
Memasuki bulan Agustus, tidak terasa sudah satu bulan Lia sekolah ditemani dengan Leah sahabatnya.
"Pagi ma, pagi paa..." Sapa Lia kepada mama dan papa pada pagi hari saat di dapur.
"Pagi Liaa, ayo sarapan..." Seru mama kepada Lia.
"Iya ma." Jawab Lia.
Lia segera memakai sepatu dan berangkat sekolah. Seperti biasanya, saat di persimpangan ia kembali bertemu dengan Leah dan berangkat sekolah bersama sama.
"Liaa apakah kamu baik baik saja hari ini?" Tanya Leah kepada Lia.
"Iya, aku baik baik saja leah." Jawab Lia.
"Memangnya kenapa?" Tanya Lia kepada Leah.
"Wajahmu kelihatan pucat hari ini." Jawab Leah.
"Ahh, masa sii? nggak kok biasa aja tuh." Jelas Lia tak percaya.
Lia dan Leah melanjutkan perjalanan mereka. Seperti biasa, mereka selalu melihat Andra dan Fransiska berangkat sekolah bersama dengan motor ninja Andra.
Lia dan Leah sampai di sekolah dan masuk ke kelas.
"Riiiingggg...." bunyi bel sekolah.
"Di harapakan semua siswa untuk berkumpul di lapangan dan segera melaksanakan upacara!" Pengumuman yang di sampaikan oleh ibu kepala sekolah.
"Liaa, ayo pergi ke lapangan. Jangan lupa topimu." Seru Leah kepada Lia.
"Ah, ayo." Jawab Lia singkat.
Upacara hari senin berlangsung setengah jam. Tidak seperti biasanya, Lia merasa pusing dan matanya berkunang kunang.
Ia merasa semuanya gelap dan badannya mau rebah.
"Braaakkkk...!!!" Lia terjatuh.
Semua siswa terkejut melihat Lia terjatuh.
"Buuu... Lia pingsan!" Teriak Leah kepanikan.
Siswa petugas piket kemudian membawa Lia ke ruang UKS untuk segera di obati.
Upacara berlanjut hingga selesai.
"Cepatt... buatkan teh panas." Tegas guru UKS.
Siswa petugas piket segera membuatkan teh panas untuk Lia.
Lima belas menit berlalu, barulah Lia sadar dari pingsannya.
"Nakk, apakah kamu masih merasakan sakit?" Tanya guru UKS kepada Lia dengan perlahan.
"Tidak bu, tapi saya merasa tidak enak badan."
Jawab Lia dengan nada lemah.
"Minum dulu Teh panas ini nak." Seru guru itu dan memberikan Lia secangkir teh panas.
Selesai minum Teh panas, pihak sekolah menghubungi orang tua Lia dan memberitahu untuk segera membawanya ke rumah sakit terdekat.
Sementara itu di dalam kelas,
"Leahh, tolong ambilkan tas Lia dan bawakan ke UKS segera." tegas wali kelas.
"Baik buu..." jawab Leah sambil membawakan tas Lia ke UKS.
Mama Lia datang membawa mobil dan segera menjemput Lia di ruangan UKS.
"Kamu kenapa nakk??" tanya mama Leah dengan panik.
"Nggak apa apa ma, hanya tidak enak saja."
__ADS_1
jawab Leah sambil tersenyum lesu.
"Lia sempat pingsan saat upacara bu, dan ia tidak sadar diri selama lima belas menit." Jelas guru UKS kepasa mama Leah.
"Liaa, ini tas mu." Leah datang dan membawa kan tas Lia.
"Bagaimana kondisi mu? sudah baikan belum?" Tanya Leah kepasa Lia dengan cemas.
"Tidak apa apa Leah, aku sudah mendingan kok. Makasih ya sudah mengantarkan tas ku." Jawab Lia dengan lesu.
"Kalau begitu aku balik kelas dulu ya, Dahh..." Pamit Leah kepada Lia.
"Makasih ya Leahh..." Ucap mamanya Lia kepada Leah.
"Iya sama sama tante." Jawab Leah kemudian kembali ke kelas.
"Liaa... mama bawa ke rumah sakit ya nak."
kata mama Lia.
"Iya maa.." Jawab Lia.
Mama Lia segera membawa Lia di rumah sakit terdekat. Dan hasilnya dokter bilang kalau Lia harus banyak istirahat karena fisiknya yang lemah.
Selain itu, Lia tidak boleh stress dan banyak pikir. Lia juga harus makan makanan yang sehat dan tidak boleh makan barang jajanan yang kurang sehat.
Setelah pulang di rumah sakit, Lia langsung naik ke atas dan istirahat di kamarnya.
Sementara itu di kelas, kelihatannya Andra mencemaskan Lia. Ia terus menerus mencoba untuk menanyakan keadaan Lia kepada Leah.
"Leahh... Bagaimana keadaan Lia?" tanya Andra singkat.
"Lia sudah membaik, Sekarang ia di bawa ke rumah sakit dan di pulangkan di rumah untuk istirahat beberapa hari." Jelas Leah kepada Andra.
Tidak di sangka, Ternyata diam diam Andra mengkhawatirkan Lia. Ia berniat untuk menjenguk Lia, namun ia tidak berani. Ia merasa gugup jika melihat Lia.
*****
"Riiiinggggg....." Bel pulang sekolah berbunyi.
"Soree buu..." jawab murid serentak.
sementara itu Leah bergegegas dengan cepat untuk pulang, karena ia ingin menjenguk Lia.
"Leahhh..." Panggil Andra kepada Leah.
"Iyaa, ada apa Andra?" Tanya Leah.
"Kamu mau menjenguk Lia? Tanya Andra.
"Iya, memangnya kenapa?" Tanya Leah lagi.
"Aku ikut yah." Tegas Andra.
"Ohh, baiklah. nanti aku tunggu kamu di persimpangan dekat rumah Lia." Jawab Leah.
"Okee." Kata Andra.
*****
"Aduhh, Andra mana siii. Ini udah jam empat sore tapi dia masih belum muncul juga." Kata Leah sambil kesal.
"Heyy Leah, maaf telat ya. Soalnya aku harus mengantarkan Fransiska dulu." Jelas Andra
"Ohh, oke. Ayo berangkat." Ajak Leah
"Ayoo." Jawab Andra.
Kemudian mereka berjalan dan sedikit berbicara tentang Lia.
"Leah aku boleh bertanya nggak?" Tanya Andra kepada Leah.
"Iya, boleh. Silahkan." Jawab Leah.
__ADS_1
"Kalau boleh tahu, Apakah Lia punya penyakit dalam?" Tanya Andra kepada Leah.
"Wah, kalo masalah itu aku kurang tau ndraa. Aku juga baru pertama kali melihat Lia pingsan." Jelas Leah.
"Oh." Jawab Andra singkat.
Tidak lama, mereka sampai di rumah Lia.
"Permisiii, Liaaa..." Teriak Leah sambil mengetok pintu.
Kamudian, Mama Lia membukakan pintu dan terkejut melihat Leah dan Andra.
"Ah, Leahh... Ayo masuk dulu. Lianya ada lagi istirahat di kamar." Sambut mama Lia.
"Hai tante..." Sapa Andra.
"Ah, iya tante. Kebetulan kami juga ingin memberi tahu Lia tugas hari ini." Jelas Leah kepada Mama Lia.
"Ohh iya. silahkan. Maaf yang satu ini siapa ya? Kalo tante boleh tau." Tanya mama Lia sambil tersenyum melihat Andra.
"Ohh, saya temannya Lia tante." Jawab Andra.
"Ohh, okelah. Kalau begitu silahkan masuk, Kamar Lia ada di atas. Leah tahu kan? Nggak usah di anterin lagi yaa, soalnya Tante lagi sibuk ni.. Heheheh..." Jelas Mama Lia.
"Ohh iya tante. Kami Masuk dulu ya tante." izin Leah kepada mama Lia.
"Ohh iya, silahkan." Jawah mama Lia.
"Tokk...Tokk...Tokk..." Suara ketukan pintu yang membangunkan Lia yang sedang tidur.
"Liaa, buka pintunya. ini Leah." Kata Leah di balik pintu.
"Ah, iya sebentar." Jawab Lia lalu segera membukakan pintu untuk Leah.
Lia terkejut dan tercengang ketika melihat Leah bersama Andra.
"Aa..aa.Ndrraa?" Kata Lia dengan gugup.
"Oh, haii Lia. Gimana keadaanya udah baikan belum?" Tanya Andra kepada Lia.
"Silahkan kalian masuk dulu di kamarku." Seru Lia dan mempersilahkan Leah dan Andra untuk masuk ke kamarnya.
"Liaa... kamu belum menjawab pertanyaan ku." Tegas Andra kepada Lia saat sedang duduk di sofa.
"Iyaa nih, Lia. Kamu Gerogi Yaa?? HAHAHAH..." Olok Leah kepada Lia.
"Ahh, enggak kok. Keadaan ku sekarang sudah baik baik saja." Jelas Lia dengan singkat.
"Lalu dokter bilang kamu sakit apa?" Tanya Leah kepada Lia.
"Ohh, dokter bilang kalo aku cuma kelelahan aja karena fisikku agak lemah, jadi aku tidak boleh terlalu capek." Jelas Lia kepada Leah.
"Kamu siih, pulang pergi ke sekolah jalan kaki mulu. Udah tau gak boleh kelelahan." Tegas Leah kepada Lia.
"Heheheh, gak apa apa kok. Lagian rumah aku kan deket sama sekolah." jawab Lia.
Hari sudah menunjukkan jam lima sore. Andra dan Leah pun pamit pulang kepada Lia dan mama Lia.
"Liaa aku pulang dulu ya. Kamu jaga kesehatan. Jangan lupa makan obat dan istirahat yang cukup." Pamit Andra kepada Lia Sambil menatap lembut matanya.
"Ah, Iya Andra." jawab Lia dengan gugup.
"Aku juga pamit pulang ya Lia, kamu jangan lupa istirahat." Pamit Leah.
"Iyaaa, Kalian hati hati yaa di jalan... maaf gak bisa mengantar kalian ke depan." kata Lia kepada Andra dan Leah.
"Ahh, sudah lah kamu juga baru sembuh. Kalau begitu kami pulang dulu ya Liaa, Dah Liaa..." Kata Leah kepada Lia.
"Iyaa, hati hati ya..." Jawab Lia.
Setelah Leah dan Andra pulang, Lia masih terkejut dan tidak percaya bahwa Andra baru saja menjenguknya.
Lia sempat mencubit kulitnya, karena ia menyangka bahwa semua ini hanya mimpi.
__ADS_1
"Awwww..." Jerit Lia kesakitan karena cubitan.
"Ternyata ini tidak mimpii..." kata Lia di dalam kamarnya.