Ditakdirkan Bersama

Ditakdirkan Bersama
Lembaran Baru.


__ADS_3

Karena anaknya mengidap penyakit Amnesia Disosiatif, orang tua Lia pindah ke Bali setelah Lia selesai di rawat inap.


3 Tahun sudah berlalu sejak kecelakaan itu. Sekarang Lia sudah mulai terbiasa dengan hidupnya di Bali bersama mama, papa, dan Neneknya yang sudah sangat tua.


Lia melanjutkan sekolahnya di Bali dengan teman teman baru yang cukup ramah menerimanya.


Sejak itu, Lia tidak pernah ingat dengan Andra lagi. Ia tak kenal lagi siapa Andra dan juga belum bisa mengingat jelas tentang sahabatnya Leah. Yang ada dalam pikirannya hanyalah dia seorang dan keluarganya. Memang agak susah untuk beradaptasi dengan hidup barunya.


Kini, Lia sedang kuliah di sebuah universitas di Bali. Jadwalnya cukup padat setelah tinggal di Bali. Ia harus bekerja dari pagi hingga sore, kemudian lanjut kuliah sampai malam. Hal ini cukup membuat Lia sibuk sehingga tidak ada waktu untuk mencoba mengingat kejadian lama.


Sangat berbeda dengan Lia yang dulu, kini kelihatannya Lia lebih ceria dan lebih bahagia dengan keluarganya di Bali.


Namun selalu saja di sela sela waktu ia merasa ada yang kurang dalam hidupnya. Namun karena sibuk, ia tak terlalu memikirkan kekurangan yang ia rasakan.


Lia juga sering bermimpi yang aneh aneh saat ia sudah kelelahan karena bekerja dan kuliah. Anehnya, ia selalu bermimpi tentang sebuah taman yang tak ia ketahui letaknya ada di mana. Ia juga sering bermimpi dengan wajah seorang lelaki yang tak ia kenali juga.


Ia mencoba untuk mengingat lelaki itu tapi, rasa sakit di kepalanya selalu muncul saat hendak mencoba mengingat.


Selain itu ada banyak hal yang menjadi pertanyaan dalam kehidupan baru yang ia jalani.


Ketika melihat neneknya yang sudah tua, terkadang ia selalu mendapat bayangan sebuah aktivitas yang bahkan belum pernah sama sekali ia lakukan dengan neneknya.

__ADS_1


Apalagi ketika memegang sebuah liontin di lehernya, ia selalu mendapat sejumlah bayangan aneh yang terkadang menjadi pertanyaan di lubuk hatinya yang terdalam.


Pernah sekali, ia mencoba menanyakan hal itu dengan mamanya. Mamanya hanya menjawab kalau itu hanyalah sebagian ingatan yang nantinya pasti akan teringat kembali.


Terkadang, ia bingung dan juga pusing dengan sejumlah bayangan yang sering didapatinya dalam pikirannya. Semuanya nampak aneh namun terjadi dalam kehidupannya.


Setelah bekerja dan kuliah yang cukup melelahkan akhirnya hari minggu tiba untuk berlibur. Pagi yang cerah sekali dengan di hiasi pemandangan yang indah di rumah barunya. Berbeda dengan biasanya, Lia bangun lebih awal Minggu ini.


"Pagi ma..." sapa Lia di dapur.


"Pagi sayang... tumben udah bangun jam segini?" tanya mamanya.


"Heheh iya ma..." balas Lia.


"Hm, Lia mau sarapan dulu deh." jawab Lia.


Selesai sarapan, ia menghampiri neneknya yang sedang duduk di kursi goyang yang terletak di ruang tamu.


"Pagi nekk..." sapa Lia kepada neneknya.


"Pagi cucuk nenek ..." balas neneknya yang sedang bersantai di kursi goyang.

__ADS_1


Neneknya sekarang sudah berumur 80 tahun. Sedangkan Lia sudah berumur 20 tahun. Neneknya sudah cukup tua dan sekeliling tubuhnya penuh dengan minyak angin.


"Kamu tidak bosan di rumah?" tanya neneknya.


"Tidak nek." kata Lia


"Cobalah untuk jalan jalan keluar." suruh neneknya.


"Tidak nek, Lia capek bekerja dan kuliah selama satu minggu." kata Lia


"Baiklah kalau begitu." kata neneknya.


Lagi dan lagi, ia mendapat sejumlah bayangan aneh di pikirannya. Ketika melihat neneknya dengan kursi goyang itu, ia seakan akan merasa sudah pernah melihat neneknya duduk di kursi goyang itu dan tidak tahu kapan. Padahal, ini baru pertama kalinya dia melihat neneknya duduk di kursi itu sejak ia pindah di Bali.


Lia memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan hal itu karena tidak mau kepalanya sakit lagi.


Entah sampai kapan Lia akan terus menerus begini dalam hidupnya. Walau lebih bahagia di Bali, ia selalu merasa ada yang kurang dalam hidupnya. Tidak tahu itu apa tapi rasa itu selalu menghampiri dirinya hampir setiap malam. Apalagi taman dan sosok lelaki yang selalu muncul dalam mimpinya.


Ada banyak pertanyaan di dalam hati kecilnya. Ia selalu ingin tau siapa sebenarnya sosok lelaki yang selalu hadir dalam mimpinya.


Ia ingin menanyakan hal itu dengan mamanya namun, ia ragu untuk menjelaskannya. Entah kenapa saat hendak menceritakan sosok lelaki itu kepada mamanya, Lia selalu merasa ragu.

__ADS_1


Di balik rasa ragu, sebenarnya ada rasa penasaran yang cukup kuat. Lia hanya membutuhkan waktu yang cukup dan saat yang tepat untuk menanyakan hal itu kepada mamanya.


__ADS_2