
Sore hari setelah pulang bekerja, Lia kembali lagi di rumah sederhananya itu. Sampai di rumah, ia beristirahat sejenak dengan minum secangkir kopi. Lia duduk di bangku depan yang ada di halaman rumahnya itu.
"Tumbenan di sini..." kata mamanya yang datang tiba tiba.
"Eh, mama..." kata Lia agak terkejut.
"Capek ya? Kerja seharian?" tanya mamanya.
"Iya ma..." kata Lia.
Saat sedang duduk santai berbincang bincang dengan mamanya tiba tiba ia melihat seorang anak kecil yang sedang bermain di sekeliling halaman samping dekat rumahnya.
Tiba tiba ia merasa ingat sesuatu ketika melihat anak kecil itu. Ia ingat dimana ketika memegang boneka kecil yang ia temukan di dalam kotak itu, saat itulah ingatannya menggambarkan seorang anak kecil yang memberinya sebuah kotak kecil yang dalamnya berisi boneka.
Kepalanya mulai sakit dan pusing. Lia melihat sebuah gambaran di pikirannya bahwa bukan hanya satu kali itu saja seorang anak kecil menghampirinya. Ada banyak kali anak kecil menghampirinya dengan membawa benda yang berbeda beda.
"Kenapa Lia?" tanya mamanya ketika melihat Lia termenung memandang anak kecil itu.
"Ehm, enggak ma." jawab Lia singkat.
Hari semakin sore saja. Saat sedang menikmati secangkir kopi, Sore itu Lia di nampakkan sebuah pemandangan senja di rumahnya.
Lia merasa terkesan dengan senja itu. Warna orange ke ungu unguan yang menghiasi langit di sore hari membuat enak di pandang.
Namun, Lia merasa sangat tidak asing atau familiar dengan pemandangan senja di sore hari.
Ingatannya mulai beraksi menggambarkan sebuah ingatan yang dulunya hilang. Lia melihat dirinya yang sedang duduk dengan seorang lelaki di sebuah taman yang bahkan tak ia ketahui ada dimana letakknya.
Seperti biasa kepalanya mulai sakit. Ia juga melihat dirinya yang sedang mengobati luka di wajah lelaki itu. Ia mulai bisa mengingat bagaimana wajah Andra. Walau sudah mulai ingat ia belum bisa mendapat kembali ingatannya dengan Andra.
__ADS_1
Karena sangat lelah memikirkan semua itu akhirnya sekali lagi ia mencoba bertanya dengan mamanya.
"Maa, apakah Lia boleh bertanya sesuatu?" tanya Lia.
"Boleh sayang..." jawab mamanya.
"Tolong jawab jujur ma. Lia sangat lelah terus terusan sakit kepala ketika mengingat hal ini." ujar Lia dengan tegas.
"Loh, memangnya apa sayang?" tanya mamanya agak terkejut.
"Sebenarnya siapa sih teman Lia yang memberi sebuah novel dan boneka itu?" tanya Lia.
"Mama gak bisa langsung menyebutkan namanya begitu saja denganmu. Mama takut kamu akan sakit kepala lagi. Tapi, satu hal yang mama ketahui kamu dan dia memiliki sebuah hubungan yang mungkin kelihatanya sangat spesial." jelas mamanya.
"Ehm, baiklah." kata Lia agak kecewa.
Saat mengendarai mobil untuk pergi ke kampus, ia masih merasa kebingungan dengan apa yang di katakan oleh mamanya. Sebuah hubungan spesial tercipta antara dia dan temannya yang selalu menjadi misteri dalam hidupnya.
Perlahan teka teki dalam hidupnya mulai terjawab. Mungkin selama ini, itulah alasan yang membuat dia tak bisa menerima lelaki lain di hatinya. Bisa saja karena hubungan spesial yang di katakan oleh mamanya sore itu.
Saat sampai di kampus, lagi lagi sebuah kejadian terjadi dengan Lia. Seorang ibu ibu tak sengaja menabraknya sehingga ibu ibu itu menjatuhkan tas nya.
Lia mengambil tas itu kemudian memberikannya kepada ibu itu. Saat ia mengambil tas itu lagi lagi ia merasa mengulangi sebuah kejadian dan merasa seperti sudah pernah terjadi sebelumnya. Karena tak ingin terlalu memikirkannya ia segera mengambil tas itu dan menyerahkannya kepada ibu itu.
Saat memberikan tas itu, ia melihat wajah ibu itu. Tiba tiba ia merasa sudah pernah melihat wajah ibu itu.
Sedangkan ibu yang menabraknya tadi terkejut ketika melihat wajahnya saat ia hendak memberikan tas itu.
"Ka..ka..kamu..." kata ibu itu dengan gagap.
__ADS_1
"Iya ada apa ya dengan saya bu?" tanya Lia.
"Ka..kamu kan Lia?" tanya ibu itu.
Lia memang agak terkejut dengan apa yang di tanyakan oleh ibu itu. Ia bingung dari mana ibu itu bisa mengetahui namanya.
"Maaf, apakah sebelumnya kita pernah bertemu bu?" tanya Lia.
Ibu itu tidak menjawab pertanyaannya kemudian langsung meninggalkan Lia begitu saja. Ibu itu kelihatan agak kepanikan seperti baru melihat hantu.
Lia tidak memperdulikannya kemudian lanjut masuk ke kampus karena tak ingin ketinggalan materi.
Sementara ibu yang tadi ternyata adalah mamanya Andra. Ia terkejut karena baru saja ia bertemu dengan Lia, wanita yang selama ini selalu di cari cari oleh anaknya Andra.
***
Ada banyak ketidaksengajaan yang selalu mengingatkan Lia dengan Andra. Namun, ia masih saja belum bisa memahami dan menemukan siapa Andra sebenarnya. Semenjak kejadian itu, hidupnya berubah drastis. Lia harus lebih bersabar untuk mengingat apa yang terjadi di masa lalunya. Bahkan untuk mengingat cinta pertamanya pun ia harus membutuhkan waktu yang cukup lama dan melewati berbagai jenis teka teki.
Hai semuanyaa....
Maaf ya kalau ceritanya tidak terlalu menarik untuk di baca. Soalnya ini pengalaman pertama saya jadi seorang author heheh...
Jadi kalau ceritanya gak jelas dan gak menarik maaf yaa ...
Author berharap bisa menghibur dan membuat kalian para pembaca terhibur dengan novel yang satu ini.
__ADS_1