Ditakdirkan Bersama

Ditakdirkan Bersama
Nenek.


__ADS_3

"Liaa..." panggil neneknya di ruang keluarga.


Lia menghampiri nenek yang sedang duduk santai di kursi goyang kesukaanya. Nenek Lia seorang yang sangat penuh pesan tersembunyi saat ia mengucapkan kalimat.


"Iya nek?" jawab Lia.


"Kamu sudah besar ya sekarang..." kata neneknya.


"Loh, memangnya kenapa nek?" tanya Lia kebingungan.


"Boleh nenek mengelus kepalamu?" tanya neneknya.


"Tentu saja boleh. Kenapa harus bertanya" kata Lia.


Nenek lia mengelus kepala Lia dengan penuh kasih sayang yang terlukis jelas di wajahnya.


Lia memikirkan sesuatu yang aneh sedang terjadi kepada neneknya.


"Nenek sakit?" tanya Lia


"Enggak, nenek baik baik saja." jawab neneknya.


"Terus kenapa begini? gak kayak biasanya." balas Lia mengerutkan dahi.


Nenek Lia mengeluarkan sebuah kotak kecil yang berisi kalung liontin emas yang sangat indah. Di dalam liontin itu ada foto keluarga mereka yang sudah bertahun tahun lalu di ambil. Di foto itu, Lia terlihat masih kecil dengan rambut kepang menghiasi kepalanya.


"Pakai ini." kata neneknya sambil memakaikan liontin itu di leher Lia.

__ADS_1


Lia kebingungan apa yang terjadi dengan neneknya. Dia mencoba tetap berpikir positif dan tidak berpikir aneh aneh. Dia hanya bisa berharap tidak akan ada sesuatu buruk yang menimpa neneknya.


"Mungkin saja, ini hanya hadiah kecil." kata Lia dalam hatinya.


"Kamu harus ingat! Jaga Liontin ini dengan baik baik dan pakai terus dimanapun kamu berada" kata neneknya sambil terseyum manis.


Lia mengangguk dan merasa sedikit aneh. Entah kenapa, senyum neneknya kali ini terlihat sangat manis sehingga membuat Lia terharu. Tidak sadar, air mata membasahi wajah Lia.


"Kamu kenapa menangis?" tanya neneknya sambil mengusap air mata di wajah Lia.


"Enggak kok nek. Lia cuma terharu aja sama nenek." balas Lia.


"Ingat ini! Kamu gak boleh sedih. Dalam keadaan apapun itu kamu harus tetap senang dan mensyukurinya." ujar neneknya dengan lembut.


Lia mengangguk dan semakin bingung saja dengan neneknya. Pikiran Lia semakin menyerong saja. Lia takut bahwa ini adalah pesan terakhir yang disampaikan oleh neneknya. Lia khawatir bahwa neneknya akan meninggalkan mereka suatu hari nanti.


Tapi, apa boleh buat. Siap atau tidak, suka atau duka, bahagia atau tidak, sudah pasti neneknya akan tetap meninggalkan mereka.


Lia datang ke kamar mamanya untuk membicarakan hal itu.


"Maaa..." panggil Lia sambil mengetok pintu.


"Iya sayang..." jawab mamanya sambil membukakan pintu.


"Boleh Lia masuk?" tanya Lia.


"Tentu boleh sayang... ayo masuk..." balas Mamanya.

__ADS_1


Lia masuk dan duduk di kasur mamanya. Wajahnya terlihat murung dan sedih.


"Kamu kenapa murung sayang? Ada yang salah?" tanya mama Lia.


"Gini ma. Tadi tiba tiba saja nenek memanggil Lia dan memberikan liontin ini." jelas Lia.


"Iya terus?" tanya mama Lia.


"Tapi, nenek bukan hanya sekedar memberikan liontin ini. Nenek juga bilang sebuah kalimat yang selalu membuat Lia cemas." jelas Lia lagi.


"Memangnya nenek bilang apa sayang?" tanya mamanya.


"Nenek bilang Lia harus menjaga liontin ini dan memakainya terus. Selain itu, nenek juga bilang kalau Lia gak boleh sedih dalam keadaan apapun itu." kata Lia kepada mamanya.


"Sayang... mungkin nenek cuma bilang itu saja dan tidak memiliki maksud lain. Kamu gak boleh mikir aneh aneh sayang..." balas mama Lia sambil memeluk Lia.


"Lia takut nenek kenapa kenapa ma..." kata Lia sambil cemberut.


"Sudah... dari pada khawatir terus menerus, lebih baik kamu berdoa sama Tuhan supaya nenek baik baik saja." nasehat mama Lia.


"Oke ma." jawab Lia sambil melepaskan pelukannya.


"Ma, Lia masuk ke kamar dulu ya..." kata Lia sambil berdiri.


"Iya sayang..." balas mamanya.


Lia pergi dari kamar mamanya dan masuk ke kamarnya di atas loteng. Saat di kamar ia terus menerus mengingat apa yang di katakan neneknya tadi.

__ADS_1


Lia sangat takut jika kelak akan terjadi sesuatu buruk menimpa neneknya.


"Kamu gak boleh takut Lia! Nenek akan baik baik saja! Kamu harus berpikir positif!" ujar Lia dalam hatinya sambil menggenggam liontin di lehernya.


__ADS_2