Ditakdirkan Bersama

Ditakdirkan Bersama
Hampir tapi belum.


__ADS_3

Setelah bekerja cukup lama akhirnya tiba waktunya untuk Lia pulang lalu melanjutkan kuliahnya. Ia merapikan semua berkas dokumen kerjanya lalu mengambil tas dan bergegas pulang.


Saat ingin keluar kantor, tiba tiba saja ia menabrak seorang pria di loby kantor. Semua dokumennya berterbangan dan lagi lagi ia merasa sudah pernah mengalami kejadian ini sebelumnya. Namun ia tak terlalu perduli dengan rasa itu dan dengan cepat mengambil dokumennya yang bertebaran di lantai.


Saat hendak mengambil dokumennya tidak sengaja ia menyentuh tangan lelaki itu.


Kepalanya mulai sakit dan ia merasa sedikit pusing. Ia mendapat gambaran keras di pikirannya sebuah kejadian yang sama seperti sekarang namun di suatu gedung berbeda yang tak ia ketahui ada di mana. Penglihatannya mulai buram dan berkunang kunang. Ia tidak bisa melihat dengan jelas wajah lelaki itu.


Nadya menghampiri Lia dan membantunya mengambil dokumen itu.


"Aww...!!" Jerit Lia kesakitan sambil memegang kepalanya.


"Kamu kenapa?" Tanya Nadya kepanikan.


"Tidak, aku hanya pusing sedikit." Kata Lia.


Sementara itu lelaki yang menabrak Lia di loby kelihatan sangat terburu buru. Ketika selesai mengumpulkan dokumen yang terjatuh itu ia meletakkannya di lantai lalu langsung bergegas masuk ke kantor tanpa melihat wajah gadis yang ia tabrak.


"Aduhh ... Ini orang gak tanggung jawab banget sih! Udah nabrak gak minta maaf main tinggal gitu aja..." Kata Nadya agak emosi.

__ADS_1


"Sudahlah Nad. Ini juga salah aku karena terburu buru tadi." Kata Lia sambil mengambil tumpukan dokumen di lantai.


"Kepala mu masih sakit?" Tanya Nadya.


"Enggak kok. Sudah, lebih baik kita pulang saja." Kata Lia.


"Baiklah." Balas Nadya kemudian pergi bersama Lia.


***


Lia tidak menyadari kalau lelaki yang tidak sengaja bertabrakan dengan dia tadi adalah Andra yang selama ini selalu menjadi pertanyaan dalam hidupnya. Begitu juga dengan Andra yang tidak menyadari kalau gadis yang ia tabrak adalah seseorang yang selama ini ia cari cari.


Andra tidak pernah tahu soal pindahnya Lia di Bali. Yang ia tahu hanyalah Lia pindah namun tak tau di mana tempat Lia pindah. Siapa sangka kalau akhirnya mereka akan bertemu lagi dengan awal yang sama sebelumnya.


***


Lia merasa seakan akan ia sudah pernah bertemu dengan orang itu sebelumnya. Padahal melihat paras wajahnya pun tidak. Memang terdengar aneh namun semua itu di rasakan oleh Lia. Ia seperti menemukan sesuatu yang kurang selama ini yang selalu ia cari cari. Walau masih belum tau dengan jelas apa yang kurang tapi ia merasa seperti sudah menemukannya.


"Heyyy ..." Sapa Nathan mengejutkan Lia yang sedang bengong.

__ADS_1


"Haii..." Balas Nadya teman Lia.


Lia mengabaikan kehadiran Nathan dan membiarkan Nadya bercakap cakap dengannya. Lia tak memperdulikan Nathan dan ia terus menerus memikirkan tentang lelaki itu.


"Lia kok bengong aja?" Tanya Nathan.


"Iya nih, Lia dari tadi diam aja." Sambung Nadya.


"Enggak kok." Balas Lia singkat.


"Ehm, Nad... Aku balik dulu ya soalnya udah larut nih." Pamit Lia sambil berdiri.


"Eh iya... Hati hati ya..." Kata Nadya.


Lia pergi meninggalkan Nathan dan Nadya di cafe itu. Ia masuk ke mobil dan segera pulang. Lagi lagi di tengah perjalanan pulang ia memikirkan lelaki itu.


Saat berhenti di lampu merah, Lia tak menyadari bahwa orang yang mengendarai mobil di belakangnya adalah Andra. Begitu juga dengan Andra yang tidak menyadari kalau di depannya adalah Lia.


Ketidak sengajaan selalu terjadi antara Lia dan Andra. Namun, mereka saling tidak tahu seperti orang yang tidak kenal. Walau begitu, Lia masih merasakan telepati di antara ia dan Andra. Meskipun belum bisa merasakan dan menyadari hal itu dengan jelas.

__ADS_1


***


Waktu mengubah segalanya secara paksa. Mau tidak mau, suka tidak suka, enak atau tidak, semuanya tetap harus kita jalani dengan hati yang tulus. Sebaliknya, waktu juga bisa mengembalikan semuanya dengan cepat. Semua tergantung bagaimana alur cerita yang sudah di atur di masing masing kehidupan.


__ADS_2