
Happy Reading. jangan lupa Like dan Votenya yah😊
“Semua karna kamu.!!”
*******
Tubuh penuh keyakinan dan bibir yang tersenyum licik pun tertegun saat sebuah tangan dan suara berseru dibelakangnya.
“NATHALIE” Panggilan kedua kali untuknya.
Itu Suara yang amat dia kenal. mendadak seribu trik licik dikepalanya menguap entah kemana. Bagaimana bisa pergi dari situasi ini hanya itu kata yang terlintas dibenaknya.
Tangannya mengepal, peluh dikeningnya perlahan mengalir diselah selah pelipis matanya.
Tidak ada pilihan lain . Tidak ada jalan keluar lain yang tersisa adalah harus Menghadapinya. Begitulah isi kepala Natalie
Natalie lalu berbalik dan pandangan mereka saling bertemu. wajah tampan yang terlihat dimatanya berdiri dengan wajah datar dan Aura dingin yang sangat mengintimidasi.
“Da...Dave...” ucapnya terbata bata
Satu kata lolos dari mulutnya, namun orang yang dipanggil hanya Diam masih dengan ekspresi datarnya. Lalu tak lama lampu pun kembali menyala.
Sialnya, Nyala lampu semakin membuat Natalie terpojok. Dua mata tajam terlihat semakin Tajam seolah mata itu sebuah ujung pedang yang tajam yang ingin membunuhnya.
“Jangan salah sangka Dave. Aku tersesat saat lampu padam, bunyi alarm kebakaran membuatku takut dan tanpa sadar berjalan sampai kekamar agnes” Ucap Natalie yang tanpa sadar mengakui Kesalahannya sendiri🙈
Yah benar, seperti kata orang Saat keadaan terjepit atau tersudut kesalahan kecil akan nampak. Dan saat sadar semua sudah terlambat.
“Begitukah.?” Tanya Dave dengan senyum smirknya. Sungguh menakutkan.
“Yah begitulah Dave, ini semua karna lampu yang padam dan,-“ Ucapan Natalie tiba tiba terhenti. Kedua bola matanya terbelalak tak kala dia menyadari Kesalahan dalam ucapanya tadi.
“Kau mengabaikan nasihatku.” Ucap Dave dengan nada yang terdengar dingin.
Ucapan Dave yang penuh intimidasi dan penekanan itu membuat pijakan kaki Natalie tidak seimbang. Satu kakinya melangkah mundur dan tiba tiba ingatan tentang ucapan dave dulu berputar bak rekaman kaset di dalam otaknya
“Akui kesalahan mu atau hal hal yang tidak pernah terlintas dikepalamu akan kamu alami.?” Kata Dave dengan nada mengancam.
Dia benar benar ketahuan sekarang. Untuk apa lagi ditutupi.
“CUKUPP.!!! Yah... Aku pelakunya.!! Lantas kenapa hah.? Semua itu aku lakukan karnamu. Kau dengar Dave itu karnamu. Apa hebatnya wanita Ja*l*ng itu hah.? Sampai titik akhir pun kamu tetap membelanya. Itu membuatku muak.!!!”
Rahang Dave mengeras, matanya menyipit saat mendengar ucapan Natalie barusan. Bagaimana bisa dirinya dijadikan alasan atas perbuatan kriminal perempuan itu.
Mencintai seseorang bukan berarti membuat mu menjadi orang yang bodoh.!!!.
Disini, Dave juga adalah pihak yang ditinggalkan tapi Otak dan hatinya masih bisa sejalan dan berfikir jernih.!!
“Bodoh.!!!” Umpat Dave
“Yah aku bodoh. Lantas kenapa.? Tidak ada yang akan bisa membuktikan kesalahanku hahaha” Ucap Natalie tertawa mengejek
Entah keberanian darimana sehingga berani memprovokasi singa jantan itu.🙈.
__ADS_1
“Kau yakin.?? HA..HA..HA..HAH..” tanya Dave dengan santainya. Bahkan diujung pertanyaannya dia tertawa dengan nyaring. Tawa yang sanggup membuat lawanya meneguk salivanya berulang ulang kali karna takut.
“Ap..apa maksudmu dave.??” Pekik Natalie kembali panik.
“Menoleh lah kesamping” Ujar Dave kembali ke mode datarnya
Bak anak ayam yang patuh, Gadis licik itu pun mengikuti arahan Dave. Seketika tubuhnya membatu. Melihat Orang orang yang berdiri kokoh siap menangkapnya.
“anda sudah mendengar kesaksian pelaku. Silahkan lanjutkan tugas anda” Dave berkata tanpa melepaskan seinci pun tatapan matanya dari wajah Natalie.
“Bravo Bravo Dave👏👏. Rupanya Gadis inilah induk yang kita cari. Ah yah sampai lupa Pak, dia ini adalah kaki tangannya. Silahkan Dibawa juga” Ucap Kai yang baru saja datang bersama Angga membawa Pion yang tertangkap.
Dengan gerakan cepat, Pihak yang berwajib memborgol Natalie beserta anak buahnya.
“Lepas. Berani sekali kalian. Saya dijebak pak. Mereka yang salah. Lepas...!!!” Natalie berusaha berontak
“Nona bisa jelaskan nanti di kantor polisi” Ucap pak polisi
“Lihat kalian semua. Aku akan bebas dan membalas ini semua. Lihaaaaatttt pembalasanku kalian akan MENYESAL. M E N Y E S A L.!!! Hahahahaha”
Polisi pun membawa mereka keluar rumah sakit disaksikan orang orang banyak.
Tak lupa sorakan, ejekan, dan cacian mereka terima saat melewati gerombolan orang orang di rumah sakit .
Natalie hanya bisa tertunduk Malu dan takut. Tangan nya gemetaran kakinya lemas, jantungya berdetak lebih cepat. Pikirannya kosong. Nasibnya benar benar berakhir sekarang.
Yah, Kejahatan apapun yang kita lakukan pasti akan datang meminta bayarannya.
Jadi, berfikirlah sebelum menyesal. Karna saat penyesalan itu datang, menangis darah pun tidak akan merubah keadaan.
Bali, Malam Hari . . . .
Hidup itu seperti Gemericik Hujan. Kadang Turun dengan deras tanpa ada basa basih. kadang pula perlahan menetes dan membasahi pijakan kaki.
Author Pov End.
Malam ini Regan mengajakku menikmati makan malam romantis di pinggir pantai jimbaran.
Suasana yang sangat romantis, mengigatkan kami kenangan delapan tahun yang lalu.
Rasanya masih seperti mimpi. Duduk berdua dengan laki laki tampan yang sekarang sah menjadi suamiku.
“Siapa yang tahu kita kembali kesini dan duduk sebagai suami istri” Ucap Regan tiba tiba
“Ah yah... Waktu sangat cepat berlalu. Rasanya baru kemarin kita berlarian dipinggir pantai ini”
“Tunggu disini sebentar yah” Ucap Regan lembut
“mau kemana.? Aku ikut saja.?” Rengekku
“Tidak usah, saya hanya sebentar oke.”
“Iss.. oke oke. Awas saja kalau lama!” Aku merajuk
__ADS_1
Dan Regan hanya membalas dengan senyuman. Entah apa yang dia lakukan. Dia mau kemana juga aku tidak tahu.
Aku lanjutkan menikmati Indahnya angin sepoi sepoi dan langit malam penuh bintang.
Helaian rambutku berterbangan dan sedikit mengusikku. Namun beberapa saat sebuah tangan seseorang menutup mataku dari belakang.
Aroma tangannya sangat aku kenal. Ini tangan suamiku😍.
“Regan..what are you doing.??” Tanyaku
“I Love You My Wife.” Ucap Regan tepat ditelingaku sambil melepaskan tangannya dari mataku.
Mataku perlahan lahan terbuka dan...
“Oh my God” Kagetku menutup mulut dengan taganku.
Aku berkedip tanda kaget karna takjub. Bagaimana dia menyiapkan bunga sebanyak ini.?? Padahal dia hanya pergi tidak kurang dari lima menit.
“Bagaimana.? Suka.??” Tanya nya memeluk ku dari belakang.
“Suka. Sangat suka Sayang. Ini semua, kamu yang siapain.?” Tanyaku
“Yah, Benar. Ini semua untukmu”
“serius.??”
“Tentu saja lima rius. Lihat baik baik kedalam bunganya”
“Lihat kedalam bunga.?” Tanyaku dengan bingung dan Regan hanya tersenyum menganguk.
Aku lalu melihat dengan teliti ke dalam bucket bunga mawar merah berjumlah lebih dari 1000 tangkai ini. Ku lihat ku cari ku raba lalu beberapa saat tanganku menemukan sebuah kotak berwarna sama dengan warna mawar itu.
“ini apa.??”
“coba buka”
Aku lalu membuka box merah itu dan isinya sebuah kalung berlian berwarna pink dengan bentuk hati.
“Ini untukku.??”
“Yah, kalung cantik untuk istriku yang cantik”
“Ah, Sayang makasih. Ini sangat indah. Aku suka. Makasih yah. Makasih selalu buat aku bahagia”
“Saya yang harusnya bertrima kasih. Karna kamu mau menjadi istriku. Selama saya bernafas, selama saya mampu saya akan berusaha membahagiakan kamu😊”
“Promise.??”
“Promise Too”
“I love you”
“i love you too”
__ADS_1
Bersambung.....