Dokter Cinta Tuan Muda

Dokter Cinta Tuan Muda
Bab 57


__ADS_3

Setelah membaca Jangan Lupa Like Dan Vote Author yah gaes. trima kasih😊


*****


Matahari pun sudah tak malu menunjukkan dirinya. Aku pun bersiap untuk menjemput Kimmy dirumahnya. Tapi sebelum itu foto foto dulu. Rasanya sudah lama gak uplod foto ke sosmed hihi


Ceklek....📸



Sumber Gambar : Pinterest


OOTD hari ini..😉


Setelah selvi aku berjalan menuju mobil baruku sambil bersenandung riang. Kata orang kalau terlalu senang tandanya mau nangis. Benar gak sih gaes.?🤔


Ahh..sudahlah itu Hanya Tahayul. Dan kulanjutkan senandungku...


senangnya hatiku Jalan jalan pake mobil baru. La..la..la🎵🎵🎵


“Thanks pak mun, udah disiapin mobilnya” Ucapku pada pak mun


“Sama sama non. Ciee mobil baru. Hati hati non nyetirnya” Canda pak mun


“Siap pak mun✌” jawabku sambil melayangkan dua jariku keudara


Aku pun mulai menyetir meninggalkan mansion. Saat mobil sudah berada diluar gerbang. Aku sempatkan melirik ke mansion nya Dave . Rasanya masih seperti mimpi. Aku dan dia menjadi Tetangga.???


Aku menggeleng kepala mencoba menetralkan perasaan tak nyaman dalam hatiku. Lalu menyetir menuju Rumah Kimmy.


*****


Kediaman Kimberly alias Kimmy


Tet...tet...tet...


Kubunyikan klakson mobil ku agar sang Ratu keluar dari singgasananya. Dan benar saja dia keluar dengan Tatapan tajamnya itu.



Sumber Gambar : Pinterest


Nama Artis : Lee Sung-Kyung


Mari kuperkenalkan, Namanya Kimberly Austin, biasa dipanggil Kimmy atau Singkatnya lagi kim. Putri Tunggal Seorang Pengusaha Minyak dan Batu bara. Cantik, Baik hati, Setia kawan, Jomblo Dan ku sarankan jangan coba coba mencari masalah dengannya atau kalian akan menjadi pasiennya. Ingat Yah... 🤭


“Are You Ready Girl...”


“Ready..”


Dan aku pun mulai menyetir membawa kami ke Pusat perbelanjaan yang cukup besar dikota ini. Agenda jalan jalan kami hari ini, Nonton, makan, dan Shopping👏👏.


Yang tanya kok key dan lisa gak diajak.? Kalian salah mereka berdua sudah aku ajak tapi mereka sudah punya janji dengan pasangan mereka masing masing.


*****


Experiace Mall


Sesampainya kami Di Mall, aku memarkirkan mobil dengan sangat baik. Seperti biasa keberadaan dewi SHS ini selalu menjadi buah bibir. Ah... lupakan. Bersikap biasa dan cuek saja.


Kami lalu berjalan masuk menyusuri Mall sambil melihat lihat kekiri dan kekanan.


Mall ini baru saja dibuka dan baru hari ini beroperasi. Terlihat dari Antusias pengunjung yang datang.


Agar aku dan kimmy tidak terpencar, Kimmy menarik tanganku agar menggandengnya. Astaga dia ini benar benar seperti seorang laki laki saja.


“Kita nonton dulu apa shoping dulu.?” Tanyaku

__ADS_1


“Nonton aja dulu kayaknya deh” Jawabnya


“Okey. Lets go”


Aku dan kimmy pun beranjak menaiki lift menuju lantai 3. Lift ini didesain dengan Kaca transparan jadi pengujung didalamnya bisa melihat lihat kekiri kekanan atau kebawah.


Mataku pun mulai menjelajah Kesetiap sudut. Namun mataku tiba tiba seperti menangkap seseorang yang aku kenali.


Aku berusaha merapatkan tubuhku ke kaca lift untuk memastikan lagi. Tapi sayangnya posisi lift yang terus bergerak keatas membuatku kesulitan untuk memastikan apa yang aku lihat tadi.


“lihat apaan sih cin.? Serius banget.?” Tanya kimmy


“ah... Gak. Gak papa kim. Mungkin salah lihat” Jawabku Ragu ragu


“emank lihat apa tadi.?” Tanyanya lagi bersamaan dengan sampainya lift dilantai tiga


Ting... suara Lift Terbuka


“Ayo, Kita sudah sampai” Ucapku menarik tangan kimmy untuk mengalihkan perhatiannya.


Pikiran ku mulai traveling kemana mana. Itu tadi beneran dia atau Cuma mirip.??? Kalau itu benar itu dia, dia sama siapa tadi.??


Berbagai pertanyaan pun mulai memenuhi isi kepalaku. Bukan keraguan tapi ingin membuktikan bahwa mata pun terkadang salah melihat yah aku salah lihat.


“Mau nonton apa.?” Tanya kimmy


“Cinta.. hei...”


“Ah..sorry sorry. Nonton film romantis atau horor juga bagus”


“Cih... yah sudah nonton horor aja. Aku gak suka film yang lebay” Kata kimmy lalu membeli dua tiket nonton 2 pepsi juga 1 popcorn besar.


Kami berdua masuk kedalam Ruang Teater dan duduk sesuai nomor yang tertera ditiket nonton.


Film horor pilihan kimmy akhirnya dimulai. Terdengar suara suara teriakan kaget dari penonton. Sedangkan orang disebelahku ini sibuk mengumpat 🙄.


“Dasar lebay. Baru juga musik sudah kaget gimana kalau hantunya keluar pingsan kali” Gerutu Kimmy sambil menguyah popcorn


Tidak terasa hampir 2 jam kami didalam ruang teater ini. Dan selama itu pula pikiran ku menjelajah kemana mana. Terlihat Satu persatu pengunjung mulai keluar dengan tertib. Aku dan kimmy memilih keluar paling akhir.


“Oke kita lanjut makan atau shoping nih.?” Tanya kimmy saat kami sudah keluar teater


“Ah... shopping dulu deh.” Jawabku


“kenapa sih.? Kayak orang linglung saja kau ini” Gerutunya


“Ha.? I’m fine oke.” Ucapku dengan senyuman


“Oke, tapi dari tadi hah huh hah. Cinta cinta... kalau ada masalah jangan dipendam sendiri cerita donk. Itulah gunanya Sahabat”


“Yah Ndoro, nanti deh aku cerita ayoo kita shopping dulu oke.” Ajakku


Kami pun mampir di salah satu Store Yang menjual barang barang branded. Ada tas sepatu juga aksesoris.


Kimmy sibuk melihat lihat model baju dan aku pun mencoba mengalihkan isi kepala ku dengan memuaskan penglihatanku.


Hampir satu jam kami didalam store ini tapi belum juga ada yang menarik untuk dibeli. Untung saja pelayan toko tidak mengusir kami. Hahahaha😂


Setidaknya aku tertawa.


“kim, ayo pindah ke store yang lain” ajakku dan kami berdua pergi menuju store selanjutnya


Kami menoleh kekiri dan kekanan lalu sebuah store bernuansa serba pink menarik perhatian kami.


Baru saja kaki melangkah. Keluarlah dua orang yang sangat aku kenal dari store itu. Kali ini Aku yakin itu Dia. !!!


Aku yang terhenti diposisiku sedangkan Kimmy yang terus melangkah tanpa menyadari bahwa aku tertinggal dibelakangnya

__ADS_1


Siapapun yang melihat akan mengira mereka adalah pasangan. Laki laki membawakan barang belanjaan dan wanitanya jalan dengan senyum merekah disampingnya.


Aku mematung, aliran darahku seakan terhenti disatu titik membuat Ritme jantungku berdetak tidak karuan.


Ada pepatah yang pernah aku baca, begini bunyinya.


Buka Mata...


Buka telinga....


Tutup Prasangka....


Yah.. seperti sepenggal Kata kata bijak itu. Tidak seharusnya Prasangka membutakan logikaku.


“iya kan cin, cin...Astaga dia disana. Jadi dari tadi aku bicara sendiri.?” Gerutu kimmy ketika kesadarannya telah kembali.


Kimmy pun menghampiriku dengan posisinya membelakangi Regan dan Agnes.


“Hey... kenapa malah melamun disini.??kamu aneh tau gak.!!” Ketus kimmy


“Aku lihat Regan kim,”


“dimana.??”


“Dibelakangmu” ucapku lalu spontan kimmy memutar tubuhnya ke arah regan.


Kali ini kimmy tidak berapi api atau marah ataupun meledak ledak. Dengan santainya dia berkata.


“Telpon Regan dan tanyakan dimana dia sekarang”


“hah...? untuk apa.?? Lagi pula percuma gak akan diangkat.”


“coba dulu. Sekarang” Ucapnya sambil merogoh Ponsel dari dalam tasku


Akupun mengikuti intruksi Kimmy..


Tut..tut..tut...📞📞📞


Tut...tut...tut....📞📞📞


Sampai panggilan yang ketiga kalinya baru diangkat Regan. Sedangkan posisinya sudah sedikit menjauh dari kami.


📲📲 Panggilan tersambung


“kamu dimana.?” Tanyaku langsung pada intinya


“Saya sedang diluar mengurusi Proyek. Ada apa .?”


“Di hari weekend.?? Bersama siapa.?” Bisa kita bertemu.? Aku kangen kamu”


“Bersama staf yang lain. Jangan sekarang. Jika sudah selesai saya akan menghubungimu. Nanti kita lanjut lagi. Klien sudah datang. Saya mencintaimu.”


Tut...tut... Sambungan telpon terputus


Aku seakan sedang berada di sebuah sinetron dimana istri sah menangkap basah suaminya selingkuh dengan sahabatnya sendiri.


“Dia berbohong kan.?”


“Tidak Tahu...”


“Cih...masih membelanya. Sekarang ayo ikuti kemana dia pergi”


“Tidak usah kim. Aku percaya Regan. Yah aku masih mempercayainya. Rekaman suara ini juga foto dirinya bersama Agnes hari ini akan kusimpan. Nanti pada saatnya jika aku benar benar menyerah dan muak, Aku akan melempar semua ini kewajahnya.” Kataku meremas kedua tanganku.


Aku marah, aku ingin menjambak perempuan itu tapi tidak, Aku masih menahan emosiku. Aku sadar ini bukanlah tempat yang tepat. Lebih tepatnya karna aku masih ingin menjaga nama baik Tunanganku Regantara Wijaya.


“Kim, bisakah kita pulang saja. Aku sudah tidak mood lagi. Aku ingin tidur saja.”

__ADS_1


“Yah.. ayo pulang. Aku yang menyetir” ucapnya lalu merangkul ku .


Bersambung.....


__ADS_2