
Senin pagi keluarga Lia bersiap siap untuk pergi ke Bali.
Lia masih saja sangat berat untuk pergi berlibur ke Bali. Liburan kali ini ia harus berpisah dengan Andra selama 2 minggu.
Saat mengemasi barang, Lia memasukkan novel dari Andra ke dalam kopernya. Untuk di lihat ketika merindukan Andra nantinya saat di bali.
"Liaa.. cepat nak, taxi sudah datang..." jerit mamanya.
"Iyaa maa..." jawab Lia sambil turun dan membawa kopernya.
Tidak lupa, Lia juga mengunci kamarnya. Mamanya juga mengunci rumah mereka saat akan masuk ke dalam taxi.
Saat menuju bandara, lagi lagi Lia teringat dengan Andra. Sedih dan senang menghiasi perasaannya. Satu sisi dia senang akan mengunjungi neneknya yang sangat ia sayangi. Sisi lain dia juga sedih berlibur tanpa Andra.
"Gak! Kamu gak boleh sedih Lia! Setelah itu kamu akan bertemu lagi dengan Andra! Kamu gak boleh sedih!" ujar Lia dalam hatinya menyemangati diri sendiri.
Tidak lama, Keluarga itu sampai di bandara.
"Ting tong... Pelanggan yang terhormat, penerbangan selanjutnya tujuan Bali akan segera lepas landas. Silahkan segera menuju lapangan pesawat dengan membawa barang barang Anda. Tingg tongg..." suara pengumuman di bandara.
Lia dan keluarganya pergi menuju lapangan pesawat lepas landas. Koper Lia dan keluarganya di serahkan kepada petugas bagian bagasi.
Setelah masuk dan duduk di dalam pesawat, Lia menghela nafas untuk menenangkan diri.
Untuk merubah suasana menjadi lebih nyaman, Lia mendengarkan lagu menggunakan earphone.
__ADS_1
Sejumlah lagu telah ia dengar. Pesawat melandas menuju Bali.
"Ting tong... Penumpang yang terhormat silahkan duduk dengan tenang tanpa memikirkan dia yang jauh di sana. Silahkan pakai sabuk pengaman untuk keselamatan. Tinggg tongg...." kata Pramugari dalam pesawat.
Memang terdengar aneh, tapi itu adalah salah satu cara pramugari membuat penumpang menjadi tenang di dalam pesawat dan tidak terjadi ketegangan di dalam pesawat.
Aneh saja, kata kata yang diucapkan oleh pramugari sangat bersangkutan dengan apa yang di rasakan oleh Lia. Tentu saja, ia sedikit tersinggung dengan kata kata pramugari itu.
Setelah mendengar kata pramugari itu, saat mengenakan sabuk pengaman ia teringat dengan Andra. Lagi dan lagi, Lia menghela nafas untuk tetap tenang. Mencoba fokus dengan lagu yang didengarnya dan melihat pemandangan yang indah di jendela pesawat.
Laut yang biru, dan berbagai macam pulau yang di hiasi dengan hijaunya pepohonan. Pemandangan ini sangat elok di lihat. Ini menjadi alasan sangat penting kenapa kita perlu menjaga kebersihan lingkungan agar semuanya nampak enak untuk di pandang.
Perjalanan cukup lama berlangsung. Tanpa sadar, Lia tertidur di dalam pesawat saat dalam penerbangan.
"Liaa..." panggil mama Lia dan meraih tanganya.
"Eh.." Lia terbangun dan mengusap matanya.
"Sudah sampai sayang." kata Mamanya.
"Ehm, iya ma." balas Lia.
Pesawat mendarat di lapangan bandara Bali. Lia dan keluarganya segera turun dari pesawat dan berbegas menuju bandara Bali untuk mengambil koper mereka.
__ADS_1
Setelah itu, mereka masih akan melanjutkan perjalanan menuju rumah neneknya.
Hari sudah mulai sore. Akhirnya, Lia dan keluarganya sampai di rumah nenek yang lumayan jauh dari bandara setelah 30 menit perjalanan.
"Nenekkkk...." teriak Lia sambil menemui neneknya.
"Ahh, cucukuu..." sambut nenek Lia sambil memeluk.
"Tiga tahun tidak bertemu sekarang kamu tumbuh besar dan menjadi wanita yang cantik." kata neneknya sambil mengelus elus kepala Lia.
"Ah ibu.." sapa mama Lia dan papanya.
"Kalian inii... ibu sangat merindukan kalian." balas neneknya dengan bahagia.
"Ayo masuk dulu, biar mbak yang bawakan kopernya." kata nenek Lia.
Rumah neneknya lumayan besar. Ada 5 kamar dan salah satu kamarnya berada di atas loteng. Kamar itu selalu kosong sedangkan yang satu ditempati oleh nenek Lia. Kakek Lia sudah meninggal tujuh Tahun yang lalu.
Saat pulang rumah nenek, Lia selalu memilih kamar paling atas ketika pulang di rumah neneknya.
Menjelang malam, keluarga itu makan bersama di ruang dapur yang terbuka. Pemandangan yang sungguh indah nampak saat sedang makan malam. Bintang bintang dan bulan yang gemerlap terlihat secara langsung.
Saat makan, Lia melihat bintang bintang dan bulan di langit. Tiba tiba ia teringat dengan Andra lagi. Ponselnya mati kehabisan baterai. Setelah makan, Lia masuk ke kamarnya untuk mengecas ponselnya.
Jendela di kamar itu lumayan luas dan bisa memandang bulan dan bintang yang bertebaran di langit.
__ADS_1
Lia melihat ke arah bintang dan bulan serta memandanginya terus menerus. Tidak lama, ia mengeluarkan buku novel yang ia bawa dari dalam kopernya. Ia membaca novel itu untuk melepaskan rasa rindunya kepada Andra.