
Setelah pulang bekerja, Lia segera bersiap siap untuk menemui calon suaminya kelak yang sudah ditentukan oleh orang tuanya.
Entah kenapa, ia merasa waktu hari ini lebih cepat dari biasanya. Waktu seakan akan memaksa Lia untuk cepat cepat bertemu dengan Calon suaminya itu.
Hari ini ia tidak masuk kuliah. Ia sudah izin kepada dosennya dengan alasan kepentingan keluarga. Ia juga sudah mengabari Nadya teman kampusnya itu. Nadya agak terkejut ketika mendengar kabar bahwa Lia akan segera di jodohkan. Di sebuah percakapan via telpon mereka berbicara dan mendiskusikan hal itu.
"Kamu beneran serius mau di jodoh Lia?" tanya Nadya.
"Iya Nad. Aku gak bisa nolak. Kalau aku nolak sama aja aku udah ngecewain papaku." balas Lia nada sedih.
"Hmm, terus soal Andra yang kamu cerita ke aku gimana?" tanya Nadya.
"Aku udah gak tau lagi kalau soal Andra. Aku pusing. Sudahlah lebih baik aku jalani apa yang sudah dipersiapkan ini." jawab Lia.
"Hmm, baiklah Lia. Kamu yang sabar ya... Aku yakin, kamu pasti bakal bahagia. Kamu harus percaya itu." kata Nadya memberikan semangat kepada Lia.
"Yaudah, sekarang aku mau siap siap dulu ya." kata Lia.
"Baiklah." balas Nadya kemudian mematikan percakapan via telepon.
***
Setelah bersiap siap, Lia menghela nafas dan mencoba untuk tetap tenang. Ia mengenakan sebuab baju yang dikirim oleh teman papanya yang nantinya akan jadi mertuanya.
Setelah merasa sedikit tenang, barulah ia keluar dari kamarnya dan menghampiri papanya.
"Waawww... kamu cantik banget." puji papanya ketika melihat Lia mengenakan gaun anggun itu dengan rambut sanggul di kepalanya.
__ADS_1
"Anak mama cantik banget sih..." kata mamanya.
Lia memang senang dengan berbagai pujian yang terlontar dari mulut orang tuanya. Tetapi sebenarnya ia merasa sangat sedih dan hatinya hancur seketika. Ia merasa ini memang benar benar sebuah perpisahan anatara ia dan Andra.
"Kamu kenapa sayang?" tanya mamanya.
"Enggak kok ma ..." jawab Lia singkat.
"Yasudah, kalau begitu kita langsung berangkat ya..." kata papanya kemudian.
Lia masuk ke dalam mobil. Hatinya semakin hancur saja ketika masuk ke dalam mobil. Di sepanjang perjalanan ia tidak merasa senang sama sekali. Malahan ia merasa sedih yang melanda di hatinya.
Mamanya mulai merasa ada yang aneh dengan anaknya itu. Memang rasanya tak tega melihat wajah anaknya yang murung. Namun semua ini mereka lakukan demi kebaikan anaknya. Tidak ada orang tua yang ingin anaknya susah dan pastinya semua orang tua ingin anaknya bahagia.
Saat sedang dalam perjalanan, hujan turun dengan lebat. Lagi lagi Lia merasakan sebuah kenangan yang terukir antara ia dan Andra. Semua ini membuat ia terpaksa harus menghapus kenangannya itu. Tapi entah mengapa, Selalu saja ada celah celah yang membuat dirinya ingat dengan semua kenangan Andra.
Mereka sampai di sebuah restoran yang lumayan jauh dari rumah mereka. Setelah melewati badai hujan yang begitu lebat, tiba saatnya Lia harus bertemu dengan calon suaminya.
"Kamu gak boleh sedih dalam keadaan apapun."
Itulah sebuah kalimat singkat yang diucapkan oleh neneknya. Ketika mengingat itu, ia mencoba untuk tetap tersenyum walau hatinya sedih.
Lia dan keluarganya duduk di sebuah meja kosong. Mereka masih harus menunggu keluarga dari pihak lelaki. Teman papanya sempat memberi tahu kalau mereka akan datang agak terlambat karena hujan.
Setelah 10 menit berlalu, akhirnya keluarga itu datang. Mama dan papa mereka saling sapa dan saling menunjukkan wajah masing masing. Lia masih belum sanggup mengangkat wajahnya untuk melihat calon suaminya.
Lelaki itu duduk di sebelah Lia. Lia merasa canggung dan agak gugup. Sedangkan lelaki itu melihat wajah Lia dari samping dan terkejut seketika.
__ADS_1
"Lia...." panggil laki laki itu dengan nada agak rendah.
Lia merasa seperti sebelumnya ia pernah mendengar suara itu. Ia menoleh dan dia terkejut ketika melihat wajah pria itu. Tak di sangka, Pria itu adalah Andra yang selama ini ia cari cari setelah sadar dari ingatannya yang hilang itu. Walau wajahnya agak berubah, Lia tetap mengenali Andra. Begitu juga dengan Andra, walau wajah Lia sedikit berubah ia tetap mengenalinya.
Saat itu juga mereka saling terkejut dengan apa yang terjadi. Siapa sangka kalau Andra adalah orang yang akan menjadi calon suami Lia kelak. Awalnya ia memang sedih, namun sekarang rasa senang bercampur haru menghiasi hatinya hingga tak sadar air mata jatuh membasahi wajahnya.
"Kamu jangan nangis..." kata Andra sambil mengusap air mata Lia.
"Aku kangen kamu..." kata Lia sambil memeluk Andra.
Mamanya terkejut ketika melihat Lia memeluk Andra. Ternyata Andra adalah anak dari teman suaminya. Tanpa ia sadari Andra juga adalah anak yang akan di jodohkan dengan Lia. Ia begitu bahagia melihat anaknya bahagia.
"Jadi kalian sudah saling kenal?" tanya papa Andra.
"Bukan kenal lagi. Mereka sudah dekat sedari sejak dulu sebelum kita merencanakan untum menjodohkan mereka." jelas mama Lia.
"Baguslah kalau begitu." kata papa Andra.
Mama Andra terkejut ketika mendengar hal yang di jelaskan oleh Mama Lia. Ia menoleh ke arah Lia dan menyadari kalau itu adalah wanita yang selama ini di cari cari oleh anaknya. Ia sedikit terharu dan bahagia melihat anaknya sudah menemukan cinta pertamanya.
Setelah dijodohkan Andra dan Lia akan berencana menikah setelah mereka wisuda kelak.
Begitula kisah mereka.
Takdir mempertemukan mereka bersama dengan sebuah kejadian kecil di dalam bus. Takdir juga sempat memisahkan mereka bahkan membuat salah satu dari mereka lupa segalanya. Tapi pada akhirnya, Takdirlah yang kembali menyatukan mereka dan memperbaiki semuanya bahkan menjadi jauh lebih baik lagi dari sebelumnya.
Mereka memang Ditakdirkan Untuk Bersama.
__ADS_1
~ T H E E N D ~