
Minggu pagi, Lia berencana untuk pergi jogging seperti biasanya.
Pagi pagi, sekali Lia sudah bangun untuk bersiap siap. Entah kenapa dia merasa ada yang sedikit aneh dengan dirinya hari ini. Tapi, ia mengabaikan rasa itu dan melanjutkan aktivitasnya untuk jogging.
"Pagi maa, Pagi pa..." sapa Lia di dapur.
"Pagi sayang..." jawab mamanya.
"Mau jogging lagi?" tanya papanya.
"Iya pa..., Lia berangkat dulu ya..." pamit Lia.
"Iya hati hati ya sayang..." jawab papa dan mamanya serentak.
Lia memakai sepatu kemudian langsung pergi jogging. Ia tiba di pinggir jalan di seberang taman. Tidak sengaja ia melihat Andra di taman itu yang sedang duduk di kursi panjang di bawah pohon.
Andra melihat dirinya dan tersenyum manis. Melihat senyum Andra yang begitu manis, Lia merasa aneh dan merasa senyum Andra yang kali ini terlihat sangat Indah.
Ia menyebrang dan mencoba untuk menghampiri Andra. Saat hendak menyeberang, ia tidak menyadari sebuah mobil melaju dengan cepat menuju dirinya.
"BRAKKKKK!!!!" suara tabrakan yang menabrak tubuh Lia.
Seketika ia merasa matanya gelap dan tubuhnya mulai tumbang di aspal itu.
__ADS_1
"LIAAAAA!!!!!!!!!" jerit Andra dari kejauhan dan berlari menghampiri badan Lia yang terbaring lemas di aspal.
Sopir mobil yang menabrak Lia turun dengan kepanikan.
"Maaf pakk... sa-saya tidak sengaja pakkk..." kata sopir itu dengan panik.
"CEPATT!!! BAWA SAYA KE RUMAH SAKITT" jerit Andra dengan panik sambil menimang badan Lia yang lemas bercucuran darah.
Sopir itu kepanikan dan segera membawa Andra ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit, Andra langsung berteriak memanggil petugas rumah sakit untuk membawa Lia di ruang IGD dengan cepat.
Sementara itu mama Lia di rumah merasa tidak enak dan sempat memecahkan gelas. Ia terus merasa tidak enak dan memikirkan Lia. Mamanya mencoba untuk menghubungi nomor Lia.
Karena cemas memikirkan Lia, tiba tiba Andra di kejutkan dengan suara nada dering ponsel Lia yang ia pegang. Ia melihat mamanya menelpon dan menjawabnya. Walau kebingungan untuk menjelaskan tapi ia tetap mencoba untuk berani mengangkat telepon itu.
"Tante ...." jawab Andra rasa bersalah lewat via telpon.
"Lia di tabrak tante... maafin Andra. Andra emang gak berguna tante... Sekarang dia di rawat di rumah sakit umum dekat sini" kata Andra sambil mengeluarkan air mata.
Seketika mamanya diam dan sangat shock dengan keadaan. Dengan cepat ia mengambil kontak mobil lalu segera menuju ke rumah sakit. Tidak lupa mamanya juga memberi tahu soal ini kepada papanya di kantor untuk segera menyusul ke rumah sakit.
"Di mana Lia?" tanya mamanya kepanikan dengan Andra.
"Lia sedang di ruang UGD tan.. Dia masih di tangani oleh dokter." jelas Andra.
__ADS_1
"Tan, Andra minta maaf... Andra emang gak berguna... Andra gak bisa jagain Lia dengan benar..." kata Andra sambil menangis.
"Kamu jangan menyalahkan diri sendiri. Semua ini sudah terjadi dan tidak ada yang salah dari kejadian ini." jelas mama Lia dengan lembut.
"Dimana anak ku?" tanya papa Lia yang datang dengan panik.
"Lia masih di tangain dokter pa..." kata mama Lia.
"Omm, maafin Andra om.. Andra emang gak berguna..." kata Andra sambil menunduk.
"Hei, kamu gak salah Andra. Justru om mau makasih sama kamu karena udah bawa Lia dengan cepat di rumah sakit." jawab papa Lia sambil menepuk pundak Andra.
"Tapi om..." kata Andra.
"Sudah, kamu sudah menyelamatkan Lia dan om tidak mau kamu menyalahkan diri kamu terus menerus." kata papa Lia.
Andra hanya diam dan menunduk dengan rasa bersalah yang menghantui hatinya terus menerus.
"Andra, lebih baik kamu pulang dulu nak. Nanti kalo soal Lia, tante akan kabarin kamu." suruh mama Lia.
"Iya tan, Andra pamit pulang ya..." pamit Andra dengan sedih.
"Hati hati ya nak..." kata mama dan papa Lia serentak.
__ADS_1
Andra pulang naik taxi. Bajunya berlumuran darah. Setiap detik dan menit, ia selalu terbayang bayang dengan bayangan Lia yang di tabrak oleh mobil. Ia merasa sangat bersalah sekali.
Ia selalu berpikir apakah ini akhir dari semua yang sudah ia jalani sekian lamanya dengan Lia. Hatinya selalu bertanya tanya apakah Lia akan berakhir dalam hidupnya. Andra berharap ini semua bukan akhir dalam cerita mereka. Berharap ia masih bisa menggandeng Lia dalam hidupnya kelak.