Ditakdirkan Bersama

Ditakdirkan Bersama
Kotak sebelumnya.


__ADS_3

Saat ingin tidur rasa penasaran Lia dengan lelaki itu semakin menjadi jadi. Dia tak bisa tidur hingga larut malam. Karena tak bisa tidur ia mencoba untuk pergi ke dapur dan membuat segelas tidur agar bisa cepat tidur.


Setelah minum segelas susu, ia kembali ke kamar dan segera tidur. Masih saja ia tak bisa tidur. Dia selalu terbayang bayang dengan kejadian di kantor sore itu. Karena tak bisa tidur, Lia melakukan beberapa aktivitas di kamarnya. Ia mengambil ponselnya kemudian mendengarkan beberapa lagu.


Setelah mendengar lagu, ia mencoba untuk melatih ingatanya dengan melihat beberapa foto di album keluarganya.


Ia mengambil album yang ada di atas lemari bajunya itu. Lalu membukanya dan melihat beberapa foto di masa kecilnya.


Dalam albumnya ada beberapa foto saat Lia masih bersekolah. Ada satu foto saat perpisahan ia dan teman teman SMP nya di bangka dalam album itu. Saat melihat foto itu tiba tiba kepalanya mulai sakit.


Lagi lagi ia mendapat gambaran tentang dimana ia sedang berada di bus dan di sebelahnya ada seorang lelaki. Ia juga melihat seorang wanita yang pergi bersamanya ke sekolah itu. Anehnya ia tak bisa langsung mengingat siapa mereka.


Karena tak tahan dengan sakit di kepala Lia menutup album itu. Dahinya penuh dengan keringat. Ia meletakkan kembali album itu di atas lemari kamarnya. Saat meletakkan album itu, ia melihat sebuah kotak yang sebelumnya ia temukan di bawah ranjang.


Karena penasaran, ia mengambil lalu membuka kotak itu. Lia melihat di dalamnya ada sebuah novel dan boneka kecil. Ia mengambil sebuah novel berjudul "Hidup" itu lalu membukanya. Belum membaca 1 kalimat dari novel itu sudah membuat kepala Lia merasa pusing.


Lagi lagi ia mendapat sebuah gambaran mamanya yang memberikan buku novel itu dan mengatakan bahwa buku itu dari seseorang. Kepalanya semakin sakit dan pusing. Ia menutup novel itu kemudian melihat sebuah boneka kecil yang lucu.

__ADS_1


Saat menyentuh boneka itu ingatannya mulai menggambarkan sesuatu lagi. Ia melihat seorang anak kecil menghampiri dia kemudian memberikan sebuah kotak yang berisi boneka itu dan sebuah kertas. Namun ia tak bisa mengingat jelas apa yang ada di kertas itu.


Tidak lama ia melepaskan boneka itu dan merasa lelah dengan semuanya.


Lia menangis karena kesal tak bisa mengingat satu hal kecil yang selalu membuat dia merasa kekurangan.


Dia menyimpan kembali kotak itu di bawah ranjang. Karena kelelahan ia tertidur.


***


"Liaa... bangun nakk... nanti kamu kesiangan..." jerit mamanya di depan pintu.


"Pagi maa... pagi pa..." sapa Lia.


"Pagi nakk..." jawab papanya.


"Ehm, ma ..." panggil Lia di dapur itu.

__ADS_1


"Ada apa Lia?" tanya mamanya.


"Lia boleh tanya gak?" kata Lia


"Boleh, tanya saja." balas mamanya.


"Apa seseorang pernah memberi Lia sebuah novel dan sebuah boneka kecil?" tanya Lia.


Tentu saja mamanya di kagetkan dengan pertanyaan itu. Mamanya tau bahwa yang di maksudkan oleh Lia adalah sebuah barang yang selalu di beri oleh Andra. Mamanya mencoba untuk tetap tenang ketika menjawab pertanyaan itu.


"Dulu, temanmu pernah memberikan itu kepadamu sebelum kejadian itu." jelas mamanya singkat.


"Siapa dia ma?" tanya Lia.


"Dia hanyalah seorang temanmu. Perlahan-lahan kamu pasti akan meningatnya." jelas mamanya lagi.


Lia merasa mamanya menyembunyikan sesuatu darinya. Ia tak mau ambil pusing dengan itu. Dia hanya mengabaikan jawaban dari mamanya.

__ADS_1


Sedangkan mama Lia tak ingin menjelaskan secara terang terangan tentang Andra kepada Lia. Ia takut nantinya Lia akan merasakan sakit lagi di kepalanya hingga pingsan seperti saat di pemakaman neneknya. Untuk itu, ia mengambil keputusan untuk membiarkan Lia mengingatnya sendiri secara perlahan agar tidak merasa sakit yang berlebihan di kepalanya.


__ADS_2