
Senin Pagi kembali menyapa....
Kurenggangkan Otot otot lenganku, lalu ku hirup dalam dalam udara pagi ini.
Aku turun dari tempat tidur dan memulai rutinitas pagiku. Mandi, Skincare, Mekup lalu memakai baju.
“Perfect” Ucapku memuji bayangan diriku di cermin.
Lalu perlahan menuruni anak tangga menuju Meja makan.
“Good Morning Mah pah, kapan kalian pulang.?”
“morning sayang. Tengah malam kami sampainya. Oh yah cin, mama dan papa sudah mendiskusikan masalah pernikahan kalian dengan tante Santi dan om wijaya.”
Deg....
Pernikahan.?? Harusnya aku senang tapi kenapa tiba tiba ada perasaan tak nyaman.??
“heum... Pernikahan.??”
“Yah, apa ada masalah sayang.?”
“Hah.. gak mah. Apa hasil pembicaraanya.??”
“mama pikir ada apa. Hmn..Menurut kami jarak pertunangan dan pernikahan tidak boleh terlalu jauh. Jadi kami sepakat Pernikahan kalian akan diselenggarakan dua bulan lagi”
“Dua bulan lagi.?? Apa gak kecepatan mah.??”
“Gak sayang. Buat mama itu malah udah lama. Umur cinta kan sudah pas buat menikah, hal baik tidak boleh ditunda tunda. Cinta setuju kan sayang.??”
Akupun melirik mata papa. Meminta pendapat. Dan papa pun seolah mengerti dan bersuara.
“Kalau cinta belum siap. Bisa kita undur. Papa akan selalu mendukung keputusan cinta”
Hah... Jika jodoh berjodohlah. Mau siapapun yang menghalangi kalau dasarnya sudah jodoh gak akan kemana, batinku
“Hmn... baiklah pah. Cinta setuju dengan keputusan papa dan mama”
“Syukurlah nak. Papa dan mama jadi senang. Ada yang jagain kamu. Sekarang kan papa sama mama jarang dirumah. Mama dan papa juga pengen nimang cucu. Trima kasih yah nak. Semua persiapan mama dan Tante sintia yang ngatur. Mama akan jadwalkan viting baju pengantin kalian yah”
“Iya mah. Cinta pasti setuju apapun pilihan mama. Kita kan sehati hehe”
“Anak mama yang terbaik.”
Setelah sarapan aku pun keluar untuk berangkat. Tapi saat berada didepan aku baru ingat kalau mobil baru kan dibawa kimmy.
“Dasar Tuir” gumamku meledek diri sendiri
Baru saja hendak menelpon kimmy sebuah mobil Range Rover memasuki pekarangan mansionku.
Itu mobil Regan. Tumben sekali dia kesini pagi pagi sekali?? Batinku
Dia turun dari mobil lalu berjalan kearahku.
“Selamat pagi sayang” Ucapnya lalu memelukku.
“Pagi” jawabku datar
“Ayo berangkat. Pagi ini saya akan mengantarmu kerumah sakit”
Masih dengan menatap lekat matanya apakah dia masih laki laki yang sama.? Dia berhutang banyak penjelasan tapi pagi ini dia tersenyum seolah tidak ada hal yang perlu dijelaskan.
“Baiklah ayo” Ucapku
Lalu dia membukakan pintu mobil untukku dan mobil pun beranjak pergi.
Diperjalanan aku lalu mengirim pesan pada kimmy untuk tidak menjemputku.
Ku simpan lagi ponsel ku kedalam tas. Lalu fokus melihat kearah jalan.
Hening...
tidak ada pembicaraan satu kata pun . Hingga mobil berhenti tepat dilampu merah dan suara dering ponsel Regan mengintrupsi keheningan diantara kami.
Yah, sebuah nama yang sangat aku kenal tertera dilayar ponselnya.
__ADS_1
Agnes... !!! lagi lagi dia. Aku masih mengingat kata kataku saat itu. Jika dia berani bermain trik licik aku akan menjadi wanita yang sangat jahat.
📲📲📞📞
“Halo”
“Yah, saya diperjalanan”
“Kenapa tiba tiba.???”
“Hah..baiklah. 5 menit lagi saya kesana.”
Tut...tut... sambungan berakhir dan mobil pun menepi.
“Ada apa.? Kenapa tiba tiba berhenti.??” tanyaku bingung
“Saya sungguh minta maaf. Tapi kali ini sangat Urgent. Bisakah,-“
Aku mengintrupsi Ucapanya karna aku paham apa maksudnya.
“Kamu Serius mau aku turun.?? ini dijalan raya loh. setidaknya antar aku dulu.” Ucapku mulai kesal
"Maafkan saya. Tapi baru saja Agnes,-" aku mengintrupsi kata katanya
"Agnes lagi...Agnes lagi...!! lagi lagi kita berdebat karna perempuan itu. kamu Tau Regan.?? sekarang aku jadi Ragu sebenarnya Tunanganmu itu Agnes atau Aku.??" Emosiku sudah tidak bisa ditahan lagi.
"Agnes tidak salah kali ini. Dia sudah berubah cinta. ini benar benar murni karna klien. oke. jangan salah paham saya mohon. akan saya jelaskan nanti."
"Yah Agnes tidak pernah salah. akulah yang salah karna hadir diantara kalian. !! berubah.??? Hahaha... dan kamu percaya.?? Bodoh.!!!! Lihat Rasa percayamu membuat kita bertengkar sekarang. Bukankah Angga Asistenmu kenapa Agnes yang menelponmu.?"
"Jangan Egois Cinta. saya hanya bersikap profesional. saya mohon,-" Aku lagi lagi mengintrupsi kata katanya
"Egoiss.????? Kamu bilang aku egois.??? kenapa kamu baru sadar sekarang hah.??? sejak awal sudah aku katakan Aku jahat dan egois. dan sebelum kamu menjudge aku egois sebaiknya kamu ngaca dikaca yang besar sana lihat siapa yang lebih Egois aku atau kamu..!!!" aku keluar dari mobilnya lalu menutup pintu dengan keras.
Braakkk.......
Regan Menyusul turun dari mobil untuk menghentikanku.
"Tunggu Cinta. tolong maafkan saya. saya akan menebus semuanya. banyak hal yang harus saya jelaskan. tapi nanti setelah ini"
aku lalu mengcegat sebuah Taksi lalu pergi meninggalkan Regan sendiri.
****
Wijaya Corp
Regan sampai dan memarkirkan mobilnya asal lalu melempar kunci mobilnya pada satpam dipintu masuk
Ada perasaan bersalah sangat bersalah. Karna sudah bersikap tidak sepantasnya terhadap tunangannya sendiri.
Dia ingin marah, tapi marah pada siapa. Pada Agnes yang tiba tiba mengabarinya.?? Agnes hanya bersikap profesional. Ingat etika Berbisnis. Bisnis is bisnis.
Sesampainya diruangannya, Regan disambut Kai dan angga.
“Bagaimana kliennya.?”
“Dia sudah menunggu 10 menit. Agnes menemaninya”
“Baiklah. Ayo mulai rapatnya”
Proyek bernilai miliaran rupiah itu akhirnya dimenangkan oleh Wijaya Corp.
Amarah itupun berganti menjadi tawa kemenangan.
Ruangan Presdir
“Trima kasih atas kerja keras kalian. Beberapa hari ini tender besar berhasil kita menangkan.”
“Yah, sangat melelahkan. Harusnya kita dapat bonus dan free liburan nih. Udah lama gak jalan jalan” Celetuk Kai dan diiyakan Angga sedangkan Agnes hanya tersenyum namun senyum itu punya maksud tersendiri.
“hmn... Baiklah. Kita bisa sekalian refresing. Jadwalkan hari jumat kita berangkatnya. Diperbolehlan membawa pasangan. Umumkan pada setiap departemen. Mereka boleh ikut jika ingin ikut. Tujuan Yang dekat aja. Puncak.”
“Siap pak boss” Celetuk Kai dan Angga bersamaan.
Dirumah sakit
__ADS_1
Aku turun dari taxi lalu melangkah dengan sangat cepat menuju ruang istirahat dokter. Yah tempat aman untuk menangis saat ini adalah diruangan itu. Karna hanya aku dan kimmy yang punya akses masuk kesana.
Aku masuk kedalam lalu melepas sepatu hilss ku dan merebahkan diriku diatas bed yang tersedia.
Aku menangis mengigit kuat bantal agar suaraku tidak terdengar keluar.
Aku marah. Sungguh rasannya aku ingin melaporkan pada papa perbuatan Regan padaku pagi ini. Tapi apa dayaku aku bukan lagi anak berusia 5 tahun yang ketika diusik orang lain akan mengadu pada papanya.
Masih dalam keadaan terisak aku mengirim pesan pada asisten juga kimmy untuk menghandle pasienku. Kukatakan aku tiba tiba tidak enak badan. Dan sedang beristirahat di ruang istirahat.
Apakah aku jahat pada pasienku.??
Tapi kondisi ku sekarang benar benar tidak baik baik saja. Ini dunia nyata tapi hari ini aku diperlakukan seperti adegan dalam sinetron😭😭
MENYEDIHKAN.??
ATUKAH KEKANAKAN.????
Entah sudah berapa banyak lembar tisu yang kuhabiskan hingga terdengar suara pintu dibuka dari luar.
Kurasa itu kimmy jadi aku bersikap santai saja. Rupanya dugaan ku salah.
Dia....
“Sudah puas menangis.???”
“Dave.???” pekikku lalu aku merubah posisiku menjadi duduk.
“kau disini hiks...hikss...😭😭😭”
“Kimmy menyuruhku kesini . menangis lah sampai puas setelah itu tersenyum”
Lalu tanpa aba aba dave menepuk nepuk bahuku. seperti biasanya memberi dukungan lewat keheningan, tidak bertanya dan tepukan.
“keluarkan saja. Hanya aku yang melihat dan mendengarnya.”
“Dave...hikss hiksss😭. “
Setelah 15 menit menangis tanpa jeda. Aku pun merasa baikan sekarang. Benar adanya menangis membuat perasaan jauh lebih tenang.
Jangan Ragu untuk mencoba menangis asal dirumah😁✌
“Kamu tidak bertanya kenapa aku menangis.??”
“Tidak Penting”
“jahat sekali”
“Aku jahat tapi tidak sampai membuat mu menangis. Lagi pula aku hanya tertarik hal hal yang bisa membuat mu tersenyum”
“Cih... Kau ini. Sekalinya banyak bicara isinya kata kata konyol semua”.
“ -_- “ expresi Dave
“Jangan pasang wajah seperti Itu. Ngomong ngomong kenapa kamu bisa ada disini.??” Tanyaku mengamati Seluruh tubuh Dave dari atas kebawah
“Kondisikan mata Mu nona”
“ehhh... ja..jangan salah paham. Aku Cuma perhatikan seragam sama Id card mu huuu... dasar fiktor !!!”
“Aku bekerja disini.”
“Whatttt.???? Disini... kok bisa.?”
“Sejak kapan Rumah sakit bisa menolak kedatangan pemiliknya sendiri”
“Ohh... iya ju,- Haaaaaaa.?????? PEMILIK MAKSUDMU RUMAH SAKIT INI MILIKMU BEGITU.?????”😯😯😯😯
“hmn.....”
“OH...MY..GOD🙊🙊🙊”
SIAPA SEBENARNYA DIRIMU INI DAVEGAN ALVARO.??? BATINKU
BERSAMBUNG......
__ADS_1
Jangan Lupa Like dan votenya yah dear. biar Auhtor makin semangat UP nya😊