Ditakdirkan Bersama

Ditakdirkan Bersama
Akankah mereka tetap berasama?


__ADS_3

Bulan Mei berakhir. Begitu juga ujian untuk kenaikan kelas telah usai. Orang tua kembali di panggil untuk datang ke sekolah seperti biasanya untuk mengambil raport kenaikan kelas siswa.


Mama Lia masuk ke kelas dan memperhatikan setiap pesan yang disampaikan oleh wali kelas sebagai laporan akhir.


"Aduh, aku takut Lia..." kata Leah kepada Lia dengan cemas.


"Loh, takut kenapa?" tanya Lia


"Aku takut, gak naik kelas." jawab Leah.


"Kamu gak harus takut. Ada aku di sini di sebelah mu. Percaya padaku, kita akan naik ke kelas XI." kata Lia menenangkan Leah.


Leah menghela nafas dan tersenyum melihat Lia. Lia merangkul bahu Leah dengan akrab untuk menenangkannya agar ia tidak cemas lagi.


Tiba tiba saja, seorang wanita dengan gaun coklat muda lewat di depan Lia. Tidak sengaja ia menyenggol Lia dan tasnya terjatuh.


"Aduh, tante maaf." kata Lia dan mengambil tas wanita itu. Saat Hendak memberikan tas itu, Lia terkejut karena itu adalah mamanya Andra. Baru pertama kali, Lia memandang wajah mama Andra dengan jarak dekat.


"Tidak nak. Seharusnya tante yang minta maaf. Makasih ya, sudah mengambil tas tante." ucap wanita itu dengan lemah lembut sambil membelai rambut Lia.


"Ahh, iya tante." jawab Lia.


Wanita itu masuk ke kelas.


Wajar saja bila Andra memiliki paras yang tampan. Mamanya juga adalah seorang wanita dengan paras wajah yang indah layaknya seorang malaikat.

__ADS_1


Tiba tiba Lia teringat sesuatu. Andra tidak terlihat hari ini. Ketika bertemu mamanya, Lia kembali mengingat Andra dan baru sadar kalau Andra tidak hadir hari ini.


Pulang sekolah, Lia masuk ke kamarnya.


Lia mengambil ponsel dan mencoba mengirim pesan lewat DM di Instagram Andra.



Pesannya justru tidak dibaca oleh Andra. Hal ini membuat khawatir karena takut sesuatu buruk terjadi kepada Andra.


Walau begitu, ia tetap berusaha untuk berpikir positif dan tetap tenang.


Untuk menyingkirkan rasa cemasnya, ia mencoba untuk melakukan beberapa aktivitas. Lia ke halaman depan rumahnya dan menyirami bunga yang ada di halaman itu.


Benar saja, ternyata memang ada notif dari Andra.



Mendengar bahwa Andra sedang sakit, Lia sangat sedih. Seketika, Lia terdiam dan bengong di dalam kamarnya karena cemas.


Tapi apa boleh buat? Dia tidak bisa mengunjungi rumah Andra karena tidak tahu di mana rumahnya. Walau tidak jauh, tapi Lia tak pernah tahu di mana rumah Andra.


Rencananya, ia mencoba untuk bertanya dengan Leah apakah Leah tau dimana rumah Andra. Karena, kalau tidak salah Leah satu kompleks dengan Andra.


Lia mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Leah lewat DM

__ADS_1


Kebetulan sekali rumah Andra ada di depan rumah Leah. Lia sangat senang bisa menjenguk Andra besok siang.


Selain senang, ia juga merasa gugup besok. Nanti dia akan bertemu lagi dengan mama Andra. Tidak tahu nantinya akan jadi seperti apa ketika bertemu.


Hari sudah malam dan Lia ingin tidur.


Sebelum tidur, ia tidak bisa jika belum mengetahui bagaimana keadaan Andra sekarang.




Setelah mengetahui kabar Andra, barulah ia bisa tidur dengan nyenyak.


Anak jaman sekarang memang begitu. Tidak bisa tidur jika belum mengetahui keadaan seorang yang spesial di hidupnya.


Perjalanan kisah cinta Andra dan Lia semakin harmonis saja. Sekian lama sedari sejak kelas 5 SD, Lia menyimpan rasa dengan Andra.


Jarang ditemukan rasa yang begitu kuat. Bahkan juga sempat menolak banyak orang hanya demi satu orang.


Dulunya, mereka memang seperti orang yang tidak saling kenal walau satu kelas.


Tapi, siapa sangka kini mereka lebih dari sekedar mengenal saja. Bahkan menjadi lebih dekat dari sebelumnya.


Akankah mereka tetap bersama?

__ADS_1


__ADS_2