Ditakdirkan Bersama

Ditakdirkan Bersama
Perjodohan?


__ADS_3

Setelah pulang dari rumah sakit, Lia merasa sedikit hampa. Kekosongan dalam hatinya semakin menjadi jadi semenjak ia ingat semua tentang Andra.


Lia merindukan sosok Andra dan juga sangat ingin bertemu dengannya saat ini sekarang juga. Sudah bertahun tahun ia jalani hari hari tanpa Andra.


Semua teka teki dalam kehidupannya terjawab dengan sekejap hanya karena melihat sebuah pohon yang bersejarah dalam hidupnya.


Satu sisi, ia senang karena bisa mengingat semua hal tentang Andra. Sisi lain, ia sedih karena tidak tahu dimana Andra berada sekarang.


Setelah mengetahui semuanya Lia semakin hari semakin sedih. Hatinya selalu merasa hampa begitu menyadari hari hari yang ia jalani tanpa Andra di sisinya.


Lia mengingat kembali semua setiap kejadian yang ia lalui bersama Andra.


Kejadian dimana ia duduk bersama Andra di bus kepalanya terantuk kemudian Andra menanyakan apakah ia baik baik saja atau tidak.


Kejadian dimana ia masuk di SMK yang sama dengan Andra.


Kejadian dimana lagi lagi ia satu kelas dengan Andra.


Kejadian dimana ia bertemu dengan Andra di pagi hari saat jogging.


Kejadian di mana anak kecil menjadi sarana Andra untuk memulai hari dengan Lia.

__ADS_1


Dan ada banyak lagi hingga kejadian di mana pada akhirnya memisahkan mereka.


Semuanya nampak sangat kecewa ketika ia mencoba untuk mengingatnya kembali.


Lia sedikit stress dengan semua itu. Saking besar rasa sayangnya dengan Andra, ia merasa hidupnya tidak ada lagi artinya tanpa Andra sekarang.


***


Malam hari setelah pulang Kuliah tiba tiba Lia terkejut dengan panggilan papanya yang sedang duduk di ruang tamu bersama mamanya.


"Tumben mama sama papa belum istirahat?" tanya Lia.


"Begini Lia. Papa sebenarnya sudah lama mau ngomong soal ini." jawab papanya.


"Baik ma..."


"Ada apa pa? Papa mau ngomong apa?" tanya Lia.


"Begini nak. Kamu ini kan sudah kuliah dan kamu sudah dewasa." jelas papanya


"Iya. Lalu kenapa?" tanya Lia kebingungan.

__ADS_1


"Papa punya temen kantor. Dia juga punya anak laki laki seumuran dengan kamu. Jadi papa sudah sepakat dengan dia untuk menjodohkan kamu dengan anaknya." jelas papanya.


Dalam sekejap Lia semakin kecewa saja dengan keadaan. Namun, ia tak bisa menolak perjodohan yang telah disepakati oleh papanya. Mau tidak mau, suka tidak suka, suka atau duka, ia harus menerima semuanya. Walau kelihatannya sulit, ia harus tetap memaksakan semuanya itu. Lagipula ia juga sudah lelah terus menerus stress memikirkan Andra.


"Lia... kok bengong?" tanya mamanya.


"Ehm, enggak kok ma." jawab Lia.


"Jadi bagaimana? Besok papa akan ajak kamu untuk bertemu dengan anak teman papa. Kamu mau atau tidak?" tanya papanya.


"Baiklah pa..." jawab Lia.


Lia masuk ke kamarnya dan merasa sedikit sakit hati dengan semua keadaan yang memaksanya. Air mata membasahi pipinya.


Awalnya ia pikir kalau nanti ia akan tetap bersama sama dengan Andra. Ternyata semua tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan.


Hari hari yang ia lalui begitu indah dengan Andra hanya akan menjadi kenangan yang menyakitkan baginya.


Takdir membuat ia tersiksa secara perlahan. Pertama tama, ia harus lupa dengan Andra cinta pertamanya karena kecelakaan dan di nyatakan Amnesia Disosiatif.


Setelah mendapat kembali ingatannya tentang Andra, kini ia harus dijodohkan dengan orang lain yang bahkan tak ia kenali siapa.

__ADS_1


Bagaimana untuk mencintainya, melihat wajahnya pun Lia tak pernah. Semuanya nampak mengecewakan dan sangat menusuk di dada.Ia tak tau bagaimana harus bertindak. Tak ada yang bisa ia lakukan selalu berserah dan menjalani semua yang sudah di depan mata.


__ADS_2