Ditakdirkan Bersama

Ditakdirkan Bersama
Tidak semudah yang di bayangkan.


__ADS_3

Setelah kejadian Lia pingsan saat upacara, sekarang aktivitasnya di sekolah sering diperhatikan dan di batasi oleh Guru di sekolah.


"Riiiiinggggg...." bel masuk berbunyi.


"Anak anak saatnya pelajaran olahraga. Silahkan ganti baju dan segera berkumpul di lapangan. Kecuali Lia. Lia masih harus beristirahat." tegas guru olahara kepada Lia dan murid lainnya.


"Tapi, saya boleh kan pak? Melihat teman teman berolahraga?" Tanya Lia kepada guru Olahraga.


"Boleh, tapi kamu nggak boleh dekat dekat." tegas guru olahraga.


Walau tak boleh dekat dekat, Lia tetap akan melihat teman temannya berolahraga di lapangan. Lebih tepatnya, Ia hanya ingin melihat Andra.


Saat jam olahraga berlangsung, teman kelas Lia berada di lapangan dan berolahraga.


Yang perempuan bermain volli dan yang lelaki bermain basket.


Tentu Lia lebih memilih melihat permainan basket karena Andra.


Saat sedang asik menonton permainan basket, Lia terlalu fokus melihat Andra. Kemanapun Andra berlari, Lia selalu melihat ke arah Andra.


"AWASSS LIAAA...." Teriak seorang murid dari lapangan basket.


Ternyata bola basket hampir mengenai Lia dan untungnya Andra segera menangkap bola basket tersebut. Namun Andra sempat jatuh dan letutnya tergores dengan lapangan basket.


"Lain kali jangan terlalu dekat dengan lapangan basket. Kamu baru sembuh, lebih baik kamu di kelas saja." Tegas Andra kepada Lia dengan lembut.


"Baiklah Andra, aku minta maaf karena telah membuat letutmu terluka." Jawab Lia dengan rasa bersalahnya.


"Sudahlah, tidak apa apa. Ini hanya luka kecil saja kok. Kamu cepat ke kelas." Kata Andra kepada Lia.


"Baiklah." Jawab Lia kemudian bergegas


kembali ke kelas.


"Aduh, kok bisa sii bola itu sampai hampir mengenaiku. Gara gara aku letut Andra sampai terluka. huftt...." resah Lia dalam hatinya ketika sedang menuju ke kelas.

__ADS_1


Jam pelajaran olahraga pun habis. Siswa di minta untuk mengganti pakaian dan kembali ke kelas untuk melanjutkan pelajaran selanjutnya.


Saat semua temab Lia kembali ke kelas, Lia melihat letut Andra yang berlumuran darah.


"Aduhh, Andra kok bisa berdarah sihh..."


Tanya Fransiska dengan panik.


"Hanya tidak sengaja tergores lapangan."


Jawab Andra singkat.


"Kamu sih cereboh. Nggak mikirin diri sendiri. Mikirnya orang lain yang nggak penting penting banget." kata fransiska sekaligus Singgungnya kepada Lia.


Mendengar percakapan mereka, Lia merasa bersalah dan membuat masalah terhadap orang lain. Lia sempat sedih dan menetaskan air mata di kelas.


"Sudahlah Liaa, kamu tak perlu dengarkan kata Fransiska. Dia itu memang cerewet. Kamu nggak usah sedih." Ujar Leah menenangkan Lia dan menghapus air mata Lia.


Lia hanya bisa tersenyum melihat Leah dan menyembunyikan rasa sedih hatinya.


"Riiiingggg...." Bel istirahat berbunyi.


Lagi lagi, Lia melihat Andra pergi ke kantin bersama Fransiska.


Hal itu jelas membuat Lia sakit Hati. Lantaran ia tidak mengerti apa maksud Andra yang tarik ulur terhadap dirinya.


Sekejap Andra menunjukkan perhatiannya kepada Lia, namun tidak lama kemudian ia kembali berada di posisi Fransiska.


****


Istirahat telah usai.


Siswa kembali melanjutkan pelajaran mereka di kelas masing masing.


Sementara di kelas Lia, guru sejarah telah masuk dan menyuruh murid untuk mengumpulkan tugas mereka.

__ADS_1


"Anak anak, kumpulkan tugas minggu kemarin." Perintah ibu guru.


Semua murid di kelas Lia bergegas mengumpulkan tugas di meja bu guru.


"Letutmu kenapa berdarah Andra?" tanya bu guru kepada Andra.


"Oh, tadi hanya tidak sengaja jatuh saat olahraga bu." jelas Andra kepada bu guru.


"Lain kali hati hati ya Andra..." tegas bu guru kepada Andra.


"Iya bu." jawab Andra.


Selama ibu guru mengkoreksi tugas murid, Fransiska dan teman temannya terus terusan menyinggung Lia.


"Liat tuh, dia udah puas kalo Andra udah terluka demi dia." Kata Fransiska kepada teman di belakangnya.


"Iya tuh, lagian udah tau lagi sakit masih aja mau di luar lapangan. Bantah banget yaa...


bikin orang susah aja" Ucap yang lainnya.


"Ya iya lahh, demi liatin Andraa... HAHAHAHH" Kata Fransiska sambil tertawa dengan kasar.


"Fransiskaa... Ada apa ribut ribut?" Tegur guru kepada Fransiska dengan temannya.


"Kalau bukan hal yang penting, tidak usah di perbincangkan di kelas." Tegas guru sekali lagi memperingatkan Fransiska.


"Nahh Loo, Kena sendiri batunya." Ucap Leah sambil menertawakan Fransiska.


"Sudah sudahh...." Tegur bu guru.


Sementara itu, Lia sangat sedih mendengar apa yang telah dikatakan oleh Fransiska dan teman temannya.


Sempat terpikir di benaknya untuk manjauh dari Andra dan menghapus perasaannya kepada Andra.


Tapi, Ia selalu ingat kata mamanya.

__ADS_1


"Dalam hal apapun, semuanya memiliki tantangan dan halangan nakk. Karena itu, kamu nggak boleh nyerah dalam kehidupan mu. Percaya kepada mama, kamu pasti bisa."


Itu adalah kalimat yang selalu di ingat oleh Lia ketika ia sedang mengalami kesulitan dalam situasi seperti ini.


__ADS_2