
Sore hari, karena bosan di rumah Lia memutuskan untuk keluar dari kamarnya dan menghampiri mamanya.
Mamanya sedang bersantai di ruang tamu. Ia mencoba untuk menceritakan tentang Andra kepada mamanya.
"Ma..." panggil Lia sambil menghampiri mamanya.
"Iya sayang?" jawab mamanya.
"Lia boleh cerita gak? Mama lagi sibuk?" tanya Lia.
"Oh, gak kok sayang kamu kalo mau cerita ya cerita aja ..." kata mamanya.
"Mama tau gak sih sama istilah Friendzone?" tanya Lia.
"Hemm, Friendzone itu bukannya zona pertemanan ya? Kalo dalam bahasa Indonesianya." jawab mamanya.
"Iya loh ma..." balas Lia.
"Terus kenapa sayang?" tanya mamanya.
"Dulu waktu masih muda, mama pernah gak kejebak Friendzone?" tanya Lia.
"Friendzone ya? Hmm.... kayaknya mama pernah deh." jawab mamanya.
__ADS_1
"Ceritain dong ma, gimana..." pinta Lia kepada mamanya.
"Jadi, dulu mama pernah suka sama sahabat mama sendiri. Tapi kita cuma sahabat dan dia nganggep mama gak lebih dari itu. Dan akhirnya mama nyoba buat lupain dia dan akhirnya mama di jodohin deh sama nenek kamu." jelas Mamanya.
"Oh gitu." balas Lia.
"Kamu kenapa tiba tiba nanya kayak gitu?" tanya mamanya.
Lia menceritakan semua tentang Andra yang menunjukkan perhatiannya kepada dia. Tapi mereka hanya sebatas teman dekat saja. Lia takut jika kelak Andra hanya akan menganggapnya sebagai teman dekat saja.
Mama Lia hanya bisa menyemangati dan mengatakan bahwa, tidak semuanya menjadi buruk dari yang kita pikirkan dan tidak semuanya juga akan menjadi baik dari yang kita bayangkan. Jauh sampai di sini, akhirnya Lia mengerti bagaimana ia harus bertindak terhadap Andra.
Ia akan tetap diam mencintai Andra dan perlahan mulai menelaah sikap Andra kepada dirinya. Jika kelak Andra mengungkapkan perasannya maka tentu saja ia akan mengungkap juga perasaan dia. Tapi, jika Andra hanya menganggap mereka teman maka dia akan berusaha melalukan yang terbaik seperti mamanya namun tetap menjadikan Andra sebagai sahabatnya. Lia tak akan menyerah begitu saja hingga akhirnya Andra mengatakan bahwa ia mencintai Lia.
Ia menikmati indahnya senja yang terlihat dengan jelas secara perlahan. Melihat senja tiba tiba saja ia ingat dengan Andra saat di taman yang tak jauh di rumahnya.
Karena terlalu mengingat Andra sampai sampai ia tak sadar bahwa seorang anak kecil mendatanginya dan memanggil lewat pagar.
"Kakkkk..." jerit anak kecil itu.
"Eh," Lia terkejut dan langsung membukakan pagar dan menghampiri anak kecil itu.
"Ada apa dek?" tanya Lia kepada anak kecil itu.
__ADS_1
"Ini .... " kata anak kecil itu dan memberinya sebuah kotak kecil yang lucu.
"Siapa yang kasih ini ke kamu?" tanya Lia.
"Aku enggak tau siapa kak, tapi dia bilang namanya Andla..." kata anak kecil itu dengan ucapannya yang tidak terlalu bisa menyebut nama Andra.
"Ohh, baiklah makasih ya..." kata Lia kepada anak kecil itu sambil mengelus elus kepalanya.
Anak kecil itu pergi dari hadapan Lia dan kembali bermain. Lia sudah menduga kalau anak kecil ini adalah titipan Andra. Lagi lagi, Andra memberi Lia hadiah lewat kotak kecil.
Setelah di buka ternyata di dalamnya ada sebuah boneka kecil yang sangat lucu dan imut.
Hal ini membuat Lia tersenyum sendiri. Di bawah boneka itu ada sebuah secarik kertas kecil yang berisi tulisan.
"Tanganmu sudah mengobati memar di wajah ku saat aku bertengkar. Sekarang tanganmu terluka karena air panas. Aku harap tanganmu bisa lekas sembuh agar bisa menggandeng tanganku senantiasa."
~Andra.
Membaca teks itu Lia semakin menganggap bahwa Andra tidak hanya menganggapnya sebagai teman dekat saja. Lama kelamaan, lelaki itu semakin perhatian dan memberikan sejumlah kode kepada Lia.
Sempat kebingungan dan akhirnya tidak sadar bahwa hari sudah mulai sore. Lia masuk dan menyimpan hadiah dari Andra di tempat yang biasanya ia sediakan sebagai tempat khusus.
__ADS_1
Ada banyak cerita dan kisah antara mereka. Tapi, Tidak tau kelak cerita itu akan berakhir seperti apa. Kadang, yang awalnya bahagia belum tentu berakhir bahagia dan belum tentu juga berakhir dengan buruk. Hidup hanya perlu di jalani dan semuanya sudah di atur.