
Hari ini sudah menjadi hari ke tiga Lia bersekolah di sekolah barunya. Lia masih belum mempunyai teman di sekolah.
"Riiiinnngggg..." Bunyi bel istirahat sekolah.
"Anak anak, waktunya kita istirahat." Kata guru matematika.
"Baikk buu" Jawab murid serentak.
Lia mengeluarkan bekalnya yang telah di siapkan oleh mamanya tadi pagi.
Ketika sedang memakan bekalnya, Lia mendeengarkan percakapan antara Andra dan Fransiska.
"Andra, mau nggak pergi kantin bareng aku?"
Tawar Fransiskan kepada Andra.
"Boleh saja." Jawab Andra singkat dan pergi ke kantin bersama Fransiska.
Saat pergi ke kantin bersama Fransiska, Andra melewati meja Lia.
Lia sempat merasa sakit hati melihat Andra pergi ke kantin bersama sama dengan Fransiska.
Meski begitu, Lia tetap mencoba tetap tenang dan biasa biasa saja.
"Aku harus kuatt, aku haruss kuatt! Kamu bisa Liaa, yaa kamu bisaa!!" Singkat kata yang di ucapkan Lia dalam hati agar ia tidak merasa sakit hati.
"Riiiingggg...." Dering bell masuk berbunyi.
Semua siswa kembali ke kelas masing masing dan melanjutkan perlajaran selanjutnya.
Kelas Lia akan belajar pelajaran Multimedia yang merupakan pelajaran jurusan pertama di hari sekolahnya. Namun, lima menit berlalu setelah bell masuk berbunyi guru jurusan multimedia belum juga kunjung masuk kelas.
Akhirnya tak lama kemudian, guru masuk bersama satu murid baru.
"Selamat siang anak anak..." Sapa Pak guru.
"Siangg pakk..." Jawab murid serentak.
__ADS_1
"Siang ini, kita kedatangan murid baru dari kota C, Bapak harap kalian dapat berteman dengan baik kepada Leah."
Ketika mendengar kata "Leah" Lia terkejut dan langsung melihat murid baru itu. Tak di sangka Teman bangku SMP nya kembali.
Lia sangat senang begitu melihat Leah.
"Hai semuanya, Perkenalkan saya Leah jasinta. Panggil saja Leah."
"Haii Leahh..." Sapa murid lainnya.
"Leah silahkan duduk di bangku kosong di barisan ujung paling kiri." Seru pak guru kepada Leah.
"Baik pakk..." Jawab Leah, dan bergegegas menuju tempat duduk.
Ketika menuju tempat duduk, Leah tersenyum lebar melihat Lia begitu juga Lia tersenyum lebar melihat leah.
"Baiklah anak anak, pelajaran akan di segera mulai. Silahkan buka halaman pertama buku multimedia." Seru pak guru kepada murid di kelas itu.
Waktu begitu cepat berlalu. Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 15.30 pm. Itu berarti sudah saatnya anak anak pulang ke rumah masing masing.
"Riinggggggg...." Bunyi bell pulang.
Tegas Pak guru.
Saat Lia mengemas barang, Leah menghampiri Lia dan mengajak Lia untuk pulang bersama.
"Liaa... ayo pulang bareng." Tawar Leah kepada Lia.
"Ah.. Leah, ayoo pulang bareng." Jawab Lia.
Saat sedang di jalan, mereka berbincang bincang.
"Leahh, bagaimana kau bisa pindah lagi?" Tanya Lia kepada Leah.
"Ayahku, kembali di tugaskan di kota ini, dan sudah di tetapkan permanen akan terus berkerja di kota ini." Jelas Leah
"Wahh... kalau bagitu, kita bisa sama sama lagi dongg..." ujar Lia dengan senang.
__ADS_1
"Hahahha, tentu saja iyaa..." Jawab Leah.
Saat sedang berjalan menuju rumah masing masing, Lia mendapat pemandangan yang kurang enak di pandang.
Lia dan Leah melihat Andra yang pulang bersama dengan Fransiska naik motor ninja Andra.
Raut wajah Lia langsung berubah dengan sekejap.
"Sudahlah Lia..." kata Leah untuk menenangkan Lia.
"Kau tahu kan leah? kalau aku sudah menyukai Andra dari sejak dulu. Dan kami selalu satu kelas hingga sekarang. Ku pikir ini akan menjadi kesempatan ku untuk lebih dekat lagi dengan Andra. Tapi semua tak seindah yang ku bayangkan." Jelas Lia kepada Leah.
"Iyaa, aku tahu Liaaa... Sudahlah jangan bersedih. Kamu harus percaya, kalaupun dia memang jodohmu maka Tuhan akan menyatukan kalian dan kalaupun Andra bukan jodohmu tenang saja, Tuhan masih punya rencana lain untukmu." Hibur Leah kepada Lia agar Lia tidak sedih lagi.
Tidak terasa, Lia dan Leah harus berpisah di persimpangan. Karena rumah mereka berbeda arah.
"Lia, aku jalan dulu yaa... kamu hati hati di jalan." Pamit Leah kepasa Lia.
"Iyaaa, Dah leahhh..." kata Lia.
"Dahhh..." Jawab Leah.
******
Lia tiba di rumah, dan langsung masuk ke kamar. Lia sempat meneteskan air mata karena sedih melihat Andra dan Fransiska.
Kemudian ia mandi dan bergegas makan malam.
Setelah itu Lia mengerjakan PR nya dan kemudian tidur.
Lia tak tahu harus senang atau sedih. Satu sisi ia senang karena sahabatnya kembali Tapi, di sisi lain ia juga sedih karena melihat Andra dan Fransiska yang semakin dekat saja.
Malam itu, setelah mengerjakan PR Lia mengambil HP nya dan mendengarkan lagu kesukaannya menggunakan headset.
Tidak sadar air matanya telah membasahi pipinya.
Malam semakin larut dan semakin sunyi. Mendengarkan lagu sambil menangis membuatnya mengantuk dan tertidur lelap.
__ADS_1
Tidak lama, Mama Lia menghampiri Lia dan mencabut headset dari telinganya dan mematikan ponselnya.
*****