Ditakdirkan Bersama

Ditakdirkan Bersama
Kembali dalam sekejap.


__ADS_3

Hari hari yang cukup melelahkan telah usai. Saatnya Lia berlibur dan melepaskan letihnya dari pekerjaan dan kuliahnya.


Karena bosan terus menerus di dalam rumah, Lia kaluar dari kamarnya untuk mencari suasana di luar rumah.


Ia keluar dan mengelilingi halaman rumahnya yang cukup Luas.


Saat berada di halaman samping, ia menemukan ayunan yang bergantung di sebuah pohon yang cukup besar. Kelihatannya sangat tidak asing. Lia menghampiri dan duduk di ayunan itu dan melihat sebuah pohon di sampingnya. Ia mencoba untuk melihat lebih dekat lagi sebuah pohon di sampingnya.


Saat mendekati pohon itu, ia melihat ada beberapa nama yang terukir di kukit pohon itu. Di atasnya terukir sebuah nama Dahlia dan Sanjaya. Ia menyadari bahwa itu adalah nama kakek dan neneknya.


Ada lagi satu pasangan nama yang terukir di pohon itu yaitu, Lia dan Andra. Kepalanya mulai sakit melihat nama Andra. Tiba tiba saja ia merasa kesakitan yang berlebihan di belakang kepalanya sehingga ia terjatuh dari ayunan itu.


Ingatannya mulai bekerja dan menggambarkan begitu banyak kejadian antara dia dan Andra di masa lalu. Saking banyaknya gambaran itu bergentayangan di pikirannya kepalanya terasa semakin sakit saja. Penglihatannya mulai buram dan ia semakin tak sadar diri.


Lama kelamaan ia merasa lemas dan badannya terjatuh terbaring di rumput halaman itu.

__ADS_1


Mamanya panik ketika menemukan anaknya yang tergeletak di halaman samping. Ia panik dan segera memanggil suaminya untuk membantu mengangkat anaknya yang pingsan.


Setelah itu, mereka membawa Lia masuk ke rumah dan mencoba membangungkannya berkali kali. Awalnya mereka pikir itu hanya pingsan biasa saja. Tapi, 3 jam berlalu dan Lia masih belum saja sadar dari pingsannya. Karena khawatir, Mereka membawa Lia di rumah sakit untuk segera di periksa.


***


Setelah di bawa ke rumah sakit, dokter menjelaskan kalau Lia hanya pingsan dan kelelahan. Oleh karena itu ia tidak sadarkan diri. Kemungkinan besok ia akan sadar dan bangun. Begitulah jelas dokter kepada orang tua Lia. Ketika mendengar pernyataan itu, mama dan papa Lia sedikit merasa legah.


Sementara itu, Lia terbaring lemas di kamar rumah sakit dan tak sadarkan diri.


Ia melihat bagaimana awal mula ia bisa bertemu dengan Andra hingga pada akhirnya mereka berpisah karena tabrakan yang membuat ia hilang ingatan.


Dalam sekejap semua ingatannya tentang Andra pulih menyeluruh. Begitu juga denhan ingatan tentang Leah sahabat masa kecilnya itu.


Walaupun di bawah kesadaran, semuanya menjelaskan secara rinci bagaimana kejadian masa lalunya yang sempat hilang di pikirannya.

__ADS_1


Kepalanya mengeluarkan banyak keringat dan ia mulai merasa tak tenang. Lia mulai sadar dari pingsannya.


"ANDRAAAA!!!" teriaknya dengan keras saat membuka matanya.


Mamanya terkejut dengan nama Andra yang Lia sebut saat ia sadar.


"Kamu kenapa nak?" tanya mamanya kemudian.


"Maa... Sekarang Lia ingat siapa Andra....Lia juga ingat dengan Leah..." kata Lia.


"Baguslah jika kamu sudah tau dengan semuanya itu." kata mamanya sedikit senang.


"Tapi, dimana Andra sekarang ma?" tanya Lia dengan raut wajah sedih.


"Mama tidak tau nak kalau soal itu." balas mamanya.

__ADS_1


Lia sedikit kecewa dengan keadaan seperti ini. Ia sudah tau dan sudah ingat dengan jelas siapa Andra yang sebenarnya dalam kehidupannya. Dan ia juga menyadari bagaimana pentingnya Andra dalam kehidupanya. Namun, ia harus berpisah karena sebuah kejadian tak terduga itu. Hal ini sangat membuat ia sedih karena takdir yang memaksakan semua ini untuk terjadi.


__ADS_2