
"Riiiinggg...." bunyi bel masuk di sekolah.
Lia dan Leah segera bergegas masuk ke kelas. Pagi hari ini, Lia mendapatkan pemandangan yang kurang enak. Lia melihat perempuan yang cantik berjalan bersama Andra di lapangan.
Setelah di lihat, ternyata perempuan itu sepertinya anak baru si sekolah ini. Karena sebelumnya Lia belum pernah melihatnya dan baru kali ini saja.
Lia berusaha untuk tenang dan mencoba berpura pura tidak tahu.
"Lia kenapa?" tanya Leah.
"Gak apa apa." jawab Lia singkat.
"Oh ya, sejak hari itu gimana hubungan kamu sama Andra?" tanya Leah.
"Biasa saja. Hanya sekedar teman dekat dan tidak lebih." jawab Lia.
"Liaa, kamu jangan sedih dulu. Kita nggak tahu gimana kedepannya. Kamu haru semangat!!" ujar Leah dengan semangat.
"Hmm... iya deh." balas Lia singkat.
Hari masih panjang. Guru masuk dan siswa belajar seperti biasanya. Waktu berjalan dengan sangat cepat. Tidak terasa, anak anak akan segera menghadapi ujian lagi untuk kenaikan kelas.
Hari mulai sore, anak anak akan kembali ke rumah mereka masing masing sebentar lagi.
Jam menunjukkan pukul 14.30 pm. Lia dan Leah bergegas menuju kelas dari lab Multimedia.
Setelah sampai mereka akan melanjutkan pelajaran selanjutnya dan setelah itu pulang.
"Liaa..." panggil Andra.
"Hm?" jawab Lia singkat.
"Kamu kenapa?" tanya Andra.
"Gak apa apa." balas Lia singkat b
"Kalo aku ada salah, maaf ya Lia." kata Andra dengan raut wajah sedih.
Andra menunduk dan langsung pergi ke kelas. Begitu juga Lia. Lia cemburu dengan perempuan yang berjalan di lapangan pagi ini bersama Andra.
"Riiinggg...." bel pulang berbunyi.
"Anak anak, pembelajaran kita sampai di sini untuk hari ini. Semoga bermanfaat untuk kalian semua." kata pak Guru.
"Baik Pakk..." jawab murid serentak.
"Leah, ayo pulang." kata Lia
"Iya sebentar." balas Leah.
__ADS_1
Saat di jalan menuju pulang, Lia terdiam karena masih memikirkan tentang perempuan yang bersama Andra pagi tadi.
"Liaa, kalo ada masalah kamu harus cerita ke aku. Jangan diem diem aja. Nanti kamu stress..." kata Leah.
"Begini, tadi pagi aku melihat seorang perempuan bersama Andra. Entah mengapa, aku merasa sakit sekali melihat itu." jelas Lia
"Ohh, jadi ceritanya cemburu nih..." balas Leah sedikit mengejek.
"Ihh, Leahhhh." jawab Lia ngambek.
"Hehehe. Nggak apa apa Lia. Kan aku sudah bilang, jalani aja semuanya dulu. Kalau masalah jodoh atau enggak ya kita lihat aja nanti." jelas Leah
"Tapi sakit Leahh." balas Lia singkat.
"Iyaa, aku tau. Terjebak dalam Friend Zone memang sakit. Tapi kamu harus sabar." kata Leah.
"Ya sudah dehh..." jawab Lia.
Sampai di rumah, Lia mandi dan mengganti pakaiannya. Setelah itu, ia keluar untuk mencari udara segar. Lia pergi ke taman yang biasa ia kunjungi dengan Andra. Di situ, Lia duduk di kursi itu sambil mendengarkan lagu dengan headset di telinganya.
"Liaaa..." suara seseorang memanggilnya.
Lia menoleh ke belakang dan ternyata itu adalah Andra.
Andra menghampiri Lia dan duduk di sebelahnya.
Lia mengambil gula gula itu.
"Makasih." jawab Lia singkat.
Sore hari itu mereka berdua sangat canggung. Suasana menjadi sunyi dan sepi di taman itu.
Lia mencoba untuk memberanikan diri memulai percakapan dengan bertanya tentang perempuan pagi ini.
"Andra..." panggil Lia gugup.
"Iya?" jawab Andra sambil menoleh melihat Lia.
"Boleh aku bertanya?" tanya Lia.
"Silahkan." jawab Andra singkat.
"Boleh aku tau perempuan yang tadi pagi itu siapa?" tanya Lia.
"Oh, Lana. Dia itu sepupuku. Tadi pagi dia baru pindah di sini jadi, aku menemaninya untuk ke ruang kepala sekolah." jelas Andra
"Oh, begitu." jawab Lia
Sekarang Andra mengerti mengapa Lia terus menerus diam kepada Andra dari tadi di sekolah.
__ADS_1
"Sekarang boleh aku bertanya?" tanya Andra.
"Oh, boleh." jawab Lia
"Apa kamu sedang cemburu?" tanya Andra
"Ah, tidak." jawab Lia gugup.
"Boleh aku bertanya lagi?" tanya Andra
"Boleh." balas Lia
"Apa kau sedang berbohong?" tanya Andra
"Iya.. ehh, enggak." jawab Lia keceplosan.
"Nah, sekarang kamu ketahuan berbohong."
kata Andra sambil tertawa
"Iih, Andra gak lucu." balas Lia ngambek.
"Bercandaa kurcacii..." kata Andra membujuk
"Udah ah, aku mau pulang." kata Lia
"Hati hati ya kurcaciii ..." balas Andra.
"hm iya." jawab Lia singkat.
Walau merasa sedikit jengkel, Lia sangat senang. Akhirnya ia mengatakan bahwa ia cemburu dengan perempuan itu. Kalaupun itu keceplosan, tidak apa apa. Setidaknya Andra bisa peka terhadap perasaan Lia.
Malam hari, Lia lanjut membaca Novel yang diberikan oleh Andra kepadanya. Lia menelaah setiap kata kata dalam novel itu. Cukup singkat, namun dapat di mengerti.
"Drrttt..." dering ponsel Lia.
Ternyata itu adalah pesan DM dari instagram
Percakapan singkat yang membuat Lia sangat senang. Sempat salah paham dengan Andra ternyata membuahkan sebuah perhatian lebih dari Andra.
Keceplosan juga membuat perasaan Lia legah.
Malam semakin larut Lia dan Andra terlelap di tempat masing masing.
__ADS_1