biasa biasa saja. Tapi perlu kamu ketahui. Alasan nenek selalu bilang untuk menjaganya karena kemanapun kamu pergi di dalam liontin itu ada sebuah kehangatan keluarga yang akan membuat kamu tidak kesusahan dalam menghadapi masalah kelak. Kalau saja nenek pergi nantinya, ingatlah! Nenek selalu ada bersama mu di dalam liontin itu dengan kakekmu." jelas neneknya.


Lia terharu karena mendengar perkataan neneknya. Dia menangis sambil memeluk neneknya.


"Nek, jangan tinggalkan Lia." kata Lia tersendu sendu.


"Sudah nenek bilang sayang, nenek akan selalu ada di dekatmu." kata neneknya sambil memeluk Lia dengan erat.


"Sudah... kamu jangan menangis lagi..." kata neneknya sambil menghapuskan air mata Lia.


"Berjanjilah kepada Lia bahwa nenek akan baik baik saja." kata Lia dengan neneknya.


"Nenek janji." jawab neneknya.


"Kalau begitu, Lia keluar dulu ya nek..." kata Lia.


"Iya, nenek juga mau istirahat dulu." balas neneknya.


"Baiklah." jawab Lia sambil keluar dari kamar neneknya.

__ADS_1


Terus saja Lia memikirkan apa yang di katakan neneknya. Sedari itu, dia selalu cemas. Apa lagi besok Lia akan kembali di Bangka dan meninggalkan neneknya.


__ADS_2