
LIKE LIKE TAMBAH LIKE DAN VOTE NYA LAGI DONK😉
“Buat Apa Meragu... Jika Ingin Hatimu"
*****
Author Pov.
Semilir Angin berhembus pelan. Langit Biru Pun berganti gelapnya malam. Bintang Bintang bersinar menjadi Hiasan dilangit luas.
Namun, Awan Hujan terlihat mendekat menutupi Indahnya sinar Bintang dilangit.
Jika itu sebuah hati yang terisi perasaan, Mungkin akan Hilang bahkan sebelum diutarakan.
Author Pov End.
“sedang Apa disini?” Tanya Dave yang tiba tiba berada di belakang Kimmy.
“Ah, hanya mencari udara segar” jawab kimmy apa adanya. Walaupun sedikit kaget dia berusaha menekan kegugupannya.
“apa semua sudah siap.?” Tanya Dave.
“Sudah beres . Kita hanya menunggu pion datang. Hah... sepertinya akan turun Hujan” gumam Kimmy.
“baguslah. Langit Cerah bagaimana akan turun hujan.!” Ujar Dave tidak setuju.
“Lihat baik baik Awan mendung terlihat mendekat.” Kimmy berkata dengan santai dan tanpa sadar mendekat kearah Dave. Bahkan lengan mereka saling bersentuhan.
Sedangkan Dave, Dia justru Fokus melihat kearah kimmy. Wajah mereka cukup dekat bahkan Dave bisa mencium aroma parfum dan shampo Yang kimmy kenakanan.
“Benar kan Apa katak,-“ Kimmy menghentikan ucapannya tepat saat matanya beradu pandang dengan Mata Dave.
__ADS_1
Hening . . . . . . .
Memandang wajah dalam posisi dekat begini bukanlah hal yang pertama bagi keduanya. Namun, Suasana ini sedikit berbeda sekarang.
“Ehm.... Itu... “ Ucap Kimmy Celingukan dan wajah memerah.
Sedangkan Dave masih saja bisa memasang wajah datar. Namun siapa sangka Dua pipi tampan nya juga sedikit merona.
Dia benar benar pandai dalam hal pengendalian diri.!!.
Sejurus Nama terucap dari mulut kimmy saat melihat seseorang yang dia kenal memasuki Rumah sakit.
“Eh.. Lihat Itu Natalie bukan.??” Tunjuk Kimmy kearah Natalie.
Dave pun melihat kemana telunjuk kimmy mengarah. Yah benar saja. Dia pun melihat Natalie.
Mata Dave seketika menyipit. Kenapa dia sampai melupakan Satu orang yang berpotensi menjadi Otak yang mereka cari selama ini.
“Mungkin Saja” Gumam Dave tanpa sadar.
“Apa nya yang mungkin.??” Heran Kimmy.
“Bersiaplah. Aku akan mengecek untuk apa natalie kesini.” Ucap Dave menepuk pundak kimmy dan berlalu Pergi.
Sedangkan Kimmy berdiri dengan tegak memandang kepergian Dave hingga bayangannya tidak terlihat lagi.
“Hus..huhs..huh... yak ampun Jantung ku Astaga rasanya aku harus ke spesialis jantung. Ini aneh..” Gerutu kimmy mengusap ngusap jantungnya.
Pukul 20.00 Rs.Medika
Semua Sudah dipersiapkan. Penjagaan yang masih sama jumlahnya berjaga tepat di depan kamar Agnes. Sedangkan Agnes telah dipindahkan kekamar VVIP Sesuai permintaan Kai.
__ADS_1
Sedangkan Didalam hanyalah Pengganti. Ah, lebih tepatnya stunt woman. Jangan tanya Bela dirinya di tingkat Sabuk Hitam. Wajah penuh luka sudah dirias semirip Agnes.
Dijam seperti ini, rumah sakit masih cukup ramai. Antara pengunjung dan Pasien yang ingin berobat sulit dibedakan.
Kimmy yang ditugaskan menjaga Agnes. Hanya berada didalam Ruangan itu. Menunggu apakah misi berhasil atau tidak.
Terlihat Natalie sedang menunggu Gilirannya. Yah dia datang 30 menit lebih cepat dari jadwal temunya. Sekedar alibi jika ada yang mencurigainya.
“Ah Permisi Sus. Saya ketoilet sebentar.”
“Baik Bu. Harap jangan lama yah bu, jika nama ibu dipanggil ibu tidak ada. No antrian ibu akan dilewatkan”.
“Baik Sus. Trima kasih sus”
Natalie pergi untuk mejalankan rencananya. Dengan mengusap rambutnya seolah memberi kode pada orang suruhannya.
Dalam hitungan 30 detik, Lampu Rumah sakit padam. Mendadak alarm tanda kebakaran berbunyi. Sontak suara itu membuat gaduh seisi rumah sakit.
Orang berusaha berlarian keluar. bahkan kerumunan orang yang melintas didepan ruangan Agnes pun membuat Penjagaan terpecah belah.
Pernah dengar Istilah Wajah sangar hati hello kitty.? Nah begitulah kira kira menggambarkan Nyali para penjaga itu. Mereka juga terbawa kerumunan orang dan pergi meninggalkan Ruangan Yang harusnya mereka jaga.🙄.
“Dasar bodoh. !!😅” Ejek Natalie.
Sepi, Ruangan itu kini sepi sedangkan fokus orang saat ini menyelamatkan diri. Bahkan Cctv tidak akan bisa menangkapnya.
Mengenakan Sarung tangan, Natalie Membuka handle pintu itu. Sayangnya baru saja Pintu terbuka sedikit seseorang menepuk bahunya.
“NATALIE...!!!”.
Bersambung . . . .
__ADS_1