Dokter Cinta Tuan Muda

Dokter Cinta Tuan Muda
Bab 47


__ADS_3

Up Lagi nih, Jangan lupa Like dan komenya yah gaess trima kasih☺


*********


Malam hari, Mansion Keluarga Wijaya



Sumber Gambar : Pinterest


Sampailah Aku dan Regan di kediamannya. Mansion nya tidak jauh berbeda dari mansionku.


Hanya saja jarak Gerbang ke mansion cukup jauh. Jika berjalan kaki kupikir itu adalah bunuh diri.


Mansion ini dikelilingi Taman yang sangat luas dan terawat. Bahkan secuil dedaunan kering saja tidak terlihat. Semua ukuran bunga dan pohon hias memiliki tinggi yang sama.


Satu hal yang sekarang aku pahami. Kebersihan, kerapian lelaki disampingku ini sepertinya menurun dari orang tua nya. Terlihat dari begitu rapinya taman mereka.


Oke Point Plus untuk kekasihku😎


“Silahkan Turun Nyonya muda wijaya” ucap Regan membukakan pintu untuku


“Thank you Sir” Candaku


Regan pun mengandeng mesra tanganku dan kami berjalan beriringan. Etika seperti ini bisa diartikan bahwa tidak ada batasan Gender. Laki laki dan perempuan memiliki Hak yang sama.


Oke dua point Plus untuk kekasihku😎


Perlahan langkah kami mulai memasuki Mansion. Dari posisiku aku bisa melihat wajah seseorang yang aku kenal.


Semakin dekat, wajah itu sangat jelas. Astaga bukan kah itu Tante Sintia.????


“Mah, pah ini tamu,-“ Ucapan Regan diinterupsi Sintia


Whatttt Mama, papa.????? Jadi Regan anak tante sintia dan om wijaya.?? Astaga kebetulan macam apa ini, batinku


“Yak ampun Cinta kan. Kamu cinta kan sayang.? “ Tanya Sintia


“Tante sintia kan.? Yak ampun Tante apa kabar.?” Jawabku spontan bercipika cipika dengan tante Sintia


Umma..uma...umma...😘😘


“Iya sayang ini tante Sintia. Kabar Tante baik cin, kamu apa kabar .?? Rasanya sudah 8 tahun kita tidak bertemu yah. Cinta makin cantik aja. Tante pangling loh” jawab Sintia ramah


“tante bisa aja. Tante juga sangat cantik, boleh kasih tau cinta perawatan apa yang tante lakukan.?” Canda Cinta


“bisa donk, kita bisa ke salon dan shopping bareng. Aduhh tante sudah gak sabar cin” Gumam sintia gregetan


Sedangkan dua lelaki beda generasi itu hanya terdiam dengan pikiran mereka masing masing.


Meja Makan


Suara denting sendok dan garpu terdengar sangat berirama. Sebagai keluarga terhormat sudah bisa dipastikan Table manner itu sangat penting.


Menghabiskan makanan terlebih dahulu barulah memulai pembicaraan. Mungkin untuk sebagian orang ini adalah hal yang berlebihan kaki dan membosankan.

__ADS_1


Tapi bagi kelas kami, ini adalah kewajiban dan sudah menjadi kebiasaan saat kita sedang duduk 1 meja dengan tamu. Lain halnya jika hanya ada keluarga inti, sedikit bercanda bukanlah masalah.


Acara makan dalam ketenangan pun selesai. Bagian yang paling di tunggu tunggu. Adalah saling mengbrol alias mengalih informasi.


Ruang Santai Keluarga Wijaya


“Jadi bisakah kalian jelaskan bagaimana kalian bisa saling mengenal.?” Tanya sintia antusias


“Hmn...” Aku dan Regan saling bertatapan memberi kode siapa yang akan menjawab


“Cerita nya sangat panjang semua dimulai 8 tahun yang lalu mah. Hari ini Regan kemari ingin memberitahukan jika Regan sudah melamar Cinta” Jawab Regan sembari menggenggam tanganku keudara untuk menunjukkan Cincin lamaran itu


“Astaga.???? Papa Lihat Anakmu ini membuat mama sampai tidak bisa berkata kata lagi.”Celetuk sintia dengan raut wajah kaget dan bahagia


“Bukankah Kau sudah menolak Cinta didepan Papanya.?? Bagaimana kamu melamar Cinta ketika kamu sudah memiliki kekasih.??” Tanya Wijaya dengan serius


Astaga papa kenapa malah bahas itu sih, Batin sintia kesal.


“Menolak.?? Maksud Om.? ” Tanyaku


“Itu salah paham sayang. Nanti saya jelaskan. “ Regan mengintrupsi Pertanyaanku


“-_-“ Point Plus dikurangi batinku


“bagaimana apakah mama dan papa merestui hubungan kami.?? Saya ingin secepatnya menikahi Cinta” Pinta Regan


“Sebai,-“ Ucapan Wijaya di intrupsi Sintia


“Mama dan papa merestui hubungan kalian. Semakin cepat kalian menikah semakin baik. Mama dan papa juga akan cepat mendapat cucu kan hahaha” Jawab Sintia tertawa garing


“Trima kasih mah, kalau begitu Regan permisi. Ada hal yang harus saya bicarakan berdua dengan Cinta” Ucap Regan dengan sopan


“tidak apa sayang. Pergilah. Tante akan menghubungi orang tua mu untuk membicarakan hubungan kalian kedepannya. Regan Jaga calon mantu mama” Sintia berkata sangat lembut padaku


Setelah itu aku dan Regan pun pergi. Setidaknya aku lega karna calon mertuaku adalah sahabat mama dan papa. Ditambah lagi calon mama mertua ku sangat baik ramah dan kelihatan sangat menyanyangiku.


Yah begitulah seharusnya bukan.? Dimana lagi akan mendapat menantu secantik, kaya, sepintar dan sukses seperti diriku ini😎🤭.


Author : dewi mah bebas yee...


Cinta : Iya donk. kita harus bangga dengan diri kita sendiri😎🤘


Tapi masalahnya sekarang Aku butuh penjelasan dari Regan.????


*****


Mobil Super mahal yang aku naiki ini telah mendarat disebuah Mansion yang tidak kalah besarnya.


Laki laki berperawakan Tampan tinggi 185cm, kulit putih, dan Tajir ini menuntunku turun dari mobil tanpa menjelaskan Keberadaan kita dimana sekarang.


Tidak ada obrolan yang ada hanya keheningan. Satu hal yang sangat aku syukuri adalah pengendalian emosiku sangat Stabil. Setidaknya aku bisa menyembuyikan Perasaanku yang sesungguhnya.


Drrt Pintu Mansion Terbuka Otomatis. Rumah sultan mah bebas.🤪


“Selamat datang di rumah Masa depan kita” Ucap Regan mempersilahkan ku masuk

__ADS_1


Aku hanya diam dengan tenang dan fokus melihat Interior Mansion Bergaya Eropa dengan pilar pilar menjulang tinggi juga banyaknya jendela yang menghiasi Mansion Ini.


“ini akan menjadi rumah kita saat kita menikah nanti” kata Regan yang tiba tiba memelukku dari belakang.


Aku diam tidak membalas ucapanya


“apa kamu marah Sayang.?” Tanya Regan masih dengan posisi yang sama


“Aku tidak marah” Jawabku singkat


“Lalu.??”


“Hanya butuh penjelasan. Seseorang berhutang penjelasan padaku” Sindirku


“Kemarilah” Ucap Regan menarik tanganku untuk duduk Disofa sedangkan dia berlutut dihadapanku


“jangan berlutut lagi kakimu akan keram. Duduklah disampingku” Pintaku


“Tidak. Saya bersalah. Posisi ini akan saya lakukan setiap kali saya membuat kesalahan.”


“Senyamanmu saja”


“Saat itu, pesta pengangkatanku sebagai Presdir Wijaya Corp. Papa mengenalkan saya pada sahabatnya. Dan saat itu saya belum tahu itu adalah papamu. Singkat cerita papa secara terang terangan menjodohkan saya dengan Anak sahabatnya yakni papamu. Saya menolak karna wanita yang ingin saya nikahi hanya kamu. Jadi saya beralasan Saya sudah memiliki kekasih. Kalau saja saya tahu kamu adalah putri Om Alex tentu saja saya akan menerimanya dengan senang hati.”


“Begitukah.?? Apakah wanita yang kamu akui sebagai kekasihmu saat itu adalah Agnes.?”


“Maafkan saya. Tapi dugaan mu benar.”


“Berarti kamu dalam masalah besar sekarang. Kamu harus menjelaskan tentang drama yang sudah kamu ciptakan. Aku adalah contoh anak yang berbakti. Kamu tahu kan artinya apa.!!” Kataku dengan nada dingin


“yah, saya paham. Itu akan menjadi tanggung jawab saya. Apapun yang akan terjadi nanti saya tetap akan menikahi kamu” Kata Regan serius


"Hmn...."


“Cinta, ada satu hal lagi yang mau saya bicarakan.?”


“Tentang.??”


“Agnes .!”


“bicaralah ! ”


“Agnes masuk Rumah sakit. Dia mencoba bunuh diri”


“Lalu.??”


“Itu terjadi di malam aku mengatakan perasaanku”


“Lantas kau merasa bersalah?? Dan Ingin bertanggung jawab.??”


“Saya bingung. Yah saya merasa bersalah dan ingin bertanggung jawab”


“Kalau begitu, kamu bisa mengambil kembali cincin ini dan berikan padanya. aku jamin dia akan langsung sembuh dari sakitnya.!”


“Jangan bercanda cinta. Saya sedang serius..!!”

__ADS_1


“menurutmu aku sedang bercanda...Cih.!!!😑”


Bersambung......


__ADS_2