
"Pagi maa ... pagi paa ..." sapa Lia kepada mama dan papanya di pagi Sabtu.
"Pagi sayangg..." jawab mama Lia dengan lembut.
"Ayo sarapan dulu." kata mama Lia.
Selesai sarapan, seperti biasanya Lia selalu mengawali paginya dengan jogging.
Saat akan pergi jogging, seorang anak kecil dengan membawa setangkai bunga mawar datang menghampiri Lia.
"Kakkk.. ini untuk kakak." kata anak itu.
"Wahh, makasih ya..." balas Lia sambil mengelus kepala anak kecil itu.
Anak itu lari dan pergi dari hadapan Lia. Di tangkai bunga itu, tertempel sebuah kertas kecil yang tertulis pesan singkat.
"Selamat pagi kurcaci mini," pesan yang ada di kertas kecil itu.
Membaca surat itu, Lia tersenyum sendiri. Lia meletakkan bunga itu di meja ruang tamu. Kemudian ia melanjutkan aktivitas joggingnya di pagi hari.
Lia sampai di taman dan melakukan aktivitas seperti biasanya. Lagi lagi, seorang anak kecil datang menemuinya.
Kali ini anak kecil yang berbeda dengan yang tadi dan tidak membawa apa apa.
"Kakk, ayo ikut aku." seru anak kecil itu sambil menyeret tangan Lia.
"Eh, kamu siapa? mau apa dek?" tanya Lia sambil mengikuti anak itu.
Sampai di ujung taman, anak itu menunjuk ke arah seorang lelaki yang sedang duduk di pinggir trotoar di jalan. Setelah mengantar Lia menemui lelaki itu, anak itu pergi.
Lelaki itu melambaikan tangan kepada Lia seakan akan mengundang Lia untuk datang.
Lia menghampiri lelaki itu dan sudah ketebak kalau lelaki itu adalah Andra. Siapa lagi kalau bukan lelaki tampan yang terkenal dingin itu.
"Gimana?" tanya Andra tersenyum memandang Lia.
"Apanya yang gimana?" tanya Lia balik.
"Apa kejutan hari ini cukup menarik?" tanya Andra.
__ADS_1
"Ohh. Makasih ya bunganya." balas Lia tersenyum manis.
"Loh, aku tidak memberikan bunga kepadamu." kata Andra kepada Lia.
"Terusss... bunga yang di antar anak kecil itu dari siapa??!" tanya Lia kebingungan.
"Mana aku tau. Yang aku tau aku hanya memberimu setangkai mawar bukan bunga." kata Andra sambil tertawa manis.
"Ahh, kamu ngagetin aja." balas Lia agak ngambek.
"Sudah, jangan ngambek. Udah tua jangan ngambek lagi ya. Di sini gak ada balon." kata Andra sambil tertawa manis.
"Andraaaaa!!!" kata Lia semakin ngambek.
"Iya deh, aku bercandaa kurcacii..." kata Andra.
"Huftt...." kata Lia.
"Ayo pulang. Hari sudah mulai siang." ajak Andra.
Lia diam saja karena masih ngambek dengan Andra.
"Gak mau pulang ni? atau masih ngambek?" tanya Andra.
"Mau aku gendong?" tanya Andra seraya menatap mata Lia.
"Ahh, enggak. Sudah lah ayo pulang." kata Lia gugup.
Andra tertawa lucu melihat tingkah laku Lia yang imut. Bagi Andra, bahagia sangatlah sederhana. Dengan melihat tingkah laku Lia yang lucu saja sudah membuat dia bahagia.
Begitu juga Lia. Dengan pagi yang diawali bersama Andra sudah cukup membuat dia bahagia. Bagi Lia, tidak ada yang tidak dapat di syukuri dalam kehidupan ini. Lia selalu bersyukur apapun yang terjadi dalam kehidupannya.
Mama dan papa Lia selalu mengajarkan untuk selalu bersyukur dengan keadaan apapun.
Saat selesai jogging dan sampai di rumah, Lia kembali mengambil bunga mawar yang diberi Andra kepadanya melalui anak kecil.
Lia meletakkan bunga itu di vas kosong yang ada di meja belajarnya.
Lia mengambil handuk dan mandi. Selesai mandi, Lia mengerjakan tugas sekolahnya yang belum selesai. Selesai mengerjakan tugas, Lia kelelahan dan mengantuk.
__ADS_1
"Hooaaaamm..." uap Lia.
"Aku mengantuk sekali." kata Lia.
Tidak lama ia terlelap dan tertidur di kasurnya. Cukup lama ia tidur siang. Ada sekitar 5 jam lamanya. Hari sudah jam empat sore dan Lia belum juga bangun.
"Liaa..." jerit mamanya memanggil.
"Tokk tokk tokkk...." *Suara ketukan pintu.
"Liaaa..." panggil mama Lia sekali lagi.
Lia terbangun dan terkejut ketika melihat jam di kamarnya.
"Iya maaa..." jawab Lia.
"Tadi ada temanmu. Dia menitipkan buku ini kepadamu." kata mamanya di depan pintu.
Lia membukakan pintu dan mengambil buku itu. Dia belum sempat melihat buku apa itu karena baru bangun tidur. Sebelumnya ia pikir itu adalah buku komiknya yang dipinjamkan oleh Leah.
Setelah meletakkan buku itu di meja belajarnya, Lia mengambil handuk dan segera mandi. Selesai mandi, ia melihat buku itu.
"Novel siapa ini?" tanya Lia dalam hati.
Lia teringat ketika mamanya memberikan buku itu, ia tidak melihatnya dan langsung meletakkannya di meja. Ternyata itu bukan komik yang dipinjam Leah.
Lia penasaran dengan Novel yang berjudul "Hidup."
Saat membuka lembaran pertama, lagi lagi ia menemukan secarik kertas kecil dengan tulisan "Selamat sore kurcaci mini."
"Ah, sudah ku duga ini pasti kerjaan Andra." pikir Lia.
Setelah membaca setengah dari novel itu, Lia berencana untuk mengirimkan sebuah pesan kepada Andra lewat DM instagram nya.
"Dasar aneh." kata Lia dengan wajah senang.
Walau menganggap aneh, Lia begitu bahagia dengan setiap kata yang di ungkapkan Andra kepadanya hari ini.
__ADS_1
Saat mengenal Andra lebih dekat, hidup Lia menjadi lebih berwarna layaknya pelangi.
Kian hari kian indah saja cerita mereka dan menjadi sangat enak di pandang. Tapi, rahasia Tuhan siapa yang tau.