
Jangan Lupa Like dan Votenya yah dear😉. Trima kasih🙏
*******
Katanya Rumput tetangga jauh lebih indah. . . .
Begitulah kira kira perasaan Stela Saat ini. Berjumpa dengan Cinta, kembali mengingatkannya bahwa cinta bagaikan Langit tinggi yang tidak akan bisa dia saingi.
Entahlah, Perasaan Sedih dan iri mendominasi saat dua matanya menangkap dengan jelas perut buncit wanita yang hampir saja bertunangan dengan suaminya.
Ada perasaan bersalah, semacam merasa ini adalah karma karna merebut Tunangan orang lain.
Lalu Stela menatap Dalam wajah pria yang sedang serius mengemudi. Yah, Dia adalah Dimas. Laki laki yang berhasil dia rebut dari cinta.
Batinnya mencoba menepis anggapan bahwa dirinya perusak hubungan orang. Kepalanya sesekali mengeleng kekanan dan kekiri. Lagi lagi hanya untuk meyakinkan dirinya bahwa Cintalah pihak ketiga diantara dia dan Dimas.
“Ada apa Sayang.?” Tanya Dimas
“Ah, Tidak Apa apa. Hanya sedikit memikirkan sesuatu” Jawab Stela dengan senyuman
“Memikirkan Cinta.??” Tebak Dimas
Stela sejenak terdiam. Bagaimanapun dia tidak akan berhasil menyembunyikan perasaannya dari suaminya sendiri.
“Hmn... apa terlihat sangat jelas.?” Gumam Stela
“Tidak usah dipikirkan. Itu hanya masa lalu.” Ucap Dimas
“Tidak bisa untuk tidak dipikirkan Dim. Jujur aku sangat iri dengannya. Sepertinya di kehidupan sebelumnya cinta sangat berjasa hingga dikehidupan sekarang hidupnya sangat sempurna. Hahaha... aku terdengar sangat konyol bukan.!!” Kata Stela sambil menoleh ke luar jendela
Dimas memegang tangan Stela dan satu tangannya memegang kemudi.
“Suatu saat nanti kamu juga akan mengandung. Lalu hidup kita juga akan sempurna hmn.. jadi tersenyumlah” Ucap Dimas lembut
Entalah, kata kata dimas barusan seperti panah yang menancap tepat di hati stela. Yah, iri yang dimaksud stela adalah keinginan menjadi wanita sempurna. Merasakan proses kehamilan, perubahan bentuk tubuh hingga melahirkan.
Setidaknya Dia berharap kehamilannya dapat membuat hubungannya dengan keluarga suaminya menjadi lebih baik.
“Hiks...hikss... Kau membuatku tidak bisa tersenyum. Hikss...hikss😭😭”
“Sudah..sudah... jangan menangis lagi. ayo kita coba malam ini. Bagaimana.?” Goda Dimas
Stela menatap tidak percaya pada suaminya ini. Astaga kata katanya terdengar sangat...em... yah begitulah.
“Jangan bercanda dim. Fokuslah menyetir” Kata Stela malu malu.
Dan perjalanan itupun dipenuhi canda dan tawa.
*****
Keesokan Paginya Dikediaman Keluarga Kusuma . . .
Suasana nampak berjalan seperti biasanya. Tidak ada yang berbeda kecuali mertuanya yang selalu menanyakan apakah Lisa sudah hamil atau belum.??
Biasalah opa dan oma sudah tidak sabar menimang cucu haha . . .
“Lisa.?” Panggil indri
“Yah, ada apa mam.?” Tanya lisa
__ADS_1
“Ayo kita buat pesta barbeqiu. Undang sahabatmu juga” Ucap Indri spontan
Lisa yang baru saja meneguk jus langsung tesedak karna kaget. Tamatlah riwayatnya sekarang.
“apa mami bilang.?? Mengundang temanku.? Pesta barbeqiu.?? Tiba tiba begini.??” Tanyanya
“Why not.??” Tanya balik Indri
“em.. maksudnya kita belum menyiapkan apa apa mam.” Kilah Lisa
“Hah... kau ini. Jangan lupa kamu ini menantu keluarga kusuma. Masalah itu gampang. Banyak sekali Orang yang akan bersedia melakukan itu untuk kita. Ah.. tinggal gesek Semua beres” Kata nyoya besar kusuma dengan santainya.
“Hehehe” lisa tertawa garing. Bagaimana dia sampai melupakan kekayaan keluarga Angga tidak akan habis sampai tujuh turunan. Astaga...😭
Masalahnya sekarang bukan uang tapi Cinta.?? Apa yang akan dikatakan ibu hamil itu dan juga Keyla jika mereka tahu dirinya sudah menikah secara diam diam.??
Agkkkk.... tamatlah riwayatmu Analisa Anggia Utama.!!! Batin Lisa
Lisa terduduk di sofa memikirkan bagaimana harusnya bertindak. Pikiranya seakan buntu tidak ada ide brilian yang bisa dia gunakan sebagai alasan.
Aku berharap ada keajaiban sekarang, hufttt batin Lisa merasa putus asa.
Beberapa saat kemudian hape dengan lambang buah dibagian belakangnya berdering. Yah, handphone milik Mertuanya berdering. Sontak arah pandangan keduanya terfokus pada benda dengan harga fantastis itu.
📞📞📞
“Halo pi.??” Sapa Indri
“Mendadak begini.?” Pekiknya
“Hah... oke oke baiklah. Mami siap siap dulu. Hmn... sampai ketemu dibandara. Papi hati hati yah. Dah” Ucap Indri lalu mematikan telponnya
Lisa pun buru buru memperbaiki kembali posisi duduknya. Seolah olah tidak ada yang terjadi. Sayangnya dia lupa kalau mertuanya adalah mertua milenial.
“Mami tahu kamu nguping tadi” Ucap Indri Tudu point
“Hah.?? Engga kok mi” Kata Lisa sambil menunduk takut
“Hmn... kamu pikir mami bodoh yah. Sampai bisa kamu tipu.?” Kata Indri dengan Datar
Mendengar ucapan mertuanya barusan lisa merasa seperti Keluar dari mulut buaya dan akhirnya terjebak disarang singa.
“Bu..bukan gitu mi” lisa berkata dengan nada terbata bata
“Jadi tadi kamu nguping kan.?” Tanya indri
Lisa pun melirik sedikit kearah mertuanya dan . . .
“hehe... Iya mi, sedikit aja. Gak semuanya. Serius mi. Lisa gak bohong” Ucap Lisa sembari mengangkat dua jarinya
“Hahahaha..... “ Tawa nyoya besar itu menggema di seluruh mansion.
Wajah lisa pun sedikit tenang. Namun wajahnya sekarang menggambarkan wajah kebingungan. Kenapa Mertuanya tertawa terbahak bahak begitu.??
Karna tidak mengerti apa yang sedang ditertawai oleh mertuanya. Lisa pun ikut tertawa
__ADS_1
“Ha..ha..hahahahahah” Pekik Lisa
“Kamu kenapa ketawa.??” Tanya Indri tiba tiba
Lisa pun menghentikan tawanya . . .
“karna mami ketawa lisa jadinya ikut ketawa hehe” Jawab lisa jujur
“Sudahlah jika membahas ini terus mami bisa terlambat ke bandara. Ah yah, rencana barbeqiu kita cansel dulu. Mami harus temani papi mu untuk perjalanan bisnis keluar negri.”
Nampak kebahagian tercetak jelas diwajah lisa.
“Jangan senang dulu. Nanti kalau mami pulang rencana kita lanjutkan. Jaga rumah baik baik. Awas kalau sampai kita kemalingan.” Ancam Indri
“Baik mi. Mau lisa antar kebandara.?” tawar lisa
“gak perlu. Asisten papi sebentar lagi datang. Mami siap siap dulu. Kalau asisten itu datang suruh tunggu sebentar” Pinta Indri
“Baik mami ku yang cantik” Ucap Lisa semangat 86
“Cih... lidah mu sangat beracun” canda indri
Indri pun bergegas kekamar untuk bersiap. Tidak perlu membawa pakaian banyak cukup membawa perlatan mekup dan yang penting saja.
Sekitar 15 menit bersiap indri pun keluar dari kamar. Disana sudah menunggu asisten suaminya. Dan Seperti biasa tampilannya sangat memukau mata. Seolah usianya menolak untuk tua.
“Ayo berangkat” Ucap Indri
Lisa dan asisten itu berjalan dibelakang indri. Dan sebelum indri masuk kedalam mobil indri pun berbalik untuk berbicara pada Lisa
“Mami titip rumah dan Angga. Tolong jaga dan rawat rumah ini dan Angga dengan baik. Jadilah istri yang bisa diandalkan dalam situasi dan keadaan apapun. Jangan mudah mempercayai orang lain. Mami tahu insting pengacaramu pasti masih berguna. Ah yah, Mami punya sesuatu untuk kamu. Ada dimeja Rias mami. Kamu bisa ambil disana” Ucap Indri
“Kenapa mami bicara begitu. Kayak mami gak akan kembali aja. Mami sama papi cepat pulang yah. Lisa masih butuh bantuan mami. Lisa mau belajar jadi istri yang hebat kayak mami”
“Kamu senang kan kalau gak ada mami dirumah. Udah jujur aja mami tahu kok!!” Goda Indri
“Ha.? Gak mi siapa bilang.?? Lisa senang loh tinggal sama mami. Banyak yang bisa lisa pelajari dari mami. Kan mami tau lisa udah gak punya mama dari lisa kecil”
“Hmn... oke kali ini mami percaya. Udah ah kenapa jadi mewek gini. Sampaikan salam mami dan papi buat Angga. Bilang sama dia kalau mami dan papi sayang banget sama dia. Dan tolong sekali kali berkunjunglah keperusahaan.”
“Baik lah mi. Nanti lisa sampaikan. Mami hati hati yah. Kabarin lisa kalau sudah sampai”
“oke. Kalau gitu mami pergi dulu. Hati hati dirumah”
Indri pun memeluk lisa dengan erat dan lembut. Setelah itu indri masuk kedalam mobil.
Mobil pun perlahan keluar dari mansion. Ada sedikit keanehan yang lisa rasakan. Ucapan mertuanya barusan seperti wasiat orang yang hendak meninggalkan dunia ini.
“Huss... mikirin apa sih lis. Yang penting sekarang aman. Lega lah sedikit. Membayangkan amukan ibu hamil dan juga calon pengantin ihh bisa bisa diriku hanya tinggal nama saja” Gumam lisa bergedik ngeri
Lisa pun masuk kembali kedalam mansion. Duduk santai menikmati hidup sebagai nyonya rumah. Melupakan permintaan mertuanya untuk mengambil sesuatu yang ada di atas meja rias mertuanya.
Bersambung.....
__ADS_1