
Lobi Rumah sakit
“Kembalilah bekerja Sayang” Ucap Regan Malu malu🙈
“Ehem... uhuk uhukkk.... masih ada orang lain disini” celetuk Angga
“Hmn... Dasar Orang ketiga” Canda Regan dan kami pun tertawa bersama
“Baiklah aku masuk dulu yah. Sampai jumpa lagi. Titip Regan yah ga. kalau dia nakal kasih tahu aku biar aku keluarkan isi perutya😎” Ucapku pada Regan lalu beralih pada Angga
"Siap Bu Dokter" Kata Angga dengan gaya hormat
Setelah pamit aku melangkah menuju Ruangan Praktikku meninggalkan Regan Dan Angga yang masih menatap kearahku.
Astaga, rasanya kayak ABG TUA lagi jatuh cinta😂😂😂, batin ku sambil menggeleng geleng kepala.
Setelah kepergian Cinta, Regan hendak melangkah pergi namun suara Angga mengintrupsi langkahnya.
“Tunggu Re ada hal penting yang harus gue sampeiin” Ucap Angga kembali berbicara santai
“Lo, mau ngomong apa.?” Tanya Regan dengan wajah datar.
“Gue gak sengaja ketemu asisten rumahnya Agnes di koridor. Coba Lo tebak untuk apa dia kesini.?” Jawab Angga
“Kerumah sakit yah apa lagi kalau bukan berobat, menjeguk pasien, atau jadi pasien inap disini” Jawab Regan santai lalu membalik badannya untuk beranjak pergi
“Tebakan lo yang terakhir benar. Dan Agnes lah yang menjadi pasien itu” Ucap Angga datar
Seolah, disambar petir kaki Regan serasa kaku tidak dapat digerakkan. Tubuh itu menegang, terbesit hal hal diluar nalar yang mungkin saja dilakukan Agnes
__ADS_1
“Kenapa Agnes bisa ada disini.?” Tanya Regan
“Percobaan Bunuh Diri” jawab Angga
Duaarrrrrrrr Bom Atum Meleduss💣💣💣💥....
Regan syok,,lalu mengubah posisinya menghadap Angga
“Apa lo bilang.?? BUNUH DIRI?? AGNES BUNUH DIRI?? " Pekik Regan Sangat Syok
"Yah. semalam dibawa kesini" jawan Angga dengan wajah tenangnya itu.
"Bagaimana keadaanya sekarang.? cepat antar gue kekamar inapnya” Pinta Regan namun Angga menahannya
“Tunggu Re.." Ucap Angga menahan Bahu Regan
"Apalagi yang lo tunggu. buruan dimana kamarnya Agnes.??" Kata Regan masih dengan keterkejutannya
"Hah..(Menarik nafas dalam) Pikirkan Sebelum lo bertindak. Kendalikan Perasaan dan Logika lo. Jangan sampai rasa kasihan, buat lo lupa kalau Sekarang Ada Hati yang harus lo jaga.” Kata Angga menasehati lalu berbalik berjalan memimpin menunjukkan ruangan Agnes dirawat
Regan yang mendengar sindiran Angga wajahnya bagai dihantam Batu besar. baru saja kemarin Cinta mengigatkan dirinya bahwa cinta tidak suka membagi Regan walaupun itu hanya sebuah senyuman, tapi hari ini dia nyaris melanggar janjinya hanya karna Agnes.
Ruang Anyelir. Kamar Inap Agnes
tok...tok...tok...
Krekkk..... Suara pintu terbuka
Terlihat seorang perempuan paruh baya sedang menyeka tubuh Seeorang gadis yang terbaring lemas di atas brangkar
__ADS_1
“Eh den Regan den Angga. Mari silahkan masuk” Ucap Asisten Agnes mempersilahkan Regan dan angga masuk
Regan dan Angga yang dipersilahkan pun masuk kedalam ruangan. Angga langsung duduk di sova ruang inap itu sedangkan Regan duduk disisi kiri Brankar Agnes.
“Kenapa Agnes bisa sampai begini bi.?” Tanya Regan
“bibi tidak tau den. Tadi malam saat bibi pulang bibi menemukan Non Agnes sudah bersimbah dara hikss...hiksss... kasihan sekali dia den. Entah orang jahat mana yang sudah menyakiti Non Agnes sampai ia nekat bunuh diri hikss..hikss” jawabnya sambil menangis
Regan yang mendengar umpatan itu sontak merasa sangat bersalah. Apakah ini buah dari perbuatannya malam itu. Menyakiti hati wanita yang sudah berdiri disampingya sebagai sahabat
Tapi bagaimana pun, hatinya tidak bisa menerima cinta Agnes. Dia hanya menganggap perempuan itu sebagai teman, sahabat dan adik tidak lebih. Cinta tidak bisa dipaksakan atau direncanakan akan berlabuh pada siapa bukan.?
Sedangkan Angga yang melihat ekpresi diam Regan pun membuyarkan kebungkaman itu dengan berdehem
“Ehemmm” Angga sengaja berdehem
Regan pun seketika paham dan melihat kearah Angga.
“Bii saya minta tolong jaga Agnes yah bii. Maaf saya tidak bisa berlama lama karna saya ada pekerjaan lain. Ini kartu nama saya bibi bisa hubungi saya jika bibi butuh sesuatu dan tolong kabari saya mengenai perkembangan Agnes.” Kata Regan sopan dan memberikan kartu namanya
“Baik den. Trima kasih sudah mau peduli sama non agnes. Kalau tidak ada aden mungkin dia benar benar sebatang kara” ucap bibi asisten
Setelah melihat keadaan Agnes Regan pun berdiri dan pamit untuk pergi.
Sepanjang langkahnya sampai masuk kedalam mobil. Regan hanya diam dengan wajah yang sulit diartikan.
Disatu sisi Dia merasa bersalah menyakiti Agnes dan disatu sisi dia tidak mau menyakiti wanita yang dicintai karna tindakannya nanti.
Regan yang pusing memikirkan jalan keluar hanya bisa memandang kendaraan lalu lalang dari balik jendela mobilnya.
__ADS_1
Bersambung.....
Jangan Lupa Like dan Komen dan Votenya gaess😊