
Jangan Lupa Like, Vote dan komennya yah dear. Trima kasih😊
“Kehilangan Itu seperti Penyesalan yang tidak akan terganti.”
******
Dua Bulan kemudian . . . .
Seperti biasa aku bangun lebih pagi, untuk mempersiapkan kebutuhan suamiku.
Menjalankan Tugas sebagai Istri dan juga seorang Dokter tidaklah mudah. Tapi semua aku lakukan dengan happy dan santai.
Sejauh ini rumah tangga kami baik baik saja. Tidak ada pertengkaran ataupun perdebatan. Yang ada hanya Regan Yang semakin hari semakin over protektif 🙄.
Setelah memastikan semua keperluan Regan beres, ku tekan tombol untuk membuka gorden jendela.
Perlahan tirai gorden terbuka dan sinar mentari masuk mengusik tidur pulasnya.
“Good Morning beby” Ucapku lalu mendaratkan satu ciuman di keningnya.
“Hmn.. Pagi sayang.” Jawabnya lalu menarikku kepelukannya
“Aughhh..” Ringisku
“Kenapa.??” Pekiknya spontan Bangun
“Tidak, hanya perutku sedikit keram setelah kamu tarik. Hmn... lain kali jangan begitu lagi”
Baru saja aku bilang perut ku keram dia langsung menyibak bajuku dan memeriksa perutku. Protektif Mode On🙄.
“Sayang kenapa perutmu rasanya Sedikit em... Buncit.? Dimana Abs yang kau banggakan itu.?” Tanyanya sedikit mengodaku
Aku yang mendengar itu langsung saja ikut meraba perutku. Kalian tahu kan kenaikan berat badan itu sesuatu yang menakutkan untuk kaum seperti kita.
“Sayang apa kau sedang hamil.??” tanyanya
“Hamil.??” Kataku mengulangi pertanyaan Regan.
Aku sampai lupa kalau tamu bulananku sudah tidak pernah mengunjungiku sejak dua bulan lalu.? Ini bukan berarti aku hamil. Dulu juga pernah telat datang bulan itu karna faktor kelelahan dan stress. Jadi harusnya masih normal sih.
“Sayang. Kau dengar atau tidak.??” Tanya Regan membuyarkan lamunanku.
“Ha..?? Ah maaf Sayang. kalau aku sedang hamil aku pasti tahu aku kan seorang dokter.” Jawabku tersenyum
“Hah.. kau dokter bedah bukan dokter kandungan sayang” Gerutunya.
“🙄jangan berdebat pagi pagi cepat bangun dan bersiaplah” Kataku sinis lalu turun dari tempat tidur.
Meja Makan. . .
Seperti biasa sesuai peraturan dirumah ini, sarapan akan dihidangkan pukul 07.00 pagi.
Dan mereka semua bekerja dengan baik. Sarapan dihidangkan sesuai menu yang aku inginkan.
Tapi satu orang yang mengusik ketenanganku....!!!
“Tunggu” Ucapku menghentikan Kegiatan Lilis
“iya nyonya.?” Tanyanya sedikit terbata bata.
“Sudah berapa lama kamu bekerja disini.?” aku bertanya dengan suara dingin. Sedangkan Regan Hanya diam melihat apa yang akan aku lakukan
“Ha..hampir ti..tiga bu..bulan nyonya” Jawab Lilis terbata bata
“Itu waktu yang cukup untuk tahu Peraturan dirumah ini. Sudah saya katakan Tugas melayani suami saya, akan saya lakukan sendiri.” Cinta berkata dengan nada sedikit membentak
“Maaf,, maaf nyonya. Saya salah. Karna terbiasa,-“ ucapannya ku intrupsi
“Kata kata terbiasa itu sedikit ambigu lilis. Untuk yang terakhir kalinya. Tolong jangan diulangi. Saya tidak akan mentolerir jika ini terulang lagi. Jika saya butuh bantuan saya akan memanggil kalian. Kamu boleh pergi.”
__ADS_1
“Baik nyonya. Saya pamit kebelakang dulu”
Lilis pun pergi, namun mataku masih saja setia memandangi kepergiannya. Entahlah perasaan Over protektif Regan sepertinya menular padaku.
“Aku sudah tidak berselera makan.” Umpatku
“Baiklah. Ayo kita sarapan diluar saja.”
“Benarkah.?”
“Yah tentu saja, Ayo kita sarapan diluar. Lagipula ini masih pagi.”
“Baiklah ayoo. Tiba tiba aku ingin makan bubur ayam”
Dan kami berdua pun pergi untuk mencari sarapan bubur ayam. Memikirkannya saja membuat liur ku ingin menetes. Pasti sangat enak🤤🤤.
*****
Disudut lain . . . .
Di Kediaman utama pagi ini terlihat seseorang yang gusar. Menanti kedatangan seseorang dengan perasaan cemas.
Yah dialah lisa. Lisa dengan sengaja menunda memberitahu papanya soal lamaran Angga karna Takut papa nya akan menolak Angga. Apalagi Angga lah yang menjobloskan Nata ke penjara.
Seperti kata pepatah, Sepintar pintarnya bangkai ditutupi baunya akan tercium juga.
Kabar lamaran yang di umumkan Angga malam itu Akhirnya sampai juga ketelinga bapak utama.
saat mendengar berita itu bapak Utama langsung bergerak mengatur pertemuannya dengan Angga.
Dengan Gagah dan berwibawa. Angga menerima undangan itu. Walaupun ada sedikit ketakutan juga kegugupan didalam hatinya Angga tetap tidak goyah. Karna keseriusannya perasaan gugup itu bisa dia kendalikan.
Waktu yang ditetapkan pun tiba. Tepat pukul 08.00 Pagi. Angga Tiba dengan selamat.
Bak sepasang kekasih yang lama terpisah jarak dan waktu pertemuan pagi itu begitu sangat mendebarkan.
“Kak Angga” teriak Lisa berlari kearah Angga yang baru saja turun dari mobilnya
“Hey, kenapa berlarian begitu.?” Tanya Anga
“Aku benar benar tidak tenang. Jadi aku menunggu kakak dari tadi.” Jawab lisa dengar nafas terengah engah
“Tenang saja. Semua akan baik baik saja. Kamu percaya aku kan.?” Tanya Angga mengelus surai rambut Lisa
Lisa menatap Dua mata laki laki dihadapannya. Apakah kata kata nya bisa dipercaya.? Apakah dia akan tetap mengatakan hal yang sama jika keadaannya ternyata tidak sesuai Harapannya??
“hey, kenapa melamun.? Kamu percaya aku kan.?” Tanya Angga lagi
“Yah aku percaya kaka.” Jawab Lisa dengan senyuman.
Angga lalu mengenggam tangan Lisa dan berjalan masuk menemui Calon mertuanya.
Setibanya didalam. Bapak utama telah duduk diposisinya menunggu kedatangan Anak dan tamunya.
“sudah datang rupanya. Silahkan duduk” Ucap Bapak Utama
Lisa dan Angga saling memandang lalu mereka duduk di sova yang sama menghadap bapak utama.
“Langsung saja Pada intinya. Apakah hubungan kalian benar benar serius.?” Tanya pak utama membuka obrolan
“Benar Tuan. Saya dan lisa menjalin hubungan yang serius” Jawab Angga sambil tersenyum kearah lisa.
"Jika serius kenapa kamu tidak datang meminta pendapat saya.?? Tanya Pak Utama
"itu Permintaan Lisa pah. lisa yang mau hubungan kami dirahasiakan dari papa" Lisa mengintrupsi Percakapan dua laki laki beda usia itu.
“Hmn... Begitu rupanya." Kata Pam Utama. "Namamu Anggara Kusuma. Putra Tunggal Keluarga Kusuma. Benar.??” Tanya Pak Utama
Sejenak, Angga terdiam saat nama keluarganya kembali disebut. Rasanya sudah lama dia tidak mendengar marga keluarganya itu. Dengan karakternya yang tenang Angga menjawab pertanyaan pak utama juga dengan tenang.
__ADS_1
“Benar” jawabnya singkat namun tegas.
“Baiklah. Kalau kalian sudah memutuskan untuk menikah, saya akan merestui kalian. Tapi Dengan satu syarat” Kata Pak utama sambil meneguk teh yang ada dihadapannya.
“Papa..!!!” gerutu Lisa yang mulai kesal. Bagaimana bisa seorang ayah memberikan restu dengan syarat.?? Dia ini anaknya bukan barang ataupun bisnis yang bisa dijadikan alat untuk bernegosiasi.
“Tenanglah” Angga berusaha menenangkan Lisa. Lalu kembali fokus pada laki laki paruh baya dihadapannya.
“boleh saya tahu apa syaratnya tuan.?” Tanya Angga
“Hmn... bebaskan Putri saya Natalie. Maka Saya akan merestui pernikahan kalian”
Deg . . .
Deg . . .
Hati Analisa Anggia akhirnya Potek💔
Mata lisa membelalak. Ketakutannya menjadi kenyataan. Bagaimana bisa seorang ayah yang dijadikan panutannya selama ini mengadai kebahagiannya dengan seorang putri yang memang pantas di penjara.??
Angga yang merasakan tangan Lisa gemetaran menoleh melihat wajahnya. Mata itu dipenuhi kekecewaan. Baru saja Angga ingin menenangkan lisa lagi, namun Lisa lebih dulu beranjak dari duduknya
“Tuan Utama yang terhormat benar benar mempunyai segudang ide. Bahkan sampai ke titik mengadaikan perasaan anaknya demi anak yang sudah membunuh istrinya sendiri” Ucapan lisa menggema
“LISA” Bentak Pak utama lalu terdengarlah suara tamparan.
PLAAKKKKKKK . . . .!!!
“KETERLALUAN SEKALI KAMU LISA.!!!” Bentak pak utama dengan suara baritonnya.
Lisa yang masih tidak menyangka dirinya ditampar hanya memegangi wajahnya yang perih.
“Hahaha... Hahaha.... Hahaha” Tawa Lisa pecah. Bukan tawa kebahagian melainkan tawa kekecewaan, kesakitan, dan amarah.
“KETERLALUAN.?? SADARLAH TUAN. SAAT INI KATA KATA ITU LEBIH COCOK UNTUK ANDA !!!!” Lisa berkata dengan Suara naik 10 oktaf.
“CUKUP LISA.!!!!” Bentak pak utama dengan satu tangan ingin melayang lagi kepipi lisa. Sayangnya seseorang menahan tangan itu.
“Jangan berani menyentuhnya lagi.” Kata angga dengan suara yang mengintimidasi.
“Saya datang kemari dengan niat baik. Tapi Anda justru memanfaatkan niat baik saya.” Angga menjeda ucapannya
“sebaiknya anda tidak melupakan posisi anda Tuan. Atau Nama keluarga Utama akan menghilang dari dunia ini.”
“Jangan Pikir hanya putri Anda yang bisa melakukan kejahatan. Saya bahkan bisa lebih dari yang anda bayangkan.!!”
“Saya tidak butuh Syarat apapun. Ada atau tanpa restu Anda Pernikahan kami akan tetap terjadi. Dan jangan pernah berfikir untuk merusaknya!!”
“Mulai hari ini. Analisa Anggia utama bukan lagi putrimu. Bukan lagi tanggung jawabmu. !!”
Angga mengakhiri ucapanya lalu menarik tangan Lisa untuk pergi meninggalkan kediaman Utama.
Sedangkan bapak Utama yang terhormat bungkam. Dia bahkan masih diam dalam posisinya. Didalam hatinya ada perasaan menyesal. Tapi keadaan sudah terjadi.
Kesalahanya benar benar Fatal kali ini.
Hari ini Dia benar benar kehilangan dua putrinya. Benar benar kehilangan.
Bersambung.....
__ADS_1