
Happy Reading Guys. Jangan Lupa Like dan Votenya yah😊
“Jangan Memulai Mimpi yang salah.”
*******
Keesokan Paginya. . .
Tidak ada yang berbeda. Bangun pagi seperti biasa lalu sarapan bersama kemudian Regan bersiap berangkat kekantor.
Sejak kehamilanku memasuki Usia 4 bulan Regan kembali bekerja dikantor. Rasanya juga tidak nyaman jika terlalu banyak orang dirumah.
“Saya berangkat kerja dulu, jangan terlalu lelah dirumah. Dan jaga jagoan kecil kita” Ucap Regan mengelus perutku.
“Oke oke papa. Cari uang yang banyak yah. Dan jangan nakal dikantor oke” Jawabku
“Siap Nyonya Wijaya”
“Haha... sudah jangan bercanda terus nanti kamu telat.”
“Baiklah. Saya berangkat dulu. Muachh” Kata Regan diakhiri dengan sebuah ciuman di keningku.
Aku melambaikan tangan hingga mobil yang dikendarai Regan keluar dari gerbang rumah.
“Nah... papa sudah pergi kekantor tinggal kita berdua sayang. Enaknya ngapain yah.?? Ehm... bikin kue kayaknya enak yah dek” Ucapku sambil mengelus perutku.
Aku melangkah kembali masuk kedalam rumah. Seperti niatku tadi membuat kue sepertinya menyenangkan.
Didapur . . .
Sesampainya didapur terlihat Semua sibuk mengerjakan tugas masing masing.
Satu orang yang tidak pada posisinya. Lilis.?? Kemana dia.? Hmn.... lupakan hal yang tidak penting. Sekarang yang terpenting adalah membuat kue.
“Mbok tolong siapkan bahan bahan untuk membuat kue yah, saya mau buat kue” Pintaku pada mbok ti.
“Nyoya mau buat kue apa.? Biar mbok aja yah yang buat. Nyonya istirahat saja” Jawab Mbok ti.
“saya mau buat Redvelvet. Tidak perlu mbok. Saya mau buat sendiri. Nanti mbok bisa bantu dikit dikit hehe”.
“Baiklah Nyonya. Saya siapkan dulu yah bahan dan alatnya”.
Aku menunggu sambil duduk dipantry. Kurang lebih 15 menit semua yang diperlukan telah siap. Memang Mbok ti bisa diandalkan.
Akupun mulai mencampur bahan bahan yang diperlukan satu persatu.
“Mbok, Lilis kemana.?? Kok gak kelihatan dari tadi.?” Ahh Akhirnya ku tanyakan juga.
“Oh itu nyah, Lilis sedang belanja keperluan dapur yang habis” jawabnya.
“Oh begitu. Ngomong ngmong Lilis sudah menikah mbok.??” Tanyaku agak sensitif. Soalnya selama dia bekerja disini aku benar benar tidak tahu soal dia. Hah... sungguh teledor. Memperkerjakan orang hanya modal rekomendasi😑.
“Lilis,-“ Ucapan Mbok ti ku intrupsi.
“Sebentar mbok, teman saya nelpon. Tolong mbok lanjutkan yah hehe. Kalau sudah mateng bagian atas cukup dikasih butter lalu potongan strobery yah”.
“baik nyoya😊”.
Aku pun mengangkat telpon dari Lisa dan Keyla lalu berjalan menuju keruang tamu.
📞📞📞
“Yaksss Cinta lama sekali angkatnya.!!” Gerutu Duo Crazy
“Cih... Sabar coba. Lupa yah aku sekarang istri sultan yang lagi hamil. Apa apa gak bisa gesit” Jawabku.
“Apa hubungannya Cin.??”
“Ntar kalau kalian pada tekdung baru tau rasanya. Aaua... kenapa kalian nelpon jam segini tumben.??”.
“Biar aku yang jelasin Sa, Gini Cin Kemarin aku gak sengaja papasan sama ketua kelas kita waktu SMA dulu. Trus dia ngasih undangan Reunian di sekolah. Acaranya besok malam jam delapan di sekolah. Aku sama lisa rencananya mau pergi. Nah, Kamu mau pergi gak.??” Tanya Keyla.
__ADS_1
“Hmn... Reunian yah.??” tanyaku
“Iya. Pergi gak.?? Pergi aja gin. Yukss” pinta Lisa.
“Gak janji deh. Kalian tahu kan kondisiku sekarang. Pasti Regan gak ijinin. Apalagi acaranya malam”.
“yah.. gak seru donk kalau dewi SHS gak datang” Kata Keyla dengan suara Lesu.
“gak usah banyak jalan. Pengantin tuh Dirumah aja gak usah keluyuran”.
“Yee.. siapa yang keluyuran orang perginya bareng calon suami kok wkwkw.😂 lumayan kan bisa sekalian sebar undagan. Semakin banyak yang datang kado dan amplopnya juga banyak”
“YAK KEYLAAAAAA!!!” Teriak aku dan lisa bersamaan.
“Kenapa.?? Ada yang salah sama ucapanku.??” Bingung keyla.
“Hah... dia lagi gak waras cin” Kesal Lisa.
“Malu maluin ih..” Gerutuku
“Ih apanya yang malu maluin sih.?? Tujuan undangan dicetak banyak kan biar banyak yang datang. Otomatis hadiah juga banyak hihihi.” Timpal Keyla.
“Ah, Sa kalau gitu kita gak usah bawa kado nanti. Dia kan sudah dapat banyak kado hahahaha” Candaku.
“Benar cin. Kita setor muka aja baru makan sepuasnya wkwkwk😂😂” Ucap Lisa.
“Sialan kalian... !! Gak bisa gitu donk. Ihh jahat masa teman sendiri nikah gak dikasih kado😥” Kata Keyla dengan lesu.
“lah kehadiran kita kadonya key, iya gak sa.??😂” Goda ku.
“yapss Benar banget Cin” Gurau Lisa.
“Is..is..is... 🙄😏” Keyla kesal.
“Hahaha... udah ah, Nanti aku infoin kalau jadi pergi yah. Udah aku tutup duluan yah. Bye Girls” Ucapku.
Aku mematikan sambungan telpon. Jika tidak pembahasan ini akan menjalar kemana mana.
Tidak berselang datanglah Lilis dengan beraneka macam belanjaan ditangannya.
“Selamat Pagi Nyonya” Sapanya
“pagi.!!” Jawabku datar.
Lilis kembali melangkah menuju dapur.
“Tunggu” Kataku tiba tiba menghentikan langkahnya.
“Iya nyonya.?” Tanyanya.
“Hmn.. tolong bawakan cake saya kekamar. Kamu bisa minta sama Mbok Ti” kataku menjelaskan.
“Baik nyonya” Ucapnya.
Setelah mengatakan itu aku berdiri perlahan lalu kembali kekamar menaiki Lift.
Entahlah, kenapa aku tiba tiba menyuruhya mengantar kue kekamar.??.
Ting . . . suara Lift terbuka.
Aku keluar lalu menempelkan sidik jariku di handle pintu. Ruangan yang penting memang Sengaja dipasangi Pengaman seperti ini.
Aku duduk diatas tempat tidur sambil membaca majalah fashion. Tak lama berselang ketukan pintu terdengar dari luar.
Tok...tok...tok...
“Nyonya Ini saya” Lilis berkata sambil membawa redvelvet cake ditangannya.
“Masuk. Pintunya tidak terkunci” Jawabku.
Yah benar saja. Pintu tadi memang tidak kubiarkan terkunci selama 10 menit.
__ADS_1
Author : Bisa begitu yah cin.???
Cinta : Biasa Tor rumah Horang kaya😂.
Author : 👏👏👏
Lanjut . . .
Lilis masuk kedalam kamarku. Berjalan dengan langkah yang pelan dengan kedua mata menjelajahi seisi kamar.
Mimik wajahnya terlihat sangat jelas mengagumi Setiap sudut kamar ini. Namun satu hal yang mengusik pikiranku.
Ketika Sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman. Senyum yang tipis namun aku bisa melihat itu.
Ini seperti sesuatu yang kamu lihat mengalihkan duniamu. Kamu tidak menyadari kamu dimana, sedang apa, dan ada siapa disana.
Kamu hanya fokus pada satu objek. Yah kira kira seperti itulah Mata lilis yang fokus menatap kearah Bingkai Foto Pernikahanku dan Regan.
“Suamiku Tampan Bukan.??” Ucapku Memecahkan Lamunanya.
“Ah... Maaf nyonya” jawabnya gugup seperti terciduk berbuat salah.
“bagaimana menurutmu Foto pernikahanku.??” Tanyaku.
“Em.. Foto pernikahan Nyonya dan Tuan sangat sempurna” jawabnya tanpa keraguan.
“Ah,, Sempurna yah.???” Gumamku.
“Siapapun yang melihatnya pasti akan iri nyonya” Katanya lalu kembali fokus melihat kearah bingkai foto.
“Termasuk kamu. Begitu.??” Tanyaku.
“Ah Ti...Tidak Nyonya. Mana mungkin saya berani. Saya bahkan tidak pantas untuk iri” Jawabnya menunduk.
“Tidak ada yang salah dengan Iri. Aku juga pernah diposisi itu. Yang salah adalah menyimpan Perasaan untuk bermimpi..!!!” Aku berkata dengan Aura Dingin.
“Ber..mimpi.???” Gumamnya pelan
“Yah, Bermimpi Untuk memiliki.!!! Semua berawal dari mimpi. Jadi sebaiknya jangan berusaha atau mencoba memulai mimpi yang tidak seharusnya. Atau akibatnya akan sangat menyakitkan”. Kataku dengan penekanan.
Lilis yang mendengar ucapanku barusan sontak melihat kearahku. Tangannya yang memegang baki berisi cake menjadi gemetaran.
“Ah sampai lupa, Letakkan Cake nya disini. Setelah itu kamu boleh kembali bekerja” Ucapku kali ini dengan senyuman.
“Ba..baik nyonya” jawab lilis terbata bata lalu meletakkan cake itu disisi kananku. “Kalau begitu saya permisi dulu nyonya”. Kata lilis lalu berjalan keluar dari kamarku.
Saat lilis keluar dari kamar. Bunyi suara pintu terdengar.
Bip . . bip . . bip . .
Pintu kembali terkunci otomatis.
Sedangkan . . .
Diluar kamar Cinta, lilis masih berdiri dengan tegak membelakangi pintu kamar cinta.
Jantungnya memompa dengan sangat kencang. Rasanya seperti tertangkap basah melakukan kesalahan.
“Aku bahkan baru beragan angan. Tapi tadi rasanya seperti Diberi peringatan. Apakah Dia Bisa membaca isi hati orang lain.??”
“kaki ku rasanya kebas. Astaga Dibalik Senyuman dan kebaikannya dia sangat menakutkan”
Lilis lalu berjalan perlahan menuruni anak tangga. Karna Lift hanya diperuntukkan untuk Cinta dan Regan atau dalam keadaan Darurat saja.
Bersambung . . . .
__ADS_1