
Happy Reading.....
Suaranya kayak gak asing ditelingaku. Tapi, biasanya nada bicaranya sangat formal. Tapi, yang ditelpon sekarang sangat santai.??, batinku
“Apa kamu masih Disana.??” Tanyanya lagi
“Ah,, yah ...” Jawabku tersadar dari lamunan
“Saya Regan masih ingat.?” Tanyanya
Tuh kan memang benar dia, batinku
“Hah.?? Ya te..tentu saja. Ada apa Tiba tiba menelponku.?? dapat nomorku dari mana.??” Jawabku dengan terbata bata
“Syukurlah. Saya pikir kamu melupakan saya karna tadi saya bertanya dengan bahasa yang lebih santai. Tapi kedengaranya sangat aneh” Ucapnya
“Tidak juga. Mungkin kamu hanya belum terbiasa. Kamu belum menjawab pertanyaanku. Kamu dapat darimana nomorku.??”
“Ah, dari Kai dan kai dapat dari keyla. Apa itu membuatmu marah.?” Jawabnya dengan jujur. Ahh... lelaki siapa ini😍
“hmn.. tidak Juga. Ada apa menelponku??”
“ingin mendengar suaramu. Pasti disana masih sore yah” tanyanya sontak aku kaget. Wah pasti keyla sudah ember. Awas saja dia nanti😤
“Suaraku.?? Untuk.?? Mm.. Kamu benar disini masih sore dan disana pasti sudah malam. Apa kamu tidak ingin tidur.??”
“untuk memastikan kai tidak menipu saya. Baiklah saya akan tidur. Tapi bolehkah saya sering menghubungimu.?”
“hmn.. bo..boleh” Astaga jangan gagap😰. “aku akan mengangkat telponmu jika aku tidak sedang sibuk”
“Baiklah. Trima kasih. Good Night Cinta. Have a nice dream”
__ADS_1
“Good Night Too Regan.”
📞📞Tut...Tut...panggilan berakhir
Aku rebahkan lagi diriku ditempat tidur sambil berhalu ria.
“apa ini rasanya LDR hahaha. LDR dari mananya astaga” ucapku lalu aku tertawa menertawai kehaluanku.
Ting.... sebuah notifikasi masuk.
“Panjang umur nih anak.” Celetukku lalu aku langsung menelponnya untuk menagih penjelasan.
📲Tut....tut...tut... TERSAMBUNG
“KEYLAAAAAA” Teriakku saat dirinya baru saja mengangkat telpon
“JELASKAN... JELASKAN.... JELASKAN📣. APA SAJA YANG SUDAH KAU CERITAKAN PADA KAI TENTANGKU HAH..!!!!” kataku dengan tegas meminta penjelasan
“Aku harap kau tidak ember lagi atau aku akan mencarimu dan mencekikmu.!!”
“Bagus... awas saja kau mengikari janjimu. Yah sudah lanjutkan belajarmu. Jaga diri baik baik. Bye”
📞📞Tut...tut...tut... Sambungan berakhir.
Keesokan Paginya, Di Jakarta.
Lelaki berperawakan tampan memulai paginya penuh senyuman. Rasanya energinya kembali dan membuatnya lebih bersemangat.
Regan lalu berjalan kearah cermin. Melihat pantulan banyangan dirinya sendiri.
“Awal yang baru untuk Kita” katanya dengan penuh keyakinan.
__ADS_1
Regan lalu berjalan keluar untuk sarapan bersama kedua orang tuanya. Sudah beberapa hari ini dia menginap dirumah orang tuanya. Apa lagi kalau bukan mencari infromasi mengenai cinta.
Tapi sayangnya. Kedua orang tuanya memilih bungkam. Bukan Regan namanya jika langsung patah semangat.
Meminta tolong pada Kai sahabatnya adalah pilihan terakhir. Tapi sialnya Kai justru menukar informasi itu dengan sebuah mobil sport. Yah.. mau tidak mau. Toh mobil bisa dibeli lagi pikir Regan.
“selamat pagi” Ucapnya dengan senyuman yang tak pudar dari bibirnya.
Kedua orang tua Regan yang melihat ekpresi aneh anaknya pagi ini saling pandang.
“Kenapa malah melamun. Ayo sarapan” Ucap Regan masih dengan senyumannya itu
“Kau tidak salah minum obat kan nak.??” Tanya Sintia
“No. Justru Regan mendapat obat mujarab” Jawab Regan ambigu
Kedua orang tua Regan lagi lagi saling pandang. Tidak tahu apa maksud perkataan anaknya.
“Regan sudah selesai. Regan kekantor dulu yah mah pah ada meeting pagi. Assalamualaikum” Ucapnya bergantian menyalami tangan sintia dan wijaya
Sintia dan wijaya pun memandangi kepergian Regan dengan tanda tanya. Padahal semalam masih dengan mood yang buruk.
“Dia anak kita kan pah? Kenapa pagi ini tingkahnya sangat aneh.?” Tanya sintia
“iya sayang. Biarkan saja dia. Yasudah papa berangkat dulu. Papa juga ada meating pagi ini” Jawab wijaya
“Hmn... baiklah. Papa hati hati yah. Mata dan hatinya tolong dijaga yah pah” Ucap sintia
“Selalu. Mama baik baik dirumah yah. Assalamualaikum” jawab Wijaya lalu mencium kening istrinya itu.
Bersambung.....
__ADS_1